
Sementara Di Mansion Kusuma.
Jam baru menunjuk kan pukul 8 malam,seorang Tuan muda Kusuma baru saja berjalan ke arah balkon dan duduk di balkon kamar miliknya setelah menidur kan istrinya yang hari ini masih merasa kan mual dan pusing di kepala.
Setelah selesai menuang kan setengah gelas wine yang ia bawa ke balkon,Hery duduk dengan menyandar kan kepala nya kebelakang sambil memutar-mutar kan dengan pelan gelas yang ia pegang,hingga wine yang ada di dalam gelas itu bergerak mengikuti putaran yang di buat oleh Hery.
Hery menatap wine yang sedang ia putar,lalu ia mengalih kan pandangan nya ke langit malam yang di hiasi oleh bulan dan bintang di sekelilingnya hingga terlihat indah karena bulan yang di temani oleh cahaya bintang-bintang yang bersinar.
Kemudian ia tersenyum bahagia saat membayang kan kalau bulan adalah dirinya dan Ashley adalah bintang-bintang yang membuat hidupnya menjadi lebih hidup dan lebih berwarna dan juga lebih bersinar dari sebelum nya.
Karena sebelum Ashley masuk ke dalam hidupnya,hidupnya hanya datar saja karena hanya berisi dunia mafia dan perkerjaan saja.
"Dreet dreet dreet " terdengar suara getaran dari HP miliknya Hery yang menanda kan kalau ada panggilan masuk di layar HP miliknya Hery,hingga membuat lamunan indah nya Hery menghilang di antara bintang-bintang yang sedang bersinar terang itu.
Hery yang mulai kesal karena merasa terganggu,menjadi semakin kesal saat ia melihat nama pemanggil yang berada di layar HP miliknya yang masih bergetar itu.
"Hm" jawab Hery dengan singkat sambil meletak kan kembali ke atas meja,gelas wine yang belum sempat ia minum tadi.
"Kata kan..." ucap Hery dengan nada tegasnya setelah ia mendengar anak buah nya sudah selesai bicara di seberang sana.
Hery mendengar laporan dari Anak buah nya dengan wajah yang serius dan mata yang menatap lurus ke depan.
Beberapa puluh detik kemudian...
"Bagus,terus awasi mereka jangan sampai ada yang terlewati sedikit pun" perintah Hery dengan nada tegas nya,lalu ia langsung menutup telepon nya secara sebelah pihak sebelum anak buah nya sempat menjawab perintah nya,sedang kan anak buah nya yang berada di seberang telepon itu hanya bisa menatap HP nya dengan tatapan pasrah saja karena memang udah terbiasa.
Hery kembali meletak kan HP nya ke atas meja dan mengambil wine nya tadi,lalu menyesap nya sedikit sambil memikir kan laporan dari anak buah nya tadi.
Anak buahnya mengatakan kalau sahabat nya Jonathan sedang bermalam di kantor bersama Desi,anak buah nya juga mengatakan secara detail tentang apa saja yang Jo dan Desi lakukan selama 10 hari ini,kecuali yang di dalam ruangan pribadi nya Jo karena termasuk hal yang pribadi jadi anak buahnya tidak berani untuk mengawasi sampai ke arena berbahaya itu.
Hery menghela nafas dengan berat,dengan sekali tebak saja ia sudah tahu apa yang akan terjadi di dalam sana.
Mungkin saja untuk sebulan ke depan,perkerjaannya akan lebih banyak untuk 2 sahabat nya itu.
Lagi-lagi ia kembali menghela nafas dengan berat,menanda kan kalau perkerjaan yang ia lakukan sekarang lebih berat dari pada perkerjaan sehari-harinya di kantor.
Bagaimana tidak,demi istri tercinta nya ia yang sebagai Tuan Muda Kusuma yang biasa nya tidak pernah mengurusi masalah yang ia anggap tidak penting,sekarang ia harus mengurusi 2 sahabat nya itu.
__ADS_1
Jika ia tidak mengawasi mereka berdua,istrinya pasti akan terus bertanya sepanjang hari.Hingga membuat ia bingung mau menjawab apa,apa lagi istri nya sedang hamil sekarang hingga membuat perasaan istrinya selalu melow gitu kalau keinginan nya tidak di turuti.
Jadi tidak mungkin ia hanya diam saja ,akhirnya mau tidak mau ia harus turut untuk mengawasi 2 sahabat nya itu, walau pun dengan terpaksa.
Ntah sudah berapa kali ia terus menghela nafas dengan berat kadang juga menghela nafas dengan pelan,sambil bergantian dengan menyesap wine nya.
"Dreet dreet dreet"
Beberapa saat kemudian,kembali terdengar getaran di HP nya Hery.
Hery langsung mendengus kesal saat sudah menoleh kan kepala nya ke arah layar HP miliknya,seperti nya mulai sekarang ia harus bisa mengontrol emosi nya agar tidak meledak kemana-mana,jangan pula sampai ledakan nya sampai kena istrinya
Untung saja nada dering HP miliknya tadi sudah ia nonaktif kan,jadi tidak sampai membuat istri tercinta nya yang sedang tertidur itu terganggu sama sekali.
"Hm" jawab Hery singkat,dengan nada tegasnya tapi dengan wajah yang kesal,setelah ia sudah mengangkat panggilan yang untuk kedua kalinya itu.
"Apa?" tanya Hery dengan wajah kaget nya sambil menegak kan tubuhnya yang sedang bersandar tadi, saat mendengar laporan dari anak buah nya yang lain,beda dari yang tadi punya.
"Kalian tetap awasi mereka,sampai pria egois itu datang" perintah Hery dengan nada kesal nya.
Sedangkan anak buah yang berada di seberang sana segera mengiyakan perintah dari Tuan Muda nya,ketika anak buah tersebut sudah mengerti siapa yang di maksud oleh Tuan Muda mereka.
"Merepot kan sekali,satu nya terlalu lambat dalam percintaan sekarang malah menjadi lebih parah dari aku dan yang satunya lagi terlalu egois hingga menutup mata hati nya" Hery menggerutu kesal sambil mengetik sesuatu di Hp nya lalu ia segera mengirim nya kepada seseorang yang ia juluki dengan nama pria egois itu.
Hery memijit pangkal hidung nya sambil mengenggam HP nya yang ia sandar kan di sebelah paha nya.
"Kalian,benar-benar merepot kan ku kali ini" gerutu Hery lagi dengan mengeram kesal,seperti nya malam ini ia ingin terus meluap kan rasa kesalnya tapi ia juga takut istri tercinta nya jadi terganggu karena suara gerutuan nya.
"Ah,sudah lah.Lebih baik aku pergi tidur saja" gumam Hery sambil menghela nafas dengan pelan karena sedang berusaha mengontrol emosi nya,lalu ia langsung meneguk sisa winenya tadi hingga habis.
Kemudian ia segera berjalan masuk ke dalam kamar dengan langkah pelan dan mengunci pintu yang menuju ke balkon itu, sambil membawa HP yang di genggam nya tadi.
Saat ini,tubuh nya sudah sangat lelah,untung saja mual dan pusing istri nya hari ini tidak separah seperti sebelum-sebelum nya,malahan terus berkurang dari hari ke hari bahkan hari ini istri tercintanya cepat mengantuk makanya istri nya sudah tidur terlebih dahulu dari pada dirinya.
Setelah berjalan sampai ditepi kasur,ia meletak kan HP miliknya ke atas nakas lalu ia segera naik keatas kasur dan memeluk istri nya yang sudah tertidur pulas hingga tidak menyadari pelukan dari dirinya.
Hery menatap wajah lelap istrinya dengan wajah yang terus tersenyum bahagia lalu ia membawa istrinya ke dalam pelukan nya hingga tubuh mereka berdua saling berhadapan,sedang kan Ashley hanya sedikit mengeliat lalu menelusup kan kepalanya ke tempat yang lebih nyaman lagi.
__ADS_1
Hery menghirup dalam-dalam aroma wangi rambut istrinya,ia juga tersenyum lebar saat melihat istrinya yang semakin menelusup ke dalam pelukan nya.
Beberapa saat kemudian,akhir nya Hery pun mengikuti istri nya ke alam mimpi dengan tubuh mereka yang saling berpelukan.
***
Di Apartemen nya Ars.
Beda dengan sepasang suami istri yang sudah tertidur lelap itu,Ars malah tidak bisa tidur,ia hanya bolak balik di atas kasur miliknya karena tidak bisa tidur.
Sudah beberapa hari ini ia tidak bisa tidur awal,biasa nya kalau tidur di kantor,ia selalu bisa tertidur tapi untuk beberapa hari ini ia tidak bisa tertidur karena memikir kan sikap aneh nya Agatha yang seperti mencoba untuk mendekati dirinya.
Padahal ia sudah mencoba untuk menjauhi Agatha,bahkan semenjak dari hari itu ia tidak pernah lagi mau mendengar atau mencari tahu informasi tentang Agatha dan kegiatan sehari-hari nya Agatha.
Maka dari itu ia mencoba untuk tidur di Apartemen miliknya tapi ternyata masih saja tidak bisa tidur,bahkan malam ini perasaan nya malah merasa tidak nyaman.
Beberapa saat kemudian terdengar nada dering pesan di HP miliknya Ars yang tergeletak di atas nakas nya,di saat Ars yang ntah sudah bolak balik untuk ke berapa puluh kalinya.
Dengan gerakan yang malas Ars bangun dari berbaring nya dan duduk di tepi kasur,lalu ia mengambil HP nya untuk melihat isi pesan yang ada di HP nya.
Ars langsung membulat kan kedua mata nya dan wajah malas yang berubah menjadi khawatir bercampur panik setelah sudah membuka pesan nya yang baru masuk itu,ternyata pesan itu dari Tuan nya.
Tapi yang membuat dirinya khawatir juga panik bukan karena nama pemilik pengirimnya,tapi karena isi pesan dari pengirimnya.
Ars mengusap wajah nya dengan pelan dan berusaha mengontrol rasa panik nya,lalu ia kembali membaca ulang dengan teliti isi pesan tersebut yang berisi...
(Tuan dingin) nama kontak yang belum sempat ia rubah ketika datang ke sini.
"Cepat datang ke hotel *******.Jika kau tidak menurut,jangan salah kan aku,kalau sampai terjadi apa-apa dengan wanita kau itu"
Ars segera berdiri dan memasuk kan HP miliknya ke dalam saku celana nya,kemudian ia segera mengambil jaket miliknya dan kunci mobilnya lalu ia langsung berlari keluar dari dalam Apartemen miliknya dengan wajah yang semakin khawatir.
Ia tidak mau menebak-nebak saat ini,yang ia ingin kan hanya segera sampai di tempat tujuan agar bisa mengetahui apa yang sebenar nya terjadi.
Tuan nya tidak akan mengirim nya pesan kalau tidak penting dan Tuannya juga mengata kan wanitanya,yang ia tahu wanitanya hanya Agatha saja.
Ia benar-benar tidak mau sampai terlambat sampai di lokasi tersebut kalau itu benar-benar adalah Agatha.
__ADS_1
Ars menyetir dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal sambil memikir kan berbagai dugaan yang ia sendiri tidak tahu,mana satu dugaan di kepala nya yang benar.