Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
124. Jonathan di jebak


__ADS_3

Sedang kan di luar ruangan nya Jo,OB wanita tadi masih berdiri di sana dengan wajah yang di hiasi dengan sebuah rencana dan tersenyum licik.


"Tunggu sebentar lagi,sayang.Karena sebentar lagi kau pasti akan menjadi milik ku.Dan kau wanita j*l*ng,kau pasti akan aku tendang keluar dari sini secepat nya setelah aku menjadi Nyonya Smith" gumam OB wanita itu sambil mengingat sebungkus kecil bubuk putih yang ia beli tadi.


Lalu ia pun segera berjalan pergi dari tempat nya berdiri tadi dengan wajah yang terus tersenyum licik.


(kembali ke ruangan Jonathan).


Jonathan menggaruk-garuk kan belakang leher nya yang tidak gatal dengan pelan,sambil berbalik badan dan duduk kembali di kursi kebesaran nya karena memang ia hanya berdiri saja tadi dengan posisi yang sama,tetap di samping kursi kebesaran nya.


"Itu juga karena kamu terus menggoda ku dengan terus menyentuh dada ku" ucap Jo, setelah ia selesai menormal kan kembali wajah memerah nya barusan,ia berbicara dengan wajah kesal nya sambil mengancing kan kembali kancing kemeja nya yang telah terlepas tadi.


"Tapi aku mana tahu,kalau perbuatan ku itu bisa membuat mu menjadi seperti itu" ucap Desi yang tidak mau di salah kan,kata sayang nya juga jadi hilang karena takut dengan wajah marah nya Jo tadi.


Tapi jujur saja,ia sangat menyukai aksi nya Jo tadi.Ah,kenapa sejak bertemu dengan Jo,pikiran nya selalu berkelana kemana-mana.


"Mana tahu,tapi kamu malah....Ah,ya sudah lah" ucap Jo dengan wajah yang semakin kesal,tidak akan habis kalau ia terus berdebat dengan Desi karena Desi selalu saja ingin menang kalau berdebat dengan dirinya.


'Apa wanita aneh ini tidak tahu,kalau perbuatan nya itu mampu membuat bencana alam yang selalu ia hindari itu akan terjadi' pikir Jo.


"Kenapa masih berdiri di situ,cepat kerja kan tugas mu yang aku beri kan tadi" lanjut Jo lagi dengan nada tinggi,ia mencoba untuk tenang, saat ia melihat Desi yang hanya berdiri dalam diam saja sambil menatap dirinya.


"Hah! I iya sayang" ucap Desi dengan nada gugup setelah lamunan nya buyar oleh suara tinggi nya Jo.


Ia melamun karena memikir kan hal-hal aneh hingga ia melupa kan kemarahan Jo tadi,jadi lah kata sayang kembali di sebut oleh nya.


'Dasar wajah mesum' umpat Jo di dalam hati.


Jo pun segera mengambil cermin dari dalam laci setelah melihat Desi berjalan ke arah meja nya


'Dasar,bagaimana kalau OB wanita itu tidak menutup pintu dengan keras tadi' pikir Jo sambil melihat ke arah cermin yang sedang ia pegang saat ini.Terlihat di dalam cermin,kalau rambut nya menjadi berantakan karena ulah nya Desi.


'Kenapa semenjak aku ke sini,hidup ku terus menjadi tidak tenang.Kemaren Hery yang telah membuat dirinya kesal,sekarang wanita aneh ini malah membuat nya gelisah tidak menentu.Padahal selama ia tinggal di Paris,yang ia tahu hanya berkerja dan bersenang-senang saja' pikir Jo,sambil menghela nafas dengan pelan.


Kemudian ia mengambil sisir rambut dan menyisir rambut berantakan nya itu agar seperti semula kembali,untug saja ia selalu menyedia kan cermin dan juga sisir di laci meja kerja nya jadi ia dapat mengguna kan nya kapan-kapan saja,seperti hari ini.


Setelah ia selesai menyisir dan menyimpan cermin dan sisir ke dalam laci kembali,ia menatap sejenak ke arah Desi yang sedang duduk dengan wajah yang serius karena sedang mengerja kan tugas nya.


Lalu ia tersenyum dan kembali mengerja kan perkerjaan nya yang tertunda tadi karena ulah wanita aneh itu.


Beberapa jam kemudian.


"Akhir nya selesai juga" ucap Desi dengan wajah yang tersenyum lega,sambil merenggang kan otot-otot kedua tangan nya.


"Hooaam" terdengar suara auman pelan ngantuk nya Desi,tapi masih terdengar di telinga nya Jo.


"Apa kamu tidur larut malam,hingga jadi mengantuk seperti itu?" tanya Jo dengan kening yang mengernyit heran dan juga memutar kan kursi kebesaran nya ke arah Desi.


"Iya,karena aku sibuk menyelesai kan skripsi-skripsi kuliah ku" jawab Desi dengan nada pelan sambil menatap Jo yang juga sedang menatap dirinya.


'Karena 2 malam ini,aku terus memikir diri mu dan juga c**m*n panas kita kemaren hingga aku tidak bisa tidur awal' lanjut Desi di dalam hati dengan wajah yang tersenyum.


Jo terdiam beberapa saat,sambil menelisik wajah ngantuk nya Desi,tapi memang terlihat sekali wajah nya Desi seperti mengantuk bercampur lelah.

__ADS_1


"Bawa tugas mu itu pada ku,setelah itu pergi lah tidur sebentar di ruangan pribadi ku" perintah Jo dengan suara pelan nya,awal nya Jo mengira itu hanya akal-akalan nya Desi saja,tapi melihat dari wajah ngantuk dan lelah nya Desi,ternyata bukan akal-akalan nya Desi.


"Baik lah" jawab Desi dengan tersenyum senang karena ini pertama kali nya ia di beri izin untuk masuk ke ruang pribadi nya Jo,ia segera membawa tugas yang sudah ia selesai kan tadi kepada Jo.


"Benar kah aku boleh tidur di ruangan pribadi mu?" tanya Desi dengan suara yang pelan saat Jo sudah mengambil tugas itu dari tangan nya,ia ingin memasti kan nya kembali,mana tahu ia hanya sedang berhalusinasi saja tadi.


"Pergi lah,sebelum aku berubah pikiran" jawab Jo dengan wajah yang tegas sambil memeriksa tugas yang di beri kan oleh Desi tadi.


Tanpa bicara lagi,Desi pun segera berjalan cepat ke arah ruang pribadi nya Jo yang sudah ia tahu letak nya ada di mana,ia berjalan dengan wajah yang terus tersenyum senang.


karena dari kemaren ia ingin masuk ke dalam ruang pribadi nya Jo untuk melihat-lihat tapi Jo terus melarang nya hingga ia mengurung kan niat nya untuk bisa melihat-lihat ruangan pribadi nya Jo.


Sebenar nya bukan untuk melihat-lihat saja,ia juga ingin memeriksa apa kah ada pakaian wanita atau barang-barang yang berkaitan dengan wanita,mana tahu saja Jo sudah pernah membawa wanita ke dalam ruangan pribadi nya.


Jo tersenyum lucu saat melihat Desi yang langsung berjalan cepat untuk segera sampai di ruangan pribadi milik nya.


"Dasar wanita aneh,hanya di beri tumpangan untuk tidur sebentar saja tapi senang nya seperti mendapat kan berlian atau juara 1 saja" gumam Jo dengan menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan.


"Ternyata baru jam 3" ucap Jo lagi,sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya.


"Lebih baik aku selesai kan perkerjaan ku dulu,baru nanti aku bangun kan wanita aneh itu" ucap Jo lagi,lalu ia langsung fokus kembali pada berkas-berkas nya,sedang kan tugas yang Desi beri tadi ia letak di tepi meja terlebih dahulu,karena ia berniat memeriksa nya pas terakhir saja.


Sedang kan Desi sibuk mengamati isi ruangan pribadi nya Jo dengan teliti,sudah seperti Detektif saja.


Setelah 1 setengah jam berlalu,akhir nya Jo sudah menyelesai kan perkerjaan nya.Ia sedang memeriksa tugas yang ia beri kan kepada Desi tadi,terlihat wajah serius nya yang membuat dirinya semakin tampan,walau pun tetap lebih tampan Hery.


"Ternyata lumayan juga" ucap Jo dengan sebelah tangan yang menopang dan mengelus-elus dagu runcing milik nya,sambil melihat tugas yang di kerja kan oleh Desi,hanya terdapat salah 1 saja,padahal tugas yang ia beri kan itu lumayan sulit.


Tapi Desi mampu menyelesai kan nya dengan baik walau pun ada 1 yang salah,kepintaran nya tetap termasuk lumayan.


"Masuk" jawab Jo sambil terus merapi kan meja kerja miliknya.


Ternyata OB wanita itu yang mengetuk pintu tadi,Jo pun hanya melirik sekilas dari ekor mata nya.


OB wanita itu berjalan ke arah Jo sambil memerhati kan seluruh sudut ruangan nya Jo dengan mata yang teliti,ia tidak melihat keberadaan nya Desi sama sekali,hingga membuat ia tersenyum lebar


'Ternyata hari ini,keberuntungan berpihak pada ku' batin OB wanita itu dengan wajah yang tersenyum senang,ia segera mengambil bubuk putih yang ada di kantong baju nya,lalu dengan gerakan cepat ia campur kan sedikit ke dalam kopi yang sedang ia bawa saat ini dan sedikit mengaduk nya.


Karena gerakan nya yang cepat dan juga Jo yang malas menatap OB wanita itu karena tidak menyukai wajah genit nya,hingga membuat Jo tidak menyadari gerakan tangan nya OB wanita itu.


'Semoga saja,bubuk ini bisa menambah keberuntungan ku hari ini' batin OB wanita itu lagi dengan wajah yang terus tersenyum.


"Tuan,ini kopi nya" ucap OB wanita itu dengan suara pelan nya.


"Kopi?" tanya Jo dengan kening yang mengernyit sambil menelisik wajah nya OB wanita itu,ia memang menyukai kopi tapi seingat nya sore ini ia tidak memesan kopi tapi kenapa malah OB wanita ini membawa kopi.


"Itu Tuan,Sekretaris Tuan yang menyuruh ku untuk membawa kan kopi untuk Tuan" jawab OB wanita itu sambil menahan rasa gugup nya agar ia tidak ketahuan,kalau ia telah berbohong dan menaruh sesuatu di dalam kopi itu.


Jo berpikir sejenak sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya,mungkin saja Sekretaris nya itu lupa atau gimana kalau dirinya jarang sekali minum di sore hari,ia hanya minum di pagi hari saja.


Tapi karena ia sudah lelah dan juga masih ada sedikit waktu lagi hingga jam pulang,akhir nya ia pun tidak banyak protes lagi.


"Letak kan di atas meja saja" perintah Jo dengan nada santai nya kembali,lalu ia kembali melanjut kan merapi kan meja kerja nya yang hanya tersisa sedikit tadi.

__ADS_1


Hanya perlu beberapa puluh detik saja,ia sudah selesai merapi kan meja kerja nya.Ia pun segera meminum kopi yang berada di tepi meja kerja nya itu karena ia ingin segera membangun kan Desi,apa lagi saat ini sudah hampir jam pulang,ia juga tidak menyadari kalau OB wanita itu masih berada di dalam ruangan nya.


Sedang kan OB wanita itu sengaja berjalan keluar dengan langkah yang sangat pelan karena sedang menunggu reaksi nya Jo setelah meminum kopi yang ia beri kan tadi.


Beberapa menit kemudian kepala Jo mulai sedikit pusing dan di dalam tubuh nya mulai merasa kan gejolak-gejolak yang aneh,ia berusaha menahan nya tapi kenapa semakin menahan,tubuh nya semakin terasa panas.


'Kenapa aku seperti meminum.....' pikir Jo yang langsung terhenti saat mata nya terarah ke cangkir kopi yang ia minum tadi,lalu ia segera menatap OB wanita yang masih berdiri di samping pintu saat ia baru menyadari kalau wanita itu ternyata masih belum keluar dari ruangan nya.


'****,ternyata wanita itu sedang menjebak ku' umpat Jo di dalam hati sambil menatap tajam ke arah wanita itu yang hanya terus tersenyum genit ke arah nya.


"Cepat keluar dari sini,atau kau akan aku bunuh sekarang juga" perintah Jo dengan wajah marah dan nada tegas nya saat melirik sekilas wanita itu yang sedang berjalan ke arah nya,ia masih duduk di kursi kebesaran nya sambil memegang pinggiran meja dan juga sambil menahan hawa panas yang sudah mulai memenuhi seluruh tubuh nya.


"Tuan,apa kau tidak apa-apa?Aku bisa membantu mu..." ucap OB wanita itu dengan nada manja dan tersenyum genit sambil memegang lengan nya Jo dan menatap wajah nya Jo yang sudah memerah.


"Apa kau tuli sekarang atau kau memang ingin terbunuh di sini,saat ini juga?" tanya Jo lagi dengan nada yang semakin tinggi,wajah nya sudah di penuhi dengan gairah dan juga amarah.


Apa lagi saat melihat wanita genit ini semakin tidak tahu malu,padahal ia sudah memperingati wanita genit itu tapi ternyata wanita genit itu kekeh dengan keinginan nya.


"Tuan,kenapa kau tidak percaya dengan ku.Aku bisa membantu mu,Tuan" jawab Wanita itu tanpa mengetahui sifat asli nya seorang Jonathan,ia sudah separuh jalan sekarang,ia tidak akan menyerah.


Apa lagi Desi yang ia kira sudah pulang pun tidak akan bisa menganggu rencana nya dan sebentar lagi rencana nya akan berhasil,jadi ia tidak akan menyia-nyia kan kesempatan ini.


"Ini untuk terakhir kali nya aku bertanya.Kau mau keluar dari sini saat ini juga atau mau terbunuh saat ini juga?" tanya Jo lagi dengan wajah emosi nya sambil menahan gejolak-gejolak aneh yang semakin lama semakin menyiksa inti tubuh nya,dan kesabaran nya sudah di ambang batas sekarang saat melihat wanita itu tidak juga mau menuruti apa perintah nya.


Jo segera menepis dengan kasar,tangan nya OB wanita itu yang mulai meraba bahu nya,lalu ia segera mengambil sebuah pistol dari laci bawah meja kerja nya.


Kemudian....


"Tu Tuan,ma maaf kan aku " mohon OB wanita itu dengan lutut bersimpuh di depan nya Jo sambil menangis saat melihat Jo sedang menodong kan ujung pistol ke arah kepala nya dengan wajah yang di penuhi amarah.


Ia tidak menyangka kalau Jo ternyata mempunyai pistol,ia terus menangis tanpa tahu harus melaku kan apa.


Padahal rencana nya sudah hampir berhasil tadi tapi kenapa sekarang malah nyawa nya yang jadi terancam,ia tidak mau mati sia-sia di sini,tapi ia juga hanya bisa menangis saja saat ini dan hanya bisa terus memohon kepada Tuan nya itu.


"Tu Tuan " panggil Sekretaris nya Jo dengan gugup dan wajah kaget nya,karena merasa takut saat melihat Tuan nya yang sedang memegang pistol yang di arah kan kepada OB wanita itu,sedang kan OB wanita itu terus menunduk dan memohon maaf.


Jo menghela nafas dengan berat,Sekretaris nya datang tepat waktu karena bertepatan dengan kesabaran nya yang sudah habis.


@all


*Hanya sekedar memberitahu*


Sebenar nya sudah mau author tamat kan novel ini,tapi ternyata masih ada tokoh sampingan yang belum jelas cerita nya.


Jadi,author mencoba untuk berimajinasi kembali agar kalian semua tidak kecewa.


Oleh karena itu,untuk bab-bab selanjut nya mungkin akan lebih banyak cerita tokoh-tokoh sampingan daripada tokoh utama,tapi walau pun begitu,sedikit banyak tokoh utama masih tetap menghiasi di dalam perjalanan cerita mereka.


Jika ada cara penulisan yang salah atau yang lain nya,harap di maklumi dan pengertian nya ya...


Karena ternyata mencari bahan cerita tidak semudah mencari bahan kue,apa lagi di hiasi dengan tangisan anak,kadang-kadang suka jadi gak nyambung.😁😁


Terima kasih untuk semua nya dan semoga terhibur dengan cerita receh dari author ini.

__ADS_1


🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2