Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 203


__ADS_3

Semua orangpun,langsung tersenyum senang dan juga bahagia Karena menurut mereka,nama-nama yang di berikan oleh Hery itu,semuanya terdengar sangat bagus dan juga indah,kecuali Daddy dan Grandpa.


"Kenapa bukan Arsenio saja,yang berarti gagah dan berani?" tanya Daddy dengan wajah herannya,sambil menatap ke arah wajah malasnya Hery.


Sebenarnya,di kumpulan nama-nama yang sudah di seleksi oleh Hery.Nama Arsenio termasuk dalam nama-nama yang sedang berada di daftar seleksinya itu.


Tadi Hery juga ingin memilih nama tersebut,tapi saat ia memikirkan tentang kata berani.Ia jadi memikirkan bagaimana kalau putra bungsu mereka itu akan bertindak berani dalam tentang membuat dirinya menjadi kesal di masa depan.


Akhirnya,iapun memutuskan untuk memberikan nama Adnan saja pada putra bungsunya itu.Tapi ia tidak menyangka,kalau Daddynya malah tidak menyukai nama Adnan yang menurutnya sangat cocok untuk putra bungsunya itu.


"Dad,...." belum sempat Hery menjawabnya,Grandpa sudah lebih dulu mendukung pendapatnya Daddy dengan cepat.


"Menurut Grandpa,nama Arsenio Kusuma lebih bagus dari pada Adnan Kusuma" ucap Grandpa dengan wajah seriusnya.


"Bagaimana kalau kalian memberinya nama Adnan Arsenio Kusuma saja" lanjut Grandpa lagi,saat ia melihat wajah kesalnya Hery yang seperti tidak menyetujui pendapatnya Hendri tadi.


"Grandma...Bukankah itu akan terdengar aneh" ucap Hery dengan nada kesalnya,sambil menatap ke arah Grandma untuk meminta dukungan.


Tapi usaha kecilnya itu gagal,karena ia bukan mendapat dukungan,ia malah membuat dukungan untuk lawannya menjadi bertambah kuat.


"Grandma rasa,yang di katakan oleh Grandpamu itu terdengar bagus juga.Jadi,kita bisa memanggilnya dengan 2 nama.Kita bisa memanggilnya dengan Adnan atau Arsen juga bisa.Bagaimana,apakah kalian semua setuju ? " ucap Grandma dengan wajah yang tersenyum senang,sambil menatap ke arah semua orang yang langsung mengangguk-nganggukkan kepala mereka dengan pelan,begitu juga dengan Desi dan yang lainnya yang ikut mengangguk setuju juga.


"Kalau begitu,sudah di putuskan.Nama cicit bungsu kami ini bernama Adnan Arsenio Kusuma" ucap Grandpa dengan cepat dan wajah yang tersenyum bahagia dan mengabaikan wajah kesalnya Hery yang akan membantah perkataannnya tadi.Ia berbicara,sambil memeluk Grandma dari samping.


Kemudian senyum bahagianyapun menular kepada Grandma lalu ke Daddy,Ashley dan juga yang lainnya.


Sedangkan Hery,ia hanya mampu menampilkan wajah kesalnya saja karena tidak mampu membantah perkataannya Grandpa.


Ashley yang melihat wajah kesalnya Hery,iapun segera mengelus genggaman tangannya Hery dengan pelan,sambil tersenyum.


Mau tidak mau,Herypun ikut tersenyum saat ia melihat senyum manis dari istrinya untuk dirinya itu.


Setelah selesai mengobrol sedikit,mereka semuapun segera pergi dari sana dan pulang.Lalu meninggalkan Hery untuk menemani Ashley yang harus segera beristirahat.


***


4 tahun kemudian.


Malam ini di Mansion miliknya Keluarga Kusuma,sudah di penuhi banyak orang dari sore tadi.


Terlihat Hery,Ashley,Ars ,Agatha,Daniel,Lucy,Ryan , Aliska,Jo dan juga Desi,tidak lupa juga dengan Grandma,Grandpa dan Daddy,termasuk kedua orang tuanya Ashley,Agatha dan juga Desi.


Malam ini,mereka semua akan melewati malam di Mansionnya Kusuma sampai tahun baru lewat.Bahkan mereka sedang membuat acara kecil di halaman belakangnya Mansion saat ini,dengan memanggang daging ayam dan yang lainnya,dan juga membuat beberapa macam minuman dan kue.


Dan itu akan terjadi sampai 2 hari berturut-turut,karena tujuan mereka adalah untuk merayakan tahun baru bersama-sama.


Sedangkan yang lainnya,mereka ada yang tidak datang karena sudah tua,jadi mereka lebih memilih untuk merayakan tahun baru di negara mereka sendiri saja.


Terlihat Grandpa,Grandma,Daddy dan Mommy dan juga kedua orang tuanya Ashley,Agatha dan Desi yang sedang duduk di sekitar halaman belakang Mansion tersebut dan juga di temani yang lainnya dengan kesibukan mereka semua.


"Sayang,kamu lihatlah.Permandangan seperti inilah yang selalu ingin aku lihat.Jika tidak,setiap saat aku pasti hanya akan menatap wajah datar kalian saja" ucap Grandma dengan wajah yang terus tersenyum bahagia dari tadi dan juga dengan nada menyindirnya,sambil menatap ke arah wajah-wajah cerianya Ashley,Agatha,Desi dan Lucy yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk sedang bermain bersama para anak-anak mereka semua yang umurnya hanya berjarak beberapa bulan saja.Dan juga di bantu oleh beberapa baby sister untuk menjaga 10 anak tersebut,anak-anaknya Hery, Daniel,Jo,Ryan dan juga Ars.


"Iya,bukankah kamu sudah selalu melihat mereka seperti ini selama 4 tahun ini?" tanya Grandpa dengan nada santainya,sambil menatap ke arah serombongan para pria muda yang sedang sibuk memanggang berbagai macam daging.


"Iya,dan selama 4 tahun ini.Hari-hariku terus di penuhi rasa bahagia,berkat mereka semua.Apa kamu juga merasa bahagia,sayang?" tanya Grandma dengan nada santainya,sambil menatap ke arah wajah tersenyum tipis suaminya.


"Tentu saja,aku bahagia sayang.Dan kamu sendiri juga tahu sayang,kalau alasan utama kebahagiaanku adalah karena kamu selalu ada di sisiku selama ini.Cup..." jawab Grandpa dengan wajah yang tersenyum bahagia sambil mengecup sekilas keningnya Grandma.Lalu ia beralih menatap cicit-cicit mereka yang sedang sibuk bermain bersama para Mommy mereka.


"Mom,apa kamu masih belum merasa ngantuk?" tanya Hendri dengan wajah malasnya,karena malas melihat adegan mesra dari kedua orang tuanya tadi,jadi iapun mencoba mencari pembahasan yang lain.


Sedangkan para orang tua yang lainnya,hanya mampu terus tersenyum dari tadi,begitu juga dengan Mommy Angel.


"Belum,Mommy masih ingin melihat mereka.Lagi pula,sekarang masih belum begitu larut" jawab Grandma dengan wajah yang tersenyum lucu,saat ia melihat wajah malas putra mereka itu.Ia berbicara,sambil menatap jam tangannya yang baru saja menunjukkan tepat jam 8 malam.


"Sayang,apakah kedua putri kembarmu masih belum ingin datang ke sini?" tanya Daddy dengan nada seriusnya setelah Grandma sudah selesai bicara,sambil menatap istrinya Angel.


"Belum,kata mereka setelah pergelaran wisuda sarjana mereka selesai nanti.Baru mereka akan datang ke sini" jawab Mommy dengan nada santainya,sambil menatap senang ke arah cucu-cucu dari suaminya yang ia anggap sebagai cucunya juga.


"Kapan wisudanya akan di gelar?" tanya Daddy,sambil memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Kalau aku tidak salah ingat,sepertinya 6 bulan lagi.Memangnya kenapa?" jawab Mommy dengan wajah penasarannya,sambil mengalihkan tatapannya ke arah suaminya.


"Tidak ada apa-apa.Aku hanya memikirkan,kalau nanti kita akan ke Paris untuk menghadiri acara wisuda mereka" jawab Daddy dengan wajah seriusnya dan juga tersenyum,sambil memikirkan Willy.


Ia sudah pernah bertemu sama kedua putri kembar istrinya itu,sudah hitung puluhan kali selama 4 tahun ini.Dan menurutnya,kedua putri kembarnya Angel tersebut cantik dan perilakunya tidak buruk.Jadi,sepertinya ia sudah mempunyai sebuah ide bagus untuk Willy nanti.


"Baiklah,aku akan menanyakannya pada mereka lagi dan mencatatnya di kalender yang ada di dalam kamar kita,supaya kita tidak lupa" ucap Mommy dengan wajah yang tersenyum senang,sambil mengenggam tangannya Daddy yang langsung membalasnya.


"Jangan lupa,kami juga ingin ikut" timpal Grandma dengan wajah seriusnya dan juga tersenyum senang.


"Baik Mom,aku akan mengingatnya" ucap Mommy dengan wajah yang terus tersenyum bahagia.


Ia merasa sangat bersyukur,karena Tuhan telah menghadirkan orang-orang yang seperti mereka semua untuknya yang dulu hanya seorang janda, dan juga kesepian.


Bahkan Grandma dan Grandpa sudah menganggap dan menyayanginya seperti putri mereka sendiri,dan suaminya juga tidak kalah sayangnya sama dirinya.


Mereka semualpun,mengobrol dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,sambil menatap ke arah mereka semua yang sedang sibuk bercanda ria,memanggang dan bermain sama anak-anak mereka.


"Honey,ini untukmu" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum,sambil berjalan ke arah Ashley dan membawa sepiring udang panggang yang sudah selesai ia beri bumbu dan juga ia panggang.


"Honey,wanginya" ucap Ashley dengan nada senangnya,sambil menatap ke arah piring yang berisi 3 ekor udang besar panggang tersebut.


"Kan aku sudah bilang,kalau aku sangat ahli dalam membuat makanan atau memanggang berbagai daging" ucap Hery dengan wajah yang terus tersenyum,dari hari itu Ashley terus meragukan kemampuannya tentang memasak ataupun memanggang.


Jadi,saat ini ia akan membuktikan kemampuan yang belum sempat ia kembangkan itu karena kesibukannya di Perusahaan.


Ashley yang mendengar perkatannya Hery barusanpun,hanya mampu tersenyum cenges-ngesan.


"Nah ini" lanjut Hery lagi,lalu ia segera menyuapin udang tersebut ke arah Ashley yang sedang duduk manis,setelah ia selesai mengupas kulit udang tersebut.


Ashleypun segera membuka mulutnya dengan senang hati,sambil tersenyum dan terus menatap wajah tampan suaminya itu.


Baru saja Ashley selesai mengunyah udang besar tersebut,tiba-tiba saja terdengar suara anak laki-laki yang sedang mendekat ke arah mereka berdua.


"Dad,aku juga mau" seru seorang anak kecil yang sudah berumur 4 tahun itu dengan suara khas anak-anaknya,sambil berjalan mendekat ke arah Daddy dan Mommynya.Bahkan ia rela meninggalkan anak-anak yang lainnya,karena ingin mengacaukan kemesraan kedua orang tuanya itu.


Sedangkan yang lainnyapun, yang memang berada tidak jauh dari mereka berdua,langsung tertawa kecil saat mereka melihat permandangan lucu tersebut.


Begitu juga dengan Ashley,ia tertawa kecil sambil mendudukkan putra bungsunya itu ke atas kedua pahanya dengan gerakan pelan.


"Di mana abangmu?" tanya Ashley dengan kedua mata yang sedang mencari keberadaan putra sulung mereka,tapi ia tidak menemukan keberadaan putra sulung mereka itu.


"Abang sudah masuk ke dalam dari 10 menit yang lalu,Mom.Katanya,sudah bosan bermainnya" jawab Adnan dengan wajah datarnya,sambil menatap wajah kesal Daddynya.


"Oh,pantasan sudah tidak kelihatan di mana-mana" ucap Ashley dengan nada pelannya,sambil memikirkan putra sulung mereka itu.


Ia tidak habis pikir dengan putra sulung mereka itu,karena putra sulung mereka itu tidak begitu suka bermain seperti anak kecil yang lainnya.Tadipun harus ia paksa,barulah putra sulungnya itu dan Adnan mau bermain sama yang lainnya.


Dan juga,dia baru umur 4 tahun,tapi sudah hoby membaca dan menonton tentang masak-memasak.Jauh dari harapannya Hery dulu,tapi walaupun begitu,Hery tetap masih tenang menghadapinya.


Hery hanya selalu menerapkan cara menjaga,melindungi,menyayangi orang tua dan orang-orang yang di sayangi,dengan bertujuan supaya jika putra sulungnya besar nanti,dia tidak akan mengecewakannya nanti dan akan mampu menjalankan Perusahaan dan cita-citanya itu dengan cara bijaksana.


Tidak beda jauh dengan Adnan yang juga lebih suka membaca buku,mereka berdua juga sama-sama selalu berwajah datar dan tidak suka bermain.Hanya saja,Avaro tidak menyebalkan seperti Adnan,dan itu hanya di matanya Hery saja.Karena Adnan selalu mencari kesempatan untuk menganggu kebersamaannya dengan Ashley.


Sedangkan putri mereka itu,lebih ramah dan juga murah senyum.Dan putri mereka juga suka bermain bersama dan seperti anak-anak yang lainnya.


"Dad,cepat suapin aku,aku mau juga" ucap Adnan dengan nada manjanya,sambil menyandarkan kepalanya ke dada empuk Mommynya.


'Dasar pengacau' batin Hery dengan wajah kesalnya,sambil menyuapin putra bungsunya itu.


"Dad,ini biar Mommy yang menyuapinku saja.Daddy silakan pergi memanggang yang lebih banyak lagi untuk kami" ucap Adnan dengan wajah polosnya,sambil merebut piring yang masih tersisa 1 ekor udang tersebut dari tangannya Hery.


"Kamu ini,semakin besar semakin pintar saja ya" puji Hery dengan wajah yang tersenyum kesal,sambil berdiri dari duduknya.


'Rasanya,Daddy ingin sekali melemparmu ke nenek dan kakekmu sana' batin Hery dengan wajah kesalnya,dan nenek dan kakek yang ia maksudkan itu adalah kedua orang tuanya Ashley.


"Honey,aku ke sana lagi.Tunggu nanti malam ya" lanjut Hery lagi,sambil berbisik pelan di dekat telinganya Ashley pada akhir kalimatnya.Lalu iapun segera berbalik badan dan pergi ke arah tempat di mana Jo dan yang lainnya berada.Hingga mampu membuat Ashley langsung menjadi tersenyum malu,saat sudah menyadari maksud dari perkataan suaminya itu.


Sedangkan Adnan,putra bungsu mereka itu langsung tersenyum puas karena ia berhasil mengacaukan kemesraan kedua orang tuanya dan membuat Daddynya merasa kesal lagi.

__ADS_1


"Honey,udang panggangmu sangat enak" teriak Ashley dengan nada tingginya,sengaja mau membuat rasa kesalnya Hery menghilang.


Dan usahanya Ashley langsung berhasil.


"Terima kasih,Honey" jawab Hery dengan wajah yang tersenyum senang dan nada agak tingginya,sambil berbalik badan dan menatap wajah cantik istrinya.


Hingga mampu membuat semua orang kembali tertawa kecil,saat mereka semua melihat tingkah suami istri tersebut.


Lalu Herypun kembali berbalik badan dan berjalan ke arah mereka yang hanya tinggal beberapa langkah saja.


"Aku sangat yakin,kalau ketika Arsen besar nanti ,dia pasti akan terus membuat dirimu kewalahan karena ulah nakalnya" ucap Jo yang baru saja selesai membawa 2 piring hasil panggangan mereka tadi kepada Grandma dan yang lainnya.


Ia sama seperti Daddy dan Grandpa yang lebih suka memanggil Arsen dari pada Adnan.


Hery hanya menampilkan wajah malasnya saja,saat ia mendengar perkataannya Jo.Ia hanya terus menjaga panggangannya saja.


"Aku juga setuju" ucap Daniel dengan wajah yang tersenyum puas sambil melakukan seperti apa yang di lakukan oleh Hery,ia tidak mengira kalau akan ada yang membalas rasa kesalnya pada Hery dulu,yang tidak mampu ia balas.


Begitu juga dengan Ryan,Jo dan Ars yang sama-sama sedang memanggang dan juga mengobrol.


"Lihatlah anak-anak kita.Semoga saja,ketika mereka semua besar nanti,mereka semua bisa saling mengakrabkan diri dan juga bisa bersahabat baik" timpal Ryan dengan wajah yang tersenyum bahagia,ia malas mau membuat Hery menjadi kesal lagi,bisa-bisa Hery malah akan membawa istrinya masuk ke dalam nanti,dan acara mereka yang menyenangkan itu akan jadi berkurang orang.


"Iya,kau benar.Semoga saja" ucap Ars yang juga ikut tersenyum,sambil mengikuti arah pandangnya Ryan.Begitu juga dengan Daniel dan Jo,termasuk juga dengan Hery.


"Dan kalaupun nanti akan ada keributan di antara mereka semua,kita harus menyelesaikannya secara kekeluargaan.Bagaimana?" ucap Daniel dengan nada seriusnya.


"Setuju" jawab Ryan,Jo,Ars dan juga Hery secara serentak.


"Dan satu lagi,jangan ada perjodohan di antara kita semua.Biarkan anak-anak sendiri yang mengurusi masalah pribadi mereka sendiri-sendiri" ucap Ars dengan wajah seriusnya juga,karena ia jadi teringat kembali tentang perjodohan yang di lakukan oleh Ayahnya Agatha dulu dan itu mampu membuat mereka berdua menjadi menderita.


"Aku setuju" jawab Ryan dengan cepat,karena ia juga mengalami hal yang serupa sama Ars.


Sedangkan Jo,Daniel dan Hery masih sibuk saling menatap dengan wajah bingung mereka,kecuali Hery yang memang sudah tahu apa alasannya.


"Kami setuju" ucap Jo,Daniel dan juga Hery setelah selesai berpikir,walaupun Jo dan Daniel masih merasa bingung.


"Apakah kalian semua bahagia sekarang?" tanya Hery dengan wajah bahagianya sambil terus menatap wajah cantiknya Ashley yang sedang tersenyum bersama Agatha,Desi dan juga Lucy.


"Tentu saja kami bahagia,sangat bahagia" jawab Jo,Daniel,Ryan dan Ars secara bersamaan sambil menatap pasangan mereka masing-masing dengan wajah yang juga tersenyum bahagia seperti Hery.


Mereka juga menatap anak-anak mereka semua,(Jo\= 2 putra,Ryan\=2 putra,Daniel\=sepasang,Ars\=1 putra)


Hery yang mendengar jawaban serentak dengan kalimat agak panjang dari mereka itu,langsung menatap ke arah 4 pria tersebut.


Akhirnya mereka ber 5 pun saling bertatap mata,lalu mereka ber 5 pun tertawa bersama dan lupa sama panggangan mereka yang sudah hampir menjadi gosong dengan sempurna itu.


"Dad,paman-paman,apa kalian tidak mencium sesuatu?" tanya Alice dengan suara khas anak kecilnya,sambil mengendus-endus hidungnya karena merasa seperti ada bau yang tidak enak.


"Sesuatu?" tanya Hery dengan wajah bingungnya,Ke 5 Daddy muda tersebutpun,langsung ikut mengendus-endus hidung mereka.


"Ya Tuhan" seru ke 5 pria tersebut secara serentak saat mereka ber 5 baru saja menyadari sesuatu,lalu mereka ber 5 pun segera berbalik badan dan mengangkat panggangan mereka yang sudah gosong separoh itu dengan cepat.


Alicepun langsung menjadi bingung karena melihat tingkah Daddy dan paman-pamannya tersebut.Tapi kemudian ia kembali bermain lagi,karena ia pikir itu bukan urusannya.


Sedangkan Grandma dan yang lainnya,langsung tertawa kecil dan ada juga yang tertawa besar karena baru menyadari tingkah ke 5 pria tersebut yang telah membuat panggangan mereka menjadi gosong.


Setelah itu,mereka semuapun kembali melanjutkan acara panggangan mereka dengan lancar dan rasa bahagia.


Akhirnya mereka semua pun menemui kebahagiaan mereka masing-masing, itu semuapun bertahan hingga ke hari tua mereka dan hingga anak-anak mereka tumbuh besar dengan baik dan cerdas.


*Tamat*


(Salah satu kunci agar rumah tangga kita bisa selalu bertahan lama adalah utamakan waktu dan kebersamaan kita pada setiap pasangan kita atau pada keluarga kecil kita)




Visualnya Ashley dan Hery.😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2