Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
84. Ashley yg sedang kesal


__ADS_3

Sudah 2 minggu Hery dan Ashley menikah,mereka terus saja memamer kan kemesraan mereka pada setiap org yg di temui oleh mereka,bukan mereka tapi kebanyakan Hery sendiri hingga membuat Ashley malu bukan main karena terus di perhatiin oleh orang-orang.


Hery juga sering membuat tempat ia kuliah gempar karena Hery yang menawar kan agar ia yg mengantar dan menjemput nya ketika pergi pulang kuliah,jadi lah seisi kampus heboh dengan permandangan indah yg ada di depan kampus itu,apa lagi wanita-wanita yg ada di kampus tersebut seperti org yg kelaparan saat melihat wajah tampan nya Hery.


Hery memang tidak pernah menghirau kan semua itu tapi Ashley menjadi risih dan cemburu karena suami nya terus di perhati kan oleh wanita-wanita yg terus memuja suami nya,Ashley ingin menolak tawaran nya Hery tapi Hery tidak mau menerima bantahan,mau tidak mau,ia harus mengikuti semua keinginan suami nya itu.


Seperti yg terjadi di siang hari ini,Hery sudah menunggu Ashley dari 10 menit yg lalu di depan gerbang kampus nya Ashley.


"Lihat ley,suami mu itu memang mampu memporak-poranda kan hati para wanita" ucap Desi pada Ashley sambil tersenyum,saat melihat kerumunan wanita yg sibuk berkumpul di tengah lapangan kampus,hanya demi untuk bisa menatap Hery yg sedang bersandar di kap mobil milik nya.


"Aku sampai bingung,mau bagaimana lagi bicara dengan nya agar tidak usah mengantar dan menjemput ku lagi" ucap Ashley dengan wajah yg kesal sambil menatap wajah tampan suami nya yg selalu saja mampu memikat wanita mana saja.


"Kenapa juga kau harus mencegah nya ley,lumayan juga buat kami yg para jomblo untuk cuci mata"ucap Agatha sambil tersenyum dan juga sambil mencoba mencari sosok yg hampir 2 minggu ini tidak pernah di lihat nya lagi,tapi tetap sama seperti hari-hari yg lalu,sosok yg sering berada di samping nya Hery nyata nya sekarang sama sekali tidak terlihat di sekitar nya Hery seperti biasa nya lagi.


"Kau berkata seperti sekarang ini kau sedang jomblo saja" ucap Desi dengan nada menyindir sambil menatap sekilas wajah senyum Agatha yg mulai menghilang.


"Iya desi benar.Jika kau tidak ingin menyesal,segera lah berkata jujur pada ke dua orang tua mu" ucap Ashley saat mengingat curhatan Agatha pada mereka ber dua seminggu yg lalu.


"Iya,kalau perlu kau juga harus jujur pada pria itu.Mana tahu pria itu bisa mengubah semua nya menjadi gampang" lanjut Desi lagi yg ikut mendukung saran nya Ashley.


"Memang nya kalian pikir pria itu dewa yg bisa melaku kan apa saja" jwb Agatha dengan asal dengan berusaha tersenyum,ia tahu 2 sahabat itu hanya memikir kan kebaikan nya.


Tapi ia masih tidak berani memberitahu kepada ke dua org tua nya karena selama ini ia selalu menuruti apa kata org tua nya,jika tidak org tua nya pasti akan marah-marah,walau pun ke dua org tua nya melaku kan itu untuk kebaikan nya juga tapi untuk yg satu ini,ia merasa sangat keberatan tapi ia juga tidak mampu untuk melawan.


"Kalau begitu,terserah kau saja lah" ucap Ashley dan Desi secara bersamaan dengan nada pasrah ,mereka ber dua sudah lelah menasehati Agatha.

__ADS_1


Akhir nya mereka ber 3 pun berpencar untuk pulang ke rumah masing-masing setelah melaku kan perpisahan tiap pulang kuliah ala mereka sendiri.


Sedang kan Ashley segera berjalan menuju ke mobil milik nya Hery,Hery segera menyambut nya dengan wajah tersenyum.Ia semenjak menikah sudah tidak di perboleh kan untuk berkerja lagi,jadi sedari pulang dari sekolah ia akan menemani Grandma di Mansion.


Di dalam perjalanan.


"Kenapa wajah mu cemberut seperti itu Honey?" tanya Hery pura-pura bertanya sambil menatap lurus ke depan karena saat ini ia sedang menyetir.


"Kalau sudah tahu,tidak usah bertanya lagi" jwb Ashley dengan bibir yg semakin mengerucut,saat mengingat wanita-wanita yg tergila-gila sama suami nya,membuat ia kesal dan juga cemburu.


"Apa Honey sedang cemburu hm?" tanya Hery dengan nada menggoda sambil tersenyum.


"Ti tidak,kenapa kau sangat percaya diri sekali..." ucap Ashley yg berusaha menyembunyi kan rona merah di pipi nya,setelah sudah menikah Hery memang selalu menggoda nya,menyebal kan sekali.


"Itu adalah kenyataan nya Honey " ucap Hery sambil tersenyum lebar.


"Sangat puas Honey " jwb Hery sambil tertawa kecil.


"Kau itu harus selalu tertawa Honey agar terlihat lebih tampan lagi" ucap Ashley dengan nada menggoda saat memerhati kan tawa kecil nya Hery.


"Apa kau ingin banyak wanita yg akan mendekati ku nanti Honey?" tanya Hery dengan tersenyum menggoda.


"Tentu saja tidak,kau hanya boleh tertawa di hadapan ku saja" jwb Ashley dengan cepat dan wajah yg serius hingga membuat Hery tertawa sedikit terbahak-bahak.


"Ih kau ini" gerutu Ashley sambil memukul pelan lengan nya Hery.

__ADS_1


"Oke oke,aku tidak akan menganggu mu lagi Honey" ucap Hery saat melihat bibir Ashley yg kembali mengerucut.


Mereka pun bercanda gurau di dalam mobil di sepanjang jalan menuju ke Mansion.


Setelah selesai mengantar kan istri nya ke Mansion,Hery segera kembali melaju kan mobil nya ke kantor untuk berkerja.


Jam terus berjalan dengan cepat hingga saat ini sudah menunjuk kan pukul 4 sore dan sebentar lagi jam pulang kerja akan tiba,Hery dan Ars masih sedang berkerja dengan serius di dalam ruangan mereka.


"Apa kau tidak ingin tahu,apa alasan wanita itu mrnolak mu?" tanya Hery yg memecah keheningan yg ada di antara mereka ber dua dari tadi,tapi mata nya tidak beralih dari berkas-berkas yg ada di atas meja nya.


"Tidak" jwb Ars tanpa melihat ke arah Hery.


Hery menghela nafas pelan saat ia mendengar jwban nya Ars,ia pun tidak ingin lagi memaksa Ars yg seperti nya sudah tidak mau membicara kan tentang Agatha lagi dan ia pun mengurung kan niat nya untuk membicara kan lebih lanjut lagi tentang alasan Agatha yg di cerita kan oleh Ashley pada nya kemaren malam.


"Nanti kau tidak perlu lembur lagi,aku tidak mau,jika nanti sampai harus menjaga kau yg sakit-sakitan" ucap Hery sambil melirik sekilas ke arah Ars yg hanya diam saja.


Sudah dari beberapa hari lalu,ia telah menghenti kan hukuman nya pada Ars dan sudah berkali-kali ia menyuruh Ars jangan lembur lagi tapi Ars tidak mau mendengar nya,ia malah menjadi lebih bersemangat untuk terus lembur bahkan ia kadang tidur di kantor hingga membuat Hery tidak berdaya untuk melarang nya lagi.


'Mungkin dengan begitu ia bisa segera melupa kan Agatha tapi istri nya malah terus merengek pada nya agar membantu nya untuk menyatu kan mereka berdua' pikir Hery sambil berusaha mencari cara agar bisa mewujud kan keinginan istri nya itu.


Kemudian Hery kembali memikir kan tentang wanita gila yg terus-menerus ingin mengajak nya ketemu,saat ia masih belum menemu kan cara tentang Ars dan Agatha.


Wanita itu sudah tiba di sini,seminggu yg lalu,dari awal wanita itu tiba,dia terus menganggu Hery dengan mengajak ketemu tapi Hery terus menolak nya,besok seperti nya ia harus menuruti ajakan wanita itu untuk terakhir kali nya agar masalah nya cepat kelar.


Kemudian ia segera mengambil HP nya dari dalam saku nya,lalu segera mencari nama kontak nya Daniel dan mengirim sebuah pesan yg hanya berisi beberapa kalimat yg mampu membuat Daniel semakin kesal.

__ADS_1


Lalu ia tersenyum setelah selesai mengirim kan nya pada Daniel,ia yakin seperti nya Daniel sedang menggerutu tidak jelas di rumah nya sekarang,sedang kan Ars hanya melirik sebentar ke arah Hery dan senyum nya Hery pun menular kepada nya karena ia bisa menebak apa yg sedang di laku kan oleh Tuan nya.


__ADS_2