Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
148. Ars di tilang polisi


__ADS_3

Agatha segera menghentikan acara menangisnya,saat mendengar nada tegas dari Ars.


"Apa kamu tidak ingin menikah denganku?" tanya Agatha dengan eskpresi wajah yang harap-harap cemas.


"Bukan begitu...Aku hanya bingung saja.Seharusnya aku yang melamarmu dulu,kenapa malah kamu yang mengajak aku menikah terlebih dahulu?" tanya Ars dengan wajah bingungnya.Ternyata Ayah dan putrinya sama saja,pantasan saja kemaren Daddy sampai mengkhawatirkan harga dirinya.


Tapi walaupun begitu,ia tidak kesal sama sekali.Hanya saja ia bingung karena kalau ia ingin melamar sekarang,cincin lamarannya masih belum ia sediakan lagi,lalu bagaimana caranya ia ingin melamar Agatha kembali.


"Kamu tidak perlu melamarku lagi,karena lamaran kamu di hari itu sudah cukup bagiku" jawab Agatha dengan wajah yang tersenyum senang,sambil menatap wajah bingungnya Ars.


"Tapi......." ucapan Ars langsung terhenti karena melihat sebelah tangannya Agatha yang sudah berada di depan wajahnya.


"Karena cincin lamaranmu hari itu sudah terpasang di jariku ketika hari itu juga,jadi lamaranmu hari itu sudah resmi.Dan sekarang, kita hanya tinggal menikah saja" ucap Agatha dengan nada semangatnya dan wajah yang terus tersenyum lucu,saat melihat wajah bingungnya Ars yang tidak berkurang sedikitpun.


"Tapi,bagaimana bisa cincin itu ada di jarimu? Bukankah hari itu,cincin itu sudah aku buang..." tanya Ars dengan wajah bodohnya sambil terus menatap cincin di jari manisnya Agatha.


"Iya,kamu memang sudah membuangnya.Tapi aku mengambilnya kembali,lalu setelah pulang ke rumah,aku langsung memakainya" jawab Agatha dengan jujur,sambil tersenyum manis ke arah Ars.


"Bagaimana? Apa kamu masih tidak ingin menikah denganku?" tanya Agatha dengan nada bercanda,sambil terus menatap wajah tampannya Ars.


"Tentu saja aku mau,aku akan secepatnya menikahimu" jawab Ars dengan cepat dan wajah yang tersenyum bahagia,sambil memegang telapak tangannya Agatha yang ada cincin di jari manisnya dan mengelusnya dengan penuh perasaan.


Ia segera mengecup jari manisnya Agatha agak lama dengan mata yang terpejam,lalu ia kembali menatap cincin tersebut.Ternyata penglihatannya kemaren memang tidak salah,hanya saja ia tidak mempercayainya.Tapi,sekarang hatinya merasa sangat bahagia karena sudah terbukti kalau cincin tersebut memang cincin lamarannya.


Sedangkan Agatha hanya mampu tersenyum malu,karena tangannya di gituin sama Ars.


"Apa lagi,tubuh calon istriku ini lebih seksi dari wanita yang tadi.Jadi,tentu saja aku harus lebih memilih calon istriku ini" lanjut Ars lagi,dengan wajah nakalnya dan nada menggodanya.


Ia berbicara sambil menelisik tubuh Agatha dari atas sampai ke bawah,terlihat Agatha yang memakai dress yang menutupi belahan buah dadanya dan juga menutupi kedua paha mulusnya.


Ia tersenyum senang juga bahagia karena Agatha menuruti perkataannya yang melarang Agatha memakai pakaian yang terlalu seksi.


Sedangkan Agatha hanya mampu tersenyum malu dan sedikit menundukkan kepalanya saat ia mendengar perkataannya Ars.


Apa lagi saat ia mengingat, ketika ia meluapkan rasa kesalnya tanpa rasa malu tadi hingga mampu membuat dirinya menjadi semakin malu saat ini.


"Dan kamu juga lebih cantik dari wanita di restoran tadi..Di mataku,tidak akan ada wanita yang lebih cantik lagi dari kamu" lanjut Ars lagi,dengan jujur.Ia berbicara sambil mengangkat dengan perlahan, dagu Agatha yang sedang menunduk ,ia juga terus menatap bibir merahnya Agatha dan wajahnya segera mendekat ke arah wajahnya Agatha dengan perlahan-lahan.


Wajahnya Agatha semakin memerah karena menjadi semakin malu,saat Ars terus menatapnya.Ia ingin bicara tapi lidahnya tiba-tiba merasa kelu dan ia juga menjadi semakin gugup saat wajah mereka sudah hampir tidak berjarak.


Setelah bibirnya dan bibirnya Agatha hanya berjarak 3 cm saja,Ars langsung melahap bibirnya Agatha dengan lembut dan penuh perasaan.


Sedangkan Agatha,langsung merasa kaget tapi hanya untuk beberapa detik saja.Lalu secara reflek ia memejamkan kedua matanya dan menerima c**m*n dari Ars dan juga mulai membuka mulutnya dengan perlahan saat lidahnya Ars ingin menerobos masuk ke dalam mulutnya.


Ars segera memasukkan lidahnya ke dalam mulutnya Agatha saat Agatha mulai membuka mulutnya dengan agak kaku,ia juga menekan tengkuk belakangnya Agatha agar c**m*nnya bisa masuk lebih dalam lagi.


Ars tersenyum di sela-sela ia melahap bibir manisnya Agatha,karena Agatha tidak begitu ahli dalam berc**man.Sebenarnya dirinya sendiripun juga tidak begitu ahli karena dirinya memang tidak pernah berc**m*n,hanya saja ia mengikuti instingnya saja dan mengikuti contoh-contoh yang pernah ia tonton.

__ADS_1


C**m*n mereka semakin lama semakin memanas,wajah Ars yang di penuhi oleh cinta tadi,juga berubah menjadi di penuhi oleh gairah.Bahkan mereka berdua sampai mengabaikan klakson-klakson dari beberapa kendaraan yang lain.


Karena sudah di kuasai oleh gairah, sebelah tangannya Ars yang naik turun di punggungnya Agatha,hampir saja lepas kontrol,kalau saja mereka tidak mendengar ketukan tiba-tiba dari luar jendela mobil.


"Tok tok tok" terdengar suara ketukan dari luar jendela.


Gerakan tangannya Ars yang baru saja ingin membuka resleting dressnya Agatha langsung terhenti.Kemudian mereka segera melepaskan c**m*n panas mereka karena merasa kaget,lalu mereka bertatapan dengan wajah yang sama-sama tersenyum malu dan sama-sama menggaruk-garukkan tengkuk belakang mereka yang tidak gatal.


Ars segera menolehkan kepalanya ke arah jendela dengan wajah kesalnya,siapa yang berani menganggu c**m*n pertamanya.Apa lagi,ia mendengar suara ketukan yang terus menerus hingga membuat dirinya menjadi semakin kesal.


Terlihat wajah seorang polisi pria yang sedang mengintip dari kaca jendela mobil miliknya Ars karena Ars memakai kaca film gelap,jadi polisi pria tersebut tidak bisa melihat isi dalam mobilnya Ars.


Ars mengelus-elus bibir bengkaknya Agatha beberapa kali,sebelum ia membuka jendela mobilnya sambil menahan rasa kesalnya dan berusaha menidurkan kembali benda berharganya yang baru saja bangun dengan kesadaran yang belum sepenuhnya.


"Tuan,anda melanggar aturan lalu lintas karena berhenti di tepi jalan" tegur polisi tersebut dengan wajah marahnya sambil menatap wajah datarnya Ars.Walaupun agak merinding saat mendapatkan tatapan tajam dari pria yang terlihat asing di matanya itu,tapi ia tetap harus melakukan tugasnya.


"Tuan,anda telah menghalangi jalan kendaraan yang lain.Silakan perlihatkan KTP dan....." ucapan polisi tersebut langsung terhenti,saat melihat pria itu sedang menyodorkan sebuah kartu nama ke arahnya.


Sedangkan Ars,masih menatap polisi tersebut dengan wajah datar dan tatapan tajamnya,sambil melirik sekilas ke arah kaca spion mobilnya yang menampakkan sekitar 20 kendaraan yang berada di belakang mobilnya.Iapun menjadi malu karena baru menyadari kesalahannya,tapi ia berhasil menyembunyikannya dengan baik.


Polisi tersebut segera mengambil kartu nama itu dan membacanya,wajah marahnya tadi langsung berubah menjadi takut dan juga gugup.Pantasan ia merasa tidak asing dengan wajah datar tersebut,ia langsung merutuki dirinya sendiri karena baru mengingat siapa pria yang sedang di tilang tersebut.


"Apa aku perlu menjelaskannya lagi?" tanya Ars dengan nada tegasnya.


"Ti tidak perlu Tuan.Maafkan saya Tuan karena sudah berani menganggu waktu anda bersama kekasih anda" jawab Polisi tersebut dengan gugup saat mendengar nada tegasnya Ars,sambil melirik ke arah wajah malunya wanita yang ada di dalam mobil itu sebentar.Ia berpikir, mungkin saja wanita itu adalah kekasih pria wajah datar itu karena setahunya Asisten dari Perusahaan Kusuma Group sama sekali masih belum menikah.


"Hanya saja,apa Tuan tidak berniat untuk melanjutkannya di tempat lain saja?" saran polisi tersebut dengan nada lambat dan hati-hati.Keningnya sudah mulai mengeluarkan keringat karena takut akan di geser dari jabatannya setelah ini,tapi ia harus melakukannya karena banyak kendaraan di belakangnya yang mulai berdemo akibat dirinya yang terlalu lama mengatasi mobil yang satu ini.


Sedangkan Agatha,wajahnya menjadi semakin malu saat mendengar perkataannya Ars barusan.Tapi ia hanya mampu duduk dengan diam dan menundukkan kepalanya saja.


"Boleh,tentu saja boleh Tuan" jawab polisi tersebut dengan cepat,sambil meletakkan kartu nama miliknya Ars di telapak tangannya Ars dengan gerakan cepat.


Ars segera menyimpan kartu namanya kembali dan menatap wajah takutnya polisi tersebut untuk beberapa saat.


"Kerjamu bagus" puji Ars dengan singkat dan nada tegasnya,karena jarang-jarang ia menjumpai polisi yang masih berani menegur dirinya saat sudah mengetahui dirinya siapa,biasanya yang sering ia jumpai kebanyakan yang bermuka 2.


"Terima kasih Tuan" jawab Polisi tersebut dengan wajah kagetnya,saat mendengar kata pujian dari Asisten yang terkenal dengan kata kejam itu.


"Hm" jawab Ars.Lalu ia langsung menutup jendela mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sedangkan polisi tersebut langsung bernafas lega, sambil menatap mobil miliknya Ars yang mulai menjauh dari pandangannya dan ia juga mengelap keringat dingin di keningnya dengan punggung tangannya.


"Ternyata apa yang di katakan oleh orang tentang pria itu,tidak semuanya benar" gumam polisi tersebut sambil tersenyum senang,lalu ia kembali melanjutkan perkerjaannya yang tertunda tadi.


(Di dalam mobilnya Ars).


Ars ikut tertawa kecil saat mendengar tawa kecilnya Agatha,mereka tertawa bersama,dengan wajah malu yang sudah mulai mengurang.

__ADS_1


"Baru kali ini,aku kena tilang gara-gara kesalahanku sendiri..." ucap Ars dengan suara yang mengeluh setelah tawanya sudah mereda,ia menatap Agatha sebentar lalu kembali fokus ke depan.


"Aku juga baru tahu,ternyata kamu suka mesun juga..." ucap Agatha,masih dengan tawa kecilnya sambil menatap wajah fokusnya Ars.


"Aku memang suka mesum,tapi hanya padamu saja" ucap Ars dengan wajah yang tersenyum, sambil menatap Agatha sebentar.


"Benarkah?" tanya Agatha dengan tatapan tidak percayanya.


"Kenapa kamu selalu tidak mempercayaiku?" tanya Ars balik dengan wajah kesalnya.


Tawa kecilnya Agatha yang sudah mereda,kembali tertawa lagi saat melihat wajah kesalnya Ars.


"Habis,kamu kan sudah lama tinggal di Paris.Dan kamu juga tampan dan juga punya kedudukan tinggi.Tidak mungkin kan,kamu sama sekali belum mempunyai kekasih,kalau sudah mempunyai kekasih,pasti kamu sudah pernah.... Auchk" ucapan Agatha,di akhiri dengan pekikan sakitnya Agatha karena merasakan sakit di keningnya akibat sentilan jarinya Ars.


"Aku rasa,sekarang bukan aku saja yang mesum tapi kamu juga sama mesumnya denganku" ucap Ars dengan nada santainya.


"Memangnya kamu pikir,aku ini pria apaan? Melihat dari cara bicaramu,sepertinya kamu sudah pernah memiliki kekasih.Tapi kenapa c**m*nmu masih tetap terasa begitu kaku" lanjut Ars lagi sambil berpikir, dengan wajah penasarannya yang bercampur kesal.


"Kamu adalah yang pertama untukku dan c""m"n itu juga yang pertama untukku.Maka dari itu,hasil c**m*n tadi menjadi seperti tadi" jawab Agatha dengan wajah yang malu,sambil menatap ke depan karena ia menjadi semakin malu,kalau harus menatap Ars.


Ars langsung tersenyum bahagia saat mendengar perkataannya Agatha.Ketika ia mencari tahu tentang Agatha waktu itu,ia sudah tahu kalau Agatha belum pernah pacaran.


Tapi saat ia mendengar secara langsung dari mulutnya Agatha saat ini,hatinya langsung merasa semakin bahagia yang berkali-kali lipat.


Karena dirinya adalah pria yang pertama,yang mendapatkan c**m*nnya Agatha dan juga namanya adalah nama pria pertama yang terukir di hatinya Agatha.


"Berarti,kamu harus lebih banyak belajar lagi dariku.Supaya c**m*n kamu, tidak akan kaku seperti tadi lagi" ucap Ars dengan wajah yang tersenyum menggoda.Padahal dirinya sendiri juga baru belajar berc**m*n untuk pertama kalinya,hanya saja ia sering melihat adegan mesum di film-film kesukaannya yang sering ia tonton.Jadi,sedikit banyak ia bisa mempraktekkannya secara langsung.


"Dasar mesum" umpat Agatha dengan nada kesal dan wajah malunya,sambil melempar box tisu ke arah wajahnya Ars dan langsung di tangkap oleh Ars dengan menggunakan sebelah tangannya.


Agatha kembali mendengus kesal saat mendengar Ars yang sedang menertawakan dirinya,lalu ia kembali tersenyum malu saat mengingat kembali c**m*n mereka tadi.


"Auchk" pekik Agatha lagi,karena lagi-lagi Ars menyentil keningnya kembali.


"Ars" panggil Agatha dengan nada kesalnya,sambil mengelus-elus keningnya yang sudah memerah dan mendelik kesal ke arah Ars yang sedang tersenyum ke arahnya dan menatap ke depan secara bergantian.


"Apa yang kamu pikirkan hm?Baru saja kamu mengatain aku mesum,tapi kamu malah lebih mesum dari aku" ucap Ars dengan nada santainya,tapi perkataannya tepat sasaran,hingga membuat Agatha kembali tersenyum malu.


"Kapan aku memikirkan hal yang mesum,kamu ini sembarangan saja.Aku hanya memikirkan.....aku hanya sedang memikirkan tentang skripsi kuliahku" elak Agatha,dengan nada lambat dan alasan yang ada di benaknya saat ini.Sedangkan Ars hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan,saat mendengar pembelaan dari Agatha.


"Apa kita tidak akan ke kantor lagi?" tanya Agatha dengan wajah herannya, saat ia baru menyadari,kalau jalan yang mereka lalui,jalan pulang ke rumahnya.Sekalian,ia bisa mengalihkan pembicaraan memalukan tadi.


"Sudah sesore ini,apa kamu masih ingin pergi ke kantor?" tanya Ars balik,dengan wajah yang tersenyum puas sambil membayangkan wajah kesal Tuannya, yang mungkin saja masih berada di Perusahaan saat ini.


Apa lagi jam 3 tadi,masih ada 1 kali meeting lagi.Jadi,ia bisa membalas rasa kesalnya pada Tuannya melalui meeting itu.


"Benar juga sih" jawab Agatha dengan wajah yang cenges-ngesan,setelah ia melihat jam yang sudah menunjukkan jam 5 sore. Sedangkan Ars hanya tertawa kecil sambil fokus pada jalan di depannya.

__ADS_1


Karena sibuk saling mengungkapkan isi hati masing-masing dan saling menyalurkan rasa bahagia,mereka berdua sampai tidak menyadari waktu yang berjalan begitu cepat.


Akhirnya Agatha pun pulang dengan di antarkan oleh Ars.Selama perjalananpun,mereka berdua terus mengobrol,bercanda ria,tersenyum dan tertawa bersama.Jangan lupa,wajah mereka berdua juga terus di hiasi dengan eskpresi bahagia sepanjang perjalanan.


__ADS_2