
"Bukan kah kamu selalu mendengar pepatah seperti ini,kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" ucap Mommy dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,sambil menimang-nimang putri nya Hery dengan sayang,begitu juga dengan Grandma yang dari tadi tidak bosan-bosannya mengendong bayi-bayi imut tersebut.
"Perkataannya Mommy memang benar" ucap Agatha dengan wajah yang juga terus tersenyum kagum,sambil menatap wajahnya Grandpa,lalu beralih ke Daddy dan ke Hery.Memang duplikat yang sangat sempurna.
Kemudian ia segera mengelus-elus perut buncitnya dengan pelan,lalu ia beralih menatap ke arah wajahnya Ars yang tidak kalah tampannya sama Hery dan yang lainnya.
"Jangan khawatir,bayi kita nanti pasti juga akan tampan " ucap Ars dengan cepat,saat ia bisa menebak apa isi pikirannya Agatha saat ini.
Agathapun langsung tersenyum lebih lebar lagi,sambil terus mengelus perutnya dengan sayang.Perut yang sudah berusia 5 bulan,juga sudah di USG dan hasilnya bayi mereka ternyata adalah laki-laki.
Sedangkan yang lainnyapun,langsung tersenyum lucu saat mereka melihat tingkah barunya Agatha.Ntah kenapa selama Agatha hamil,ia selalu bertingkah sensitif,dan untung saja Ars selalu memakluminya dan bersabar dalam menghadapi istrinya.
"Ini juga,sangat cantik Mom.Sama seperti Mommynya" ucap Agatha lagi,sambil mendekat ke arah Mommy yang masih sibuk menimang-nimang bayi perempuan tersebut.
"Benar,yang satu ini memang mirip Mommynya tapi kedua mata birunya mengikuti Daddynya" ucap Mommy ,sambil menatap kedua matanya bayi perempuan tersebut yang berwarna biru jernih, sama seperti miliknya Hery.
"Hanya putra kami ini yang mengikuti mata Mommynya" ucap Hery dengan wajah kesalnya,sambil menatap wajah lelap putra keduanya yang sedang berada di gendongannya Grandpa.
"Iya,kau benar" ucap Grandpa dengan wajah yang tersenyum senang,sambil terus menatap cicit bungsunya itu.
"Dan aku harap,cucu bungsuku ini.Jika besar nanti,ia akan terus membuat kepalamu pusing" ucap Daddy dengan nada menyindirnya,sambil tersenyum bahagia saat ia melihat betapa bahagianya kedua orang tuanya karena akhirnya di usia tua mereka saat ini,mereka berdua masih mampu melihat kelahiran cicit mereka,bahkan langsung 3 cicit sekaligus,yang di berikan oleh Hery pada mereka.
Herypun langsung mendengkus kesal,saat ia mendengar nada menyindir dan harapan Daddynya barusan.
Tapi sepertinya apa yang di harapkan oleh Daddynya barusan,akan benar-benar terjadi.Terbukti dengan suara tangisan nakal yang telah putra bungsu mereka perlihatkan padanya tadi,dan itu sudah mampu memperjelaskan aura-aura permusuhan di antara mereka berdua.
Sedangkan yang lainnya,hanya mampu tersenyum lucu,saat mereka lagi-lagi harus kembali melihat ketidak akuran Father's son ini.
"Lihatlah Grandpa kalian,dari tadi hanya terus tersenyum.Grandma rasa,setelah hari ini dan seterusnya Grandpa kalian akan selalu murah senyum" ucap Grandma dengan nada seriusnya dan wajah yang tersenyum senang,sambil melihat wajah tua suaminya yang masih terlihat sangat tampan di matanya itu yang terus tersenyum tanpa terpengaruh sedikitpun sama kata-katanya barusan.
Sedangkan yang lainnyapun,langsung tersenyum senang,karena menurut mereka,apa yang di katakan oleh Grandma memang benar.Dan itu semua,berkat ke 3 bayi tersebut.
"Apakah kamu menyadarinya,sayang? Kalau cicit kita yang satu ini,sangat mirip sama Hendry dan Hery,ketika lahir dulu..." ucap Grandpa dengan wajah yang terus tersenyum,sambil menatap Grandma sebentar,lalu ia kembali menatap bayi yang sudah terlelap dengan wajah tersenyumnya itu,di dalam gendongannya Grandpa sendiri.
"Sayang benar,aku baru menyadarinya sekarang" ucap Grandma dengan wajah yang tertawa kecil,setelah ia berhasil mencerna perkataannya Grandpa barusan.
"Daddy memang benar,kenapa aku baru mengingatnya sekarang" timpal Daddy dengan nada semangatnya,sambil tersenyum puas ke arah Hery yang hanya mampu menampilkan ekspresi bingungnya saja karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh 3 orang itu.
"Memangnya,apa yang baru saja kamu ingat,Dad?" tanya Mommy dengan wajah penasarannya,sambil menatap wajah senang suaminya yang memang sedang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Sedangkan yang lainnya,Ashley,Ars,Agatha dan juga Hery,dari tadi terus menampilkan wajah penasaran dan menantikan jawaban dari mereka ber 3 untuk pertanyaannya Mommy yang memang sama dengan apa yang ada di benaknya mereka.
"Apakah putramu yang ini,saat lahir tadi,hanya menangis beberapa detik saja?" tanya Grandma dengan wajah seriusnya,sambil menunjuk ke arah bayi yang sedang di gendong oleh suaminya melalui ekor matanya.
Hery dan Ashleypun langsung saling tatap,kemudian mereka berdua mengangguk bersama-sama dengan ekspresi heran,bingung dan juga penasaran di wajah mereka berdua.Padahal mereka belum sempat bercerita apa-apa tentang ketika proses Ashley melahirkan tadi.
"Apakah putra bungsumu itu,tadi menangis karena kamu menc**m* Ashley?" tanya Daddy,sambil menatap ke arah Hery dan mengingat kembali ketika Hery menangis kencang saat ia sedang menc**m* mantan istrinya yang baru saja selesai melahirkan Hery pada waktu itu.
Hery dan Ashleypun,kembali saling tatap,lalu mengangguk-nganggukkan kepala mereka dengan pelan.
"Apakah kalian semua tahu,kalau tingkah bayi yang satu ini,sama persis seperti Hendri dan Hery ketika mereka berdua di lahirkan dulu" ucap Grandpa dengan wajah yang tersenyum lucu,karena bisa-bisanya 3 keturunan mereka sampai bertingkah sama seperti ini.
"Dan ketika kamu lahir dulu,Daddymu juga keluar dari dalam ruangan dengan wajah yang kesal sepertimu tadi" lanjut Grandpa lagi,sambil mengingat kembali wajah kesalnya Hery tadi.
Padahal tadi itu,ia hanya menebak saja karena teringat wajah kesalnya Hery yang sangat sama dengan ekspresi wajah putra mereka dulu.Apa lagi,ia juga melihat bayi yang ia gendong itu sangat murah senyum.Tapi ternyata tebakannya benar,dan ia yakin kalau di masa depannya,cicitnya yang satu ini akan berekspresi datar,sama seperti mereka ber 3.
Sedangkan Hery dan Daddy,mereka berdua langsung bersama-sama mendengkus kesal saat mereka mendengar perkataannya Grandpa barusan.
"Hanya saja,warna kedua matanya saja yang beda" lanjut Grandpa lagi,sambil menyerahkan bayi yang sudah terlelap tersebut pada perawat yang sudah di bayar khusus untuk menjaga cicit-cicit mereka.
"Mungkin saja,bayi bungsumu ini akan selalu berada di pihaknya Ashley dari pada dirimu nak" ucap Grandma dengan wajah yang terus tersenyum,sambil menatap punggung perawat yang sedang membawa bayi bungsu tersebut.
Ia jadi mengingat,ketika Hery yang bermata sama dengan Hendri itu,selalu berada di pihak Hendri.Walaupun Mommy jahatnya itu selalu menghasut atau berkata buruk tentang keluarga Kusuma,tapi Hery tidak pernah sedikitpun terpengaruh.
"Sepertinya,memang harus begitu" ucap Grandma,sambil mengikuti langkahnya Mommy yang sedang menatap bayi sulung dan beralih ke bayi yang lain,satu persatu.
"Sekarang katakan,kamu akan memberikan nama apa pada 3 cicit kami ini?" tanya Grandpa dengan wajah seriusnya,sambil duduk kembali.Begitu juga dengan yang lainnya,yang memang sudah merasa penasaran dari tadi.
Hery yang sibuk memikirkan,kalau di masa depan mereka,putra bungsunya itu akan berada di pihak Mommynya itu.Ia langsung tersadar dari lamunan panjangnya,saat ia mendengar nada serius dari Grandpa barusan.Lalu ia segera menatap istrinya,untuk bertanya siapa yang akan menjawab pertanyaannya Grandpa.
"Kamu saja yang bicara,Honey" jawab Ashley yang sudah memgerti apa arti dari tatapannya Hery itu.Lagi pula,tubuhnya masih lemah setelah banyak tenaga yang sudah terkuras tadi,dan ia juga perlu istirahat saat ini.
Herypun langsung menarik napas panjang-panjang dan mengeluarkannya dengan pelan.Bukan karena belum memiliki nama untuk 3 bayinya,tapi karena putra bungsu yang lahir tidak terduga itu,belum ada nama yang ia cocokkan lagi.Dan ia juga memikirkan nama yang bagus untuk bisa membuang energi-energi negatif yang Grandpa dan Daddynya sebutkan tadi pada putra bungsunya itu.
"Tunggu,tunggu sebentar" seru Agatha dengan cepat,sambil mengambil laptop miliknya Ars yang memang selalu di bawa kemana-mana oleh Ars.Kemudian ia segera meletakkan laptop tersebut ke atas meja yang ada di sana,lalu ia memindahkan meja tersebut supaya laptopnya bisa menghadap ke arah semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Sweety,hati-hati sama perutmu.Apa yang sedang kamu lakukan,hm?" peringat Ars dengan wajah khawatirnya yang sudah bercampur ekspresi bingung,sambil terus berada di sampingnya Agatha yang sedang sibuk mengatur arah meja tersebut,takut-takut kalau istrinya akan terpeleset nanti.
Begitu juga dengan yang lainnya,mereka semua yang sudah duduk dengan rapi itu,di buat bingung oleh tingkah anehnya Agatha itu.
__ADS_1
"Sudah" ucap Agatha dengan nada semangatnya dan mengabaikan pertanyaannya Ars barusan,sambil melakukan sesuatu di keyboard laptopnya Ars tersebut dengan cepat.
Ars yang memang dari tadi sedang memperhatikan tingkahnya Agathapun,langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tidak percaya,ternyata saat ini istrinya masih juga sempat-sempatnya berpikir untuk video call sama sahabatnya yang berada di Paris.Bukan Desi saja,bahkan nama Jo,Ryan dan Daniel dan juga berserta istri merekapun ia masukkan.
Beberapa saat kemudian,terdengar suara pintu yang terbuka dari luar,terlihat Ayah dan Ibunya Ashley yang baru saja sempat datang karena tadi ada sedikit urusan.
Dan saat itu juga,bertepatan dengan layar laptopnya Ars yang langsung bermunculan wajah-wajah yang memang sudah tidak asing lagi bagi mereka semua.
Terlihat wajah bingungnya Jo,Desi,Ryan,Aliska,Daniel,Lucy,karena mereka melihat begitu banyaknya orang-orang yang ada di ruangan tersebut.Termasuk kedua orang tuanya Ashley yang baru saja bergabung sama mereka semua atas ajakan dari Grandma dan juga Mommy,dengan wajah tersenyum bahagia mereka semua.
"Tha, apa yang telah terjadi sama Ashley?" tanya Desi dengan wajah khawatirnya,saat ia melihat Ashley yang sedang terbaring lemah di sampingnya Hery.
Sedangkan Grandma dan yang lainnya langsung tersenyum senang,saat mereka semua melihat wajah-wajah Desi dan yang lainnya,yang ada di layar laptopnya Ars tersebut.Kecuali,Grandpa,Daddy,Hery dan Ars yang hanya tersenyum tipis saja.
Sedangkan Agatha,ia tidak berkata apa-apa,ia malah langsung mengarahkan laptopnya Ars ke arah boxnya bayi-bayinya Hery bersama Ashley untuk selama 1,2 menit.
Dan yang di lakukan oleh Agatha barusan,mampu membuat 3 pasangan manusia yang berada di seberang sana,langsung tersenyum bahagia karena mereka semua langsung bisa mengerti.
Lalu,ia kembali mengarahkan laptop tersebut ke arah semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Wah,comelnya.Tampan dan cantik,seperti kalian berdua.Selamat ya..." ucap Desi dengan nada senangnya,sambil menatap wajah tersenyumnya Ashley.
Setelah sekitar 20 menit,3 pasangan manusia tersebut sudah memberi semangat pada Hery dan juga Ashley.
"Sudah.Sekarang,cepat katakan apa nama-nama yang akan kau berikan pada 3 cicit kami ini?" tanya Grandpa dengan wajah datarnya,sambil menahan rasa kesalnya.Ia terus bersabar dari tadi untuk bisa mendengar nama-nama ke 3 cicit mereka dari mulutnya Hery.
Hery dan yang lainnya pun,langsung tersenyum lucu saat mereka melihat Grandpa yang seperti sudah tidak sabar untuk mengetahui nama-nama cicitnya.
"Kami akan memberikan nama Avaro Kusuma pada bayi pertama kami,yang berarti bijaksana.Karena dia akan menjadi pembimbing untuk kedua adiknya dan penerus dariku nanti,jadi dia harus bisa menjadi bijaksana kalau akan sedang menghadapi masalah apapun di masa depan nanti.Mau masalah kecil ataupun besar" jawab Hery dengan wajah seriusnya sambil mengelus-elus tangannya Ashley dengan pelan.
Sedangkan Grandpa,Grandma dan yang lainnya,termasuk Desi dan yang lainnya.Mereka semua sedang sibuk menunggu lanjutan dari Hery dengan wajah seriusnya mereka.
"Dan yang kedua,kami akan memberikan nama Alice Kusuma yang berarti baik hati atau sinar matahari.Kami berharap putri kami itu akan selalu bermurah hati dan berbuat baik pada setiap orang yang membutuhkannya di masa depan.Dan dia akan selalu membawa berkah pada dirinya sendiri dan setiap orang yang bersangkutan dengan dirinya" lanjut Hery lagi,dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil memikirkan,kalau putri mereka yang mungkin akan suka terus menebar benih kebaikan di saat putri mereka besar nanti,dan juga putri mereka pasti akan terus menjadi cantik seiring bertumbuh besarnya nanti.
Begitu juga dengan Ashley yang sama permikiran dengan Hery,ia terus tersenyum bahagia dari tadi.
"Dan yang ke 3 ....." Hery kembali melanjutkan pemberian namanya atas ke 3 bayi tersebut,tapi ia menjeda perkataannya saat ia baru saja berbicara beberapa kata saja.
Hingga mampu membuat yang lainnya menjadi semakin tidak sabaran,sedangkan Hery masih sibuk berpikir keras untuk mendapatkan nama yang cocok untuk putra keduanya itu dari nama-nama yang sudah ia seleksi hari itu.
__ADS_1
"Kami akan memberikan nama Adnan Kusuma yang berarti kesenangan atau surga.Karena dia adalah anak bungsu,jadi dia tidak perlu berkerja terlalu keras.Dia hanya perlu memberi hidup yang hanya di penuhi oleh kesenangan (positif) saja pada kita semua atau kehidupan yang damai seperti surga untuk kita semua" lanjut Hery lagi,dengan wajah yang tersenyum paksa,sambil menatap wajah terlelap bayi bungsunya itu.
'Semoga dengan nama itu,kau tidak akan berbuat hal-hal yang bisa membuat aku kesal di masa depan nanti' doa Hery di dalam hati dengan wajah datarnya kembali.