Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
47. Curhat ke Ayah


__ADS_3

Matahari mulai muncul dari sudut langit sana untuk menyinari bumi,saat sebagian para manusia yg masih terlelap di atas kasur empuk nya.


Tapi tdk dengan Hery,pagi-pagi sekali Hery sudah0 bangun.Ia sedang duduk di atas kasur nya,setelah selesai membersih kan diri tadi


Sekarang ia sedang sibuk memangku sebuah laptop sambil menyesap setengah gelas wine sedikit demi sedikit,ia sibuk memperhati kan email-email yg di kirim kan dari sekretaris nya yg di Paris.


Setiap hari ia memang selalu bangun lebih awal begitu juga dengan Ars,mau di hari berkerja atau pun di hari libur kecuali ia sedang sakit.


Setelah ia selesai memeriksa email-email itu,ia pun bangkit berdiri dari kasur nya,lalu berjalan ke arah balkon.


Setelah sampai di balkon,ia berdiri di sana dengan membawa sisa wine tadi untuk ia minum lagi,sambil menikmati angin pagi yg menyegar kan dan permandangan yg ada di halaman depan Villa.


" Ternyata bukan aku saja yg bangun lebih awal" gumam Hery sambil menatap pria paruh baya yg sedang duduk di kursi yg ada di halaman depan Villa.


Kemudian Hery segera menyesap habis sisa wine nya tadi,lalu berbalik badan dan melangkah keluar kamar menuju ke tempat pria paruh baya itu.


" Apa yg sedang Ayah laku kan di sini?"tanya Hery dengan nada pelan setelah ia sudah duduk di samping nya Ayah,hingga membuat Ayah yg sedang memikir kan sesuatu sedikit tersentak karena kaget.


"Tidak,Ayah hanya sedang menghirup udara pagi saja"jwb Ayah dengan wajah tenang nya,setelah ia selesai menetral kan rasa kaget nya.


"Kau sendiri?Apa yg ingin kau laku kan di sini?"tanya Ayah kembali kepada Hery,sambil terus menatap ke arah depan.


"Aku hanya mengikuti Ayah saja"jwb Hery dengan nada santai dan wajah datar nya,sambil menyandar kan tubuh nya ke belakang.

__ADS_1


Mereka ber dua pun diam untuk beberapa saat.


"Apa kau ingin mengata kan sesuatu?"tanya Ayah dengan nada serius.


Karena ia tdk begitu pandai membaca raut wajah nya Hery yg selalu saja datar,jadi ia berusaha membuat Hery terbuka sendiri kepada nya.


"Mungkin, tentang Ashley "lanjut Ayah yg ingin tahu tanggapan Hery tentang Ashley.


"Aku ingin melamar Ashley saat ia berulang tahun nanti"jwb Hery jujur yg langsung ke inti nya,sambil menegak kan kembali badan nya.


"Apa kau yakin?"tanya Ayah tanpa menoleh ke arah Hery,masih tetap dengan wajah tenang nya.


"Sangat yakin"jwb Hery sambil terus menatap ke arah depan.


"Aku sudah memikir kan nya dari kemaren,sekarang aku sudah sangat yakin dengan keputusan ku ini" lanjut Hery lagi dengan menghela nafas pelan,sambil menatap Ayah sebentar lalu kembali menatap ke arah depan lagi.


"Ya,hanya sedikit masalah "jawab Hery.


"Apa Ayah ingin mendengar sedikit cerita dari ku?"tanya Hery lagi sambil menatap Ayah.


"Tentu saja,apa lagi jika itu menyangkut tentang Ashley"jawab Ayah dengan wajah serius sambil menoleh untuk menatap Hery.


"Baik lah"ucap Hery dengan wajah sedikit tersenyum,lalu kembali menatap ke arah depan lagi.

__ADS_1


"Ke dua org tua ku sudah berpisah sejak lama,karena dulu Daddy tdk sekaya seperti sekarang,lalu dia lebih memilih pria kaya lain nya.Dari bayi,aku di jaga oleh grandma,grandpa dan Daddy ku,aku besar tanpa seorang Mommy.Tapi walau pun begitu,aku tetap tdk pernah merasa kekurangan apa apa,karena mereka selalu menjaga ku dengan curahan cinta dan kasih sayang yg berlebih"Hery memulai cerita nya dengan wajah datar nya,lalu Hery menjeda nya beberapa saat.


"Mommy ku adalah wanita yg tamak akan kekuasaan,sejak dia meninggal kan aku dan Daddy,kami sudah tdk pernah berhubungan lagi.Tapi 3 tahun belakangan ini dia selalu menganggu kami dengan alasan dia adalah mommy ku,tapi kami tdk pernah mengubris nya.Lalu 1 tahun belakangan ini,ia malah membuat ulah lagi dengan membawa seorg wanita yg dia pilih kan untuk ku,aku tentu saja tdk akan pernah menerima nya,apa lagi wanita itu bukan wanita yg aku cintai.Tapi seperti nya dia adalah wanita yg nekad dan akan melaku kan apa pun untuk mendapat kan apa yg dia ingin kan,walau pun itu hal yg kejam sekali pun.Dia melaku kan ini semua hanya untuk dapat menguasai kekayaan punya Daddy dan Punya ku saja"lanjut Hery dengan menghela nafas berat.


"Jadi jika aku bersama Ashley,Ashley pasti akan dalam bahaya saat keberadaan nya di sisi ku di ketahui oleh Mommy ku itu.Maka dari itu,aku harus segera menikahi nya,agar aku bisa lebih mudah menjaga nya karena ia akan selalu berada di dalam pengawasan ku.Di tambah lagi,Daddy ku pasti akan membantu ku"lanjut Hery lagi dengan panjang lebar untuk mengakhiri cerita nya,sambil menunggu jawaban dari Ayah.


"Apa kau benar-benar bisa menjaga nya dengan baik?"tanya Ayah dengan wajah khawatir nya setelah berpikir beberapa saat,sambil terus menatap wajah Hery.


"Kami hanya mempunyai seorg putri dan kami sangat menyayangi nya.Ayah hanya tdk ingin terjadi sesuatu kepada nya,setelah bersama kau nanti"lanjut Ayah lagi,setelah mendengar cerita dari Hery,ketenangan nya lgsng menghilang berganti dengan rasa khawatir.


"Apa Ayah percaya pada ku?" tanya Hery dengan wajah serius nya,sambil menatap wajah Ayah.


"Ayah sebenar nya percaya sama kau.Tapi bagaimana nanti,jika benar benar terjadi sesuatu pada putri kami?"tanya Ayah balik kepada Hery.Karena rasa khawatir nya,ia yg awal nya sedang bersandar pun,sudah menegak kan tubuh nya dari tadi saat Hery sedang bercerita.


"Kalau begitu,kalian hanya perlu percaya saja sama aku.Akan aku pasti kan,kepercayaan kalian itu tdk akan sia sia"ucap Hery dengan nada tegas nya,ia berusaha untuk meyakin kan calon mertua nya itu.


"Apa Ayah sedang meragu kan kehebatan keluarga Kusuma?"lanjut Hery lagi saat melihat Ayah yg hanya diam saja,ia mencoba meyakin kan Ayah lagi,walau pun ia tahu kalau Ayah tdk begitu mengetahui tentang nya.


"Baik lah,kami akan mempercayai kau"ucap Ayah dengan wajah tersenyum,saat melihat wajah dan perkataan Hery yg sangat meyakin kan itu,membuat nya sedikit lega.


"Ingat nak,jangan pernah membiar kan putri kami sampai terluka"lanjut Ayah lagi dengan wajah tegas nya.


"Baik Ayah.Walau pun sedikit,itu tdk akan pernah terjadi"ucap Hery dengan nada yakin,sambil menatap Ayah dengan tersenyum lega.

__ADS_1


Sedang kan Ibu yg berdiri di balik pintu segera masuk kembali ke dalam,ia yg awal nya ingin menemani suami nya itu,jadi berhenti di balik pintu karena sibuk menguping pembicaraan 2 pria beda usia itu hingga membuat ekspresi wajah nya jadi berubah rubah.Setelah mendengar kalimat-kalimat akhir dari Hery,ia pun menjadi sedikit lega,lalu ia segera pergi dari situ karena tdk ingin menganggu kebersamaan 2 pria beda usia itu.


Kemudian 2 pria beda usia itu pun,sibuk mencerita kan kisah mereka masing masing,hingga jam sarapan tiba.


__ADS_2