Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
113. Kehamilan Ashley


__ADS_3

"Baik Tuan, saya mengerti Tuan" jawab Dokter tersebut dengan cepat dan menghembus nafas lega karena kali ini ia tidak jadi di pecat.


Di dalam hati nya,ia mengucap syukur berkali-kali.Jabatan Dokter nya di rumah sakit ini,ia raih dengan susah payah,jika saat ini ia di pecat,ia mungkin akan menjadi setengah gila karena di pecat.


Padahal ia hanya menatap saja karena baru kali ini,ia melihat wajah Tuan muda mereka itu tersenyum,bahkan tadi tersenyum dengan lebar hingga ketampanan Tuan muda nya itu menajdi berkali-kali lipat,membuat nya semakin terpesona dengan ketampanan dan kharisma yang ada di diri Tuan mereka itu.


Tapi sekarang ia merutuki diri nya sendiri karena berani menatap Tuan muda mereka itu,lain kali ia tidak akan melaku kan kesalahan seperti ini lagi,ia tidak mau Jabatan yang sudah ia raih dengan susah payah akan menghilang begitu saja.


"Ayo,sekarang kita pulang dan beritahu kabar baik ini pada Grandma,Grandpa dan juga Daddy" ucap Hery saat melihat wajah pucat istri nya, sambil mengendong Ashley kembali dan berjalan keluar dari ruangan Dokter Obgyn tersebut tanpa meninggal kan sepatah kata pun,wajah nya terus tersenyum sepanjang ia berjalan karena merasa bahagia atas kehamilan istri nya.


"Ars,ambil obat anti mual dan pusing pada Dokter itu.Sekalian kau antar Agatha,kami pakai supir yang lain saja" terdengar perintah dari Tuan nya,sebelum Tuan nya benar-benar menghilang dari balik pintu.


"Supir " gumam Ars dengan mendengus kesal.


"Dasar pria tidak tahu terima kasih" gumam Ars lagi sambil berjalan ke arah Dokter yang sedang menyeka sisa keringat nya,Agatha yang tidak mendengar nya hanya berdiri diam saja di sana dengan wajah memerah nya karena perbuatan memalu nya tadi.


Setelah selesai melaku kan tugas nya,ia segera mengantar pulang,karena mau di antar ke kantor,sudah tanggung juga.


Di dalam perjalanan pulang mereka berdua hanya saling diam saja,apa lagi ketika Agatha mengingat peringatan Ars yang mengata kan kalau ia jangan banyak bertanya,sesekali dengan wajah sedih nya ia menatap Ars yang hanya fokus menyetir saja tanpa memperduli kan dirinya.


Setelah sampai di rumah nya Agatha,Ars langsung meninggal kan Agatha tanpa sepatah kata pun.


"Apa sebegitu benci nya kamu sama aku? " gumam Agatha dengan air mata yang sudah mengenang di sudut mata nya,ia segera menyeka nya beberapa kali dengan punggung tangan nya sambil menatap mobil Ars yang mulai menjauh.


Ars yang sempat melihat Agatha sedang menangis pun,menatap dengan kening mengernyit melalui kaca spion mobil nya hingga Agatha berbalik badan dan berjalan masuk ke dalam rumah,Ars kembali fokus menyetir dan segera menepis rasa heran nya dengan apa yang ia lihat lihat barusan.


Di Mansion Keluarga Kusuma.


Hery segera keluar dari dalam mobil dengan Ashley di dalam gendongan nya,terlihat wajah Ashley yang masih pucat tapi tidak sepucat seperti tadi lagi.


Terdengar suara langkah kaki yang tegas,melangkah masuk ke dalam Mansion hingga membuat Grandma,Grandpa dan Daddy yang sedang duduk santai di ruang tamu segera menoleh ke arah suara tersebut.


"Apa yang terjadi pada istri kamu,nak?" tanya Grandma dengan wajah khawatir nya saat melihat wajah pucat Ashley yang sedang di dalam gendongan nya Hery.


Mereka ber 3 segera berdiri dari duduk mereka dan berjalan ke arah Hery yang baru saja masuk.Tapi ada yang aneh menurut mereka,kenapa Hery terus saja tersenyum,padahal wajah istri nya terlihat jelas sedang pucat.


"Cepat kata kan,ada apa dengan Ashley? kenapa kamu malah tersenyum terus nak?" tanya Grandma ,masih dengan wajah khawatir nya sambip menatap tajam ke arah wajah senyum nya Hery.


Sedang kan Grandpa dan Daddy sama khawatir nya dengan Grandma,juga sedang menanti jawaban dari suami istri itu,terlihat eskpresi khawatir di wajah datar 2 pria beda usia itu walau pun sedikit.


"Aku tidak apa-apa Grandma,hanya mual dan sedikit pusing saja" jawab Ashley dengan suara pelan nya.


"Tapi kenapa wajah mu terlihat pucat?" tanya Grandma lagi sambil menatap Ashley dan Hery secara bergantian,karena tidak puas dengan jawaban dari Ashley.


"Kami baru pulang dari rumah sakit Grandma..." jawab Hery dengan nada yang lambat,sengaja membuat Grandma semakin penasaran dan khawatir.


"Istri ku saat ini,sedang hamil 7 minggu Grandma" lanjut Hery lagi denagn wajah yang tersenyum bahagia sambil menatap Grandma yang langsung tersenyum bahagia.


"Apa kalian serius?" tanya Grandma untuk memasti kan pendengaran nya.


"Ah akhir nya.Tidak lama lagi aku akan memiliki cicit" ucap Grandma sambil tersenyum bahagia saat melihat anggukan pelan dari kepala nya Hery.

__ADS_1


Sedang kan 2 pria beda usia itu ikut tersenyum bahagia saat mendengar kabar baik dari Hery,apa lagi melihat wajah bahagia Grandma yang terlihat sangat jelas itu.


"Sayang,apa kau dengar itu hm? tidak lama lagi kita akan memiliki cicit..." lanjut Grandma lagi sambil memeluk suami nya.


"Iya sayang" jawab Grandpa dengan singkat.


"Sekarang saja,aku sudah tidak sabar untuk melihat kelahiran cicit kita" ucap Grandma dengan wajah bahagia yang semakin memancar.


"Grandma,apa aku sudah boleh masuk ke dalam kamar?" tanya Hery dengan terus tersenyum walau pun ada sedikit kesal di dalam hati nya karena Grandma terus berada di depan nya,hingga ia tidak bisa melangkah dan sekarang kedua kaki nya sudah mulai lelah.


"Oh,tentu saja sudah boleh" jawab Grandma dengan cepat saat melihat Hery yang seperti sedang menahan lelah.


"Cup"


"Pergi lah dan beristirahat lah.Ingat,jangan banyak pikiran ya..." ucap Grandma yang memperingati Ashley setelah mengecup dahi Ashley sekilas.


"Iya,terima kasih Grandma" jawab Ashley dengan wajah yang terus tersenyum bahagia dari tadi.


"Dan kau,jangan membuat istri mu stres dan jangan terlalu banyak bercinta,karena itu akan berpengaruh sama bayi yang ada di dalam nya" ucap Grandma yang bergantian memperingati Hery.


"Iya Grandma " jawab Hery dengan suara pelan walau pun ia sedang bingung dengan perkataan nya Grandma.


Sedang kan Grandpa dan Daddy tertawa kecil saat mendengar peringatan nya Grandma dan reaksi wajah bingung nya Hery.


"Sudah,pergi lah"ucap Grandma,kali ini ia benar-benar membiar kan Hery dan Ashley pergi untuk beristirahat.


Grandma kembali memeluk Grandpa,sekalian menyalur kan rasa bahagia nya hari ini,Grandpa pun menyambut nya dengan senang hati.


"Maka dari itu,kamu harus mencari pasangan hidup lagi" tegur Grandma dengan tersenyum jahil,sambil menoleh kan kepala nya ke arah Daddy.Ia baru menyadari kalau putra nya itu,sampai sekarang masih menyendiri.


"Memang nya siapa yang mau sama putra kalian yang sudah berumur ini Mom?" tanya Daddy dengan wajah malas nya,hilang sudah senyum bahagia nya tadi karena pertanyaan Mommy nya.


"Walau pun sudah berumur,kamu masih terlihat muda nak,bukan kah begitu sayang?" tanya Grandma pada Grandpa yang sedang menelisik wajah putra nya itu.


"Iya,kau benar sayang" jawab Grandpa dengan jujur ,ia juga sepemikiran dengan istri nya.


"Lagi pula,jika kau tidak mencari pasangan.Siapa yang akan menemani di usia tua mu nanti? " tanya Grandpa dengan nada santai tapi mampu membuat Daddy semakin kesal.


"Aku tidak memerlu kan pendamping hidup Dad,cukup ada kalian dan cucu ku yang akan lahir nanti" jawab Daddy dengan wajah yakin nya sambil menahan rasa kesal nya.


"Benar kata Daddy mu itu nak,kami tidak akan keberatan kalau kamu ingin menikah lagi" ucap Grandma dengan wajah senang nya saat memikir kan betapa bahagia nya dirinya,di masa akan datang Mansion ini akan di penuhi canda tawa antara mertua dan menantu juga suara berisik dari cicit mereka.


'Kalian tidak keberatan,aku yang keberatan Mom' batin Daddy di dalam hati.


" Nanti akan aku pikir kan lagi Mom Dad" jawab Daddy akhir nya,ia tidak suka berdebat.Jadi ia jawab asal saja, agar kedua orang tua nya tidak terus merecoki nya dengan banyak pertanyaan dan terus memberi semangat yang tidak ia perlu kan itu.


Grandma pun tersenyum semakin lebar saat mendengar jawaban putra nya itu,ia pun berhenti merecoki putra nya lagi,tp tidak dengan Grandpa yang hanya tersenyum tipis saja,ia sangat tahu seperti apa putra nya itu.


"Baik lah,kalau begitu Mommy ingin beristirahat dulu.Agar nanti malam bisa menyiap kan makanan untuk cucu menantu kita itu" ucap Grandma sambil mengandeng tangan suami nya.


"Ayo,sayang" lanjut Grandma kepada suami nya yang sudah mulai mengikuti langkah nya,meninggal kan Daddy yang masih berdiri diam dengan wajah malas nya.

__ADS_1


"Umur ku sudah mau masuk kepala 5,apa mereka menyuruh ku untuk bersaing dengan putra ku" pikir Daddy saat memikir kan jalan pikiran aneh kedua orang tua nya yang menurut nya tidak masuk akal itu.


Kemudian ia menghela nafas dan menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan lalu berjalan ke arah ruang tamu kembali untuk membaca koran.


***


Sementara Di Perusahaan JS Group.


Perusahaan JS Group adalah anak cabang Perusahaan milik Jonathan yang baru saja di kembang kan di sini,sudah 2 minggu Jonathan di sini untuk mengembang kan Perusahaan milik nya.


Tapi sudah seminggu ini,ia terus di buat risih oleh wanita yang baru ia kenal dalam 1 minggu ini.Lebih tepat nya sudah 1 bulan lebih ketika ia melihat sekilas di pernikahan Hery dan Ashley kemaren tapi baru seminggu ini,wanita ini terus berusaha untuk berdekatan dengan dirinya.


Yang lebih parah nya Jonathan terpaksa menuruti kemauan nya wanita itu karena di ancam oleh Hery sahabat nya sendiri,hingga membuat nya kesal juga risih tapi tidak berdaya untuk berbuat sesuatu.


"Nona,jika kau tidak punya perkerjaan lain,lebih baik kau pulang saja" tegur Jo dengan nada kesal nya saat dari sudut mata nya melihat Desi yang sedang duduk di sudut ruangan terus menatap nya tanpa berkedip dari tadi.


"Masih ada sisa 1 jam lagi, Tuan" jawab Desi dengan menyangga dagu nya dengan kedua tangan nya,sudut mata nya melirik beberapa detik ke arah jam yang ada di pergelangan tangan nya.


Karena terlalu asyik menatap wajah tampan nya Jonathan, dari ia selesai dengan perkerjaan nya tadi ,ia sampai tidak sadar kalau sudah jam 4 sore.


Jonathan pun segera melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya,ia menghela nafas dengan berat,kenapa jarum di jam tangan milik nya terasa berputar dengan lamban sekali.


"Perkerjaan mu kan sudah selesai,jadi kau bisa pulang terlebih dahulu" ucap Jo dengan wajah kesal nya tanpa menoleh ke arah Desi yang berada di samping nya.


"Tapi kata Tuan Hery,aku harus pulang bersama mu,Tuan" ucap Desi dengan wajah yang tersenyum sambil terus menatap wajah kesal nya Jo dari samping.


Perkataan Desi pun mampu membungkam mulut milik nya Jonathan,lagi-lagi wanita itu menyebut nama nya Hery.


Dalam waktu seminggu,sahabat nya itu mampu membuat dirinya menahan kesal.


Pertama Hery menyuruh nya memasuk kan Desi ke Perusahaan nya untuk urusan kuliah,kedua ia harus meletak kan posisi duduk nya Desi di dalam ruangan nya,5 hari yang lalu ia di harus kan menjemput antar Desi untuk berangkat dan pulang dari Perusahaan milik nya,dan semua itu adalah permintaan dari Desi.


Apa Hery pikir,dia tidak punya perkerjaan yang lain selain menjemput antar wanita yang baru saja ia kenal itu.


Jo kembali melirik sekilas dari sudut mata nya,ternyata Desi masih saja menatap nya.


Kemudian ia menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan saat melihat tingkah konyol nya Desi lalu ia kembali mengerja kan sisa perkerjaan tanpa mau memperduli kan tatapan dari Desi lagi,jika tidak,perkerjaan nya tidak akan selesai kalau ia berdebat dengan Desi terus.


Setelah 1 jam berlalu,tepat jam 5 sore,perkerjaan Jonathan sudah selesai.Kemudian ia pun merenggang kan badan lelah nya ke belakang kursi kebesaran nya,lalu berniat ingin merapi kan meja kerja nya.


"Tuan,biar aku saja" pinta Desi dengan cepat,tiba-tiba saja ia sudah berada di depan Jo yang sedang kaget karena melihat Desi yang tiba-tiba sudah berada di depan nya.


"Kenapa kau suka sekali,mengaget kan ku?" tanya Jo dengan nada kesal nya sambil mengusap wajah nya dengan kasar.Padahal ini sudah ke 5 kali nya tapi ia tetap saja kaget,ia belum terbiasa dengan keberadaan dan tingkah konyol nya Desi.


"Tuan hanya belum terbiasa,nanti lama-lama juga akan terbiasa.Lagi pula,aku hanya ingin cepat pulang saja" jawab Desi yang mencoba mencari alasan,dengan wajah tidak bersalah nya sambil terus merapi kan berkas-berkas yang sudah di periksa oleh Jo tadi.


"Jika aku terus di kaget kan oleh mu ,aku bukan akan terbiasa tapi lama-lama aku akan mati karena jantungan " ucap Jo dengan wajah yang semakin kesal,sambil menatap wajah tersenyum nya Desi.Ini lah penyebab nya ia tidak mau berdebat dengan Desi,karena akan membuat nya semakin kesal.


"Tapi kan...." ucapan nya Desi yang baru saja selesai merapi kan meja kerja nya Jo, langsung di potong oleh Jo.


"Ayo,cepat kita pulang" ucap Jo dengan cepat,ia tidak mau mendengar perkataan yang akan membuat dirinya kembali kesal lagi,ia segera berdiri dari duduk nya dan berjalan keluar dari ruangan nya dan langsung di ikuti oleh Desi dari belakang dengan wajah yang tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2