Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 179


__ADS_3

"Ti tidak perlu,Tuan.Aku akan masuk ke dalam saja" jawab Desi,dengan nada gugupnya karena merasa merinding saat ia mendengar kata lebih mengerikan dari pria tersebut.


Mark yang masih berdiri di samping pintu mobil,hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan,saat ia melihat Sahabat nona mudanya yang langsung keluar dari dalam mobilnya dan berjalan masuk ke dalam Mansion begitu saja.


Mungkin saja, karena merasa takut,hingga Desi melupakan kopernya.


Kemudian Mark segera menutup pintu mobilnya kembali,lalu ia mengambil kopernya Desi yang ia letak di belakang mobilnya tadi.


Setelah ia sudah menitipkan kopernya Desi pada satpam yang ada di sana,lalu ia langsung berjalan ke arah pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil.


Ia segera melajukan mobilnya dengan wajah lelahnya.Ia juga menekan klakson 1 kali pertanda menyapa,saat mobilnya berpapasan dengan mobilnya Ars tepat di pintu gerbang Mansion tersebut.


Ars yang sedang menyetirpun langsung membalas klakson dari Mark,walaupun ia tidak bisa melihat Mark dari jendela mobil tersebut tapi ia tahu betul kalau itu adalah mobil miliknya Mark.


Setelah sampai di halamannya Mansion, Agatha yang memang sedang bersama dengan Ars itu segera keluar dari dalam mobil,begitu juga dengan Ars.


"Bee,siapa yang ada di dalam mobil tadi?" tanya Agatha,dengan wajah penasarannya,sambil menatap Ars yang sedang memberikan kunci mobil pada satpam.


"Sahabat kecilku,Sweety" jawab Ars,dengan wajah yang tersenyum,sambil mendekat ke arah Agatha dan merengkuh pinggulnya Agatha.


"Owh,sahabat kecil yang kamu ceritakan kemaren?" tanya Agatha,saat ia mengingat kembali obrolan mereka kemaren.Ia bertanya,dengan wajah yang tersenyum juga,sambil membalas rengkuhannya Ars padanya.


"Iya benar,Sweety.Ayo, kita masuk ke dalam" jawab Ars,sambil menatap wajah cantiknya Agatha yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Ayo,aku juga penasaran dengan maksud dari pesannya Ashley tadi" jawab Agatha,dengan wajah yang terus tersenyum dan rasa penasarannya.


Lalu mereka berduapun langsung berjalan masuk ke dalam Mansion.Tapi sebelum benar-benar masuk ke dalam,Agatha mengambil kopernya Desi dari tangan satpam yang baru saja mau membawa koper tersebut masuk ke dalam,karena Agatha ingat betul kalau koper tersebut adalah koper sahabatnya,hingga membuat dirinya menjadi semakin penasaran.


Ia jadi bertanya-tanya di dalam hati,apa sahabatnya itu sedang berada di dalam juga.


Sedangkan Desi yang sudah berada di dalam,ia terus berjalan masuk ke dalam dengan wajah bingung dan langkah ragunya,tapi walaupun ragu,ia tetap terus melangkah masuk lebih dalam.


Apa lagi saat ia melihat para pengawal tadi dan pelayan yang ada di dalam Mansion sama sekali tidak menghadangnya dan malah memberi hormat pada dirinya,padahal ia baru pertama kali datang ke sini.


Setelah Desi sudah berada agak dalam ,wajahnya langsung tersenyum senang,saat ia melihat Ashley yang sedang berjalan bersama suaminya,sepertinya mereka berdua baru saja keluar dari dalam dapur.


"Ashley,syukurlah kau baik-baik saja.Tadi ada pria yang mengatakan kalau kau sedang berada dalam bahaya,ternyata pria itu membohongiku" ucap Desi,sambil berjalan ke arah Ashley dan suaminya,dengan ekspresi wajah senangnya yang bercampur sedikit kesal,saat ia mengingat kembali perkataan pria yang tidak ia kenal tadi.


Sedangkan Ashley,segera menyambut pelukan dari Desi yang langsung memeluknya saat sudah berada di hadapannya.Hingga mampu membuat Hery mendengkus kesal,saat rengkuhan tangannya di pinggul istrinya menjadi terlepas karena pelukannya Desi.


"Tapi tunggu dulu,kenapa aku seperti merasa aneh dengan semua ini.Apakah kau yang telah merencanakan semua ini ley? " tanya Desi,dengan ekspresi wajah yang curiga karena masih merasa bingung dengan yang baru saja ia alami tadi.

__ADS_1


Apa lagi yang di bandara tadi,tiba-tiba saja ada pria tampan yang tidak ia kenal datang menghampirinya,lalu membawanya ke sini tanpa penjelasan apapun.


"Kau ini,baru sekarang kau menyadarinya.Coba kalau pria yang tadi bukan orangnya suamiku,mungkin kau sudah berada di tempat yang berbahaya saat ini" jawab Ashley,dengan nada kesalnya,saat pelukan mereka sudah menjauh dan melihat sikap polos sahabatnya ini.


Ia sudah merasa kesal terhadap Desi sedari tadi,sedari suaminya menceritakan semua tentang Jo dan Sahabatnya itu.Ia menjadi semakin kesal saat tahu kalau sahabatnya itu ingin pergi ke luar negeri,bahkan sahabatnya itu sama sekali tidak berpamitan sama kedua orang tuanya sendiri ataupun sama dirinya dan Agatha.


Untung saja,tadi suaminya gerak cepat,jadi Desi tidak jadi melakukan penerbangan.Ia menjadi semakin cinta pada suaminya,karena suaminya bukan hebat di ranjang saja,tapi juga hebat dalam melindungi orang-orang terdekatnya.


Sedangkan Hery yang masih setia berdiri di samping istrinya,hanya mampu mengeluh di dalam hatinya saja.Padahal,istrinya dengan Desi sama-sama memiliki sikap polos.Tapi ya sudahlah,terserah istrinya saja.


"Dan tadi,kau mau kemana? Bawa-bawa koper segala,seperti kau memiliki banyak saudara saja di luar sana.Kalau kau tidak memikirkan sahabat-sahabatmu,paling tidak kau harus memikirkan kedua orang tuamu" lanjut Ashley lagi,dengan nada menyindir di kalimat terakhirnya,sambil bersedekap dada dan menampilkan wajah kesalnya.


Desi langsung tersenyum cenges-ngesan,sambil menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal dengan pelan,saat ia mendengar perkataannya Ashley dan nada sindiran dari Ashley.


Ternyata pria tadi adalah orang suaminya,pantasan saja pria tadi tidak melakukan apa.apa pada dirinya.


Lalu wajah malunya berubah menjadi panik,saat ia baru mengingat koper baju miliknya yang masih belum ia ambil dari dalam mobil pria tadi.


Baru saja ia mau bersuara dan berbalik badan karena berniat melihat keluar,tapi suara sahabatnya yang satu lagi sudah bersuara terlebih dahulu.


"Apa yang terjadi denganmu? Dan kenapa harus membawa koper segala?" tanya Agatha,sambil terus berjalan ke arah tempat Desi berdiri,dengan wajah penasarannya,karena dirinya tidak tahu apa-apa tentang Desi yang ingin melakukan penerbangan tadi.Ia datang ke sinipun,karena Ashley yang tadi telahbmenyuruhnya datang ke sini melalui chat WA.


"Jangan menatapku seperti itu,aku benar-benar tidak tahu apa-apa" jawab Ars,sebelum Agatha sempat bertanya.Ia berbicara,sambil menatap serius ke arah Agatha yang sedang menatap dirinya dan Desi secara bergantian.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Agatha lagi,saat ia tidak mendapatkan jawaban dari siapapun.Setelah ia sudah berjalan sampai di hadapan kedua sahabatnya itu,ia menatap wajah kesalnya Ashley dan wajah bersalahnya Desi,secara bergantian.


"Apa kau tahu,kalau sahabatmu yang satu ini baru saja ingin....." ucapan Ashley langsung terhenti,saat mulutnya yang langsung di bekap oleh Desi dengan cepat.


"Ti tidak ada yang terjadi apa-apa di sini" ucap Desi yang sedang bingung mau menjawab apa,sambil terus membekap mulutnya Ashley.


"Apa kau bisa jauhkan tanganmu dari mulut istriku?" tanya Hery,dengan nada tingginya karena merasa kesal saat ia melihat mulut istrinya yang sedang di bekap oleh Desi.


Untung saja,Desi adalah sahabat istrinya.Jika tidak,mungkin saja tangannya Desi akan patah saat ini juga.


"Ah i iya,ma maafkan aku Tuan" jawab Desi,dengan wajah takutnya dan langsung menjauhkan tangannya dari mulut sahabatnya itu,saat ia melihat tatapan tajam dan wajah kesal suami sahabatnya itu.


Padahal bekapan tangannya tidak kuat,hanya sekedar untuk menutup mulutnya Ashley saja.


Sedangkan Ashley,Agatha dan Ars yang tadi terus menampilkan wajah datar,langsung menahan senyum saat mereka ber 3 melihat wajah kesalnya Hery dan wajah takutnya Desi.Rasa kesalnya Ashley dan Agathapun jadi sedikit berkurang karena merasa terhibur dengan ekspresi wajah Hery dan desi.


"Kalau tidak terjadi apa-apa? Lalu apa ini?" tanya Agatha,setelah ia sudah menetralkan rasa ingin tersenyumnya.Ia berbicara,sambil menelisik ke arah wajah bingungnya Desi dan sedikit menepuk-nepuk pelan koper miliknya Desi,karena ia masih penasaran dengan masalah yang telah menimpa Desi hari ini.

__ADS_1


Apa lagi,saat ia melihat Desi yang sibuk membekap mulutnya Ashley tadi,jadi ia sangat yakin kalau ada yang sedang terjadi sesuatu dengan Desi.


"I itu..." jawab Desi,dengan terus menjeda ucapannya,sambil *******-***** kedua tangannya,karena bingung mau bagaimana cara mulai menjelaskannya.


"I itu,pujaan hatiku selingkuh dan menghamili wanita lain" lanjut Desi lagi,saat ia melihat wajah Agatha yang sudah mulai kesal.


Ia berbicara dengan wajah malunya,karena merasa malu dengan statusnya sama Jo yang belum jelas.Jadi,ia hanya bisa mengatakan pujaan hatinya saja.Apa lagi,Jo juga tidak pernah memperjelas hubungan mereka sebelumnya.


Sedangkan Agatha,masih setia menunggu lanjutan cerita dari Desi,sambil terus menatap ekspresi wajahnya Desi yang terus berubah-ubah.Ekspresi emosi,sedih hingga menjadi kesal.


"Jadi,untuk sementara ini aku berniat ingin pergi ke luar negeri.Supaya luka di hatiku bisa lebih cepat mengering" lanjut Desi lagi,dengan wajah bersalahnya,sambil berusaha menahan air matanya yang sudah berada di pelupuk mata.


"Apa kau tidak menganggap kami sebagai sahabatmu lagi?" tanya Agatha dengan nada kesalnya,tapi ia juga merasa geli saat ia mendengar kalimat terakhirnya Desi barusan.Begitu juga dengan yang lainnya,termasuk para orang tua yang sedang duduk diam di ruang tamu dari tadi,karena tidak bisa konsentrasi terhadap TV,akibat suara berisik 3 wanita tersebut.


"Bu bukan seperti itu..Tadi itu,aku hanya sedang bingung saja.Apa lagi,saat aku mengingat kembali perut hamil wanita yang menjadi selingkuhan pujaan hatiku itu.Jadi,yang aku pikirkan hanya ingin menjauh darinya saja" jawab Desi,dengan ekspresi wajah yang semakin bersalah,tapi juga merasa kesal karena kembali teringat dengan pujaan hatinya yang sudah menjadi pria brengsek di matanya saat ini.


"Maaf..." lanjut Desi lagi,dengan kepala yang sedikit menunduk karena merasa sangat bersalah terhadap 2 sahabatnya itu.Apa lagi,saat ia baru teringat dengan kedua orang tuanya yang mungkin saja akan menjadi khawatir dan juga sibuk mencari dirinya.


"Kau ini,rasanya aku sangat ingin memukulmu saat ini juga" ucap Agatha,dengan wajah yang ikut menjadi sedih saat ia melihat kedua matanya Desi yang sudah mulai mengeluarkan air mata.


Agatha segera berjalan mendekat ke arah Desi,lalu memeluk Desi dan di ikuti oleh Ashley yang juga ikut-ikutan menjadi sedih.


Sedangkan yang lainnya,Ars dan Hery dan juga para orang tua,hanya mampu menghela napas dengan pelan,saat mereka semua melihat tingkah melownya 3 wanita tersebut.


Padahal masalahnya tidak separah seperti yang Desi katakan,karena Jo tidak pernah melakukan hal yang di katakan oleh Desi dan yang melewati batas.Hanya saja,Desinya tidak mau mendengar penjelasan dari jo terlebih dahulu dan pergi begitu saja.


"Sudah,pria seperti itu tidak perlu di tangisin lagi" ucap Agatha,dengan nada kesalnya,sambil menepuk-nepuk pelan punggung bergetarnya Desi karena sedang menangis tersedu-sedu di balik pelukan mereka ber 3.


"Iya,kau ini seperti tidak ada pria lain saja di dunia ini" timpal Ashley,dengan nada yang ikut-ikutan kesal.


Padahal ia tahu betul tentang Jo yang tidak pernah melakukan semua itu,hanya saja ia menjadi kesal karena Jo yang terlalu lambat dalam bertindak,hingga membuat wanita j*l*ng tersebut bisa datang ke Perusahaannya Jo dan membuat keributan.


"Iya,lupakan saja pria itu.Aku bisa perkenalkan pria-pria yang lebih tampan dari pria pujaan hatimu itu" lanjut Agatha lagi,dengan nada semangatnya,ia tahu betul kalau Desi selalu terpana dengan ketampanannya Jonathan yang kebarat-baratan itu,karena memang Jo adalah warga Paris.


"Tapi sayangnya,di mataku tidak ada yang lebih tampan dari pria brengsek itu.Sepertinya aku tidak akan mampu melupakan pria brengsek itu..." jawab Desi yang dari tadi hanya terus menangis tersedu-sedu.


Bahkan saat ia berbicarapun,suaranya terdengar serak.Ia dan Agatha juga tidak menyadari kalau ada para orang tua yang sedang menatap mereka dengan wajah yang tersenyum geli,kecuali Ars yang memang sudah menyadari keberadaan para orang tua,sedari ia berjalan masuk kedalam tadi.


Sedangkan Agatha dan Ashley langsung menepuk keningnya dengan pelan,saat mereka berdua mendengar jawaban dari Desi barusan.


Sahabatnya ini memang sudah terpikat sama pesonanya seorang Jonathan,hingga membuat sahabatnya hanya memikirkan Jonathan seorang saja.

__ADS_1


Baru saja Ashley ingin bersuara untuk menghilangkan rasa kesalnya,tapi suara dari pintu luar Mansion mengagetkan semua orang,hingga membuat dirinya tidak jadi membuka suara.


"Memangnya siapa pria brengsek itu?" tanya seorang wanita paruh baya yang baru saja sampai dan masuk ke dalam Mansion bersama suaminya.


__ADS_2