Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
94. Ashley yg tidak mau menurut


__ADS_3

Sudah hampir sebulan pernikahan Hery dan Ashley ,beberapa hari lagi resepsi pernikahan mereka berdua akan segera di gelar kan.


Undangan sudah tersebar luas di mana-mana,apa lagi rekan-rekan bisnis Hery dan semua kerabat nyal.Semua nya juga sudah hampir selesai di siap kan,Ars pun bolak balik karena sibuk dengan perkerjaan nya dan juga mengurus persiapan-persiapan untuk resepsi pernikahan Tuan dan Nona muda nya.


Tapi itu semua tidak membuat nya kelelahan atau pun mengeluh,ia bahkan semakin bersemangat dalam melaku kan semua itu.Karena dengan begitu,setidak nya selagi ia sibuk sana-sini,ia bisa melupa kan wanita yg sempat telah membuat nya hilang semangat itu.


Ia juga turut bahagia untuk Tuan nya sekaligus sahabat nya itu,jadi ia melaku kan semua itu juga dengan hati yg tulus,bukan sekedar untuk melupa kan Agatha saja.


1 hari yg lalu,Agatha yg mungkin sedang merindu kan Ars,ia mencoba mengikuti Ashley untuk ke Perusahaan dengan berbagai alasan.


Walau pun Ashley juga sangat mengetahui alasan sebenar nya tapi Ashley pura-pura tidak tahu,karena Ashley tahu betul bagaimana sahabat nya selalu galau di saat ia sedang mencari Ars di balik tubuh suami nya tapi selalu tidak mendapati Ars di balik tubuh suami nya hingga membuat Ashley sering mendengar sahabat nya mendesah kecewa.


Tapi sayang nya,meski pun Agatha sudah berada di dalam Perusahaan Hery,ia tetap tidak dapat menemu kan Ars.


Sekarang ia baru merasa kan sangat kehilangan,hati nya semakin sakit saja saat menyadari kalau Ars ternyata memang sengaja menghindari diri nya.


Ia pun pulang dengan membawa hati nya yg kosong dan wajah yg kecewa,sekarang ia semakin bingung harus bagaimana.


Sedang kan dari atas gedung,di sebuah ruangan kerja nya.Seorang pria sedang berdiri di depan jendela dengan kedua tangan yg berada di dalam saku celana nya.


Mata pria itu menatap jauh keluar jendela dengan penuh luka tapi wajah nya tetap datar,ia menatap seorang wanita yg pernah mengisi hati nya,yg sedang berjalan keluar dari gedung Perusahaan tersebut lalu masuk ke dalam mobil milik nya,hingga hilang dari pandangan nya.


Yah,pria itu adalah Ars yg sedang berdiri di sebuah ruangan kerja baru milik nya yg berada di lantai yg sama dengan Hery,ia sedang mengamati dari atas,Agatha yg pulang dari Perusahaan milik nya Hery.


Kemudian Ars menghela nafas dengan berat.Sejak kemaren, ia telah mengata kan tidak akan menganggu dan mengejar Agatha lagi,setelah beberapa hari ia terus merenung,ia pun memutus kan untuk tidak akan menarik perkataan yg pernah di lontar kan nya kembali.

__ADS_1


Bahkan sejak hari itu,ia tidak pernah ke Perusahaan Ayah nya Agatha lagi.Awal nya ia ingin memutus kan kerjasama antara mereka tapi ia tidak setega itu,jadi urusan proyek atau apa pun yg bersangkutan dengan Perusahaan Wijaya Group,ia mengutus kan sekretaris nya Hery untuk mengurus semua nya.


Lalu ia berbalik badan dan berjalan ke meja kerja,untuk berkerja lagi,ia harus bisa melupa kan wanita itu.Jika tidak, hidup nya pasti akan menjadi rumit.


Sebenar nya Ashley sangat ingin membantu sahabat nya itu,agar bisa bersama Ars.Tapi Agatha terus saja tidak mau menuruti kata-kata nya dan Desi dengan alasan tidak berani,hingga membuat Ashley dan Desi menjadi malas ingin membantu nya.


Sedang kan Hery yg kemaren berjanji ingin membantu Ashley tentang Ars pun,masih belum sempat mengabul kan permintaan nya Ashley,karena masih sibuk dengan perkerjaan nya dan sedikit mengawasi pengurusan tentang persiapan resepsi pernikahan mereka berdua.


 


3 hari lagi resepsi pernikahan mereka berdua akan di gelar kan,tapi Ashley masih ngotot ingin ke kampus.Hingga mampu membuat Hery menjadi kesal tapi ia juga tidak berdaya untuk menolak keinginan istri nya karena Ashley membujuk nya dengan memelas,bahkan hampir menangis.


"Honey,nanti kalau kamu kecapekan bagaimana?" ucap Hery,saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil,bersiap-siap untuk berangkat ke kampus nya Ashley.


Ia masih mencoba untuk membujuk istri nya agar tidak masuk kuliah hari ini,ntah kenapa perasaan nya menjadi tidak nyaman dari tadi pagi.


"Iya,tapi ......." ucapan Hery terhenti karena di potong oleh Ashley.


"Jika kau tidak ingin mengantar ku,tidak apa-apa.Aku akan menaiki taksi saja" Ashley menyela ucapan nya Hery dengan nada yg semakin kesal dan juga wajah yg memberengut.


Ashley berniat untuk keluar dari dalam mobil saat ini juga,ia sudah sibuk membuka seatbelt milik nya,mata nya juga sudah memanas karena merasa kan penolakan suami nya atas keinginannya.


Padahal ia sudah berjanji,ini hari terakhir nya ia kuliah,besok hingga resepsi pernikahan selesai,ia pasti akan terus diam di Mansion.


"Oke oke,,sudah, jangan sedih lagi ya" ucap Hery dengan cepat dan wajah khawatir nya,ia segera menarik tangan nya Ashley dengan lembut saat melihat Ashley yg ingin membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Honey,sudah ya....Aku minta maaf ya.Aku akan antar kamu ke kampus sekarang juga ya..." lanjut Hery lagi,sambil menghapus beberapa tetes air mata yg jatuh ke pipi nya Ashley dengan mengguna kan kedua ibu jari nya,ia jadi merasa bersalah karena telah membuat istri nya sedih.


"Hm" jwb Ashley singkat,ia masih merasa kesal dengan ulah suami nya barusan.


Hery langsung tersenyum lega saat mendengar jawaban nya Ashley,ia pun segera memasang kan kembali seatbelt yg di buka oleh Ashley tadi,lalu ia segera melaju kan mobil untuk menuju ke kampus nya Ashley.


Selama di perjalanan Hery berusaha membuat rasa kesal istri nya menghilang agar tidak mendiam kan nya terus.


Tapi ia juga heran,kenapa istri nya sekarang menjadi sangat manja dan juga suka menangis. Padahal biasa nya Ashley tidak seperti itu,biasa nya Ashley memang agak manja tapi tidak sampai seperti sekarang,bahkan istri nya jarang sekali menangis.


Tapi Hery segera menepis kan rasa heran nya,ia berpikir mungkin saja istri nya hanya terlalu bosan tinggal di dalam Mansion tanpa berbuat apa-apa.


Setelah 30 menit berlalu,akhir nya mereka berdua pun sampai di kampus nya Ashley.Hery segera mengecup kening istri nya sebelum membiar kan istri nya masuk ke dalam kampus,kegiatan rutin yg selalu ia laku kan,sejak mereka menikah hari itu.


Hery tersenyum lebar sambil terus menatap punggung istri nya yg mulai menjauh karena Ashley sudah memaaf kan nya tadi dan tidak kesal dengan nya lagi.


Lalu Hery pun segera melaju kan mobil nya kembali,untuk menuju ke Perusahaan nya,setelah Ashley menghilang dari pandangan nya.


 


Hery yg sedang sibuk memeriksa berkas-berkas yg ada di atas meja kerja nya tersentak kaget karena pintu yg di buka secara tiba-tiba dan sedikit keras,Ars masuk dengan wajah panik nya dan berjalan tergesa-gesa ke arah Hery.


Hingga membuat Hery langsung menoleh kan kepala nya ke arah pintu dengan wajah kesal nya,untuk melihat siapa yg telah berani membuka pintu ruangan nya dengan keras.


"Cepat kata kan..."ucap Hery sebelum Ars sempat berbicara.Saat ia melihat wajah panik nya Ars,ia tahu, pasti ada sesuatu yg darurat hingga membuat wajah Ars menjadi seperti itu.

__ADS_1


Tubuh nya Hery langsung saja menegang dan wajah kesal nya menjadi ikut panik seperti Ars,saat ia sudah bisa menebak apa yg akan di kata kan oleh Ars.


__ADS_2