Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
103. Hery sedang berusaha menahan diri


__ADS_3

"Ryan,kau tetap di sini dan cek 3 mayat itu.Apakah,,,,mayat istri ku ada di antara mereka" ucap Hery dengan wajah yang sudah di penuhi amarah ,ia menjeda sebentar perkataan nya,sebelum kembali melanjut kan lagi.


"Jo,kau bantu Ryan.Ars,ikut aku" lanjut Hery lagi dengan cepat,kemudian ia langsung berbalik badan lalu berjalan pergi dari sana.


Meninggal kan Ryan dan Jo yang bergidik ngeri saat melihat wajah dingin nya Hery,seperti ketika beberapa tahun lalu ia menghajar atau membunuh musuh-musuh nya dengan kejam saat berada di Paris.


Hingga Grandma mengetahui nya dan melarang nya,ia tidak lagi terlalu ikut campur urusan mafia nya,ia hanya selalu mengutus Mark atau Ars yang melaku kan nya.


Akhir nya Ryan dan Jo pun tidak mau memikir kan nya lagi,mereka berdua segera melaku kan apa yang di pinta oleh sahabat nya itu.


 


"Tuan,ini seperti...." ucapan Ars langsung di potong oleh Hery.


"Geng ***** ***** " sela Hery dengan cepat saat ia melihat apa yang di lihat oleh Ars,wajah nya masih saja di penuhi oleh emosi.


Mereka berdua sedang berada di tempat berada nya mayat yang Hery bunuh tadi,pengawal belum berani memindah kan nya,mereka masih menunggu perintah dari Tuan mereka.


"Ini adalah geng mafia yang ada Di Paris,kenapa bisa sampai menyerang istri ku" ucap Hery dengan wajah heran nya sambil menatap tato seekor elang,yang terdapat di dada samping nya mayat pria tadi.


"Selama ini,kita tidak pernah bermasalah dengan geng mereka" ucap Hery dengan nada bingung nya,lagi pula istri nya juga tidak punya masalah dengan siapa pun,apa lagi hingga bermasalah dengan salah satu geng mafia berbahaya yang ada Di Paris.


Kecuali....Hery jadi memikir kan musuh istri nya belakangan ini,tepat nya bukan musuh Ashley saja,tapi juga termasuk musuh mereka berdua dan itu semua berawal dari diri nya sendiri.


Tapi musuh mereka hanya Ibu kandung dan Clara,Ibu kandung nya sudah berada di markas nya.Apa kah Clara yang telah.......


"Kecuali ada yang menyewa mereka" ucap Ars sambil berpikir.


"Kau benar " ucap Hery singkat,ia mengepal kan kedua tangan nya dengan kuat,ia tidak akan melepas kan dalang ledakan itu begitu saja.

__ADS_1


Ia juga sepemikiran dengan Ars,mungkin kah Clara yang telah menyewa geng mafia tersebut.Lihat saja,jika benar Clara yg menjadi dalang nya,ia tidak akan membiar kan wanita itu bernafas lebih lama lagi.


Saat mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing,salah satu anak buah yang lain nya datang mendekat dengan tergesa-gesa.


"Tu Tuan,Tuan Mark tidak sadar kan diri di luar pintu samping Hotel ini. Dan...." lapor anak buah tersebut dengan gugup,rasa takut sudah menjalar ke seluruh tubuh nya.


"Sekitar 20 pengawal tewas,tergeletak tidak bernyawa di tempat yang sama dengan tempat Tuan Mark tidak sadar kan diri,juga mayat-mayat yang tidak di kenal lalu 4 mayat MUA" lanjut anak buah tersebut dengan satu tarikan nafas,saat ia merasa alarm bahaya dari tatapan Tuan nya.


"Apa saja yang kalian kerja kan dari tadi hah?" tanya Hery sambil mencengkram kerah anak buah nya yang sedang ketakutan tersebut,dengan suara yang menggema di sepanjang lorong Hotel itu.


Emosi nya sudah di ubun-ubun,tapi laporan-laporan yang di beri kan oleh para anak buah nya selalu saja mampu membuat amarah nya semakin meningkat.


Hery segera berjalan ke arah tempat Mark berada,setelah melempar kan anak buah ke samping dengan sedikit tenaga,rasa nya ia ingin sekali melampias kan emosi nya dengan membunuh beberapa anak buah nya karena tidak becus tapi untung nya ia masih bisa mengendali kan diri.


Ars pun segera mengikuti langkah lebar Tuan nya,setelah sampai di tempat Mark tidak sadar kan diri,Hery dan Ars mengamati sekitar dengan kening yang mengernyit.


Memang terlihat anak buah nya yang sudah tergeletak tidak bernyawa di sana,anak buah yang lain sibuk mengurus mayat teman-teman mereka yang masih tersisa sebagian dan juga mayat-mayat yang lain nya.


Seperti nya,mereka semua juga telah di kalah kan,tapi oleh siapa,Mark? Mark saja tidak sadar kan diri.


Hery segera mendekat ke arah Mark dan memeriksa nya,kening nya semakin berkerut dalam saat sedang memeriksa nya.


"Tuan,apa kah Mark terkena racun?" tanya Ars dengan wajah khawatir nya,saat melihat eskpresi Tuan nya.Ia hanya mengerti sedikit tentang racun,tapi tidak dengan Hery yang sudah sangat mengerti tentang racun-racun yang di guna kan oleh para mafia.


"Ia,tapi ada yang menyelamat kan nya,dengan menyuntik kan kembali penawar racun nya.Untung saja racun nya tidak begitu ganas,hingga nyawa nya masih bisa terselamat oleh penawar yang di beri kan oleh orang itu" jawab Hery dengan panjang lebar,sekarang ia jadi berpikir keras,siapa orang yang telah menyelamat kan Mark.


"Seperti nya Mark di suntik melalui penembak jitu Tuan " ucap Ars saat selesai mencerna kejadian demi kejadian,soal nya setahu ia,Mark sangat handal dalam bela diri,hanya saja Mark orang nya kurang waspada.


"Iya kau benar.Dan mereka memang sangat cerdik,mereka masuk melalui pintu samping dan menyamar menjadi para MUA saat para MUA sudah bersiap-siap untuk melayani kami" ucap Hery sambil menatap 4 mayat wanita MUA yang ternyata juga menjadi korban.

__ADS_1


"Iya,Tuan benar" ucap Ars ,ia juga sepemikiran dengan Tuan nya.


"Tuan,tadi aku melihat mobil Clara berhenti sebentar di seberang jalan dekat depan Hotel ini,setelah itu dia pergi begitu saja" lanjut Ars lagi saat ia baru teringat flat mobil yang sudah ia cek tadi tanpa menyadari aura disekitar yang akan menjadi semakin mencekam.


Hery mengepal kan tangan nya semakin kuat hingga kulit tangan nya memerah dan kuku-kuku jari nya juga sedikit menembus kulit nya.


"Apa aku perlu mengajari atau menghajar kau saat ini juga,agar kau tahu,apa selanjut nya yang harus kau laku kan hm?" tanya Hery dengan nada geram sambil menahan emosi nya yang mungkin akan meledak saat ini juga,jika tidak ia tahan.


Baru kali ini Asisten nya error,hanya karena seorang wanita yang telah menolak cinta Asisten nya,hingga membuat dirinya harus kehilangan istri tercinta nya.


Tangan nya sudah gatal dari tadi,ia masih berusaha menahan nya.Ia bingung,harus menangis atau marah terhadap Ars yang tidak mampu menjaga istri nya,atau langsung membunuh nya saat ini juga.


"Baik Tuan,akan segera aku laku kan" jawab Ars,ia langsung berbalik badan dan mengerja kan apa yang di maksud oleh Tuan nya,isi dalam kepala nya langsung berfungsi dengan baik saat mendapat kan tatapan tajam dan alarm bahaya dari Tuan nya.


Hingga ia melupa kan tubuh sahabat kecil nya yang masih belum sadar kan diri itu,begitu saja.


"Honey,aku harap dirimu tidak ada di antar 3 mayat tadi" gumam Hery dengan pelan,hati nya kembali sesak sambil menatap punggung Ars yang mulai menjauh.


Ntah kenapa,sekarang ia berharap kalau tadi ada yang sudah menyelamat kan istri nya terlebih dahulu sebelum ia sampai di sana,apa lagi ia sempat memerhati kan pintu kamar Hotel yang sudah rusak ketika ia ingin menggapai nya tadi,seperti ada yang mendobrak paksa sebelum meledak.


"Segera bawa Mark ke rumah sakit" perintah Hery dengan nada tegas nya.Ah,harus di apa kan Asisten nya itu,hingga membuat dirinya semakin terpuruk sekarang.


"Baik Tuan" jawab anak buah nya serentak dan mereka langsung melaku kan perkerjaan mereka dengan cepat.


Hery menghela nafas nya dengan berat,lalu ia berjalan ke arah ruang utama untuk menghadapi amarah dari orang tua istri nya dan dari keluarga nya.


Apa yang harus ia kata kan pada semua orang,diri nya sendiri saja sudah seperti tidak mempunyai semangat hidup lagi,hanya saja ia masih tidak percaya kalau istri nya meninggal kan diri nya begitu saja,ia tidak akan percaya sebelum mendapat kan hasil autopsi dari Ryan terlebih dahulu.


Setelah memaksa kan langkah berat nya,Hery sudah sampai di ruang utama dalam Hotel itu,terlihat Grandma,Ibu,Desi dan juga Agatha yang terisak-isak karena menangis.

__ADS_1


Sedang kan para pria berdiri dengan wajah sedih nya,ada yang menenang kan istri nya seperti Grandma dan juga Ayah,para pria hanya mampu menahan tangisan mereka yang akan keluar dari dalam mata nya.


Mereka semua menatap Hery dengan eskpresi yang berbeda-beda,saat mereka melihat Hery sudah mendekat ke arah mereka semua.


__ADS_2