Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
156. Wajah khawatirnya Ars


__ADS_3

Agatha yang sudah semakin malu dan bingung mau menjawab apa,langsung menghembus nafas lega karena Ashley sudah membantu dirinya dan bertepatan dengan suara pintu kamar mandi yang sedang terbuka.


"Ceklek" terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dengan pelan.Terlihat Ars yang baru saja berjalan keluar dari dalam kamar mandi,dengan wajah yang sudah segar dan juga sudah berpakaian rapi kembali.


Langkah kakinya Ars langsung terhenti dengan wajah kagetnya,saat ia baru menyadari,kalau ada 3 pasang mata yang sedang menatap dirinya dengan eskpresi wajah yang berbeda-beda.


Ia yang terlalu sibuk menidurkan benda di bawahnya tadi,sampai melupakan pelaku yang telah mengetuk pintu ruangannya dengan terus menerus.


Ia segera melanjutkan langkahnya kembali,setelah rasa kagetnya sudah menghilang.Ia berjalan ke arah tempat duduknya Agatha,dengan wajah yang menahan kesal,sambil menatap pelaku yang sudah ia duga dari tadi,pelaku yang telah membuat mereka berdua menjadi kalang kabut tadi.


"Tadi wanitamu mengatakan,kalau kalian berdua ketiduran saat sedang mengerjakan perkerjaan kalian tadi.Hingga membuat kalian,tidak bisa membuka pintu untuk kami.Apa itu benar?" tanya Hery,saat Ars sudah berdiri di hadapannya.Ia bertanya,dengan wajah datarnya.Tapi di dalam hatinya,ia tersenyum senang karena bisa menggoda Ars,sekalian meluapkan rasa kesalnya tadi.


Sedangkan Ashley,hanya duduk dengan diam dan wajah santainya saja,sambil menunggu lanjutan dari Ars dan juga suaminya.


Dan Agatha,yang awalnya tersenyum lega karena melihat Ars yang sudah keluar dari dalam kamar mandi.Sekarang,ia hanya bisa tersenyum malu dan sedikit menundukkan kepalanya saja,saat mendengar pertanyaannya Hery untuk Ars.


"Benar Tuan.Maafkan kesalahan kami,Tuan" jawab Ars,dengan nada santainya,sambil menahan rasa malunya dan sedikit mengerutkan keningnya.karena merasa bingung,saat mendengar kata ketiduran dari Tuannya.


Ia menatap Agatha sebentar,terlihat Agatha yang sedang menundukkan kepalanya dengan wajah malunya,kedua matanya langsung membulat dengan sempurna,saat ia baru menyadari kalau lehernya Agatha yang tidak tertutup apapun.


'Apa yang di lakukan Agatha,bukankah aku sudah berpesan tadi' batin Ars,yang sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi saat ini.


Kemudian ia kembali menatap wajah datar Tuannya,sambil mempertahankan wajah datarnya agar tetap terlihat tenang.Walaupun ia bingung dan juga khawatir dengan tanda-tanda merah di sekitar lehernya Agatha yang sedang terekspos begitu saja.


Hery langsung tersenyum tipis,saat mendengar perkataan maaf dari Ars dan ia juga bisa melihat kalau ada ekspresi khawatir yang berada di balik wajah datarnya Ars.


Sedangkan Ars,hanya mampu mendengus kesal di dalam hatinya.Saat ia melihat senyum tipis Tuannya,yang terlihat seperti sedang mengejek dirinya.


"Dan sejak kapan kau mengunci pintu,di jam kerja? Setahu aku,kau hanya mengunci pintu di jam mau istirahat saja..." lanjut Hery lagi,ia terus menatap Ars yang masih tetap berdiri dengan tegak di hadapannya.


"Honey...." panggil Ashley,dengan nada kesalnya.Dan itu,mampu membuat suaminya berhenti menjahili Ars dan juga Agatha.


"Iya,baiklah Honey" jawab Hery,dengan wajah pasrahnya saat ia mendengar nada kesal istrinya.


"Cup...Honey,kamu saja yang urus sahabatmu itu ya...Aku akan menunggumu di luar saja" ucap Hery,dengan suara lembutnya.Ia berbicara,setelah selesai mengecup sekilas pipinya Ashley dan memeluk Ashley untuk beberapa saat.


Kemudian Herypun segera berdiri dari duduknya,lalu ia berjalan ke arah pintu keluar dan melewati Ars.


"Apa kau masih ingin berdiri di sana,dan ikut campur dalam urusan wanita?" tanya Hery,dengan nada geramnya,saat sudah berjalan sampai di ambang pintu.Karena Ars yang ternyata masih berdiri di sana dan tidak mengikutinya keluar ruangan.


"Baik Tuan" jawab Ars,dengan cepat.Karena terlalu kesal dengan Tuannya,ia sampai tidak menyadari kalau Tuannya sudah berjalan melewati dirinya.


Kemudian,ia menatap Agatha sebentar dan sedikit menunduk hormat ke arah Ashley sekilas.Lalu iapun segera berjalan keluar ruangan,dengan langkah lebarnya.

__ADS_1


Sedangkan Ashley langsung tertawa kecil,saat melihat tingkah leletnya Ars,setelah selesai membalas tanda hormatnya Ars dengan senyumannya .Ia juga segera berdiri dari duduknya,saat pintu ruangan sudah di tutup oleh Ars.Lalu ia berjalan ke arah Agatha yang sedang menatap dirinya,dengan wajah yang tersenyum malu.


"Apa tadi,kalian baru saja melakukan ...." tanya Ashley,dengan wajah yang tersenyum senang bercampur penasaran dan menyatukan kedua jari telunjuknya di akhir kalimatnya,sambil menaik turunkan alisnya.Ia menyatukannya,kemudian menjauhkan lagi,lalu kembali menyatukannya kembali dan menjauhkannya lagi,ia melakukannya untuk beberapa kali.


"Kamu bicara apaan sih.Kami tidak melakukan apa-apa,kami hanya sedang berkerja saja,dan....." jawab Agatha,dengan wajah yang semakin malu,karena Ashley yang malah menggodanya.


"Ketiduran?" tanya Ashley,ia dengan cepat menyela perkataannya Agatha yang mudah ia tebak itu.


Saat ia melihat anggukan pelan kepalanya Agatha,wajahnya menjadi kesal karena Agatha masih tidak mau mengakuinya.Padahal 2 pria itu sudah tidak ada di dalam ruangan,Ashley segera mencari cermin kecil yang selalu ia bawa,di dalam tasnya.


"Ini,lihatlah..." ucap Ashley,dengan wajah kesal yang bercampur tersenyum lucu,karena dari tadi Agatha masih belum menyadari keadaan lehernya sama sekali.


Agatha segera mengambil cermin kecil yang di sodorkan oleh Ashley padanya,dengan wajah bingungnya yang bercampur sisa malu tadi.


"Ya Tuhan,apa ini?" pekik Agatha,dengan wajah kaget yang bercampur bingung.Ia terus melihat dan menyentuh di sekitar lehernya melalui cermin yang berada di tangannya.


"Setelah selesai bercinta,kau malah bertanya apa ini?" tanya Ashley,dengan nada menyindir dan wajah yang menahan rasa kesal karena kaget akibat pekikannya Agatha barusan.Kemudian ia kembali tersenyum lucu,saat melihat ekspresi Agatha yang terlihat kesal dan bercampur malu karena sudah selesai mencerna pertanyaannya tadi.


"Ternyata priamu sangat buas juga ya...Aku kira,hanya priaku saja yang seperti itu" ucap Ashley,dengan tersenyum menggoda,sambil menatap wajahnya Agatha, yang sedang di tutupi oleh Agatha,memakai kedua tangannya.Karena merasa sangat malu,hingga wajah malunya Agatha yang terlihat lebih jelas dari pada wajah kesalnya.


"Ashley..." panggil Agatha,dengan nada kesalnya,karena Ashley malah kembali menggodanya.Ia memanggil,sambil membuka tutupan kedua tangannya dan menatap ke arah Ashley yang sedang tersenyum menggoda ke arahnya.


"Jangan menggodaku lagi...Aku merasa sangat malu saat ini...Dasar pria mesum, kenapa juga harus sampai begini" ucap Agatha,dengan nada kesal dan wajah malunya.Dan di sertai dengan gumaman akhir yang pelan dan berisi umpatan untuk Ars.


Wajahnya semakin malu,saat ia baru menyadari,kalau suaminya Ashley pasti sudah melihat apa yang ada di lehernya itu.Pantasan saja,dari tadi Tuan Hery terus menggoda dirinya dan juga Ars.


Sedangkan Agatha,langsung ternganga dengan wajah tidak percayanya.Karena terdapat banyak bekas hisapan atau c**m*n di lehernya Ashley,seperti yang ia punya.Bahkan yang di lehernya Ashley lebih penuh,ada yang baru dan juga yang lama, tidak seperti punyanya yang masih punya sedikit celah.


"Apa buktinya masih kurang?Atau kau ingin melihat yang ada di tubuhku juga?" tanya Ashley lagi,saat melihat sahabatnya itu hanya terdiam saja dengan mulut yang ternganga.


"Ti tidak perlu lagi,bukti yang itu sudah cukup" jawab Agatha,dengan cepat setelah ia sudah tersadar dari rasa kagetnya.


'Lihat yang di leher saja,sudah membuat bulu kudukku merinding.Bagaimana kalau aku melihat yang lainnya lagi,bisa-bisa aku jadi tidak mau menikah nanti' batin Agatha,dengan tubuh yang merinding karena merasa seram dengan permandangan yang baru saja di perlihatkan oleh Ashley barusan.


'Bagaimana kalau Ars sama seperti Tuan Hery? Bagaimana kalau memang sama?Aku harus bagaimana? ' Agatha terus bertanya pada dirinya sendiri di dalam hatinya,dengan tubuh yang semakin merinding.


"Jangan khawatir,kau pasti akan menyukai semua itu nanti.Percaya saja padaku" ucap Ashley,saat tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Agatha melalui eskpresi wajahnya agath.a yang berubah-ubah di setiap detik.


Ia berbicara dengan wajah yang tersenyum senang,sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11 siang lewat 45 menit.


Hingga membuat wajahnya Ashley langsung berubah menjadi khawatir karena takut suaminya kembali menjadi kesal gara-gara menunggu dirinya dan Agatha.


Sedangkan Agatha,langsung tersenyum malu,saat mendengar perkataan menenangkan dari Ashley.Lalu,wajahnya langsung jadi bingung karena melihat wajah khawatirnya Ashley.

__ADS_1


"Ada apa den.......?" pertanyaannya Agatha,langsung tersangkut di tenggorokannya karena Ashley yang langsung menyela dengan cepat.


"Kita harus segera menyusul suamiku dan priamu, agar bisa makan siang.Cepat bersihkan tubuhmu dan wajahmu di kamar mandi,sebelum suamiku menjadi kesal,gara-gara kita yang lambat keluar dari ruangan ini.Dan juga,oleskan lipstikmu lagi,karena lipstikmu sudah di lahap habis oleh Ars,hingga hanya menyisakan bibir alamimu saja" ucap Ashley,dengan panjang lebar dan nada seriusnya tapi wajah yang terus tersenyum menggoda.


"Ashley..." panggil Agatha dengan wajah kesalnya,ia sudah tidak bisa melakukan pembelaan lagi selain hanya diam saja,karena sudah tertangkap basah oleh sahabatnya.


Tapi walaupun begitu,ia tetap berdiri dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi untuk melakukan apa yang di sarankan oleh Ashley,karena apa yang di katakan oleh Ashley memang benar semua.


Sedangkan Ashley,langsung tertawa kecil saat melihat wajah kesalnya Agatha yang bercampur malu.Ia segera memasangkan kembali syal yang ia buka tadi ke lehernya lagi,sambil menunggu Agatha selesai.Lalu ia mengeluarkan 1 syal lagi dari dalam tasnya,karena mau ia berikan pada Agatha.


"Ceklek" terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan terlihat Agatha yang sudah rapi kembali dan wajah yang sudah di oles sedikit make up,hingga membuat wajah Agatha menjadi lebih cantik lagi.


"Ini,cepat pakai.Setelah itu,kita bisa segera pergi makan siang.aku sudah tidak sabar,mau mencicipi makanan yang baru di restoran ******* " ucap Ashley,dengan nada tidak sabarannya,sambil berdiri dari duduknya dengan syal yang sudah ada di tangannya sejak tadi.


Di kepalanya Ashley sudah membayangkan makanan apa saja yang akan ia makan sebentar lagi,ntah kenapa selera makannya terus meningkat sejak rasa mual dan pusingnya sudah menghilang kemaren.


"Iya iya" jawab Agatha,dengan nada kesalnya,saat melihat Ashley yang sudah tidak sabaran.Tapi tangannya tetap mengambil syal yang di berikan oleh Ashley,lalu ia langsung memakainya dengan di bantu oleh Ashley.


Di luar ruangan.


Hery duduk di kursi yang di duduki oleh Ashley tadi,Sedangkan Ars, sedang berdiri di sampingnya Hery.Sedari tadi,mereka hanya diam saja,belum ada yang bersuara sama sekali.


"Jangan khawatir,istriku mampu membantu wanitamu" ucap Hery,saat melihat sekilas wajah khawatirnya Ars,setelah ia terdiam untuk beberapa saat.


Sedangkan Ars, hanya tetap diam saja,ia malas berdebat dengan Hery.Di dalam benaknya,ia hanya mengkhawatirkan Agatha saja.


"Apa senjata pusaka kau itu,sudah berhasil menjebolnya atau masih belum ?" tanya Hery,tanpa menoleh ke arah Ars.Ia hanya sibuk menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi tunggu tersebut dan kedua tangannya yang sedang menyangga kepalanya.


Wajah khawatirnya Ars karena sedang memikirkan wajah malunyal Agatha,langsung menjadi kesal,saat mendengar pertanyaan dari sang Tuan.


"Aku tidak menyangka,kalau pria yang aku kenal,yang setahu aku,pria itu tidak pernah mengenal wanita sama sekali.Tapi baru saja memiliki kekasih,sudah mampu melangkah sejauh itu..." lanjut Hery lagi,dengan tersenyum tipis dan kedua mata yang terpejam.


Hery benar-benar penasaran dengan hasil dari kegiatan mereka berdua tadi.Apa lagi,saat ia melihat tanda-tanda kepemilikan yang memenuhi sekeliling leher mulusnya Agatha.


"Belum" jawab Ars,dengan singkat dan nada kesalnya,sambil menatap sebentar ke arah wajah datar Tuannya yang sedang menengadahkan kepalanya ke atas dengan kedua mata yang terus terpejam sedari Tuannya duduk di kursi tunggu tadi.


"Benarkah?" tanya Hery,dengan wajah tidak percayanya.Ia segera membuka kedua matanya yang sedang terpejam tadi,ia juga menegakkan tubuhnya sambil menelisik wajah datarnya Ars yang bercampur kesal.


"Aku tidak akan menjebolnya,sebelum aku sudah menikahinya terlebih dahulu" jawab Ars,dengan jujur,tanpa menatap wajah tidak percayanya Hery.


"Wah,good good....Prok prok prok" puji Hery,sambil bertepuk tangan sebanyak 3 kali.


"Tidak sia-sia,selama ini kau mengikutiku.Jadi hasilnya,kau mampu mengikuti perbuatan terpujiku itu" lanjut Hery lagi,dengan wajah percaya dirinya.

__ADS_1


Sedangkan Ars,hanya mampu mendengus kesal saja,saat mendengar perkataan Tuannya yang seperti sedang memuji dirinya sendiri saja.


Ia juga baru mengetahui sisi lain dari Tuannya,ternyata Tuannya bisa narsis juga.Ia pikir,mungkin saja karena efek dari pernikahannya,Tuannya menjadi punya sisi yang menggelikan begitu.


__ADS_2