Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 167


__ADS_3

Setelah mereka semua sudah selesai makan malam,mereka semuapun langsung berpindah tempat ke ruang tamu.


Grandmapun segera memulai percakapan dan tujuan utama mereka datang ke sini.


"Kalian tentu sudah tahu maksud dari kedatangan kami.Tapi aku akan tetap mengatakan apa tujuan kami ke sini.Tujuan kami ke sini,kami ingin melamar putri kalian untuk cucu kami Ars.Apa kalian mau menerima lamaran dari cucu kami?" tanya Grandma,dengan nada seriusnya,sambil menatap kedua orang tuanya Agatha,secara bergantian.


"Kalau tentang hal itu,kami serahkan saja pada putri kami,Nyonya" jawab Ayahnya Agatha dengan wajah yang tersenyum tenang,sedangkan Ibu Agatha langsung mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan pelan dan wajah yang tersenyum ramah,menandakan kalau ia setuju dengan jawaban suaminya.


"Baiklah.Nak,bagaimana?" tanya Grandma,sambil mengalihkan pandangannya ke arah Agatha.Sedangkan Ars,dengan wajah datarnya,terus menatap wajahnya Agatha,sambil menunggu jawabannya Agatha.Tapi ada rasa khawatir di balik wajah datarnya itu,karena tiba-tiba saja ia mengingat kembali penolakannya Agatha waktu itu.


"Hmm..." gumam Agatha,dengan wajah malunya,hingga membuat semua orang menatap dirinya dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda.


Sedangkan Grandma,masih setia untuk menunggu jawabannya Agatha,begitu juga dengan yang lainnya,termasuk dengan Ars.


"Hm,aku mau Nyonya" jawab Agatha,dengan wajah yang semakin malu,karena semua orang terus menatap dirinya,hingga membuat dirinya menjadi salah tingkah.


Semua orang langsung tersenyum bahagia,begitu juga dengan Ars yang dari tadi,jantungnya sudah berdebar-debar karena sedang menanti jawaban dari sang kekasih.Ia langsung tersenyum lega bercampur bahagia,saat ia mendengar jawaban serius dari sang kekasih barusan.


"Bagus,sekarang kita langsung saja membahas tentang tanggal pernikahannya saja.Bagaimana?" tanya Grandma,dengan nada semangatnya dan menatap kedua orang tuanya Agatha kembali.


"Boleh juga,Nyonya" jawab Ibunya Agatha,dengan nada semangat yang sama dengan Grandma,begitu juga dengan Ayahnya Agatha.


"Tapi sebelum kita membahas lebih lanjut lagi,aku harus memperingatkan kalian ber 3 terlebih dahulu.Karena kita akan menjadi keluarga,jadi mulai sekarang, kalian ber 3 tidak boleh memanggilku Nyonya lagi.Kalian berdua harus memanggilku Momny dan kamu harus memanggilku Grandma seperti biasanya Ars memanggilku" ucap Grandma,dengan panjang lebar dan nada tegasnya,sambil menatap kedua orang tuanya Agatha dan Agatha secara bergantian.


Grandpa dan Daddy,hanya mampu memutar bola mata mereka dengan malas,saat mereka berdua kembali melihat sikap berlebihan dari istri dan mommy mereka.Padahal kalau mau tunggu setelah sudah menikahpun,masih sempat.


Sedangkan Ars,Hery dan Ashley,hanya tersenyum saja,karena sudah terbiasa dengan sikap Grandma yang seperti itu.


"Baik, Nyo,, Mommy" Ayah.


"Baik,Mommy" Ibu.


"Baik, Nyo,, Grandma" Agatha.


Jawab kedua orang tuanya Agatha dan Agatha secara serentak,dengan nada kaku mereka karena belum terbiasa.


Beda dengan sang Ibu yang memanggil sebutan Mommy dengan nada semangatnya dan wajah yang tersenyum senang bercampur bahagia karena malam ini, ia mendapatkan kebahagiaan putri mereka dan ia juga mendapatkan seorang Mommy untuk melepaskan rasa rindunya pada Mommynya yang sudah lama meninggal dunia.


"Bagus.Dan kalian berdua, pergi ke sana untuk memilih cincin pernikahan kalian" lanjut Grandma,sambil menatap ke arah Ars dan juga Agatha,lalu menunjuk ke arah ujung sofa sana,tempat cincin pernikahan mereka yang di letakkan oleh pengawal keluarga Kusuma tadi.


"Baik,Grandma" jawab Ars dan Agatha,secara serentak.Setelah selesai menjawab,Agatha dan Ars,langsung berdiri dari duduk mereka dan berjalan ke arah yang di tunjukkan oleh Grandma barusan,setelah selesai sedikit menundukkan badan mereka pada para orang tua yang ada di sana.


"Hendri,tentang keamanan di pernikahan dan resepsi nanti, kamu harus ikut membantu.Aku tidak ingin kejadian ketika resepsinya Hery kemaren,kembali terjadi" perintah Grandma,dengan wajah tegasnya,sambil menatap putranya yang hanya satu-satunya itu.Sedangkan Hery,segera mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan pelan,menandakan kalau dirinya juga menyetujui perintahnya Grandma.

__ADS_1


"Baik Mom" jawab Daddy,dengan wajah pasrahnya ,sambil mendelik kesal ke arah Hery yang sedang tersenyum senang karena akan ada Daddy yang berada di belakang mereka,jadi ia tidak perlu begitu risau lagi tentang keamanan ketika resepsi mereka nanti.


Walaupun ia tahu kalau Daddy selalu berada di belakang mereka untuk melindungi mereka,hanya saja senyum senangnya saat ini,karena ia bisa melihat wajah kesalnya Daddy.


'Sepertinya,aku harus memanggil pria pemain wanita itu lagi' batin Daddy,saat ia mengingat sahabat atau mantan Asistennya itu,yaitu Willy Winston.


"Karena persiapan Hotel dan makanannya, Ars yang mengurusnya.Jadi,sekarang kita hanya perlu menentukan tanggal pernikahan dan resepsi mereka saja dan menu tambahan yang kita inginkan" ucap Grandma,sambil beralih menatap kedua orang tuanya Agatha.


"Apa persiapan-persiapan acara pernikahan dan resepsi mereka,kami tidak perlu membantunya Nyo,,Mom?" tanya Ayahnya Agatha,dengan hati-hati karena takut kalau Grandmanya Hery menjadi marah.Ia tahu kalau keluarga mereka selalu mampu mengatasi apapun,tapi ia juga menjadi tidak enak hati kalau harus hanya berdiam diri saja,apa lagi itu adalah pernikahan putri mereka.


"Tidak perlu,biarkan saja,mereka anak muda yang melakukan semua itu.Seperti yang Mommy bilang tadi,kita hanya perlu menentukan tanggal pernikahan dan resepsi mereka nanti dan juga yang lainnya" jawab Grandma,dengan nada santainya,sambil melihat kalender yang memang sudah tersedia di atas meja ruang tamu tersebut.


"Baik Nyo,,Mom"jawab Ayah,masih dengan suara kakunya.


Dan yang lainnya yang di maksud oleh Grandma adalah menu makanan tambahan yang ia bilang tadi dan obrolan untuk pengakraban antara keluarganya dan keluarganya Agatha.


Sedangkan Grandpa,Daddy,Hery dan Ashley,hanya sekali-kali menimpali obrolan Grandma dan kedua orang tuanya Agatha.


Sementara mereka semua sibuk mengobrol tentang pernikahan dan yang lain-lainnya.Sepasang calon pengantin yang berada di ujung sofa sana,sedang sibuk memilih cincin pernikahan mereka.


"Bagaimana,kamu pilih yang mana hm?" tanya Ars,karena dari tadi Agatha hanya menatap saja, deretan pasangan-pasangan cincin mahal yang ada di atas meja tersebut.


"Bee,aku bingung mau pilih yang mana satu.Semuanya sama-sama terlihat bagus dan cantik..." jawab Agatha,dengan wajah bingung yang bercampur malu karena ia memanggil Ars dengan panggilan sayang yang baru saja ia dapatkan sore tadi,setelah ia berdebat dengan pikirannya seharian ini.


"Lihatlah dengan pelan-pelan,mana tahu....Eh, tapi tunggu dulu,barusan kamu memanggilku apa?" tanya Ars,dengan wajah yang tersenyum senang karena baru menyadari panggilan dari Agatha untuknya barusan.


"Ars, jangan seperti ini,nanti mereka melihatnya" lanjut Agatha lagi,saat Ars yang langsung menarik pinggulnya yang hanya berjarak 5 cm dengan pinggangnya Ars,hingga membuat tubuh mereka berdua semakin menempel tanpa berjarak sama sekali.


"Cepat panggil aku lagi,seperti tadi...Baru aku akan melepaskanmu" ucap Ars,sambil menahan pinggulnya Agatha yang terus meberontak.Ia berbicara dengan wajah yang terus tersenyum dan sengaja mengancam Agatha,agar Agatha mau memanggilnya kembali dengan panggilan sayang tadi.


"Bee Bee Bee Bee Bee....Sekarang sudah puas? Sudah,cepat lepaskan aku Bee" ucap Agatha,dengan wajah kesalnya,karena Ars yang menahan dan semakin kuat memegang pinggulnya.Hingga membuat dirinya harus memegang dada dan pahanya Ars.


Ia berbicara dengan nada kesalnya,karena takut akan menjadi malu, kalau keluarganya dan keluarganya Ars sampai melihat mereka yang sedang berpelukan saat ini.


"Belum...Aku masih belum puas..." jawab Ars,dengan nada seriusnya,sambil terus menatap dari samping bibir mengerucut kesalnya Agatha.


Agatha langsung menolehkan kepalanya ke arah Ars,dengan wajah tidak percayanya,saat ia mendengar jawaban dari Ara barusan


"Apa katamu? Belum.Aku kan sudah memanggil ban....." ucapannya Agatha,langsung terhenti karena jarak wajah mereka yang hampir tidak berjarak.


"A aku kan sudah memanggilmu banyak kali tadi" Agatha melanjutkan kalimat terhentinya tadi,dengan wajah yang tersipu malu.Apa lagi,Ars terus menatap bibirnya dengan kedua mata yang hampir tanpa berkedip.


"Ehhmmmm" baru saja Agatha ingin menjauhkan wajahnya dari wajahnya Ars,tapi Ars sudah lebih dulu menerkam bibirnya berserta isinya dengan kedua mata yang terpejam.

__ADS_1


Agatha yang awalnya merasa kaget dan juga berniat untuk memberontak,tapi ujung-ujungnya ia malah terbawa suasana dan ikut memejamkan kedua matanya dan juga menikmati l*m*t*n lembut dari Ars,sambil mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Ars.


Mereka berdua terus berc**m*n,hingga melupakan di mana tempat mereka berdua berada saat ini.


C**m*n mereka berduapun,semakin lama semakin panas.Hingga suara deheman keras dari sepasang suami istri muda yang sedang melewati mereka,mampu membuat c**m*n mereka langsung lepas begitu saja karena merasa kaget.


Tubuh mereka berdua juga ikut saling menjauh dan segera menatap sang pelaku,dengan wajah yang kesal bercampur malu.


"Ehm ehm ehm" dehem Hery dan Ashley,secara serentak,sambil berjalan melewati Ars dan Agatha dengan langkah santai mereka,tanpa merasa bersalah sama sekali.Bahkan saat Hery dan Ashley melewati sepasang calon pengantin tersebut,mereka seolah-olah tidak melihat kalau ada siapa-siapa yang sedang berada di ujung sofa sana.


"Honey,apa kamu pernah mendengar,kalau seseorang itu sudah bucin,ia tidak akan sanggup bersabar sampai ke pernikahan nanti?" tanya Hery,sambil terus berjalan dengan istrinya yang sedang berada di rengkuhannya.


"Iya,aku sering mendengarnya,Honey.Bagaimana kalau sepasang calon pengantin tersebut,sama-sama bucin?" tanya Ashley,dengan wajah yang terus tersenyum lucu karena berhasil menganggu sahabatnya,begitu juga dengan Hery.


"Menurutku,mereka pasti akan bercocok tanam terlebih dahulu sebelum sempat menikah" jawab Hery,dengan wajah yang tersenyum lebar,sambil membayangkan wajah kesal Asistennya itu.


"Aku rasa,apa yang di katakan oleh suamiku ini memang benar" ucap Ashley lagi,dengan tertawa kecil karena tidak sanggup lagi untuk menahan tawanya.


Setelah itu,suaranya Hery dan Ashley tidak terdengar lagi,karena tubuh mereka berdua sudah menghilang di balik dinding dapur.


Ternyata Hery dan Ashley,memang kebetulan ingin ke dapur karena ingin ke kamar mandi dan sekalian untuk mengambil air minum yang sudah kosong di ruang tamu.


Tapi sebelum mereka sampai di dapur,mereka malah melihat Ars dan Agatha yang sedang berc**m*n ,bahkan c**m*nnya Ars dan Agatha menjadi semakin panas,hingga membuat isi kepala mereka langsung muncul ide jahil yang seperti tadi.


"****..Menganggu kesenangan orang saja" umpat Ars,dengan nada kesalnya,sambil menatap punggung sepasang suami istri tersebut yang sudah hampir menghilang.


"Apa yang sudah aku bilang tadi,kamu itu selalu suka pakai nyosor saja.Lihat sekarang,sepasang suami istri itu sudah menertawakan kita.Kamu itu,membuat aku malu saja" gerutu Agatha,dengan nada kesalnya dan wajah memerahnya karena masih merasa malu,sambil menepis tangannya Ars yang kembali sibuk ingin merengkuh pinggulnya.


"Ars,jangan macam-macam lagi.Apa kamu tidak punya rasa malu sama sekali?" tanya Agatha,dengan nada yang semakin kesal karena Ars kembali berhasil merengkuh pinggulnya.


Ia berbicara dengan nada pelannya,karena sedang menahan suara kesalnya agar tidak terdengar oleh para orang tua yang masih sibuk mengobrol panjang lebar.


Padahal para orang tua sudah tahu,apa saja yang telah di perbuat oleh Ars dan Agatha,karena jarak duduk mereka yang tidak begitu jauh.Jadi,para orang tua bisa melihat dengan jelas,melalui ekor mata mereka.Hanya saja,para orang tua pura-pura tidak melihat dan lebih memilih untuk melanjutkan obrolan mereka saja.


"Kamu mau diam atau aku akan kembali menc**mmu di sini,sweety?" tanya Ars,dengan nada serius,sambil terus menatap wajah kesalnya Agatha.


Agatha langsung menghentikan berontakannya barusan,dengan wajah yang semakin malu,saat ia mendengar panggilan sweety dari Ars untuknya barusan,terdengar sangat romantis.


"Aku sangat menyukai panggilan darimu untukku tadi.Ingat,seterusnya kamu harus terus memanggilku dengan panggilan yang tadi.apa kamu mengerti,sweety?" lanjut Ars lagi,dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,sambil menatap wajah malunya Agatha.


"Baik Bee" jawab Agatha,dengan sedikit menundukkan kepalanya.Ia jadi bingung, harus menyembunyikan kemana wajah malunya yang dari tadi tidak mau menghilang,malahan menjadi semakin bertambah.


"Bagus.Sekarang,ayo kita pilih cincin pernikahan kita" ucap Ars,sambil mengendurkan rengkuhan pada pinggulnya Agatha,tanpa melepaskannya.

__ADS_1


Awalnya ia ingin menggoda Agatha,tapi ia menjadi tidak tega,saat ia melihat wajah malunya Agatha.Apa lagi,saat ia memikirkan sepasang suami istri muda yang masih belum keluar dari dalam dapur tadi,pasti akan menganggu mereka lagi.


Beberapa menit kemudian,akhirnya pilihan Ars dan Agatha,jatuh pada salah satu pasangan cincin yang memiliki satu buah emas berlian di tengah-tengahnya dan di hiasin dengan beberapa anak permata berlian yang mengelilingi emas berlian tunggal tersebut.


__ADS_2