Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
22. Kekesalan Desi


__ADS_3

Hery yg tdk mendapat kan jawaban dari Ashley segera mengendong nya dengan cara bridal karena gemes dengan wajah bengong nya Ashley.


" eh eh,cepat turun kan aku" teriak Ashley setelah ia tersadar dari bengong nya dan baru menyadari kalau ia telah ada di dalam gendongan Hery sambil menggerak gerak kan tubuh nya agar terlepas dari gendongan Hery.


Tp Hery hanya melirik nya sekilas sambil terus melangkah kan kaki nya untuk menuju mobil nya yg terparkir di tepi jalan,tanpa harus mau repot repot untuk menjawab teriakan Ashley.


Ashley yg melihat Hery tdk memperduli kan teriakan nya pun,hanya bs pasrah.


Ia juga reflek lgsng mengalung kan ke dua tangan nya ke belakang leher kokoh Hery ketika ia merasa Hery semakin lama semakin mempercepat langkah nya dan menelusup kan kepala nya ke dada nya Hery untuk menyembunyi kan wajah merah nya karena malu.


Hery tersenyum saat melihat tingkah malu nya Ashley,setelah sampai di samping mobil nya,ia segera memasuk kan Ashley ke tempat duduk bagian penumpang dengan pelan pelan.


" eh Tuan Tuan segera lepas kan sahabat ku" seru Desi dari jauh saat ia melihat Ashley yg telah di gendong paksa oleh pria pujaan hati nya Ashley itu,ia baru tersadar setelah mendengar suara teriakan Ashley td.


Karena teriakan nya tdk di perduli kan oleh pelaku,ia pun ingin mengejar pelaku yg sudah memasuk kan sahabat nya ke dalam mobil dan bersiap siap untuk pergi dari sana.


Tapi sayang nya langkah nya harus terhenti karena di hadang oleh Asisten pria pujaan hati Ashley itu.


" Tolong minggir Tuan,aku mau menyelamat kan sahabat ku" ucap Desi dengan nada tinggi.


" Nona Ashley akan aman bersama Tuan kami,kau tenang saja nona" jwb Ars dengan wajah datar nya.


' Nona ? Tuan?' batin Desi mencoba mencerna perkataan nya Ars,bearti pelaku itu majikan dari pria wajah datar ini. ' Benar juga,lagian Ashley kan bersama dengan pujaan hati nya dan lagi pula pria itu juga kelihatan nya orang baik' pikir Desi.


( Ashley)


" Apa yg ingin kau laku kan?"tanya Ashley saat melihat wajah Hery yg semakin mendekat ke arah nya,sambil menyilang kan ke dua tangan nya di depan dada dengan mata yg menyipit untuk mengintai apa yg ingin Hery laku kan.


Hery tdk menjawab,ia langsung maju untuk memasang kan seadbelt nya Ashley sambil terus memerhati kan wajah Ashley.


Ingin sekali ia mencium bibir pujaan hati nya saat melihat bibir kemerahan jambuan milik Ashley,tp beruntung,ia masih bs mengendali kan nya,lalu ia segera memundur kan tubuh nya untuk kembali duduk.


"Memang kau ingin aku melaku kan apa nona?" tanya Hery sengaja ingin membuat Ashley malu.


" hah! tdk,,tdk ada" jwb Ashley dengan gugup karena semakin malu.Ia mengira Hery ingin mencium nya,rupanya Hery hanya ingin memasang kan seadbelt saja,ah malu nya 🥰😆.


Hery hanya diam dan tdk menanggapi perkataan Ashley lg,ia cuma melirik sebentar ke arah Ashley yg sibuk memperbaiki cara duduk nya.

__ADS_1


Kemudian mobil Hery melaju,meninggal kan jalanan sepi itu dengan kecepatan sedang.


(Desi)


"Nona jika kau tdk berniat untuk pulang, berdiri saja di sana selama yg kau mau" ucap Ars saat melihat Desi yg hanya diam saja sambil membalik kan tubuh nya dan berjalan ke arah mobil nya yg lain.


" eh eh....Tuan Tuan,tunggu...Aku mau pulang" teriak Desi setelah tersadar dari lamunan singkat nya sambil berlari mengejar Ars yg sudah berjalan semakin menjauh dari pandangan nya.


" Aku tdk mau sampai ketangkap oleh org org jahat seperti tadi lagi,,Tuan tunggu aku"teriak Desi lagi sambil terus mengejar Ars yg sudah sampai di mobil nya.


Setelah berlari beberapa puluh langkah,akhir nya Desi sampai juga di mobil nya Ars walaupun dengan nafas ngos ngosan.


Desi segera masuk ke dalam mobil saat melihat Ars yg sudah masuk ke dalam mobil dan bersiap siap untuk meninggal kan tempat itu.


"Dasar pria tdk punya hati'"gerutu Desi sambil menormal kan nafas tak beraturan nya yg barusan.


"Ternyata di dunia ini, masih ada pria yg tega meninggal kan seorg wanita di tepi jalan.Dasar pria tdk berperikemanusiaan" gerutu Desi lagi ,yg masih terus menormal kan nafas nya.


Apa lagi melihat wajah Ars yg masih saja datar dari tadi,membuat nya semakin kesal saja.


Ars hanya diam saja,masih saja tdk memperduli kan gerutuan sahabat nona nya,ia pun langsung melaju kan mobil nya setelah melihat mobil Tuan nya yg sudah melaju duluan dan kebetulan dengan Desi yg sudah ada di dalam mobil nya.


" ahhh.... Iya aku baru ingat,bukan kah kau ini pria yg ada di dalam TV kemaren.Iya benar,kau kan adalah Asisten Di Perusahaan Kusuma Group yg terkenal itu" seru Desi dengan nada yg sedikit tinggi tapi tdk di tanggapi oleh Ars.


" Kenapa aku bodoh sekali,setelah sekian lama baru sekarang aku bs mengingat nya" oceh Desi lagi.


Ars hanya diam saja dengan wajah datar dan sedikit kesal. ' Beruntung sahabat nya nona,jika tdk sudah aku tendang keluar dari mobil ini' pikir Ars.


Apa lagi ia terus mendengar ocehan Desi sepanjang jalan membuat ia semakin kesal saja.


Setelah sampai di Cafe nya Desi,Ars lgsng menghenti kan mobil nya di depan Cafe Desi karena memang rumah nya Desi juga ada di samping Cafe nya.Desi pun lgsng keluar dari dalam mobil, setelah melihat mobil sudah berhenti di depan Cafe nya.


Ars pun lgsng melaju kan mobil nya kembali untuk pergi dari sana,meninggal kan Desi yg terus menggerutu kesal karena ia langsung melaju kan mobil nya tanpa sepatah kata pun.


"Memang benar benar dasar pria tdk punya hati"gerutu Desi sambil berjalan ke arah rmh nya.Desi terus menggerutu kesal sepanjang jalan ke rmh nya.


(Ashley)

__ADS_1


Di dalam mobil nya Hery hanya ada keheningan.


" Ini bukan jalan ke rumah?" tanya Ashley panik.


" Memang bukan" jwb Hery singkat.


" Lalu kau mau bw aku ke mana?cpt bw aku pulang,jika tdk nanti kau akan aku lapor kan ke polisi atas penculikan yg kau laku kan sekarang ini" ucap Ashley panjang lebar mencoba memberani kan diri.


"Diam lah,dan duduk saja dengan baik" ucap Hery tegas dengan wajah datar dan mata tajam nya membuat Ashley takut untuk berbicara lagi,akhir nya Ashley memilih untuk diam saja sepanjang jalan.Hery tersenyum di dalam hati saat melihat Ashley menurut dengan wajah kesal nya.


Setelah menyetir selama 30 menit,akhir nya sampai juga di tempat tujuan,ternyata Hery membawa ashley ke Apartemen nya.


Hery td saat mengendong Ashley,ia tdk sengaja melihat luka yg ada di lutut nya Ashley,walau pun tdk parah tp mengeluar kan sedikit darah karena luka nya seperti sedikit goresan.


Maka nya Hery yg td bermaksud ingin mengantar Ashley pulang pun berubah menjadi membawa nya Apartemen nya,karena ingin mengobati luka nya Ashley dulu baru ia akan mengantar nya pulang.


Kemudian Hery pun keluar dari dalam mobil nya lalu berbelok ke arah pintu mobil yg di tempati oleh Ashley karena ingin membuka nya untuk Ashley,padahal ia tak pernh melaku kan nya untuk orang lain selain untuk keluarga nya sendiri.


Cinta memang bisa merubah seseorang.


" Cepat turun,atau kau ingin aku gendong lagi?" tanya Hery karena Ashley seperti nya tdk mau keluar dari dalam mobil,ia hanya terus melihat sekitar nya dengan bingung dan rasa kagum,karena ia memang baru pertama kali datang ke Apartemen yg mewah seperti ini.


"Tdk,aku bs sendiri" jwb Ashley cepat sambil keluar dari dalam mobil.


" Jangan suka mengambil kesempatan dalam kesempitan" lanjut Ashley lg dengan kesal.


Hery hanya diam saja lalu berbalik badan dan berjalan menuju ke kamar Apartemen nya.


" Ikuti aku" ucap Hery sambil terus melangkah,setelah melihat Ashley sudah keluar dari dalam mobil dan berdiri dengan baik.


Ashley hanya pasrah,lalu mengikuti langkah nya Hery sambil berjalan sedikit pincang tp ia masih belum sadar kalau lutut nya itu sedang terluka.


Setelah melewat lift dan beberapa lantai,akhir nya sampai juga mereka berdua di kamar Apartemen nya Hery,lalu mereka ber dua pun masuk ke dalam.


" Duduk di situ" ucap Hery sambil menunjuk ke sofa yg ada di dalam Apartemen nya.Kemudian ia berlalu dari sana untuk pergi mengambil kotak P3K.


Sedang kan Ashley sibuk melihat lihat isi dalam Apartemen nya Hery.

__ADS_1


" Memang benar benar orang kaya" gumam Ashley sambil terus mengamati setiap sudut ruangan.


__ADS_2