
Jam sudah menunjuk kan pukul 07.30 pagi,terlihat Hery masih betah duduk di balkon dengan di temani oleh setengah gelas wine,ia sudah bangun dari pukul 07.00 tadi.
Hari ini ia agak terlambat bangun karena tadi malam ia tidur agak larut,biasa nya setiap pukul 05.45 ia sudah bangun dan akan duduk di balkon untuk melihat matahari terbit,tapi semenjak ia mengenal Ashley jam bangun nya menjadi tidak menentu.
Tapi walau pun begitu,ia merasa sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Ashley karena wanita nya itu mampu merubah hidup nya yg biasa nya hanya berisi perkerjaan saja,tapi sekarang hidup nya sudah di penuhi oleh warna warni kebahagiaan yg tidak akan bisa di ganti kan oleh siapa pun.
Hery menyesap wine nya dengan pelan sambil menatap langit,ia memang terbiasa meminum wine jika ia sedang memikir kan sesuatu mau hal yg baik atau pun yg buruk tapi ia tidak pernah minum lebih dari setengah gelas.
Keseluruhan tentang Hery,hanya ini lah satu-satu nya yg membuat Ars kadang perlu mengeluar seluruh kemampuan nya untuk bisa menebak apa yg sedang di pikir kan oleh Hery karena mau hal baik atau yg buruk pun Hery tetap akan meminum setengah gelas wine sambil berpikir.
Hingga membuat Ars sulit menebak,tapi untung nya Ars masih bisa di andal kan,ia masih bisa menebak walau pun nilai keseluruhan hanya 95 persen tapi itu sudah termasuk nilai yg tinggi untuk Ars bukan.
"Tuan sudah jam 08.00,apa masih belum mau berangkat?" tanya Ars yg mengingat kan Hery,ia dari tadi sudah berdiri di samping kasur nya Hery tapi karena melihat wajah Hery yg tampak serius sedang memikir kan sesuatu,ia pun memilih tetap bertahan berdiri di samping kasur.
Hari ini Hery memutus kan untuk masuk kerja di sore hari saja karena ada urusan yg harus ia selesai kan terlebih dahulu,jika tidak lamaran ke rumah calon istri nya tidak akan berjalan dengan lancar.
"Ayo" jwb Hery setelah selesai menghela nafas dengan berat tadi,Ars yg berdiri di samping nya pun dapat melihat dengan jelas wajah sendu nya Hery.
Kemudian Hery pun bangkit berdiri lalu berjalan melewati Ars untuk keluar dari Apartemen,ia harus segera pergi ke suatu tempat.
Seperti nya Ars sudah bisa menebak apa yg sedang di pikir kan oleh Tuan nya itu,tapi ia tidak mau mempertanya kan nya,ia hanya langsung mengikuti langkah nya Hery tanpa suara.
__ADS_1
Setelah mereka ber dua sudah berada di dalam mobil,Ars pun segera melaju kan mobil nya ke tempat tujuan mereka.
Setelah 40 menit berlalu,akhir nya Hery dan Ars sampai di mansion Daddy nya,mereka ber dua pun segera keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam dengan sesekali mengangguk pelan untuk membalas sapaan dari para pengawal dan juga pelayan tapi wajah mereka tetap datar.
Terlihat Grandma,Grandpa dan Daddy sedang duduk di ruang tamu,Grandma segera berdiri dan menatap Hery dan Ars yg sedang mendekat ke arah nya karena dari tadi ia sudah tahu kedatangan Hery dan Ars.
Grandpa pun ikut berdiri menyambut kedatangan ke 2 cucu nya itu,tapi tidak dengan Daddy,seperti nya ia sedang menahan kesal nya agar tidak melebar ke mana-mana.
Hery dan Ars yg tahu penyebab apa yg membuat Daddy mereka sampai kesal begitu,mereka ber dua pun hanya mampu menghela nafas dengan pelan tapi mereka tidak menyadari kepekaan dari indra ke enam nya Grandma dan Grandpa.
Setelah mereka selesai berpelukan,Grandma pun segera menanya kan sosok wanita yg sedang ia cari tadi.
"Mana calon cucu menantu ku?Kenapa kau tidak membawa nya ?" tanya Grandma yg pura-pura tidak melihat kekesalan putra satu-satu nya itu,sambil menatap Hery untuk menuntut jawaban.
Sebenar nya ia bisa membawa nya sekarang tapi ia harus segera melaku kan pernikahan nya,maka dari itu ia tidak membawa nya dulu.
"Memang nya apa yg bisa Grandma laku kan untuk mu?"tanya Grandma dengan wajah yg penasaran sambil menatap wajah Hery dengan teliti.
"Aku ingin Grandma melamar kekasih ku malam ini" jwb Hery sambil tersenyum saat melihat wajah berbinar Grandma nya.
"Apa kau serius?" tanya Grandma yg merasa tidak percaya karena yg di tunggu-tunggu selama puluhan tahun akhir nya sebentar lagi akan terwujud.
__ADS_1
Ia sudah membayang kan momen pernikahan cucu nya ini,sejak ia menjaga nya dari bayi.Berita baik ini memang benar-benar membuat nya sangat bahagia di ikuti oleh Grandpa,terlihat dari senyuman di wajah tua nya itu.
Sedang kan Daddy masih dengan wajah kesal nya,walau pun nyata nya ia ikut merasa bahagia juga.
"Baik lah,Grandma akan melamar nya malam ini" ucap Grandma dengan wajah yg tersenyum bahagia,sambil menatap Hery dan Ars secara bergantian.
Sang Grandma sudah sangat penasaran dari kemaren,siapa wanita beruntung yg mampu meleleh kan gunung es milik keluarga nya ini,sekarang rasa nya ia sudah tidak sabar lagi untuk menunggu malam hari tiba.
"Lalu bagaimana dengan mu nak?" tanya Grandma lagi dengan wajah penuh harap sambil menghenti kan tatapan mata nya ke arah Ars.
"Masih dalam proses Grandma,Grandma yg sabar saja jika kami berjodoh,aku pasti akan memberi berita baik untuk Grandma"jwb Ars dengan tersenyum dan nada yg sedikit ragu tapi ia berhasil menyamar kan nya hingga Grandma tidak mengetahui nya.
"Baik lah,Grandma akan menunggu nya,sebenar nya Grandma sedikit kecewa karena Grandma ingin menikah kan kalian ber dua secara bersamaan.Tapi apa lah daya,tidak apa Grandma akan menikah kan cucu yg satu ini duluan" ucap Grandma dengan wajah yg terus berbinar bahagia sambil mengenggam telapak tangan nya Hery untuk menyalur kan rasa bahagia nya.
"Sayang,apa kau juga bahagia setelah mendengar berita ini?" tanya Grandma dengan berpindah tempat ke samping suami nya sambil menatap mata sang suami yg memang sudah terlihat bahagia dari tadi.
"Tentu saja aku bahagia sayang,cucu kita akan segera menikah dan tidak lama lagi kita akan segera mendapat kan cicit,bukan kah itu hadiah yg seharus nya Hery beri kan pada kita karena telah mengganti kan popok bau nya dulu setiap hari"jwb Grandpa yg sengaja ingin bercanda sambil tersenyum ke arah Hery.
"Kau benar sayang,ingat nak setelah ini kalian harus segera memberi kan kami cicit" ucap Grandma dengan senang hati ia menyambut candaan dari suami nya,karena ia pun memang sangat mengingin kan cicit.
"Ternyata kalian ber dua sangat perhitungan "ucap Hery dengan wajah yg memerah campur kesal sambil menatap Grandma dan Grandpa nya secara bergantian.
__ADS_1
Hingga membuat wajah kesal nya Daddy sedikit berkurang dan berganti menjadi tersenyum di ikuti oleh Ars yg juga ikut tersenyum saat mendengar perkataan kesal dari mulut Hery
Sedang kan Grandma dan Grandpa langsung tertawa saat melihat wajah merah dan kesal nya Hery.