Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
145. Agatha yang mengalami kemacetan panjang


__ADS_3

Ntah kenapa,hari ini dirinya sangat sial.Padahal ia sudah bersiap-siap lebih pagi karena ingin berangkat berkerja lebih pagi,sekalian melihat pria pujaannya.Tapi di pertengahan jalan,mobil miliknya malah tidak bisa melaju dengan cepat karena kemacetan yang terus terjadi di sepanjang perjalanannya ke Perusahaan.


Bayangkan saja,dari jam 7 dirinya berangkat tapi sampai saat ini ia baru sampai hingga berhasil membuat wajahnya memberengut kesal di sepanjang perjalanan tadi,bahkan ia sampai memarahi supirnya yang tidak bersalah.


Saat ia sudah sampai,jam pun sudah menunjukkan waktu untuk makan siang.Iapun bergegas mencari Ars karena ingin mengajak Ars untuk makan siang bersama.Ia bahkan berlari agar cepat sampai di ruangannya Ars dan ia berharap kalau Ars masih belum pergi makan siang dan menunggu dirinya.


Dan di sinilah dirinya berada sekarang,di ruangan Presdir setelah ia melihat Ars yang tidak berada di ruangannya.Jadi,ia berpikir mungkin saja Ars ada di ruangannya Presdir.


Setelah sudah selesai mengatur nafas ngos-ngosannya,Agatha segera menolehkan kepalanya untuk melihat,apakah pria yang ia cari dari tadi ada di ruangan ini.


"Ma maafkan kelancanganku ini,Tuan" ucap Agatha dengan nada gugupnya saat melihat Tuan Hery yang sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam,ia tidak tahu kalau Presdir mereka sudah memimpin Perusahaan kembali.


Bahkan Tuan Hery sedang menyendok makanan dan juga sahabatnya yang sedang ingin memakan makanan yang sudah ia sendokkan dengan mulut ternganga tapi sendok yang berisi makanan tersebut berhenti tepat di ujung bibir sahabatnya itu.Jadilah,sahabatnya yang sedang menatap dirinya dengan mulut yang ternganga.


Mungkin karena suara pintu yang ia buka agak keras,hingga membuat gerakan tangan sepasang suami istri tersebut langsung berhenti.


"Aku kira,Tuan Ars berada di sini" lanjut Agatha lagi,sambil menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.Ia mencoba membela diri,walaupun memang fakta adanya.


"Aku benar-benar tidak tahu kalau tuan berada di sini dan sedang makan.Aku benar-benar minta maaf,Tuan" lanjut Agatha lagi,saat melihat Tuan Hery yang tidak berhenti memberinya tatapan tajam.


Sedangkan sahabatnya sibuk melahap makanan siangnya tanpa berniat ingin menolong dirinya,eskpresi wajahnya sudah bercampur aduk.Takut,merasa bersalah,dan kesal bercampur menjadi satu.


Hery menghela nafas dengan pelan,sambil menatap sahabat istrinya yang sudah berani menganggu makan siangnya.Walaupun tadi ia sudah menebaknya,pasti akan terjadi seperti ini.


Sedangkan Ashley tersenyum di dalam hatinya,karena rencana suaminya berhasil membuat sahabatnya itu terlambat ke Perusahaan.Apa lagi saat melihat wajah kesal suaminya,rasanya ia ingin tertawa saat ini juga tapi ia harus menahannya terlebih dahulu.


Ia sengaja membuat Agatha mengalami kemacetan yang agak lama.Ntah mengapa,sekarang ia ingin melampiaskan rasa kesalnya pada Agatha karena tidak berani jujur pada Ars dari hari itu.Bayangkan saja,Agatha hanya berada di dalam mobil saja selama hampir 6 jam,Ashley tersenyum puas di dalam hati saat membayangkan bagaimana lucunya wajah kesal sahabatnya itu.


"Sudah,kau boleh keluar" ucap Hery dengan wajah datarnya sambil mengambil kembali sendok yang ia lepaskan tadi.


"Tuan,sebelum aku keluar,bolehkah aku bertanya?" tanya Agatha.Ia memberanikan diri untuk bertanya,karena ia bingung harus mencari Ars kemana lagi.


Ia juga bertanya sambil melirik sahabatnya dengan wajah herannya bercampur kesal,karena tidak biasanya sahabatnya itu tidak mau membelanya,malah lebih sibuk dengan makanan siangnya,tapi ia segera menepikan rasa herannya dan hanya fokus ingin mencari ars saja.


Agatha tidak tahu kalau sahabatnya itu sedang lapar karena kehamilannya ini membuat sahabatnya terus merasa lapar dan sahabatnya itu juga ingin meluapkan rasa kesalnya kemaren,karena Agatha tidak mau mendengarkan sarannya dan Desi kemaren.


"Hm" jawab Hery dengan singkat,sambil menyendokkan makanan siangnya ke dalam mulutnya.Sedangkan istrinya,terus menyendok makanan siangnya dan mengabaikan dirinya.Walaupun kesal,ia tetap harus memaklumi istrinya itu,mungkin saja karena sedang hamil,jadi suasana hati istrinya selalu berubah-ubah.

__ADS_1


"Bolehkah aku tahu,di mana Tuan Ars berada saat ini, Tuan?" tanya Agatha,saat melihat eskpresi wajah Tuan Hery yang tidak keberatan dengan pertanyaannya Tadi.


"Ars sedang makan siang di restoran ******" jawab Hery tanpa menatap ke arah Agatha.


"Baiklah,terima kasih Tuan" ucap Agatha sambil berbalik badan,dengan wajah kecewanya bercampur pasrah.Tadi ia mengira,kalau Ars akan menunggunya untuk makan siang seperti sebelum-sebelumnya,tapi hari ini Ars tidak menunggunya.


"Apa kamu tidak ingin tahu? Kenapa Ars makan siang di sana? " tanya Ashley sambil berdiri dari duduknya.


Sedangkan Hery,hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan dan wajah yang pasrah,saat melihat istrinya yang sudah mulai melakukan bagian dari rencananya dan ia juga melihat makanan siang istrinya sudah habis terlebih dahulu dari pada dirinya.


Inilah salah satu kebiasaan baru istrinya,sejak di nyatakan hamil.Istrinya jadi suka makan tapi sayangnya setelah selesai makan,di keluarkan lagi.Dan 2,3 hari ini,mual dan pusingnya sudah lumayan membaik.Jadi,ia berharap kalau istrinya tidak akan mengeluarkan isi dalam perutnya lagi.


"Memangnya kenapa? Bukankah,hanya makan siang biasa saja..." tanya Agatha dengan wajah yang kecewa berubah menjadi penasaran,sambil kembali berbalik badan ke arah Ashley.


'Dasar sahabat tidak tahu malu,sudah kenyang baru mau menyapaku.Itupun menyapa dengan cara seperti ini dan makannya juga cepat.Padahal biasanya,saat makan Ashley selalu yang terakhir dari aku dan Desi' pikir Agatha dengan hati yang kesal,sambil menatap Ashley yang sedang berjalan ke arahnya dan melirik sekilas piring makannya Ashley yang sudah kosong.


"Apakah kau benar-benar tidak tahu,kalau Ars hari ini akan bertunangan di Restoran ******?"jawab Ashley dengan nada santainya tapi wajahnya terlihat serius,setelah ia sudah berdiri di hadapannya Agatha.


"Apa? Apa Kau sedang bercanda?" tanya Agatha dengan wajah kagetnya,sambil memegang kedua bahunya Ashley.


"Aku tidak sedang bercanda,aku baru mendengarnya secara langsung dari Ars tadi pagi.Kalau kau tidak percaya padaku,kau boleh bertanya pada suamiku saja..." jawab Ashley dengan wajah yang lebih serius dan nada yang sedikit kesal karena Agatha yang tidak percaya padanya.


"Bagaimana bisa,Ars ingin bertunangan sementara dia belum memberiku jawaban dari perjodohan yang sudah Ayah aku tawarkan itu?" tanya Agatha dengan wajah yang kecewa,pasrah dan sedih bercampur menjadi satu,ia juga menundukkan kepalanya dengan lemah.


"Kenapa kau tidak segera mencegahnya,sebelum Ars sempat bertunangan..." ucap Ashley dengan hati yang kesal karena sahabatnya ini malah berdiri dengan wajah yang pasrah.


Sedangkan Agatha hanya diam saja dan sambil memikirkan perkataannya Ashley,ia memang tidak akan menyerah begitu saja tapi bagaimana caranya ia membatalkan pertunangannya Ars.


"Ars baru saja berangkat.Kalau kau tidak ingin mengejarnya dan hanya ingin berdiri di sini saja,sebentar lagi kau pasti akan menyesal untuk sisa hidupmu" lanjut Ashley lagi,dengan nada mengeram kesal karena Agatha yang hanya diam saja.


Ashley segera memijat pangkal hidungnya dengan wajah yang kesal sambil memejamkan keduanya, saat melihat sahabatnya berlari keluar dengan wajah khawatir dan menghilang dari hadapannya begitu saja.


Wajah kesalnya langsung tersenyum saat ia merasakan sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang,ntah sejak kapan suaminya sudah berada di belakangnya.Padahal seingatnya tadi,suaminya masih sedang makan.


"Sudah,jangan memikirkan mereka lagi.Setelah ini,pasti akan berjalan dengan lancar dan mereka akan bersama seperti yang kamu harapkan" ucap Hery sambil meletakkan dagunya di atas bahunya Ashley dengan wajah datarnya.


Sebenarnya ia juga tidak memerlukan bantuan dari Ashley untuk rencana mudah ini,hanya saja ia malas berbicara banyak dengan wanita lain selain dengan istrinya.Jadi,ia pun meminta bantuan pada istrinya,sekalian membuat istrinya terhibur karena berhasil mengerjai sahabatnya.

__ADS_1


Tapi,saat melihat istrinya malah menjadi kesal.Ia jadi merasa menyesal dan juga lucu bersamaan karena melihat wajah kesal istrinya.Ia juga merasa khawatir kalau istrinya akan menjadi stres karena memikirkan 2 sahabatnya itu.


"Iya.Aku juga yakin kalau rencana kecil kita ini, pasti akan berhasil membuat mereka bersama. Cup..." ucap Ashley dengan wajah yang penuh keyakinan dan tersenyum senang,lalu ia segera mengecup pipi suaminya yang sudah berada di samping wajahnya.


Wajah datarnya Hery langsung tersenyum lega saat Ashley mengecup pipinya dan melihat wajah tersenyum istrinya,ia segera membalas kecupannya Ashley beberapa kali di pipinya Ashley.


"Lalu,bagaimana dengan Desi,Honey?" tanya Ashley setelah Hery selesai mengecup pipinya,ia baru teringat sama sahabatnya yang satu lagi.


"Kalau yang itu,kamu tenang saja,Honey.Aku akan segera membuat mereka bersama.Tapi masih butuh beberapa minggu lagi,karena aku harus menunggu kedua orang tuanya Jonathan terlebih dahulu.Aku sudah menelepon mereka dan sekitar 1 bulan lagi,baru mereka bisa datang.Tapi,aku akan membantu mereka agar bisa lebih cepat datang,kalau nanti ada terjadi keadaan mendesak" jawab Hery dengan panjang lebar,ia sengaja berbicara panjang lebar agar istrinya tidak mengkhawatirkan tentang Desi dan Jo lagi.


"Cup...Suamiku memang yang terbaik" puji Ashley dengan wajah yang tersenyum tulus, setelah selesai mengecup bibir suaminya.


"Tentu saja,aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk istri cantikku ini" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum bahagia,sambil ******* bibir merona istrinya dengan lembut selama beberapa saat.


"Sekarang,kamu duduk di sana terlebih dahulu.Aku akan segera menyelesaikan perkerjaanku dulu,setelah itu baru kita akan pulang" ucap Hery dengan wajah yang terus tersenyum bahagia,setelah ia sudah melepaskan l*m*t*n bibirnya pada bibirnya Ashley.Lalu,ia segera menuntun Ashley ke arah sofa.


"Baiklah,aku akan menunggu suami tampanku ini dengan sabar" ucap Ashley dengan wajah yang terus tersenyum bahagia seperti Hery,apa lagi saat ia mendengar perkataan suaminya yang sebelum suaminya ******* bibirnya tadi.Ia berbicara sambil mengikuti langkah kakinya Hery.


Kemudian Herypun langsung berjalan ke arah meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya,lalu Hery segera melanjutkan perkerjaannya yang sempat tertunda tadi dengan wajah seriusnya,sambil melirik istrinya yang sedang sibuk bermain game.


(Di Restoran ******).


Agatha yang keluar dari Perusahaannya Hery tadi,dengan cara berlari,mampu membuat sang supir kaget juga kalang kabut karena Nona mudanya yang tiba-tiba menyuruh untuk mengantarnya ke Restoran ******.Padahal dirinya sedang duduk santai sambil minum kopi,akhirnya dia terpaksa menghentikan acara santai-menyantainya dan bergegas mengambil mobil yang sudah di parkir tadi.


Di perjalanan,terlihat Agatha yang sedang duduk dengan tidak tenang.Ntah sudah berapa puluh kali Agatha berganti posisi,hingga membuat sang supir jadi bingung tapi sang supir hanya mampu berdiam diri saja karena takut salah bicara.


Di sinilah,Agatha berada sekarang.Di Restoran ****** , di mana pria yang sedang di carinya itu berada.


"Paman pulang saja ya,jangan tunggu aku lagi" ucap Agatha sambil membuka pintu mobil.


"Tapi Nona muda,bagaimana caranya Nona muda pulang nanti?" tanya sang supir dengan wajah kaget bercampur khawatir karena Nona mudanya menyuruhnya pulang terlebih dahulu,apa lagi ini baru pertama kali Nona mudanya begitu.


"Bagaimana kalau Tuan dan Nyonya menanyakan Nona muda nanti?" tanya sang supir lagi sambil terus menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap Nona mudanya yang tidak jadi membuka pintu mobil dan terlihat sedang berpikir.


"Paman tenang saja,aku akan baik-baik saja.Aku akan menelepon paman,kalau aku tidak mendapatkan tumpangan.Dan kalau Ayah dan Ibu bertanya,paman tinggal bilang saja,kalau aku sedang bersama Tuan ars" jawab agatha dengan satu tarikan nafas,karena ia ingin segera mencari keberadaannya Ars.Jangan sampai dirinya terlambat, seperti katanya Ashley tadi,bisa-bisa ia akan menangis dan tidak mau berhenti nanti.


"Ingat kataku paman.Paman harus pulang,jangan menungguku lagi" lanjut agatha lagi dan langsung melangkah keluar dari dalam mobil dengan cepat tanpa menatap sang supir lagi.

__ADS_1


Sedangkan sang supir hanya mampu terdiam dengan wajah pasrahnya bercampur khawatir,sang supir segera melajukan mobil ke arah pulang,mau tidak mau,iapun harus menuruti apa kata Nona mudanya dengan eskpresi wajah yang gelisah karena khawatir akan terjadi apa-apa sama Nona mudanya.


__ADS_2