
Tapi kenapa hari ini,Agatha yang memberitahu jadwal sore nya.Kemana Sekretaris pria itu,kening Ars berkerut semakin dalam saja, hingga membuat kedua alis tebal nya hampir menyatu dengan sempurna.
"Nanti sore,aku akan menemani Tuan untuk pertemuan itu" jawab Agatha sambil terus menunduk karena takut wajah gugup nya ketahuan oleh Ars,maka nya ia tidak berani bertatapan dengan mata Ars.
Sekarang Ars bukan hanya mengerut kan kening nya saja,tapi ia juga melonggar kan dasi nya yang tiba-tiba membuat leher nya seperti merasa sesak.
"Bukan kah itu,bukan tugas mu?" tanya Ars dengan wajah penasaran nya sambil terus menatap wajah tertunduk nya Agatha,kenapa bisa sampai Agatha yang harus menemani nya.
"Aku di utus kan oleh Tuan Hery,untuk menemani Tuan" ucap Agatha dengan wajah yang pura-pura tidak tahu apa-apa sambil berusaha menormal kan rasa gugup nya.
"Tidak per...." ucapan Ars terhenti oleh suara nada pesan di HP nya yang berada di atas meja nya.
Ia pun segera mengambil HP milik nya terlebih dahulu,mata nya langsung membulat dengan sempurna saat melihat isi pesan tersebut.
Ia kembali membaca nya berulang-ulang,karena rasa tidak percaya nya sambil berdiri dari duduk nya dengan gerakan cepat hingga membuat Agatha semakin takut saja.
Dari Tuan berwajah dingin.(nama kontak yang sudah tercantum dari dulu di kontak HP nya, karena wajah Hery yang terus terlihat dingin.Sewaktu Hery yang menjadi kejam dulu, beda dari yang sekarang).
" Dalam seminggu ini,Agatha yang akan menemani kau untuk urusan Perusahaan.Aku harus menemani Ashley yang masih sedang mual dan pusing,lalu sekretaris pria itu pamit pulang tadi pagi karena ada salah satu keluarga nya yang sedang sakit" (Tuan berwajah dingin).
Dengan wajah kesal nya,Ars menatap layar Hp nya dan menatap Agatha yang masih duduk dengan menunduk kan kepala nya,lalu ia kembali menatap layar HP nya sambil mengusap wajah nya dengan pelan.
Dari kemaren dirinya sudah di buat kesal oleh Tuan nya,kemaren Tuan nya memasuk kan Agatha ke dalam Perusahaan nya dengan alasan manggang tanpa meminta pendapat dari nya,sekarang apa lagi yang sedang di rencana kan oleh Tuan nya.
Padahal Agatha memiliki Perusahaan sendiri,kenapa juga harus repot-repot manggang di Perusahaan Tuan nya,ia jadi tidak habis pikir dengan jalan pikiran nya Hery dan Agatha.
"Baik lah,sekarang kau keluar lah dulu" pinta Ars dengan suara pelan dan wajah datar nya kembali sambil menduduk kan dirinya ke kursi milik nya dengan sedikit kasar.
"Tapi Tuan,apa kita tidak pergi makan siang terlebih dahulu" ajak Agatha dengan tersenyum gugup sambil menatap wajah Ars yang langsung menatap nya dengan kening yang kembali mengerut.
"Soal nya sudah waktu nya,jam makan siang Tuan" lanjut Agatha lagi,saat melihat Ars yang hanya diam saja.
"Jika ingin makan,kau saja dulu.Aku masih belum ingin makan" jawab Ars sambil mengalih kan tatapan nya dari wajah Agatha ke jam yang ada di pergelangan tangan nya.
Pantasan saja Agatha sibuk mengajak nya untuk makan siang,ternyata sudah jam 12 siang lewat 10 menit.
Tapi ia memang belum akan makan sebelum ia menyelesai kan perkerjaan nya dulu,biasa nya ia selalu menyelesai kan perkerjaan nya terlebih dahulu baru pergi makan,kadang-kadang hanya menyisa kan perkerjaan nya sedikit kalau-kalau ia tidak sempat menyelesai kan nya.
Tapi hari ini perkerjaan nya tersisa banyak karena terus di tatap oleh Agatha,hingga membuat nya tidak bisa fokus.
Apa lagi,lagi-lagi ia di buat kesal oleh Tuan nya,hingga membuat ***** makan nya jadi berkurang saat ini.
Ars menghela nafas dengan pelan saat melihat Agatha yang kembali duduk di sofa, bukan malah menuruti kata nya,agar pergi makan siang terlebih dahulu.Seperti nya Agatha lebih memilih,menunggu dirinya untuk makan siang bersama.
Ia pun kembali melanjut kan perkerjaan nya yang masih tersisa banyak itu,ia sedang berusaha menganggap Agatha tidak sedang berada di dalam ruangan nya.
30 menit berlalu dengan lambat untuk Agatha yang hanya duduk saja tanpa melaku kan apa-apa,tapi tidak dengan Ars yang mengerja kan perkerjaan nya jadi ia tidak merasa kan lambat,malah ia merasa kan terlalu cepat karena nyata nya perkerjaan nya masih tersisa beberapa lagi.
__ADS_1
'Apakah ia lama lagi? Aku sudah sangat lapar.Tidak apa ,aku tunggu sebentar lagi,mana tahu sebentar lagi sudah selesai' pikir Agatha sambil mengelus-elus perut nya dengan pelan.
Ars yang terlalu fokus dengan perkerjaan nya,hingga tidak menyadari gerakan tangan nya Agatha dan reaksi wajah nya Agatha yang sedang menahan lapar.
Jam sudah menunjuk kan pukul 12 siang lewat 50 menit,Ars masih fokus dengan berkas-berkas yang sedang ia periksa.Tapi suara yang beruntun terdengar sampai ke telinga nya,hingga membuat nya menghenti kan aktivitas nya...
"Kriuuk kriuuk kriuuk " terdengar suara perut yang sedang kelaparan dari perut nya Agatha.
Ars mengangkat kepala nya yang sedang tertunduk tadi karena sibuk memeriksa berkas-berkas,ia segera menoleh ke asal suara tersebut.Terlihat wajah tertunduk Agatha yang sedang memerah karena malu,dengan kedua tangan nya yang sedang memegang perut lapar nya.
Ars menghela nafas dengan berat,padahal ia sedang berusaha menghindari Agatha agar dirinya tidak terlalu berharap banyak atau menuntut banyak pada Agatha yang telah terang-terangan menolak nya.
Tapi sekarang,kenapa Agatha malah sibuk mendekati nya,bahkan menunggu nya hingga kelaparan.Apa ada maksud tertentu di tingkah aneh nya ini,sudah lah Ars tidak mau terlalu memikir kan nya lagi,lagi pula hubungan mereka lebih dulu hancur sebelum mereka memulai nya.
"Ayo " ajak Ars dengan wajah datar nya dan langsung berdiri dari duduk nya,meninggal kan berkas nya yang masih tersisa 2 berkas tadi.
Lalu ia segera berjalan keluar dari ruangan nya tanpa menunggu Agatha lagi,Agatha yang mendengar Ars mengajak nya pun segera mengikuti Ars tanpa banyak kata lagi.
Di dalam perjalanan yang hanya butuh 10 menit itu,tidak ada yang bersuara.Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Setelah sampai di sebuah Cafe yang berdekatan dengan Perusahaan,Ars dan Agatha segera turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam Cafe.
Di perjalanan menuju ke dalam Cafe,ada sedikit genangan air di tepi jalan yang akan mereka langkahi.
Tapi Agatha tidak terlalu fokus pada jalan karena terlalu fokus menatap wajah datar nya Ars.Agatha pun langsung terhuyung ke belakang saat memijak genangan air tersebut.
Tunggu dulu,kenapa tidak sakit sama sekali,padahal ia sedang terjatuh barusan.
Ia pun segera membuka kedua mata nya dengan pelan,terlihat wajah nya Ars yang berada tepat di depan wajah nya.
"Nona,kamu mungkin tidak lelah tapi tangan ku sudah mulai lelah" ucap Ars saat melihat Agatha hanya terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka sambil terus menatap wajah nya.
"Maaf maaf" ucap Agatha,ia segera melepas kan cengkraman tangan nya dari kedua belah kerah nya Ars dan berdiri dari tubuh nya yang hampir terjatuh tadi,untung saja Ars segera menyambut nya hingga membuat tubuh nya terjatuh di dalam pelukan nya Ars.
Ars pun segera berdiri dari bungkuk nya saat Agatha sudah bangun dari pelukan tangan nya.
"Lain kali hati-hati, Nona" ucap Ars, dengan wajah datar nya,lalu ia segera melanjut kan kembali langkah nya ke dalam Cafe setelah selesai bicara, sambil merapi kan kerah baju nya yang menjadi berantakan karena ulah Agatha.
'Ini semua gara-gara kamu?' batin Agatha dengan wajah kesal nya bercampur malu,lalu ia segera mengejar langkah lebar nya Ars dengan sedikit berlari.
Setelah selesai memesan,mereka berdua hanya diam dan menatap layar yang ada di HP mereka.Lebih tepat nya,hanya Agatha saja yang menatap saja sedang kan Ars mengecek sebagian email-email dari Paris yang di kirim kan kepada dirinya.
Selama makan,tidak ada yang bersuara sama sekali.Beberapa saat kemudian,mereka pun selesai makan dan langsung segera kembali ke kantor lagi,karena sebentar lagi ia akan ada pertemuan dengan pemilik Perusahaan lain.
---
Jam sudah menunjuk kan pukul 3 sore,Ars dan Agatha sudah berada di dalam restoran yang sudah di janji kan oleh mereka.
__ADS_1
Ars dan Agatha segera mendekat ke arah meja makan yang pemilik nya sedang melambai tangan nya ke arah mereka berdua,yang menanda kan kalau mereka lah yang akan melaku kan pertemuan dengan dirinya dan juga Agatha.
Setelah selesai membicara kan banyak hal yang bersangkutan dengan Perusahaan,mereka pun mengobrol sedikit.
"Siapa Nona cantik yang kau bawa ini,Tuan?" tanya Tuan Rudy dengan wajah penasaran nya sambil menatap Agatha dari atas sampai ke bawah dengan wajah yang tersenyum.
Dari awal mereka bertemu tadi,ia sudah memperhati kan wanita cantik yang membuat nya penasaran dan juga tergoda karena melihat tubuh seksi wanita cantik ini,ia pun segera bertanya.
"Dia Sekretaris ku,Tuan " jawab Ars yang berusaha menahan rasa kesal nya,karena pria itu dari tadi terus menatap Agatha dengan mata lapar nya.
Ars bukan tidak tahu,kalau pria yang ada di depan nya ini adalah pria mata keranjang,padahal umur nya seumur dengan Daddy.
"Oh,salam kenal Nona cantik.Nama ku Rudy" ucap Tuan Rudy dengan wajah tersenyum nakal sambil mengulur kan sebelah tangan nya agar bisa berjabatan dengan Nona yang terlihat sangat cantik dan juga seksi di mata nya.
"Maaf Tuan,nona ini sudah menikah.Jadi aku harap ,Tuan tidak akan menganggu nona ini.Apa Tuan mengerti?" tanya Ars ,ia segera menjabat tangan Tuan Rudy sebelum Agatha berhasil menjabat nya.
Agatha yang sedang menjulur kan sebelah tangan nya barusan,ia segera menarik nya kembali dengan wajah kaget nya karena gerakan tangan Ars yang tiba-tiba.
"Maaf maaf Tuan,aku baru mengetahui nya.Aku kira nona ini masih sendiri.Maaf,lain kali aku tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Tuan Rudy dengan wajah takut nya saat mendapat kan tatapan tajam dari Ars.Nasib perusahaan nya tergantung sama Perusahaan nya Hery,ia tidak mau gegabah dan menghancur kan Perusahaan nya karena ulah nya sendiri.
"Kalau begitu,karena sudah tidak yang harus di bicara kan lagi,kami pamit pulang dulu Tuan" ucap Ars dengan nada santai tapi terdengar tegas,wajah nya tetap datar tapi mata nya terus menatap tajam ke arah pria mata keranjang yang ada di depan nya itu.
"Baik Tuan,terima kasih karena sudah mau berkerja sama dengan Perusahaan kami" ucap Tuan Rudy dengan wajah yang tersenyum takut dan sedikit menunduk kan kepala nya ke arah Ars.
"Hm" jawab Ars dengan wajah datar nya.Setelah selesai menjawab,ia langsung berbalik badan dan berjalan keluar restoran dan di ikuti oleh Agatha dari belakang nya dengan sedikit berlari karena Ars yang melangkah lebar tanpa menunggu nya lagi.
Agatha mengejar Ars sambil tersenyum senang karena ia berpikir mungkin saja Ars sedang cemburu,apa kah itu bearti Ars masih mencintai dirinya.
Setelah mereka berada di dalam mobil,Ars pun segera melaju kan mobil menuju rumah nya Agatha.
Karena pertemuan tadi menghabis kan waktu yang cukup lama,jadi sekarang sudah jam 4 sore lewat 45 menit,sudah hampir jam pulang kerja.Ars pun langsung mengantar Agatha pulang karena tanggung juga,jika ia ingin membawa Agatha ke kantor.
Setelah beberapa puluh menit berlalu,Ars segera berhenti tepat di depan rumah nya Agatha.Terlihat ada seorang pria yang berdiri di teras rumah nya Agatha seperti sedang menunggu Agatha mungkin,Ars hanya menatap nya sebentar lalu kembali menatap ke depan sambil menunggu Agatha membuka Seatbelt.
"Lain kali kalau ingin memakai pakaian ,pakai lah celana jeans panjang atau dress yang panjang di bawah lutut" ucap Ars yang sedang memperingati Agatha tanpa menoleh ke arah Agatha yang sudah selesai membuka seatbelt nya dan bersiap-siap membuka pintu mobil.
"Jangan menganggap lebih,aku hanya menyelamat kan mu dari pria mata keranjang yang tadi saja"lanjut Ars lagi,wajah nya masih saja terlihat datar tanpa senyuman sedikit pun.
"Baik lah,terima kasih" jawab Agatha dengan nada kecewa nya,hilang sudah senyuman nya barusan karena mendengar perhatian dari Ars.Ia pikir Ars benar-benar cemburu dan mencintai nya tapi ternyata hanya sebagai rasa perikemanusiaan saja.
"Hm" jawab Ars dengan singkat,mata nya terus fokus ke depan sambil melirik pria yang dari tadi sedang berdiri di teras depan rumah nya Agatha.
Agatha pun segera keluar dari dalam mobil milik nya Ars setelah mendengar jawaban dari Ars,ia masih berdiri di tepi jalan sambil menatap mobil nya Ars yang sudah menghilang dari pandangan nya dengan tatapan kecewa nya.
Kemudian ia menghela nafas dengan berat,seperti nya ia memang harus berusaha lebih keras lagi agar Ars mau menerima nya kembali.Lalu ia berbalik badan dan berjalan masuk melewati pagar rumah nya.
Wajah nya langsung mendengus kesal,saat melihat wajah pria yang tidak tahu malu itu sedang berdiri di teras depan rumah nya,sudah tidak tahu malu,playboy lagi.Tapi ia harus bagaimana,ia masih belum berani untuk membantah Ayah nya.
__ADS_1