Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
97. Rumah sakit


__ADS_3


"Seperti nya,sekarang kau semakin handal saja" ucap Ars dengan wajah datar nya,mata nya tidak beralih dari tempat nya.


"Benar kah?" tanya Mark dengan nada santai nya,wajah khawatir nya tadi pun sudah berangsur-angsur menghilang.Ia bertanya sambil mengikuti arah pandang nya Ars,mata nya yg santai tadi langsung berubah menjadi menelisik.


"Iya,mungkin tidak lama lagi kau pasti akan bisa menandingi dia" jwb Ars dengan nada serius nya sambil menunjuk seorang pria yg ada di ujung jalan itu melalui tatapan mata nya.


Mark langsung mendengus kesal saat mengerti apa yg di kata kan oleh Ars,mata nya pun tidak beralih dari tempat nya,sama seperti Ars.Kenapa perkataan sahabat nya ini,seperti sedang mengejek nya saja,seperti yg lalu-lalu.


"Hmm,,,,sedikit sulit.Tapi aku tidak akan menyerah,lihat saja nanti" ucap Mark sambil tersenyum yakin,ia sendiri pun memang mengakui kemahiran pria yg berada di ujung jalan itu.Untuk saat ini ia memang masih belum mampu melewati pria tersebut tapi mungkin nanti ia akan bisa melewati nya.


"Aku akan selalu menanti hari itu tiba" ucap Ars sambil tersenyum dan senyum nya pun langsung menular ke Mark.


Sedang kan seorang pria yg berada di ujung jalan itu,hanya berdiri sambil menyandar kan sebagian tubuh nya di kap mobil milik nya dengan kedua tangan yg berada di dalam saku celana nya.Eskpresi wajah nya hanya datar saja,sambil menatap lurus ke arah tempat Ars dan Mark berada.


Wajah tampan nya yg terkena sedikit cahaya matahari dari samping,terlihat bersinar tapi malah menambah kan kadar ketampanan nya walau pun diri nya sudah berumur 35 tahun,tahun ini.


Yah pria itu adalah Willy yg di panggil oleh Daddy kemaren,ia sudah sampai 3 hari yg lalu.Dari Saat sang supir keluar dari dalam mobil nya tadi,ia sudah bersandar di kap mobil milik nya dan mengamati dari jauh adegan demi adegan yg ada di jangkauan mata nya itu.


Awal nya ia ingin turun tangan tapi ternyata pria yg selalu ia remeh kan itu,bisa mengatasi nya dengan baik,jadi ia tidak perlu mengeluar kan tenaga nya lagi dan ia pun hanya mengamati saja sampai selesai.


Kemudian ia mengambil kacamata hitam yg ia gantung kan di depan leher nya tadi,karena ia memakai kaos oblong yg berbalut jaket kulit, jadi tidak sulit untuk ia gantung kan di sana.


Ia segera memakai kacamata tersebut setelah usai mengambil nya,kemudian ia tersenyum tipis yg tidak bisa di lihat oleh Ars dan juga Mark karena terhalang cahaya matahari dan juga jarak yg sedikit jauh,lalu ia berbalik badan,melangkah untuk masuk ke dalam mobil miliknya dan pergi begitu saja.


Kembali ke Ars dan Mark.


"Lihat saja dia,angkuh sekali" ucap Mark dengan nada kesal nya kembali sambil terus menatap mobil yg mulai menjauh dari pandangan nya.


"Kau seperti baru tahu saja,pria itu kan memang selalu angkuh" ucap Ars dengan wajah yg tersenyum sambil menatap mobil yg sudah hampir menghilang dari pandangan nya itu,sedang kan Mark hanya mengangguk,mengiya kan perkataan nya Ars.

__ADS_1


"Tapi kenapa dia di sini?" tanya Ars dengan eskpresi heran di wajah nya sambil menoleh ke arah wajah Mark saat mobil pria itu sudah menghilang dari pandangan mereka.


"Coba saja kau tebak" jwb Mark sambil menoleh ke arah Ars lalu ia membalas tatapan heran nya Ars dengan senyuman nya.


Kemudian mereka berdua pun langsung tertawa kecil saat Ars sudah bisa menebak siapa pelaku nya,Daddy mereka memang selalu gerak cepat kalau tentang keselamatan orang-orang yg ia sayangi.


Lalu mereka berdua melanjut kan pembicaraan tentang kejadian dan para penjahat tadi,setelah itu mereka berdua pun segera pergi dari sana dengan beda mobil tapi satu tujuan yaitu rumah sakit,Ars yg ingin pergi melihat keadaan Nona muda nya sedang kan Mark ingin pergi melihat keadaan anak buah nya tadi.


 


Di Hospital Medical Centre milik keluarga nya Kusuma.


Ashley sudah berbaring di atas ranjang pasien dengan mata yg masih terpejam,sedang kan Hery masih setia duduk di samping istri nya sambil terus memegang tangan istri nya,wajah nya terlihat sangat khawatir.


Tadi setelah ia sampai,ia segera berteriak memanggil Dokter,untung saja Dokter Ryan hari ini ada jadwal masuk nya,Dokter Ryan pun langsung berlari keluar dari ruangan nya saat mendengar keributan yg terjadi di luar ruangan nya.


Dokter Ryan pun segera mengikuti Hery dari belakang dengan wajah khawatir nya saat ia melihat istri sahabat nya sedang dalam keadaan pingsan di dalam gendongan nya Hery.


Ryan hanya menghela nafas pelan saja saat melihat sikap berlebihan dari sahabat nya itu,lalu ia segera memeriksa.


"Istri mu baik-baik saja,ia hanya mengalami sedikit syok saja.Mungkin sebentar lagi akan sadar" ucap Ryan setelah ia selesai memeriksa,walau pun ia merasa sedikit janggal saat memeriksa tadi tapi ia juga ragu dengan apa yg ia duga saat ini,jadi ia pun menepis kan nya untuk sementara waktu.


"Syukur lah,sekarang kau boleh pergi" usir Hery secara terang-terangan,hingga membuat Ryan mendengus kesal tapi ia tetap berjalan keluar dengan wajah kesal nya.


Hery tersenyum lega dan terus mengelus-elus pelan punggung tangan istri nya tanpa memperduli kan wajah kesal milik sahabat nya itu,benar saja kata Ryan,beberapa saat kemudian terdengar suara lenguhan dari mulut nya Ashley.


"Kamu sudah bangun?"tanya Hery dengan nada senang sambil terus tersenyum lega dan bangkit dari duduk nya,kemudian sedikit mencondong kan wajah nya lalu mencium dahi dan bibir nya Ashley beberapa kali,ia bersyukur tidak terjadi apa-apa sama istri nya,untung saja Mark bisa selalu di andal kan.


"Aku di mana Honey?" tanya Ashley balik dengan suara lemah nya sambil memegang kepala nya tanpa menjawab pertanyaan dari suami nya,tubuh nya masih terasa sangat lemah dan kepala nya juga masih sedikit pusing.


"Di rumah sakit Honey,kamu harus beristirahat.Tunggu aku ambil kan minum..." jwb Hery sambil menahan tubuh Ashley yg sedang mencoba untuk bangun,lalu ia segera berjalan untuk mengambil minum buat istri nya.

__ADS_1


"Ini,ayo minum sedikit" ucap Hery setelah berada di hadapan Ashley dengan menyodor kan segelas air minum yg sudah berada di tangan nya ke arah Ashley sambil tersenyum menatap wajah pucat istri nya.


"Maaf " ucap Ashley dengan wajah sedih nya setelah selesai meminum air yg di beri kan oleh suami nya barusan,ia baru saja mengingat kembali kejadian yg ia alami tadi.


"Buat apa kamu minta maaf hm?" tanya Hery dengan suara pelan sambil menyingkir kan rambut yg menutup sebelah pipi istri nya.


"Karena aku tidak mau mendengar kata-kata mu,Honey.Coba saja......" ucapan Ashley terhenti saat Hery menutup mulut nya dengan jari telunjuk milik suaminya itu.


"Sudah,kamu tidak salah.Jangan memikir kan itu lagi,yg terpenting sekarang kamu baik-baik saja" ucap Hery sambil menyeka air mata Ashley yg mulai mengalir,lagi-lagi istri nya membuat diri nya heran,kenapa istri nya 2,3 hari ini menjadi cengeng.


"Makan dulu,lalu beristirahat sebentar ya..." ucap Hery sambil mengambil makanan yg sudah ia sedia kan di atas meja samping ranjang pasien nya Ashley.


Ashley yg melihat tatapan tajam suami nya pun langsung menuruti perkataan Hery,Hery pun ikut memakan bagian nya sambil tersenyum karena melihat istri nya yg penurut.


Setelah selesai makan,Ashley kembali mencoba bersuara karena masih merasa bersalah.


"Tapi Honey,itu semua terjadi,karena......." lagi-lagi ucapan Ashley harus terhenti lagi karena jari telunjuk milik suami nya.


"Tidak ada tapi-tapian,sekarang kamu istirahat ya" ucap Hery,masih dengan nada pelan sambil naik ke ranjang pasien dan memeluk istri nya dengan pelan,lalu ia membelai kepala nya Ashley agar istri nya mau tidur.


Ashley pun menurut,saat melihat nada bicara suami nya yg tidak mau di bantah.Ia pun menelusup kan wajah lebih dalam ke dada bidang suami nya.


Ternyata sangat nyaman,sama seperti biasa nya,perlahan-lahan mata nya pun terasa berat,akhir nya ia pun tertidur didalam pelukan suami nya.


Hery tersenyum saat mendengar suara dengkuran halus dari istri nya,yang menanda kan kalau istri nya itu sudah terlelap.


Tubuh nya kembali memanas karena menahan amarah saat mengingat kejadian yg di alami oleh istri nya tadi,ia akan segera mengurus para pelaku itu setelah mengantar istri nya pulang nanti sore.


Jika dugaan nya benar,ia pasti tidak akan melepas kan orang itu walau pun ia lahir dari rahim orang itu sekali pun.


Kemudian ia pun mengikuti istri nya terbang ke alam mimpi saat mata nya mulai terasa berat,setelah selesai mengontrol rasa emosi nya.

__ADS_1


__ADS_2