Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
82. Ars yg terkapar tidak berdaya


__ADS_3

Sudah 2 minggu Ars berkerja lembur karena kena hukuman dari Hery dan hari senin ini ia kembali berkerja lagi,semalam hari minggu jadi ia juga lembur,hanya saja hari minggu ia berkerja tidak terlalu malam.


Karena hari patah hati nya adalah hari sabtu,bearti sudah 3 hari ia mencoba untuk terlihat baik-baik saja,padahal kemaren ia sampai mengabai kan perkerjaan lembur nya,hanya demi untuk mengatur persiapan agar bisa melamar Agatha tapi ternyata semuanya hanya sia-sia.


Jam sudah menunjuk kan pukul 2 sore,Ars masih saja sibuk di ruang kerja nya,tiba-tiba saja ada yg menerobos masuk ke dalam ruangan nya.


Hingga membuat Ars tersentak kaget karena terlalu serius berkerja ,ia menoleh sebentar untuk melihat siapa pelaku nya lalu ia kembali berkerja dengan wajah kesal nya,setelah tahu siapa pelaku nya.


"Apa kau tidak bosan terus datang ke sini?" tanya Ars dengan nada kesal nya,sambil menatap Jonathan yg sudah duduk di sofa milik nya dengan sebotol wine di atas meja yg di bawa oleh Jonathan sendiri beberapa hari lalu dan sengaja di simpan di bawah meja nya Jo sendiri agar ia bisa minum setiap kali datang ke sini.


Semenjak pernikahan Hery dan Ashley kemaren selesai,Jonathan terus menganggu Ars agar bisa bertemu dengan Hery karena ia sudah mau pulang ke Paris beberapa hari lagi.


Tapi ia menjadi kesal saat tidak bisa bertemu dengan Hery,maka nya ia jadi membawa sebotol wine dan ia sengaja terus mencari Ars agar bisa meluap kan rasa kesal nya kepada Ars yg tidak mau membantu nya sambil meminum wine.


Membuat Ars jadi bertanya-tanya,apa kah kantor nya ini club malam,kenapa Jonathan malah minum-minum di ruang kerja nya,ia jadi bingung dan juga kesal dengan tingkah konyol sahabat dari Tuan nya itu yg sedang ingin meluap kan rasa kesal nya.


"Maka dari itu,kau harus pertemu kan aku dengan Tuan sialan kau itu" jwb Jonathan dengan nada santai nya sambil menuang kan wine nya ke gelas.


Ars yg sudah malas meladeni Jonathan,hanya diam saja sambil terus menatap wine yg sedang Jonathan minum,ia jadi berpikir apa kah ia perlu mencoba nya sedikit agar ia bisa melupa kan Agatha,karena sudah 3 hari ini ia mencoba melupa kan Agatha tapi ternyata sangat sulit.


Ia pernah mendengar,kalau minuman seperti itu bisa untuk melupa kan sesuatu tapi seperti nya Ars telah salah mengarti kan perkataan org-org, tentang minuman tersebut.


Tanpa bisa mengendali kan diri,ia segera bangkit berdiri,kemudian berjalan ke arah Jonathan lalu duduk di samping nya Jonathan.


Kemudian ia segera mengambil salah satu gelas dari 4 gelas yg memang selalu tersedia 5 gelas di atas meja itu,lalu ia mengambil wine nya Jonathan dan menuang kan nya ke gelas milik nya agak setengah gelas.

__ADS_1


Hingga membuat Jonathan yg tadi masih terlihat santai saja,langsung menoleh ke arah Ars dengan wajah terheran-heran dan juga bingung karena yg ia tahu dari Hery, kalau Asisten nya ini sama sekali tidak pernah minum wine,tapi apa yg terjadi sekarang.


"Apa kau yakin?" tanya Jonathan singkat dengan kening yg mengernyit sambil menatap Ars yg sedang menatap setengah gelas wine yg sudah berada di genggaman tangan nya dengan wajah yg penuh keraguan.


"Bagaimana rasa nya?" tanya Ars balik dengan wajah penasaran tanpa menjawab pertanyaan dari Jo.


"Hah! ?" Jo di buat tidak percaya dengan tingkah aneh dari Ars yg baru ia lihat untuk pertama kali nya,hampir saja ia mengira jika Hery telah membohongi nya tapi apa ini? Ars malah bertanya soal rasa pada nya,memang terlihat jelas pria ini tidak pernah minum.


"Apa rasa nya tidak enak?" tanya Ars lagi karena Jo hanya diam saja sambil menatap diri nya.


"Coba saja kalau ingin tahu" jwb Jo dengan wajah yg tersenyum jahil,ia sengaja menantang Ars,ia juga penasaran dengan apa yg akan terjadi setelah ini.


Ars yg tidak mau bertele-tele pun,segera menyesap nya dengan pelan.Awal nya terasa aneh tapi lantaran ia bertekad untuk bisa melupa kan Agatha,ia pun memaksa kan diri untuk langsung menghabis kan wine yg sudah ada di dalam genggaman nya itu.


Jo yg sedang tercengang saat melihat Ars menghabis kan setengah gelas wine nya,terus menatap Ars dengan rasa tidak percaya karena wine yg di minum oleh Ars memiliki kadar alkohol 20 persen dan yang di tuang kan oleh Ars adalah setengah gelas.


Senyuman jahil nya tadi jadi berubah menjadi rasa khawatir,benar saja dugaan nya barusan karena beberapa saat kemudian Ars mulai menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan karena kepala nya mulai terasa pusing.


"Jika tidak bisa minum,kenapa malah berlagak bisa.Lihat,sekarang kau malah menyusah kan ku" gerutu Jo dengan wajah kesal nya sambil menopang tubuh Ars yg hampir saja mau oleng ke lantai.


Rasa khawatir nya mendadak menghilang saat ia melihat Ars yg terus oleng ke kiri dan ke kanan dengan mulut yg terus meracau sebuah nama wanita,yang pasti ia tidak kenal siapa wanita itu.


Jo yg sudah kewalahan pun segera mencari HP nya Ars,ia menggerutu kesal sambil meraba-raba saku jas dan juga saku celana nya Ars untuk mendapat kan HP nya Ars.


Sekarang ia jadi menyesali perbuatan nya,kenapa ia tidak mencegah nya tapi ia malah menantang Ars,saat ini ia hanya mampu merutuki tingkah bodoh nya tadi.

__ADS_1


Setelah beberapa saat meraba,akhir nya ia berhasil mendapat kan HP nya Ars,wajah nya kembali kesal saat melihat HP Ars yg terkunci tapi wajah nya kembali cerah saat memerhati kan layar HP nya Ars yg ternyata memakai kunci dengan mengguna kan cap jari jempol Ars sendiri.


Jo pun segera mendekat kan jari jempol nya Ars ke layar HP itu dengan sedikit kesulitan karena Ars terus bergerak-gerak,mungkin karena kepala nya sedang sakit dan mulai tidak sadar kan diri.


Beberapa puluh detik kemudian,akhir nya HP Ars pun berhasil terbuka.Kali ini ia tidak akan gagal lagi menelepon Hery karena biasa nya ia menelepon Hery,Hery tidak akan mengangkat nya bahkan kadang HP nya di mati kan oleh nya dan ini mengguna kan HP nya Ars,pasti akan di angkat.


Jo segera mencari kontak nama nya Hery dan menekan tombol hijau,setelah nada tersambung,pria yg di seberang segera menjawab nya.


Jo menghembus kan nafas lega dan ia langsung memberitahu Hery tentang keadaan nya Ars,Hery yg sedang mendengar itu menjadi kaget dan juga heran,Hery segera menutup telepon secara sepihak setelah selesai mengumpat Jo,sebelum Jo banyak bicara lagi,hingga membuat Jo semakin menggerutu kesal.


"Dasar" umpat Jo sambil menatap Ars yg sudah hampir tumbang,seperti nya sekarang ia menjadi kesal dengan Ars dan juga Hery,sedang kan Hery sedang dalam perjalanan menuju ke kantor.


Beberapa puluh menit kemudian,pintu ruang kerja nya Ars terbuka dengan sangat keras hingga membuat Jo tersentak kaget,ia yg masih terus menatap Ars sambil menggerutu itu,segera menoleh ke arah pintu.


"Apa kau tidak bisa pelan sedikit saja Tuan muda?" tanya Jo sambil menahan rasa kesal nya saat melihat Hery yg menerobos masuk dengan cara menabrak pintu dengan keras.


"Kenapa kau mengajak nya minum,apa kau sengaja membuat nya menjadi seperti ini hah..." ucap Hery dengan nada emosi saat melihat keadaan Ars yg sudah terkapar tidak berdaya lalu ia melirik sekilas sebotol wine yg masih ada sisa setengah botol,karena sudah di minum angsur-angsur oleh Jo beberapa hari ini.


Ia segera menghampiri Ars lalu menepuk-nepuk pipi nya Ars agar Ars segera bangun tapi hanya sia-sia karena jiwa Ars sudah terbang ke alam mimpi karena tidak tahan dengan wine yg telah ia minum tadi.


"Jangan salah kan aku,itu salah Asisten kau sendiri, dia sendiri yg ingin minum,bukan aku yg mengajak nya" ucap Jo dengan nada ketus sambil menatap wajah Ars yg seperti mayat hidup,ingin marah kepada mayat hidup itu tapi sayang nya ia tidak bisa.


"Ia dari tadi juga terus meracau sebuah nama seorang wanita,siapa tadi ya....Ah iya,nama nya Agatha.Terlihat seperti pria yg sedang patah hati,meracau tidak jelas.Mana aku tahu kalau Asisten kau ini ternyata sedang patah hati,kalau aku tahu tadi,mungkin aku akan segera mencegah nya tadi" ucap Jo panjang lebar dengan wajah bersalah nya sambil memijit kening nya yg sedikit pusing karena memikir kan tingkah aneh nya Ars tadi.


Tapi Jo tidak ingin menjelas kan secara detail kejadian tadi,bisa-bisa ia akan di marah habis-habisan sama Hery.

__ADS_1


Ia melirik sekilas ke arah Hery yg sedang memijit pangkal hidung nya,lalu ia segera menyandar kan tubuh nya ke dinding sofa sambil menghela nafas dengan pelan karena lelah melayani Ars yg sedang terhuyung-huyung tadi.


__ADS_2