Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
81. Persahabatan Ars dan Mark


__ADS_3

Beberapa saat berlalu,tiba-tiba sebuah suara datang menghampiri Ars yg berusaha menenang kan hati nya,hingga membuat renungan nya yg tidak berkesudahan itu langsung saja melayang begitu saja.


"Apa aku bilang,,, jangan mau pernah jatuh cinta,karena wanita itu bisa menghancur kan lelaki" ucap seorang pria yg sedang berjalan menghampiri Ars,lalu duduk bersandar di kap mobil milik nya Ars dengan ke dua kaki nya yg jadi penopang tubuh nya,akhir nya mereka ber dua pun jadi berdampingan,hanya saja beda posisi.


"Jangan meniru perkataan org lain" ucap Ars dengan nada ketus tanpa menoleh ke arah pria tersebut,dengan mendengar suara nya saja,ia sudah tahu siapa pria tersebut,pria yg selalu membuat nya kesal dan juga senang bercampur satu jika sudah berbicara.


"Itu karena aku mengagumi nya jadi apa salah nya jika aku mengikuti kata-kata nya" ucap Mark dengan wajah santai nya,ia sudah bersandar dengan baik di kap mobil milik nya Ars.


Di waktu-waktu tertentu seperti ini lah,mereka ber dua akan menjadi sahabat,bukan bawahan atau atasan, termasuk dengan Hery,Jonathan dan juga Ryan.


Dan baru ini kali pertama nya Mark melihat Ars yg seperti ini karena wanita,biasa nya hanya karena merindu kan pemilik panti asuhan yg sudah seperti org tua bagi mereka ber dua jika saat di Paris.


Kata itu ia dapat kan dari Hery yg selalu meluncur bebas dari mulut nya dulu ketika di Paris jika tidak sengaja melihat Jonathan yg sedang pacaran dan bermesra-mesraan di depan mata nya,hingga membuat para bawahan nya akan langsung mendapat kan nasehat secara tidak langsung dari Tuan nya saat itu juga.


Termasuk diri nya juga,hingga kalimat itu otomatis tertanam di kepala nya sampai saat ini,tapi setelah ini mungkin akan angsur-angsur menghilang.


Bagaimana tidak,Tuan muda yg dulu telah menanam kan kalimat tersebut di dalam kepala nya saja malah sudah menikah dan sedang sibuk memproduksi anak,ia juga bingung mau di apa kan kalimat tersebut jika masih berada di dalam kepala nya nanti,bisa-bisa ia akan menjadi pria tua seumur hidup berkat Tuan muda nya itu.


Sekarang ia terpaksa mengeluar kan kalimat tersebut untuk ajak Ars bercanda agar bisa melupa kan sedih nya dan kalimat tersebut sudah 2,3 bulan ini tidak ia dengar lagi dari mulut Tuan muda nya,sejak Tuan muda nya dan Ars datang ke kota ini.


"Cih,, apa sekarang kau sedang berbicara lelucon.Kagum ?" tanya Ars dengan wajah geli nya,mata nya tetap saja menatap langit.


Mark hanya tersenyum sambil menunggu ucapan Ars selanjut nya,ia sudah bisa menebak apa yg akan di kata kan oleh Ars.


"Kau bisa lihat sekarang,apa yg telah terjadi dengan pemilik kalimat itu"lanjut Ars lagi dengan wajah santai nya kembali.


"Aku juga tidak mengira itu semua akan terjadi,ternyata wanita bukan hanya bisa menghancur kan pria saja tapi juga bisa membuat pria kehilangan arah" ucap Mark yg sengaja menyindir Ars sambil tersenyum.


'Tuan muda nya juga sudah kehilangan arah tapi Tuan muda nya itu ada seorang wanita yg akan mampu menuntun nya.Kalau Ars siapa yg mau menuntun nya' lanjut Mark dalam hati.


Setelah Mark selesai bicara Ars malah tertawa kecil dan tawa nya menular ke Mark,Ars malah tidak marah karena yg di kata kan oleh Mark memang benar ada nya.

__ADS_1


Ia sekarang bagai kan berada di dalam pusaran angin hingga ia bingung mau berjalan ke arah mana agar bisa keluar dari pusaran angin tersebut.


Hening sesaat,hanya suara angin yg sedang berhembus kuat yg terdengar untuk beberapa saat.


"Siapa yg mengutus kau untuk ke sini?" tanya Ars,walau pun ia sudah tahu tapi ia hanya ingin memasti kan nya saja.


"Siapa lagi kalau bukan org yg ada di pikiran kau itu" jwb Mark yg tahu dengan isi pikiran Ars,dengan nada santai sambil memandang ke arah bawah, tepat di dua kaki nya.


"Tuan muda hanya mengkhawatir kan kau saja,takut jika kau tidak bisa berpikir terbuka dan kau akan menenggelam kan diri di depan sana" lanjut Mark lagi sambil mendongakkan kepala nya untuk menatap pantai kembali,ia sengaja bilang begitu agar bisa mengejek sahabat nya itu tapi ia tidak tahu kalau Hery juga berpikir sama dengan nya tadi,walau pun mereka ber dua tidak yakin akan hal itu.


"Apa kalian pikir aku ini bodoh,hingga berbuat hal seperti itu" ucap Ars dengan nada kesal dan mendelik kesal ke arah Mark sebentar,sedang kan Mark tertawa kecil saat mendengar perkataan dan nada kesal nya Ars.


"Apa kau tahu Tuan muda menelepon ku ketika aku baru saja memejam kan mata 10 menit,menyebal kan.Maka dari itu,sekarang aku ada di sini untuk menghibur kau" ucap Mark dengan tersenyum saat tawa kecil nya sudah mereda.


"Cih,menghibur kau bilang? Setahu ku,dari tadi kau hanya bisa mengejek ku saja" ucap Ars dengan nada ketus sambil bangkit dari atas kap mobil milik nya,lalu duduk bersandar bersebelahan dengan Mark,sama seperti posisi Mark saat ini.


"Itu salah satu nya" jawab Mark singkat dengan wajah tidak bersalah nya,hingga membuat Ars mendengus kesal saat mendengar ucapan singkat dari Mark.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Mark yg mengalih kan pembicaraan mereka,wajah nya berubah menjadi serius saat ini,begitu juga dengan Ars saat ia mendengar nada serius dari Mark.


"Sudah,kau tidak usah memikir kan atau mengejar wanita itu atau juga memaksa nya lagi,lupa kan saja dia" ucap Mark dengan enteng nya karena ia bisa merasa kan hati sahabat nya yg tidak baik-baik saja.


"Apa aku seperti pria brengsek yg suka memaksa wanita" ucap Ars dengan nada ketus nya,wajah datar nya kembali menjadi kesal,sahabat nya yg ini memang sangat suka membuat nya kesal.


Sedang kan Mark hanya tersenyum saja,karena ia memang sengaja,ia berharap agar hati Ars yg bergemuruh tadi bisa berkurang,walau pun hanya berkurang sedikit.


Ketika dari awal,ia memang berusaha mengejar Agatha agar bisa menjadi milik nya tapi saat mendengar jawaban terakhir nya Agatha,ia menyerah,lagi pula ia bukan pria yg suka memaksa keinginan nya.


"Apa kah pria yatim piatu seperti kita memang tidak bisa bahagia?" tanya Ars kembali ke wajah serius nya,seperti nya jika ia meluap kan sedikit isi hati nya,akan bisa mengurang kan sedikit rasa patah hati nya.


"Tidak juga,hanya belum waktu nya saja.Mungkin juga,wanita itu memang tidak pantas untuk kau cintai"jwb Mark yg mencoba mengembali kan semangat Ars yg sedang patah.

__ADS_1


Flashback.


Mereka ber dua memang anak tanpa Ayah dan Ibu,saat mereka ber dua dulu tinggal di panti asuhan yg sederhana walau pun kadang sering kekurangan makanan,bersyukur pemilik panti asuhan tersebut mau menerima mereka ber dua tanpa imbalan.


Tapi saat Ars berumur 7 tahun dan Mark 6 tahun,mereka ber dua berencana mencoba untuk mencari perkerjaan agar bisa meringan kan beban pemilik panti asuhan tersebut.


Tapi tidak di sangka di perjalanan untuk mencari perkerjaan,mereka malah di culik oleh org-org yg berniat menjual mereka ber dua.


Tapi keberuntungan masih saja berpihak pada mereka,untung saja Hery kebetulan lewat di tempat tersebut bersama salah seorang pengawal yg di utus oleh Daddy untuk menjaga Hery.


Hery yg baru berumur 9 tahun yg baru pulang dari sekolah nya itu langsung menyuruh pengawal nya itu untuk menolong Ars dan Mark,saat ia melihat dari dalam mobil, mereka ber dua di seret secara paksa oleh orang-orang yg tidak di kenal nya.


Hampir saja mereka berhasil di bawa pergi oleh orang-orang tersebut,tapi pengawal nya Hery segera melumpuh kan org-org itu dalam sekejap hingga Ars dan Mark berhasil di selamat kan.


Pengawal itu memang sangat handal dan pengawal itu lah yg selalu di utus oleh Daddy untuk melindungi Hery dan mereka selama di Paris,pengawal tersebut baru berumur 18 tahun saat itu dan sekarang pengawal itu sudah berumur 35 tahun,dari dulu Mark terobsesi ingin mengalah kan nya tapi hingga sekarang pun Mark masih belum bisa menyaingi nya.


Sejak itu lah persahabatan mereka ber 3 di mulai,Hery juga banyak membantu keuangan mereka di panti asuhan.


Kemudian mereka ber dua di ajak oleh Hery ke Paris saat Hery tamatan SD,karena Hery ingin melanjut kan sekolah nya di Paris.


Awal nya mereka malu ingin menerima ajakan Hery karena mereka selalu saja membebani Hery,tapi Hery dan juga keluarga nya terus memaksa,karena mereka ber dua sudah di anggap cucu dan juga anak oleh keluarga nya Hery sejak mereka ber 3 mulai berteman.


Begitu lah kisah mereka ber 3,hingga menjadi seperti sekarang ini.


Flashoff.


"Kenapa kau sekarang menjadi tidak percaya diri sekali?" ucap Mark dengan nada mengejek sambil menatap wajah nya Ars.


"Hmm ntah lah,aku juga tidak tahu" jwb Ars dengan menatap Mark juga, sambil tersenyum saat mendengar ejekan dari Mark.


Mereka ber dua langsung menggeleng-geleng kan kepala pelan sambil tertawa kecil,kemudian mereka ber dua pun bercerita tentang masa lalu dan juga sedikit tentang masa sekarang hingga larut malam.

__ADS_1


Ternyata kehadiran Mark mampu menghilang kan rasa patah hati nya Ars untuk sementara waktu,terbukti dengan tawa dan senyuman yg terlihat jelas di wajah mereka ber dua saat bercerita di bawah terang nya bulan.


Saat jam sudah menunjuk kan 2 pagi,mereka ber dua pun segera pulang ke rumah masing-masing dan di ikutin oleh para pengawal nya dari belakang.


__ADS_2