
"Syukurlah kalau begitu,aku sangat senang mendengarnya,Honey " lanjut Ashley lagi saat melihat anggukan pelan kepalanya Hery.
"Kalau begitu,kamu hanya perlu memastikan saja kalau wanita itu tidak akan bisa mencelakai Desi" ucap ashley lagi,suasana hatinya terasa semakin baik karena mendengar kabar baik dari suaminya ini.
"Baik,Honey" jawab Hery sambil tersenyum lucu.Padahal yang ia bilang tadi,maksudnya juga begitu.Ya sudahlah,ia juga malas berdebat dengan istrinya.
"Plak"
"Auchk"terdengar suara pukulan di tangannya Hery yang berada di pahanya Ashley dan pekikan sakit dari mulutnya Hery yang terdengar hampir bersamaan.
"Honey,apa yang kamu lakukan ?" tanya Hery dengan wajah kesalnya,karena tiba-tiba saja tangannya di pukul oleh istrinya dengan kuat.Padahal,tangannya sudah hampir dapat menggapai apa yang ia inginkan dari tadi.
"Tentu saja,lakukan yang harus aku lakukan.Lagi pula,tanganmu itu tidak bisa diam dari tadi" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum mengejek ke arah Hery.
"Baiklah.Kalau begitu,aku juga akan melakukan apa yang harus aku lakukan" ucap Hery sambil tersenyum nakal dan mulai melakukan apa yang ia inginkan.
"Tung tunggu dulu" ucap Ashley dengan nada kesal dan gelagapan karena gerakan tangan Hery yang begitu cepat,ia berucap sambil menahan kedua tangannya Hery yang sudah menyentuh 2 gunung kembarnya.
"Tunggu apa lagi, Honey?" tanya Hery dengan wajah yang juga ikut kesal karena Ashley menghentikan gerakan kedua tangannya.
"Honey,kamu masih belum menceritakan tentang Ars dan Agatha lagi" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum lucu saat melihat wajah kesalnya Hery.
"Apa yang ingin kamu ketahui tentang Ars dan Agatha,Honey?" tanya Hery dengan wajah malasnya.Kemudian ia menurunkan kedua tangannya ke pahanya Ashley,lalu wajah malasnya langsung berubah menjadi tersenyum senang.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan Ars dan Agatha?" tanya Ashley,ia bertanya sambil menahan kedua tangannya Hery yang sibuk ingin menyelinap masuk ke dalam roknya.
"Aku tidak akan melakukan apa-apa pada mereka.Hanya saja..." jawab Hery.Ia sengaja menjeda perkataannya agar istrinya menjadi penasaran.
"Hanya saja apa,Honey?" tanya Ashley dengan wajah penasaran dan juga nada yang tidak sabaran.
Hery menghela nafas dengan pelan saat kedua tangannya tidak bisa menggapai apa yang ia inginkan,hingga membuat Ashley tersenyum di balik wajah penasarannya.
"Hanya saja,,,karena tadi kamu bilang aku geraknya lambat.Jadi,aku akan mempercepatkannya tapi aku butuh sedikit bantuanmu,Honey" ucap Hery dengan wajah pasrahnya,sepertinya ia memang harus menghilangkan rasa penasaran istrinya terlebih dahulu baru bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Tapi wajah pasrahnya langsung berubah menjadi tersenyum nakal saat ia merasakan,kalau ia mempunyai kesempatan sebelum ia menceritakan rencananya untuk Ars dan agatha kepada istrinya.
"Apa maksudmu,honey?" tanya Ashley dengan wajah yang semakin penasaran,sambil mendongakkan kepalanya ke arah wajahnya Hery.
"Aahhh,Ho Honey" terdengar suara merdunya Ashley saat merasakan n*km*t di bawahnya,karena sebelah tangannya Hery sudah berhasil berada di dalam segi tiganya Ashley.
Ashley jadi kehilangan fokus karena rasa penasarannya,hingga membuat suaminya berhasil meruntuhkan pertahanannya tadi.
"Kamu akan tahu apa maksudku,Honey.Tapi,setelah kita sudah menyelesaikan yang satu ini dulu,Honey" jawab Hery sambil terus bermain di bawah sana,dengan wajah yang tersenyum penuh kemenangan saat melihat wajah sayu istrinya dan tubuh istrinya yang mulai ter*ngs*ng oleh sentuhan darinya.
"Aahhh emmhhh" ******* Ashley langsung di bungkam oleh c**m*nnya Hery.
Mereka terus berc**m*n dengan kedua tangannya Hery yang terus berselancar di seluruh tubuhnya Ashley,hingga c**m*n mereka semakin panas dan juga,saat ini mereka berdua sudah tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh polos mereka berdua.
"Aahhh "
"Aahhh Honey"
Terdengar suara ******* Ashley dan Hery yang hampir bersamaan itu,saat Hery yang langsung memasukkan benda miliknya ke milik istrinya.
"Mi milikmu masih terasa sangat sempit,Honey.Aku sangat menyukainya" ucap Hery,di sela-sela ia sedang memaju mundurkan tubuhnya dengan pelan.
Sedangkan Ashley hanya mampu tersenyum malu di balik wajah sayunya,karena sentuhan dan goncangan yang di berikan oleh suaminya membuat dirinya tidak berdaya,yang bisa ia lakukan hanya mendesah tapi ia juga sangat menyukainya.
Gerakan pelan tadi,semakin lama semakin di percepat oleh Hery hingga membuat kamar tersebut di penuhi dengan suara yang semakin merdu dan kuat dari sepasang suami istri tersebut.
Sementara di luar kamar,berdiri seorang pelayan wanita yang di utuskan oleh Grandma untuk memanggil sepasang suami istri tersebut agar turun untuk makan siang dan juga mengatakan kalau kedua orang tuanya Nona Muda mereka juga sudah sampai.
__ADS_1
Tapi pelayan tersebut hanya mampu berdiri dan memanggil dan juga mengetuk untuk beberapa kali saja,karena takut akan di marahi oleh Tuan Muda mereka berserta istrinya.
Ketika merasakan,kalau tidak ada yang mau membalas panggilannya atau membuka pintu,pelayan tersebut pun bergegas pergi dari sana sebelum dirinya mendapatkan amukan dari Tuan Muda mereka.
Sedangkan sepasang suami istri yang masih sibuk dengan pergumulan panas mereka,telinga mereka seakan tuli.Bahkan mereka sampai lupa,kalau saat ini sudah waktunya untuk makan siang.
Apa lagi kamar mereka kedap suara.Jadi,sudah di pastikan tidak akan terdengar kalau tidak di dengar dengan baik.
Akhirnya setelah 40 menit berlalu,pergumulan panas mereka pun selesai dengan di sertai wajah tersenyum puas dan bahagia dan juga sedikit berkeringat di wajah mereka berdua.
"Bagaimana?" tanya Hery dengan tersenyum jahil,sambil memeluk tubuh polosnya Ashley.
"Bagaimana apanya?" tanya Ashley balik,wajahnya mulai memerah karena malu saat baru mengerti maksud dari pertanyaan dari suaminya itu.
"Dasar " umpat Ashley dengan wajah malunya bercampur kesal,sambil memukul dada kekarnya Hery dengan pelan,sedangkan Hery langsung tertawa kecil karena merasa lucu dengan wajah malu istrinya.
"Kriuk kriuk" terdengar suara lapar dari dalam perutnya Ashley,hingga mampu menghentikan gerakan memukulnya.
"Ya Tuhan" ucap Hery dengan wajah bersalahnya setelah ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 1 siang,pantasan saja isi perutnya Ashley mulai berdemo.
Terlebih lagi,buah hati mereka yang masih berada di dalam perut datarnya Ashley, juga pasti ikut merasakan lapar.
"Ayo,kita bersihkan diri.Setelah itu,kita segera makan siang" ucap Hery,ia segera mengendong Ashley dengan cara bridal dan membawa istrinya ke kamar mandi.
Sedangkan Ashley tersenyum bahagia sambil menatap wajah tampan paripurna suaminya karena suaminya selalu memikir dirinya,ia pun segera merangkul lehernya Hery dan menyandarkan kepalanya ke dada kekarnya Hery.
Akhirnya mereka pun membersihkan diri sambil bercerita tentang rencananya Hery untuk memperdekatkan hubungan Ars dan Agatha.
Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian,sepasang suami istri itupun segera keluar dari dalam kamar untuk makan siang yang sudah mereka lewatkan itu.
Awalnya Hery ingin mereka makan di dalam kamar saja,tapi istrinya kekeh ingin keluar karena sekalian ingin melihat Ayah dan Ibunya,akhirnya Hery pun mengalah dan menuruti kemauan istrinya.
"Honey,lepaskan.Aku ingin memeluk Ayah dan Ibu" ucap Ashley dengan wajah kesalnya,sambil terus berusaha melepaskan diri dari pegangan kuatnya Hery di belakang bajunya.
"Akan aku lepaskan,Honey.Tapi kamu jangan berlari,oke?" tanya Hery dengan wajah kesalnya juga,karena istrinya yang sangat susah untuk di bilangin.
Sudah berapa kali ia berpesan,kalau berjalan itu harus pelan-pelan,apa lagi kalau sedang ingin naik turun tangga.
Tapi baru pagi tadi ia mengulang pesannya itu,sekarang istrinya sudah kembali melupakan pesannya itu dan malah ingin berlari menuruni tangga.
Untung saja matanya senantiasa mengawasi gerak gerik tubuh istrinya yang gampang di tebak itu,hingga ia bisa gerak cepat dan segera menarik belakang pakaian yang di pakai oleh istrinya.
Sedangkan para orang tua yang sudah berdiri dari duduknya karena panggilan kuat dari Ashley tadi,hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala mereka dengan pelan sambil tersenyum lucu saat melihat tingkah sepasang suami istri tersebut.
"Oke oke...Aku akan berjalan pelan" ucap Ashley dengan wajah yang cenges-ngesan.Wajah kesalnya berubah menjadi merasa bersalah,karena ia baru teringat dengan pesan suaminya.
Hery menghela nafas dengan pelan,lalu ia pun melepaskan genggaman kuat di pakaiannya Ashley dan dengan gerakan cepat ia segera mengandeng tangannya Ashley karena takut Ashley kembali ceroboh.
"Ayo" ajak Hery sambil menarik pelan tangannya Ashley dan melangkah dengan pelan untuk menuruni tangga.
"Ayo" jawab Ashley,dengan wajah yang tersenyum senang sambil melirik sekilas tangannya yang di genggam oleh suaminya, ia benar-benar merasa senang dan juga bahagia karena memiliki suami yang begitu mencintai,menyayangi dan memperhatikannya.
"Ayah,Ibu" panggil Ashley dengan nada manjanya,.Ia segera memeluk Ayah dan Ibu secara bergantian setelah mereka berdua sudah berada di hadapan mereka semua.
"Bagaimana rasa mual dan pusing di kepalamu,nak? Apa sudah baikan?" tanya Ibu dengan wajah khawatir bercampur senang karena tidak lama lagi di dalam kedua keluarga mereka akan segera mendapatkan cucu.
Ketika Ayah dan Ibu mendapatkan kabar baik dari menantunya,mereka berdua ingin sekali datang untuk melihat putri mereka saat itu juga tapi karena tepat saat itu, mereka sedang berada di kampung halaman jadi mereka berdua pun menundanya hingga hari ini baru sempat datang.
"Sudah agak baikan bu,Ibu tidak perlu khawatir" jawab Ashley sambil tersenyum saat melihat wajah khawatir Ibunya.
"Baguslah.Ingat,harus berhati-hati saat berjalan.Kamu harus bisa menjaga cucu kami dengan baik" peringat Ibu,ia juga melihat bagaimana tingkah ceroboh putrinya tadi.Putrinya ini,kadang-kadang memang sangat ceroboh dan juga tidak penurut.
__ADS_1
"Iya nak.Yang barusan itu,jangan kamu ulangi lagi ya?" ucap Grandma dengan wajah yang tersenyum,ia juga ikut memperingati Ashley.
"Iya Ibu,Grandma.Aku janji,aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum malu karena selalu lupa dengan pesan-pesan dari suaminya dan juga Grandma.
'Ntah sudah berapa kali,aku mendengar kata janji dari mulut istriku' Hery hanya mampu membatin saja.
"Sudah,kalian pergi makan siang terlebih dahulu.Setelah itu,baru kalian ke sini lagi" ucap Grandma.Karena ia tahu,pasti sepasang suami istri itu sedang kelaparan akibat telat makan siang tadi..Apa lagi ibu hamil yang satu ini,pasti lebih lapar dari suaminya.
"Iya,ucapan Grandma kalian itu memang benar" timpal Ibu sambil tersenyum dan menatap sepasang suami istri tersebut.
Ia jadi bingung,apa yang di lakukan oleh putri dan menantunya ini sampai membuat mereka semua harus menunggu begitu lama,sepasang suami istri muda ini untuk keluar makan siang.Hingga membuat mereka semua makan duluan,karena Hery dan ashley tidak keluar-keluar.
"Baik Grandma,Ibu"
"Baik Grandma,Ibu"
Jawab Hery dan Ashley secara bersama.
Setelah selesai mengatakan beberapa kata pada Ayah dan Ibu,mereka berdua pun segera berjalan ke ruang makan dengan Hery yang merengkuh pinggulnya Ashley,
Sedangkan Ayah,Ibu dan yang lainnya,kembali duduk di ruang tamu tersebut,lalu mengobrol sambil menonton TV.
Setelah sudah duduk dan Ashley yang mengambil nasi berserta lauk pauknya,merekapun langsung memakan makanan siang mereka dengan lahap.
Beberapa menit kemudian,mereka pun sudah selesai makan.Lalu mereka berdua segera berjalan ke ruang tamu untuk berkumpul bersama para orang tua.
"Di mana Dad, Grandma?" tanya Hery sambil duduk di ruang tamu setelah mereka berdua sudah berada di dekat para orang tua,begitu juga dengan Ashley.
Mereka berdua pun duduk di antara Grandpa dan Ibu dan juga Grandma,jadilah urutannya dari Grandma,Ibu,Ashley,Hery lalu Grandpa dengan jarak yang hanya 2 jengkal sama Hery.
"Daddy kalian ada di sana,sedang bermain catur bersama Ayah kalian" jawab Grandma dengan nada santainya sambil menonton tv.
"Siapa yang menang bu?" tanya Ashley dengan wajah penasarannya,karena biasanya kalau Ayah bermain bersama tetangga,Ayah selalu menang.
"Kali ini,Ayah kalian yang kalah nak.Daddy kalian ternyata sangat pandai bermain catur"jawab Ibu dengan pujian dan wajah yang tersenyum.Ia juga tidak menduga kalau suaminya akan kalah,padahal belum ada tetangga yang bisa mengalahkan suaminya.
"Wah,ternyata Daddy hebat juga ya" puji Ashley dengan wajah yang tersenyum kagum.
"Belum ada yang bisa mengalahkan Daddy kalian itu,kecuali suamimu nak"
"Serius Grandma?" tanya Ashley, dengan wajah tidak percayanya sambil menatap wajah kesal suaminya.
Padahal selama bersama suaminya,ia tidak pernah melihat Hery bermain catur.
"Apa sekarang, kamu sedang meragukan kemampuanku,Honey?" Tanya Hery dengan wajah tersenyum bercampur kesal,hingga membuat Grandma,Ibu dan juga Ashley tertawa kecil karena melihat wajah kesalnya Hery.
Sedangkan Grandpa,walaupun kedua telinganya mendengar apa yang di bicarakan oleh 4 orang itu tapi ia masih tetap dengan wajah datarnya dan sibuk fokus menonton Tv,seolah pembicaraan mereka tidak menganggunya sama sekali.
"Tentu saja,aku tidak akan meragukan kamu,Honey.Hanya saja,aku tidak pernah melihat kamu bermain catur.Jadi aku hanya terkejut saja,karena aku baru mengetahuinya" jawab Ashley dengan jujur dan wajah yang tersenyum sambil terus menatap wajah tampan suaminya.
' Yang aku tahu kan,hanya kehebatanmu di atas ranjang saja,Honey' batin Ashley.
"Auchk" pekik tertahannya Ashley saat merasakan sakit di keningnya,karena tiba-tiba saja Hery menyentil keningnya,tidak terlalu kuat sih tapi juga tidak terlalu pelan.
"Kamu apaan sih,Honey?" kesal Ashley sambil mengelus-elus keningnya yang masih terasa sakit.
"Kenapa kamu malah berpikir yang aneh-aneh,Padahal tadi kita baru saja....emmhh" ucapan Hery langsung terhenti,karena di bungkam oleh 5 jarinya Ashley.
"Dasar tidak tahu malu.Kalau kamu tidak menurut,aku tidak akan mau memberimu jatah lagi, Honey" ancam Ashley dengan berbisik di samping telinganya Hery tanpa melepaskan 5 jarinya dari mulutnya Hery.
Hery langsung tersenyum,saat Ashley sudah menjauhkan 5 jarinya.Padahal tanpa di beripun,ia pasti akan bisa membuat istrinya memohon dan meminta sendiri kepadanya.Walaupun begitu,ia tetap diam karena tidak mau membuat istrinya semakin kesal.
__ADS_1