
Sementara Di Perusahaan JS Group.
"Apa kau sudah puas, menatap ku?" tanya Jonathan tanpa menoleh ke arah Desi.
"Belum" jawab Desi dengan cepat tanpa sadar.
"Ti tidak,sudah Tuan" lanjut Desi lagi,meralat jawaban nya kembali sambil cenges-ngesan.
"Ya Tuhan,dari pagi tadi sampai sekarang kau selalu mencuri kesempatan untuk menatap ku.Masih saja bilang belum puas,kau ini benar-benar wanita aneh yang pernah aku ketemui" ngomel Jo dengan wajah heran nya menggeleng-geleng kan kepala nya sambil menatap ke arah Desi yang masih sedang cenges-ngesan.
Jonathan sekarang sudah pasrah dengan keberadaan nya Desi,ia mencoba untuk membiasa kan diri dengan Desi yang berada di samping nya.
"Habis nya kau tampan sekali,sayang" ucap Desi dengan tersenyum malu.
"Kau seperti tidak pernah melihat pria tampan saja...Dasar aneh" ucap Jo dengan tersenyum geli,ia kembali melanjut kan perkerjaan nya.
'Tapi di pikir-pikir lagi,panggilan nya untuk ku terdengar manis juga' pikir Jo dengan wajah yang tersenyum tipis,senyum yang tidak bisa di lihat oleh Desi.
Awal nya ia menolak mentak-mentah permintaan Desi tentang panggilan sayang itu tapi Desi terus memaksa,ia yang tidak ingin berdebat dengan wanita aneh itu pun,ia segera mengabul kan permintaan Desi,agar perdebatan nya cepat selesai.
Tapi saat ia mendengar nya, untuk yang sudah ke 3 kali nya,rasa nya tidak buruk juga.Terasa nyaman di hati nya,ada muncul rasa yang berbeda dengan panggilan sayang yang ia dengar dari pacar nya yang sebelum sebelum nya.
Desi hanya tersenyum menanggapi perkataan nya Jo,ia sudah sering melihat pria tampan tapi ntah kenapa pria yang satu ini membuat dirinya sangat tertarik dan ingin mengejar nya.
Desi pun kembali menatap wajah Jo yang sedang serius mengerja kan perkerjaan nya,dengan menopang kedua tangan nya di bawah dagu nya seperti biasa nya.
Ia sudah selesai berkerja dari 30 menit yang lalu,jadi kerja nya saat ini hanya menatap Jo saja.
'Ternyata wanita aneh ini bisa menyelesai kan nya juga,aku kira dia hanya pintar menatap ku saja' batin Jo dengan wajah yang tersenyum sambil menatap berkas yang ia suruh Desi kerja kan tadi untuk mengetes Desi,dan ternyata hasil nya lumayan.
" Kamu terlihat semakin tampan,sayang.Kalau tersenyum seperti itu" puji Desi dengan suara pelan nya,sambil terus menatap Jo.
"Kamu bisa diam tidak?" tanya Jo dengan nada kesal nya sambil menatap mata nya Desi yang tidak berkedip karena menatap dirinya,wajah tersenyum nya tadi langsung menjadi kesal saat mendengar pujian nya Desi.
"Tidak,sayang" jawab Desi yang semakin semangat untuk menggoda Jo dengan wajah tersenyum nya,karena merasa lucu saat melihat wajah kesal nya Jo.
Jo hanya mampu mendengus kesal karena mendengar jawaban nya Desi,mau tidak mau akhir nya ia pun mengabai kan perkataan atau tatapan memdamba nya Desi dan melanjut kan perkerjaan nya kembali.
"Tok tok tok" terdengar suara ketukan dari luar pintu nya.
"Masuk" jawab Jo sambil terus memeriksa berkas-berkas yang ada di atas meja kerja nya.
"Ini makan siang nya,Tuan" ucap OB tersebut dengan tersenyum genit,tapi senyum genit langsung menghilang saat melihat Tuan nya yang sama sekali tidak melihat ke arah dirinya.
OB tersebut juga menatap sinis ke arah Desi yang terus menatap ke arah Tuan nya,padahal ia yang lebih dulu masuk berkerja di Perusahaan ini tapi malah Desi yang punya kesempatan bersama Tuan nya satu ruangan.
"Kau sudah boleh keluar" perintah Jo dengan nada tegas nya saat merasa kan kalau OB wanita tersebut belum juga keluar dari ruangan nya.
"Ba baik Tuan" jawab OB wanita tersebut saat mendengar nada tegas dari Jo,ia segera keluar dari ruangan Tuan nya dengan wajah yang kesal.
'Lihat saja nanti,aku pasti bisa memiliki mu' batin OB wanita tersebut dengan wajah yakin nya sebelum menghilang dari balik pintu ruangan kerja nya Tuan nya.
__ADS_1
OB wanita tersebut sudah memerhati kan Jo dari pertama ia masuk kerja,apa lagi saat ia mengetahui kalau Jo adalah salah satu pemilik Perusahaan yang sukses Di Paris.
Jadi ia berniat ingin menggoda dan memiliki Jo,apa lagi jika ia mengetahui kalau Jo adalah seorang pria playboy jadi pikir nya tidak sulit untuk mendapat kan Jo.Tapi niat nya harus terhenti karena ada Desi yang terus berada di dekat nya Jo.
"Ayo,kita makan siang terlebih dahulu" ajak Jo sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan nya,ternyata sudah jam 12 siang lewat 5 menit.
Untung saja ia segera memesan makanan tadi,jika ingin mengharap Desi.Bisa-bisa ia kelaparan karena menunggu Desi yang hanya sibuk menatap nya saja.
"Ayo" jawab Desi dengan semangat sambil berdiri dari duduk nya saat mendengar ajakan dari Jo.
Jo segera meletak kan pena nya ke atas meja dan juga ikut berdiri dari duduk nya lalu berjalan ke arah meja kecil yang ada di depan sofa itu.
Jo dan Desi pun segera memulai memakan makanan siang mereka setelah mereka berdua selesai mencuci tangan,apa lagi saat melihat makanan-makanan enak yang di pesan oleh Jo,membuat Desi semakin bersemangat untuk memakan nya.
Jo makan dengan agak canggung karena tidak terbiasa makan bersama wanita,biasa nya kalau ia berpacaran ia hanya menemani pacar nya berbelanja.Setelah siap menemani pacar nya berbelanja,ia akan meninggal kan pacar nya makan sendirian atau bersama teman-teman nya di dalam Mall atau di sebuah restoran karena ada urusan mendadak.
Jadi ia makan bersama pacar nya hanya hitungan jari saja,itu pun setiap kali makan bersama hanya hitungan menit saja,tapi beda dengan Desi yang tadi terus terlihat bersemangat sekali tanpa merasa canggung karena terus berdekatan dan makan bersama dirinya.
"Apa aku boleh mempraktik kan nya kembali?" tanya Desi dengan singkat sambil membersih kan mulut nya dengan tisu setelah mereka baru saja selesai makan siang tapi Jo mampu menangkap apa yang sedang di bicara kan oleh Desi.
"A apa? Mempraktik kan apa? " tanya Jo sambil mengelap kan mulut nya dengan tisu,pura-pura tidak mengerti.
"Cepat beres kan sisa makanan ini.Perkerjaan ku masih banyak,jangan menganggu ku lagi" peringat Jo yang berusaha berbicara tegas,padahal jantung nya sudah berdebar-debar sejak Desi bertanya hal aneh itu.Seperti nya,ia harus segera beranjak dari duduk nya sekarang.
"Mempraktik kan yang seperti semalam itu..." jawab Desi dengan nada menggoda dan malu-malu.
Ia juga langsung menarik sebelah tangan nya Jo,saat melihat Jo yang ingin berdiri dari duduk nya,hingga membuat Jo terjatuh dan menindih Desi di atas sofa.
Mata nya juga mulai waspada,takut kalau-kalau wanita aneh ini kembali menerkam bibir nya secara tiba-tiba.
"Tentu saja waras" jawab Desi dengan wajah yang tersenyum malu sambil menatap wajah tampan nya Jo yang mulai memerah,mungkin karena sedang menahan gairah.
"Jika waras,kenapa kau malah mengingin kan itu?" tanya Jo dengan sambil menahan gairah nya yang mulai terbakar karena benda nya yang langsung bersentuhan dengan milik nya Desi ketika terjatuh tadi.
"Karena semalam kau hanya bilang biasa saja,jadi aku ingin mempraktik kan nya kembali.Hingga bisa membuat mu bisa merasa kan yang paling berkesan dari ku" jawab Desi dengan wajah percaya diri nya,sambil menahan pinggang nya Jo dengan kedua tangan nya karena dari tadi Jo terus berusaha ingin melepas kan diri dari nya.
'Apa kau tidak tahu,kalau yang semalam adalah yang paling berkesan bagi ku' ucap Jo di dalam hati.
"Desi,cepat singkir kan tangan dan kaki mu dari tubuh ku..." ucap Jo dengan nada kesal dan wajah nya yang semakin memerah,apa lagi sekarang Desi bukan hanya mengguna kan kedua tangan nya untuk menahan tubuh nya tapi juga mengurung tubuh nya dengan kedua kaki nya.
"Desi " panggil Jo lagi dengan suara berat nya,sambil menahan tubuh bagian atas nya dengan kedua tangan nya di sisi kiri dan kanan kepala nya Desi,agar tidak menimpa tubuh bagian atas nya Desi.
"Panggil sayang dulu" pinta Desi dengan tersenyum senang saat melihat wajah Jo yang sudah tidak berdaya.
Ia sudah bertekad ingin membuat Jo mencintai nya jadi ia harus memanfaat kan waktu manggang nya yang hanya 2 bulan ini di Perusahaan milik nya Jo.
"Kenapa kau ini,pemaksa sekali?" tanya Jo dengan wajah yang masih terlihat kesal,kini wajah mereka hanya tersisa setengah jengkal hingga membuat mereka bisa saling merasa kan deru nafas yang sedang bergerak naik turun tidak menentu.
Ia terpaksa menghenti kan gerakan nya.Jika tidak,gairah nya pasti akan semakin memuncak karena gesekan-gesekan yang terjadi di bawah nya akibat gerakan nya.
"Aku akan terus memaksa hingga kau bisa mencintai ku,jika sampai saat nya kau tidak bisa juga mencintai ku.Aku akan benar-benar pergi dari hidup mu,sayang" jawab Desi dengan jujur dan wajah yang tersenyum,ia mengulang kembali perkataan nya yang semalam.
__ADS_1
"Kenapa kau sangat suka bercanda ?" tanya Jo dengan wajah tidak percaya nya,tubuh nya mulai terasa panas sekarang.
'Dasar wanita aneh,aku bisa gila kalau terus-terusan berada dalam posisi seperti ini' umpat Jo di dalam hati.
Desi memberengut kesal saat Jo lagi-lagi tidak mempercayai pernyataan dari nya,ia semakin menekan punggung belakang nya Jo karena merasa kesal,hingga wajah mereka berdua hampir tidak berjarak.
"De desi,a apa yang kau laku kan?" tanya Jo dengan nada gugup,saat bibir milik nya hampir bersentuhan dengan bibir milik nya Desi.
"Sekarang,coba kau lihat ke dalam mata ku.Apa aku terlihat seperti bercanda,hingga kau tidak mau mempercayai perkataan ku?" tanya Desi dengan mengeram kesal,tapi wajah nya mulai memerah karena baru menyadari kalau wajah mereka terlalu dekat.
"Tidak" jawab Jo jujur setelah menatap mata nya Desi untuk beberapa saat.
"Jadi,sekarang kau harus mempercayai ku.Bagaimana?" tanya Desi dengan wajah yang tersenyum malu.
"Iya,tapi kau harus mnyingkir kan tangan dan kaki mu dulu, baru aku akan percaya" ucap Jo,agar ia bisa melepas kan diri dari kurungan Desi.
"Tidak,sebelum kau memanggil ku sayang" ucap Desi yang sengaja menjebak Jo,ia sangat ingin mendengar panggilan sayang dari pria yang ia cintai,dan itu hanya Jo seorang.
"Sa sa...." Jo memanggil dengan nada lambat karena lidah milik nya merasa kelu untuk memanggil Desi dengan panggilan sayang itu.
"Ehhmm" Desi yang sudah tidak sabar dan kesal karena panggilan Jo yang bergerak sangat lambat,ia pun segera menerkam bibir merah nya Jo.
Jo yang kembali menerima serangan mendadak pun,menyambut nya dengan gelagapan.Ia berusaha untuk menolak serangan mendadak dari Desi tapi lidah nya Desi malah semakin memaksa masuk dan menelusuri setiap rongga-rongga yang ada di dalam mulut nya.
Akhir nya Jo yang memang sedang menahan gejolak panas yang ada di tubuh nya dari tadi pun,segera membalas serangan paksa dari Desi,hingga c**m*n mereka pun semakin lama semakin memanas.
Mereka berdua saling m*l*m*t dengan lembut dan mata yang terpejam tanpa meyadari tempat yang mereka guna kan,yang pasti akan ada gangguan sebentar lagi.
Kini Jo sudah mulai melepas kan 3 kancing atas baju nya Desi dan juga kancing-kancing baju milik nay tanpa melepas kan c**m*n mereka,hingga bibir nya perlahan-lahan menelusuri hingga ke leher mulus nya Desi.
Suhu tubuh nya Jo semakin membara saat melihat 2 bukit kembar milik nya Desi yang terasa penuh di dalam genggaman nya sedikit menyembul keluar,apa lagi saat mendengar suara merdu Desi yang mulai berbisik di samping telinga nya.
Hingga membuat ia semakin tidak bisa mengontrol diri lagi,saat ia berniat melepas kan kain yang menghalangi 2 bukit kembar tersebut,terdengar suara ketukan pintu yang mampu mengembali kan kesadaran dirinya.
"Ya Tuhan" ucap Jo setelah berhasil menjauh kan tubuh nya dari tubuh nya Desi.
Ia berdiri dengan mengusap kan wajah milik nya dengan kasar,lalu ia melihat ke arah Desi yang sedang mengatur nafas nya yang sedang tidak karuan.
Kemudian ia segera memaling kan wajah nya,saat melihat beberapa kancing baju nya Ashley yang sudah terbuka,hampir saja 2 bukit kembar milik nya Desi juga ikut keluar akibat rem*san nya tadi.
"Cepat rapi kan pakaian mu kembali" ucap Jo dengan suara pelan setelah ia selesai menghembus kan nafas dengan kasar.
Ia ingin marah juga tidak bisa karena ia sendiri juga salah karena tadi ia tidak bisa mengendali kan diri,ia harus berhati-hati sekarang karena wanita aneh ini semakin hari semakin aneh saja.
"Masuk" ucap Jo setelah selesai mengancing kan kemeja milik nya dan melihat Desi yang sudah rapi kembali walau pun tidak serapi tadi.
"Tuan,ada yang ingin bertemu dengan Tuan" lapor OB wanita yang tadi dengan mata yang sambil menelisik wajah Desi dan Jo.
"Kenapa kau yang melapor?" tanya Jo dengan wajah penasaran nya,kemana sekretaris pria nya.
"Sekretaris Tuan sedang ada urusan lain tadi, Tuan.Jadi ia memintak ku untuk mengganti kan nya untuk sekali ini saja" jawab OB wanita itu dengan nada gugup karena takut ketahuan bohong,padahal tadi ia memohon pada sekretaris pria itu agar mau membantu dirinya agar bisa masuk ke ruangan nya Jo,karena ia ingin melihat wajah tampan nya Jo.
__ADS_1
Tapi hati nya menjadi sangat kesal ketika sudah menyadari apa yang telah terjadi antara Jo dan Desi,saat melihat ada bekas lipstik di sudut bibir nya Jo.