Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
Bab. 192


__ADS_3

Hery langsung mendengkus kesal karena sudah malas mau menanggapi kesengajaannya Jo,saat ia mendengar perkataannya Jo barusan.Sudah 3 hari ini mereka sering bertemu karena urusan pernikahan,dan selama 3 hari itu juga mereka berdua saling menyindir dan juga saling berdebat.


Ars yang sedang fokus mengemudi,hanya tetap dengan wajah datarnya tanpa berkurang sedikitpun,karena ia sudah terbiasa melihat permandangan konyol tersebut.


Sedangkan Desi,Agatha dan Ashley,hanya mampu menatap malas ke arah pasangannya masing-masing yang langsung di balas dengan senyuman manis oleh Hery dan juga Jo.


Kecuali Agatha yang sedang menatap Ars yang juga sedang menatap dirinya,melalui cermin yang ada di atas kepalanya Ars,merekapun saling melempar senyum termanis mereka berdua.


2 wanita tersebut sudah lelah menegur 2 pria tersebut selama 3 hari ini,untung saja ketika di dalam Butik tadi,2 pria tersebut mau menuruti perkataan mereka ber 2 dan tidak berbuat ulah baru yang bisa membuat mereka malu.


Setelah sampai di Restoran yang ingin di tuju tadi,mereka semuapun segera keluar dari dalam mobil dengan mengandeng pasangan mereka masing-masing.


Lalu mereka semuapun langsung berjalan masuk ke dalam Restoran tersebut dengan ekspresi wajah khas mereka masing-masing dan mengabaikan tatapan mendamba dan iri dari orang-orang yang ada di dalam Restoran tersebut.


"Eits ,tunggu dulu..." seru Ashley dengan nada tingginya,sambil mengangkat sebelah tangannya ke arah Agatha,Ars,Desi dan Jo yang baru saja mau memakan makanan siang pesanan mereka yang baru saja selesai di tata oleh para pelayan Restoran.


Untung saja,tadi Ars mengambil ruang makan pribadi untuk mereka semua.Jika tidak,mungkin saja saat ini banyak orang yang akan menatap bingung ke arah mereka semua karena suara tingginya nona muda Kusuma tersebut.


"Ada apa?" tanya Jo dengan wajah yang sedang menahan kesal,sambil meletakkan sendok miliknya di atas piring kembali,padahal sendok yang sudah di penuhi makanan siang tersebut sudah berada di ujung bibirnya.


Baru saja ia ingin melahapnya,tapi tiba-tiba saja suara tingginya Ashley langsung menghampiri dan mengageti mereka.


Begitu juga dengan Ars,Agatha dan Desi yang juga ikut-ikutan meletakkan kembali sendok mereka dengan wajah penasaran mereka.


"Kalian harus berdiri dulu dan pindah duduk" jawab Ashley dengan wajah yang tersenyum senang karena sedang membayangkan tentang yang akan ia lakukan saat ini.


"Pindah duduk?" tanya Jo dengan wajah bingungnya,ia berpikir kalau Ashley sedang mengada-ngada saja.Buat apa pula,mereka harus berpindah duduk,karena mereka semua sudah duduk sesuai dengan posisi mereka saat ini.


"Iya,buat apa lagi kita harus pindah duduk Ley? Lihatlah,posisi duduk kita sudah benar dan rapi" timpal Desi dengan wajah yang juga ikut bingung,sambil menatap Ars yang sedang duduk bersama Agatha dan beralih ke dirinya sendiri yang memang sedang duduk di sampingnya Jo.


"Iya,kenapa pula kita harus pindah duduk Ley,kamu ini ada-ada saja..." lanjut Agatha dengan wajah yang sama bingungnya dengan Desi dan juga Jo,sambil menatap wajah Ashley yang sudah mulai menjadi kesal.


Ars yang sedang duduk tenang tadi malah mulai menjadi gelisah karena sudah mulai merasakan hal-hal yang tidak baik akan datang pada mereka ber 4.


' Aku mohon nona,jangan yang aneh-aneh lagi' batin Ars dengan wajah gelisahnya yang bercampur bingung karena mereka seperti sudah tidak memiliki jalan keluar.


Ia juga merasa kesal sama Ibu hamil tersebut,bahkan Herypun terkena dampaknya.Karena semalaman ia dan Tuannya kurang tidur,karena tadi malam ia di suruh oleh nona muda untuk membeli sate kambing di jam 2 dini.


Tapi setelah ia berkeliling selama 2 jam untuk menemukan sate kambing tersebut,nona muda tersebut malah sudah tidur kembali dan berpesan pada Hery untuk menyuruhnya memakan sate kambing tersebut bersama Hery.


Sedangkan Hery juga ikut-ikutan gelisah seperti Ars karena sedang sibuk memikirkan apa yang ada di dalam kepala istrinya itu,hingga ke 4 orang tersebut harus berpindah duduk.Tapi mereka berdua tetap mempertahankan wajah datar dan tenang mereka.


"Jadi,kalian tidak mau menuruti kata-kataku?" tanya Ashley dengan nada kesalnya,sambil menahan tangisnya dan menatap Agatha,lalu beralih ke Ars,Desi dan juga Jo.


"Bukan begitu,tapi .........."belum sempat Jo selesai menjawab pertanyaannya Ashley,Ashley sudah menangis tersedu-sedu di dada kekarnya Hery yang langsung merengkuh tubuh istrinya dengan pelan.


"Hiks Hiks hiks hiks hiks..." terdengar suara tangisan Ashley yang sedang menangis tersedu-sedu di balik dada kelarnya Hery.


Sedangkan yang lainnya langsung menjadi kelabakan dan langsung berdiri dari duduk mereka masing-masing dan mereka juga semakin bingung,begitu juga dengan Hery yang lebih dulu kelabakan.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara lagi,kalian ber 4 cepat lakukan saja apa yang di inginkan oleh istriku tadi" perintah Hery dengan nada kesalnya dan mempertahankan nada pelannya,supaya istrinya tidak merasa kaget.Ia memerintah,sambil mengelus-elus pelan punggung bergetar istrinya dan menatap tajam ke arah Ars,Agatha,Jo dan juga Ashley.


"Sudah Ley,jangan nangis lagi.Kami akan menuruti permintaanmu sekarang juga" ucap Agatha dengan nada bingungnya,sambil *******-***** kedua tangannya karena mendengar suara tangisan sahabatnya.Bagitu juga dengan Desi yang sama bingungnya dengan Agatha.


'Kan hanya ingin kami pindah duduk saja ley,kenapa juga Ibu hamil ini harus menangis seperti itu,seperti kami semua sedang menyiksanu saja.Untung saja,di dalam ruangan ini hanya ada kita saja.Merepotkan saja' batin Desi dengan rasa kesal di dalam hatinya.


Sedangkan Jo dan Ars masih berdiri dengan wajah bingung mereka,sambil menunggu tanggapan dari Ashley.


"Benarkah?" tanya Ashley dengan nada semangatnya,sambil mengelap sisa-sisa air mata yang berada di pipinya.


Agathapun langsung menatap ke arah Ars,Jo,Desi satu persatu dengan wajah pasrahnya.


Sedangkan Hery,ia hanya mampu menghela napas dengan pelan dan merasa tidak percaya sama apa yang ia lihat barusan.Baru saja istrinya menangis tersedu-sedu,tapi saat mendengar kalau permintaannya akan di kabulkan,istrinya langsung menjadi begitu bersemangat dalam waktu yang singkat.


Setelah mendapatkan persetujuan dari mereka ber 3 melalui isyarat mata,Agathapun segera mengangguk pelan ke arah Ashley yang langsung tersenyum senang dan berdiri dari duduknya dengan semangat.


Ars,Agatha,Jo dan Desi langsung mendengkus kesal secara bersamaan,saat mereka melihat wajah semangatnya Ashley barusan,padahal baru saja tadi mereka melihat Ashley menangis tersedu-sedu.


"Kalau begitu,kamu duduk di sini dan kamu di sini" perintah Ashley dengan nada senangnya,sambil memerintah Ars dan Jo saling bertukar tempat duduk.


Jo dan Arspun segera melakukan perintah dari Ashley dengan wajah pasrah mereka yang bercampur kesal,sambil membawa sepiring makan siang mereka masing-masing dengan tidak bersemangat.


"Kalian berdua,tetap saja di tempat kalian tadi" perintah Ashley lagi ,senyum senang di wajahnya tidak berkurang sedikitpun.


Agatha dan Desipun langsung duduk kembali dengan wajah pasrah mereka yang bercampur kesal,karena posisi duduk mereka jadi berubah.Posisi mereka yang awalnya dari Ars,Agatha,Desi dan Jo,tapi sekarang malah jadi dari Jo,Agatha,Desi dan Ars.


"Sudah,apa sekarang kita semua sudah boleh makan?" tanya Jo dengan wajah yang sedang menahan rasa kesalnya,sambil kembali menyuap makan siangnya,begitu juga dengan yang lainnya.


"Nona Muda,apa lagi yang kamu inginkan sekarang?" tanya Jo dengan mempertahankan nada pelannya,sambil meletakkan kembali sendok miliknya dan tersenyum kesal.


Sedangkan yang lainnya,hanya mampu menahan kesal,lagi-lagi makan siang mereka harus kembali terhenti karena ulah Ibu hamil tersebut.


"Aku ingin melihat kalian makan siangnya saling bersuapan,tapi kalian saling menyuapnya harus bertukar pasangan" jawab Ashley dengan tersenyum malu,sambil mengenggam tangannya Hery.


Ntah kenapa,tiba-tiba saja siang ini ia ingin sekali melihat ekspresi wajahnya sepasang manusia yang bukan sepasang kekasih yang sedang saling menyuapi.


"Apa?" tanya Jo,Ars,Agatha dan Desi secara bersamaan dengan nada tinggi dan wajah kaget mereka,sambil berdiri dari duduknya mereka karena terlalu kaget.


"Apa kalian tidak bisa memelankan suara kalian?" tanya Hery dengan nada kesalnya,sambil menatap tajam ke arah 4 orang tersebut.Hingga membuat mereka ber 4 pun,segera memelankan suara mereka.


"Apa kamu sedang bercanda ley?" tanya Agatha dan Desi secara serentak,masih dengan wajah kaget mereka.


"Apa nona serius?" timpal Ars dengan wajah kaget yang sudah berubah menjadi ekspresi tidak percaya.


"Permintaan apaan itu?" tanya Jo dengan nada kesalnya.


"Maaf,itu bukan permintaanku.Tapi ini adalah permintaan dari bayi kami.Kalau kalian tidak mau, juga tidak apa-apa" jawab Ashley dengan wajah yang merah karena sedang menahan tangis.


"Baik baik,oke kami akan melakukannya" ucap Jo dan Ars secara bersamaan dengan cepat,saat mereka melihat kedua matanya nona muda tesebut yang sudah kembali ingin menangis.

__ADS_1


Mereka ber 4 pun segera duduk kembali dengan wajah pasrah mereka,sambil terus merutuki diri mereka sendiri karena telah mengikuti sepasang suami istri tersebut.


Lebih tepatnya,mereka tidak bisa menolak permintaan dari nona muda tersebut yang tadi ingin mengikuti mereka ke Butik.Bahkan tadi Ashley mengajak Ars dan juga Agatha untuk pergi bersama,dengan alasan supaya lebih seru.


Seharusnya setelah dari Butik tadi,mereka langsung pulang saja dengan taksi ataupun mobil sendiri.Sekarang mereka sudah tidak bisa berbuat banyak lagi,selain menurut.Dari pada mereka harus melihat tangisan nona muda Kusuma dan mendapatkan amukan Dari Tuan muda Kusuma.


Sedangkan Hery,ia yang berniat ingin memarahi Jo dan Ars tadi,langsung mengurungkan niatnya dan tersenyum puas saat ia mendengar jawabannya Jo dan Ars barusan.


Karena ternyata sahabatnya yang menyebalkan ini mendapatkan hadiah dari istrinya juga,ada untungnya juga bagi dirinya karena sudah berbesar hati memberikan tumpangan pada sepasang calon pengantin tersebut.Dan untuk Ars dan Agatha,anggap saja sebagai bonus untuknya.


Setidaknya permandangan di hadapannya saat ini mampu mengurangkan sedikit rasa kesalnya pada istrinya yang tidak bisa ia lampiaskan selama hampir 2 bulan ini,karena dalam 2 bulan ini istrinya terus meminta permintaan aneh padanya.


Seperti menyuruh dirinya untuk tidur di atas lantai dengan beralas kasur tipis karena beralasan kalau bau tubuhnya terlalu menyengat.


Tapi setelah beberapa jam dirinya terlelap,Ashley kembali memanggil dirinya untuk bangun dan tidur di atas kasur lagi,karena beralasan ingin tidur sambil di peluk sama suaminya.


Dan masih banyak yang lainnya lagi,yang pasti setiap permintaan istrinya selalu mampu membuat dirinya harus menahan kesal.Tapi kali ini,kedua matanya seperti langsung mendapatkan vitamin dan langsung menjadi lebih segar karena bukan dirinya yang menjadi korbannya.


Ars,Jo,Agatha dan Desi pun mulai mengangkat piring makan siang mereka masing-masing dan menyendoknya


Kemudian mereka ber 4 pun mulai saling menyuapi seperti yang di inginkan oleh nona muda Kusuma tadi,dengan wajah pasrah,kesal dan kaku yang bercampur menjadi satu.


Lalu Ashley dan Herypun ikut melanjutkan makan siang mereka yang tertunda tadi,dengan wajah yang sama-sama tersenyum senang sambil menatap wajah kesal 2 pasangan calon pengantin tersebut.


Ashley hanya terus tersenyum senang bercampur bahagia di dalam sepanjang makan siangnya,karena permintaannya telah di kabulkan oleh sahabat-sahabatnya dan juga sahabat-sahabat suaminya,bahkan ia mengabaikan gumaman-gumaman pelan dari ke 4 orang tersebut karena terlalu senang dan juga bahagia.


Sedangkan Hery,ia makan sambil mempertajamkan pendengarannya,supaya bisa mendengar apa isi percakapan 2 pasangan calon pengantin tersebut.


"Apa sahabat kalian itu memang selalu menyebalkan seperti itu?" tanya Jo pada Agatha dan juga Desi,dengan nada kesalnya,sambil terus menyuapi Agatha.


"Tidak juga,baru-baru ini saja dia banyak permintaan dan suka menangis kalau permintaannya tidak di turuti" jawab Agatha dengan nada kesalnya juga,sambil menyuapi Jo dan mengingat kembali keluhan kekasihnya tentang nona muda tersebut.


Begitu juga dengan Desi dan Ars,mereka ber 4 pun menjadi saling bergumam dengan wajah kesal mereka sambil terus saling menyuapi hingga makan siang mereka habis nanti.


"Aku jadi penasaran,apa sih jenis kelamin bayi yang sedang di kandungi oleh Ashley? Sampai harus membuat kita menjadi seperti ini..." tanya Desi dengan nada kesalnya dan wajah penasarannya.


"Aku juga penasaran,tidak mungkin kan bayi wanita akan selalu membuat orang kesal saja dan suka membuat orang menderita seperti ini" ucap Agatha,dengan nada kesalnya sambil berpikir.


"Mungkin juga,tapi aku rasa bayi yang ada di dalam kandungan itu pasti laki-laki" ucap Jo dengan wajah yakinnya.


"Iya,aku setuju dengan Jo.Bukankah laki-laki juga suka buat ulah dan bertingkah konyol" ucap Ars yang sependapat sama Jo.


"Tapi wanita juga suka buat ulah,bertingkah konyol dan nangis-nangis" ucap Desi sambil berpikir.


"Apa kalian tidak lihat,kalau yang barusan itu seperti laki-laki juga ada,seperti wanita juga ada" ucap Jo dengan ekspresi wajah yang sedang ikut berpikir.


"Aku sependapat dengan Jo" ucap Ars dengan wajah malasnya,seharusnya ia menyuapi calon istrinya,kenapa ia malah jadi menyuapi calon istri sahabat Tuannya.


Dan juga,karena dari yang mereka berdua lihat,Ashley suka makan terus dan sangat cengeng dan juga suka menyiksa orang.Maka dari itu,mereka berdua menebak kalau bayinya Ashley dan Hery pasti sepasang bayi kembar.

__ADS_1


"Jangan-jangan bayi mereka itu sepasang bayi kembar" ucap Agatha dan Desi secara serentak,tanpa sadar kalau suara mereka berdua naik 2 oktaf dari suara pelan yang sebelumnya.Lalu mereka berdua langsung tersenyum senang karena sedang sibuk memikirkan bagaimana menggemaskan,kalau nanti sepasang bayi kembar yang sudah lahir dari keturunan tampan dan juga cantik itu.


__ADS_2