Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
56. Kecerobohan Ashley,Agatha dan Desi


__ADS_3

"Baik Tuan"jwb Ars dengan cepat sambil memerintah anak buah nya untuk segera menangkap Siska,melalui isyarat mata nya.


"Tuan aku mohon,tolong maaf kan aku,tolong kasihani ku,Tuan aku mintak maaf"teriak Siska yg sedang ketakutan dan terus berontak saat beberapa pria menangkap dan menyeret nya ntah ke mana.


Apa lagi ketika ia mendengar Hery menyebut tentang istri pria-pria yg ia kuras harta nya itu,istri pri-pria itu pasti akan menghabisi nya setelah melihat nya.


Hery sebenar nya sudah mengetahui dari awal,kalau Siska sebelum bersama Aldy selalu mencari pria kaya untuk menjadi target nya.


Sekarang setelah Aldy jatuh miskin dan tdk menampak kan wujud nya lagi,dia pun tdk berniat untuk mencari Aldy lagi,apa lagi ketika dia mendengar kalau Aldy sudah tdk mempunyai apa-apa lagi,jadi sekarang dia sibuk mencari target baru lagi.


Hery yg tdk terlalu mau menanggapi nya pun,hanya menyuruh Ars menyimpan bukti-bukti ketika dia menjebak para korban,walau pun sebenar nya akhir nya para korban yg tergoda sendiri dengan tubuh molek nya Siska.


Sekarang Siska sudah kelewat batas,Hery paling membenci itu,apa lagi Siska juga selalu ingin mencelakai wanita nya.


Penonton yg tadi masih sibuk menonton dengan wajah tegang dan juga kebingungan pun,segera membubar kan diri mereka masing-masing saat melihat tatapan tajam dari Ars.


Ada beberapa wanita yg ter kagum-kagum dengan hanya melihat dada bidang nya Hery dari luar kemeja yg masih di pakai nya,tapi mereka akhir nya tetap membubar kan diri karena takut akan seperti Siska tadi.


Sedang kan Hery menghela nafas dengan berat,ia paling tdk suka apa bila ada yg berani menyentuh nya,apa lagi seorang wanita kecuali orang-orang yg ia sayangi.


"Tuan maaf kan kami atas ketidak nyamanan ini,kami akan memperbaiki nya untuk ke depan nya lagi"ucap Tuan Wijaya yg baru saja mendekat,dari tadi ia hanya terdiam saat menyaksi kan kemarahan nya Sang Presedir karena takut.


Tuan Wijaya juga berbicara dengan nada gugup, saat ia melihat kemarahan Hery yg seperti nya masih belum mereda dengan sempurna,sedang kan istri nya juga ikut gugup bahkan ia tdk berani untuk bicara.


"Sudah,tdk usah di pikir kan lagi.Kalian lanjut kan saja acara nya,biar kan Tuan kami tenang dulu"ucap Ars yg sudah berdiri di samping Hery kembali dengan wajah datar nya,setelah anak buah nya selesai mengurung Siska di sebuah ruangan yg ada di sana.


Ars yg melihat masih ada amarah Di wajah nya Hery,ia pun langsung bersuara untuk menjawab kekhawatiran Tuan Wijaya.

__ADS_1


'Jika bukan karena kemaren Ars mengata kan kalau ia mencintai Agatha,mungkin saja kerja sama nya dengan Tuan Wijaya akan segera Hery batal kan sekarang juga' pikir Ars.


"Baik Tuan,terima kasih Tuan"ucap Tuan Wijaya dengan menghembus nafas sedikit lega sambil berlalu dari sana bersama istri nya,setelah sudah di tanggapi oleh anggukan kecil dari Ars.


"Tuan sebentar lagi mereka akan tiba"ucap Ars sambil menatap Hery yg masih mengatur nafas emosi nya.


"Hm "jwb Hery setelah selesai mengatur nafas tdk beraturan nya karena marah tadi,ia pun segera mengambil HP nya dari dalam saku nya dan memencet beberapa kalimat lalu mengirim kan nya kepada seseorg sambil menatap Ashley.


Sedang kan tdk jauh dari sana,Daniel,Agatha,Desi dan juga Ashley cukup terkejut saat melihat kemarahan nya Hery,hingga membuat mereka ber 4 ter cengang beberapa saat.


"Bagus sekali aku menyukai prinsip nya" ucap Daniel dengan bertepuk tangan sedikit pelan,yg hanya di dengar oleh 3 wanita di samping nya saja,sambil tersenyum lebar.


Seperti nya untuk ke depan nya ia akan menyukai calon adik ipar nya itu.


"Iya,memang pria idaman sekali"sambung Agatha yg kagum pada aksi Hery barusan,sambil tersenyum.


"Ah memang pria yg sangat mempesona kan"ucap Desi yg ikut ter kagum-kagum sambil tersenyum lebar,apa lagi saat ia memperhati kan dada bidang nya Hery barusan,membuat pikiran nya melayang ntah ke mana-mana,membuat Daniel,Agatha dan Ashley memutar bola mata nya dengan malas saat melihat wajah genit dan mata memuja dari Desi.


"Dasar kau ini.Dia adalah pria ku,jangan menatap nya seperti itu"ucap Ashley dengan nada kesal nya sambil menatap geli ke arah wajah genit nya Desi dan juga memukul pelan pundak nya Desi.


"Ih kau ini,kan hanya sekedar kagum saja.Aku tdk akan merebut nya dari mu,itu pun belum tentu juga pria mu itu mau menatap ku.Lihat saja Siska,aku tdk mau menjadi seperti dia"ucap Desi dengan bibir mengerucut dan nada merinding saat mengucap kan kalimat terakhir nya.


Hingga membuat Daniel,agatha dan Ashley langsung tertawa kecil.


"Tuan,nona-nona sila kan di minum"ucap seorg pelayan dengan tiba-tiba di depan mereka ber 4,hingga mampu membuat mereka tersentak kaget.


"Terima kasih "ucap mereka ber 4 serentak setelah pelayan itu selesai meletak kan minuman di hadapan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Apa kalian yg memesan nya?" tanya Daniel heran,karena dari tadi ia sama sekali tdk ada memesan minuman sambil menatap pelayan yg sudah menjauh.


Ashley,Agatha dan juga Desi menggeleng kan kepala nya dengan pelan,menanda kan kalau mereka tdk memesan nya.Tapi lantaran sedang haus, mereka ber 3 pun bersama-sama mengambil dan ingin meminum nya tanpa mencurigai nya lagi.


"Ting" tiba-tiba nada pesan yg masuk dari HP nya Daniel berbunyi,Daniel pun segera membuka nya karena kebetulan HP nya sedang ia pegang sekarang.


Setelah ia melihat isi pesan tersebut,ia langsung dengan cepat menoleh ke arah Ashley yg ingin meminum minuman yg di bawa oleh pelayan tadi,wajah nya Daniel langsung berubah menjadi panik saat melihat ujung gelas minuman itu sudah hampir mencapai bibir nya Ashley.


Dan...


"Pyaarr" suara pecahan gelas pun menarik perhatian org-org di sekitar mereka ber 4.


"Kakak ,apa yg kau laku kan?"tanya Ashley dengan kesal saat ia mengetahui kalau kakak nya tiba-tiba menyentak gelas minuman nya hingga jatuh ke lantai begitu saja.


"Ini kalian baca...kenapa kalian ceroboh sekali?"tanya Daniel balik dengan kesal sambil menyodor kan HP nya kepada Ashley dan 2 sahabat adik nya yg masih terkejut, terpampang jelas di layar HP nya Daniel,isi pesan yg di baca nya tadi.


' Cepat singkir kan gelas minuman nya Ashley,di dalam nya berisi obat perangsang yg sudah di atur oleh Siska tadi"isi pesan tersebut ternyata dari Hery yg sudah mengetahui rencana nya Siska,tadi ia ingin menghampiri Daniel tapi Siska menghenti kan langkah nya.


Ashley,Agatha dan Desi lagi-lagi tercengang di buat nya,setelah membaca isi pesan tersebut.


"Untung saja ada aku di sini dan bukan ke tiga-tiga gelas itu yg berisi obat perangsang lalu di minum oleh kalian.Coba kalian bayang kan apa yg akan terjadi?" tanya Daniel lagi,ia semakin kesal saat melihat wajah bodoh 3 wanita yg ada di depan nya ini.


Ashley,Agatha dan Desi menggeleng-geleng kan kepala nya dengan cepat dengan wajah bodoh,yg menanda kan kalau mereka tdk mau itu terjadi pada mereka.


"Ayo kita pulang"ucap Daniel yg berusaha menahan kesal nya agar tdk meledak-ledak sambil menarik tangan nya Ashley dengan pelan,di ikuti oleh Agatha dan Desi dari belakang.


Mereka pun berjalan keluar dari restoran itu tanpa menghirau kan pandangan-pandangan mata yg penuh dengan rasa penasaran.

__ADS_1


__ADS_2