Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
64. Hery dan Daniel yang saling membalas


__ADS_3

"Seperti nya kau harus segera menikah agar tidak menganggu kami lagi"ucap Hery sambil mendelik kesal ke arah Daniel saat melihat punggung Ashley yg sudah berada antara keluarga dan 2 sahabat nya.


"Siapa yg suruh kalian tidak tahu tempat,menyiksa mata ku saja"ucap Daniel dengan wajah sedikit kesal sambil berjalan ke arah Hery dan duduk di samping nya Hery.


"Apa maksud kau,aku harus membawa Ashley ke dalam kamar untuk berciuman?" tanya Hery dengan wajah santai nya sambil mengambil kembali HP nya yg ia simpan di dalam saku celana nya tadi.


"Bukan,bukan seperti itu maksud ku"ucap Daniel cepat dengan wajah yg menjadi sedikit panik.


"Kau jangan coba-coba melaku kan nya sebelum pernikahan terjadi,aku akan memantau kalian terus"lanjut Daniel lagi yg memperingati Hery dengan wajah serius nya sambil menatap wajah nya Hery yg terlihat tenang saja.


"Kau tenang saja,aku akan menahan nya.Tapi lain lagi jika tidak sengaja,kau tidak boleh menyalah kan ku"ucap Hery tanpa menoleh ke arah Daniel,ia terus mengecek email yg baru masuk di HP nya dengan wajah datar nya tapi tertawa dalam hati.


Apa lagi saat sekilas ia melihat wajah kesal calon adik ipar nya itu,seperti nya Daniel akan kehabisan kata-kata setelah ini.


"Kau...kapan kau akan menikahi adik ku?Kenapa tidak ada satu pun keluarga kau yg datang untuk melamar adik ku? Apa.....?" pertanyaan-pertanyaan yg bertubi-tubi dari Daniel segera di sela oleh Hery.


Ternyata Daniel benar-benar kehabisan kata,ia malah mencoba untuk menyerang Hery kembali.Tapi ia juga ingin sekalian memasti kan keseriusan nya Hery,walau pun keseriusan nya Hery sudah sangat terlihat.


"Besok malam keluarga kami akan datang ke sini,kalian bersiap-siap saja"Hery langsung menyela perkataan Daniel karena sudah mulai kesal saat mendengar Daniel yg bertanya tanpa henti.


Jawaban dari Hery mampu membuat Daniel ternganga karena rasa tidak percaya nya,lalu ia segera menatap Hery yg masih dengan santai nya menatap HP nya,mungkin sedang mengecek sesuatu dan Daniel tidak ingin mrngetahui nya.

__ADS_1


Apa kah Hery sedang bercanda,apa keluarga nya Hery benar-benar akan menerima Ashley adik nya,apa lagi status keluarga mereka sangat lah jauh terbalik di banding kan dengan keluarga nya Hery.


"Apa kau tidak percaya?" tanya Hery dengan wajah yg menoleh ke arah Daniel sambil menelisik dengan wajah heran saat melihat wajah bengong nya Daniel.


"Tidak,eh iya aku percaya"ucap Daniel dengan cepat saat sudah tersadar dari bengong nya.


"Bagus lah kalau begitu,kami akan menunggu keluarga kau datang dengan tangan yg terbuka"ucap Daniel dengan wajah santai,padahal ia sedang berpikir bagaimana cara menglayani keluarga yg terkaya no 1 ini besok.


"Tenang saja,keluarga kami tidak pernah memakan manusia"ucap Hery yg langsung membuyar kan pemikiran nya Daniel yg masih mengambang,Hery seperti nya sudah bisa menebak akan kekhawatiran nya Daniel dan ia pun bisa memaklumi nya.


"Cih,kau seperti bisa membaca pikiran orang saja"ucap Daniel sambil memutar bola mata nya dengan malas.


"Itu terlihat sekali di wajah kau,apa kau tidak menyadari nya?"ucap Hery sambil terus menatap wajah nya Daniel lalu ia menatap HP nya lagi.


"Apa keluarga kau akan menerima adik ku?"tanya Daniel lagi dengan nada ragu sambil menatap wajah Hery dengan menelisik.


"Kau lihat saja besok"ucap Hery dengan wajah yg penuh keyakinan sambil tersenyum karena ia yakin sekali,kalau keluarga nya pasti akan mendukung nya,siapa pun yg ia pilih.


"Baik lah,aku juga penasaran bagaimana cara keluarga kau memperlaku kan orang yang seperti kami ini"ucap Daniel pasrah karena ia tidak mendapat kan jawaban yg memuas kan dari Hery.


"Kau tenang saja,keluarga kami tidak seperti yg selalu kau pikir kan itu"ucap Hery mencoba menenang kan Daniel yg terlihat sedikit khawatir.

__ADS_1


Kemudian Hery segera menyandar kan tubuh nya ke dinding sofa setelah ia selesai memasuk kan HP nya yg sudah selesai ia cek,lalu ia kembali menatap wanita nya yg sibuk ber senda gurau dengan 2 sahabat nya itu.


Daniel pun menjadi sedikit lega saat mendengar perkataan nya Hery,lalu ia ikut menyandar kan tubuh nya seperti Hery.


"Adik ku itu sedikit manja jika sudah bersama keluarga nya dan ia suka menjadi mandiri seperti 2 sahabat nya itu,tapi kadang-kadang ia akan memperlihat kan kelemahan nya pada saat-saat tertentu,kau hanya perlu memahami nya saja,semoga saja itu semua tidak membuat kau menderita" ucap Daniel yg bermaksud supaya Hery bisa menjaga dan menyayangi adik kesayangan nya itu seperti mereka yg selama ini telah menjaga nya,Daniel berbicara sambil menatap Ashley yg masih sibuk bersenda gurau.


"Tapi kau tidak perlu cemas,selama kami bersama nya,aku jarang sekali melihat nya merepot kan kami.Tapi aku juga tidak bisa tahu,mungkin saja kalau nanti ia akan merepot kan kau,seperti nya jika bersama kau ia akan menjadi lebih manja di banding kan bersama kami" lanjut Hery lagi dengan wajah tersenyum sambil membayang kan Hery yg kerepotan saat melayani sifat manja adik nya yg menjadi berdouble-double.


"Tenang saja,dari awal aku tidak pernah mempermasalah kan semua itu.Bagi ku Ashley adalah berlian terindah ku jadi aku akan melaku kan apa pun agar ia selalu merasa bahagia saat berada di samping ku dan aku akan memberi kan lebih dari yg telah kau beri kepada nya" jawab Hery dengan wajah tersenyum membayang kan masa-masa indah yg akan ia lewat kan bersama Ashley setelah ini,tapi ia juga menyindir Daniel karena sengaja ingin membuat Daniel kesal.


Jawaban Daniel berhasil membuat Daniel kesal,terlihat dari wajah tersenyum nya tadi langsung berubah menjadi kesal.


"Cih,mentang-mentang kaya jadi suka menyombong kan diri"ucap Daniel dengan nada kesal tanpa menoleh ke arah Hery.


Perkataan kesal dari mulut Daniel pun mampu membuat Hery tertawa kecil,hingga membuat Daniel yg menatap Ashley tadi segera menoleh ke arah Hery.


"Aku baru tahu kalau kau bisa tertawa juga...?" ucap Daniel saat melihat wajah tawa nya Hery,sambil kembali menatap Ashley.


Baru ini pertama kali nya ia melihat Hery tertawa semenjak pertemuan pertama mereka,hingga membuat Daniel menjadi kaget.


"Apa aku tidak boleh tertawa?" tanya Hery dengan wajah kesal nya,hilang sudah tawa nya tadi.

__ADS_1


"Tentu saja boleh,hanya saja wajah kaku kau itu lebih enak di lihat.Jika kau tertawa seperti tadi,kau hanya akan membuat ku kaget saja" jwb Daniel dengan nada menyindir dan tersenyum puas saat bisa membalas Hery yg telah membuat nya kesal barusan.


"Cih,kau terlalu berlebihan"ucap Hery yg sudah malas meladeni calon adik ipar nya ini,setelah itu tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka,mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing sambil menatap Ashley.


__ADS_2