
Setelah sampai di dalam kamar mandi,Hery segera menduduk kan istri nya di atas kloset,lalu ia menyala kan air hangat ke dalam Bathtub,ia juga mencelup kan sedikit Bath Bomb ke dalam Bathtub agar aroma wewangian yang terdapat di Bath Bomb tersebut bisa sedikit mengurang kan rasa pusing yang ada di kepala istri nya.
Setelah selesai menyiap kan air hangat untuk Ashley,ia segera berbalik badan untuk mengendong Ashley ke dalam Bathtup.
Tapi tubuh nya langsung menegang saat melihat Ashley yang sedang melepas kan pakaian nya satu persatu dengan pelan,hingga saat ini hanya tinggal kain segitiga dan kaca mata saja yang masih belum terlepas dari tubuh istri nya.
"Honey,jangan hanya berdiri saja,ayo bantu aku" pinta Ashley dengan suara manja nya,sambil berusaha melepas kan kaitan Bra yang berada di belakang nya.
Padahal kaitan bra itu tidak sulit untuk ia lepas kan,hanya saja ia sengaja agar bisa melancar kan ide nakal nya tadi.
"Honey..." panggil Ashley lagi dengan suara yang semakin manja saat melihat suami nya yang hanya mematung saja dengan wajah merah bercampur bingung.
"Ba baik Honey" jawab Hery dengan suara berat nya sambil melangkah dengan pelan ke arah Ashley yang masih duduk di atas kloset.
Gejolak di dalam tubuh nya semakin meningkat saat mendengar suara manja istri nya yang terdengar sangat menggoda di telinga nya,apa lagi saat menatap tubuh menggoda istri nya hingga membuat wajah nya memerah karena sedang menahan hasrat nya yang sedang memaksa untuk keluar.
Padahal tadi ia hanya ingin membantu menampung air hangat saja dan berniat meninggal kan istri nya mandi sendiri di dalam bathtub agar ia tidak sampai lepas kendali,tapi belum sempat ia melari kan diri,istri nya sudah lebih dulu mendapat kan kelemahan nya.
Karena jika setiap ia melihat lekuk-lekukan indah yang ada di tubuh menggoda istri nya itu,ia pasti tidak bisa menahan diri lagi.
"Honey,cepat gendong aku ke dalam Bathtub" pinta Ashley lagi dengan wajah malu nya karena tubuh nya sudah tanpa penghalang apa pun saat ini.Setelah kain segitiga dan kaca mata milik nya sudah terlepas semua karena di bantu oleh suami nya,tapi suami nya malah masih mematung di belakang tubuh nya.
"Honey,kenapa kamu malah menatap tubuh polos ku seperti itu, seperti baru pertama kali saja?" tanya Ashley yang sengaja mengejek suami nya saat melihat tatapan lapar suami nya di pantulan kaca yang ada di depan nya.
Ia sedikit menunduk kan kepala nya saat Hery beralih menatap wajah nya melalui pantulan cermin itu,sambil tersenyum malu.
"Bukan begitu Honey,aku hanya sedang ...." jawab Hery dengan suara yang semakin berat.Perkataan nya berhenti di akhir kalimat karena bingung mau bicara bagaimana,kalau panas di tubuh nya saat ini sudah berada di puncak dan meminta untuk segera di dingin kan,bahkan benda di bawah nya sudah mulai bangun dari 2 menit yang lalu.
"Honey,cepat gendong aku,tubuh ku sudah kedinginan" ucap Ashley dengan nada yang sedikit kesal dan wajah yang sudah tidak sabaran,apa lagi suami nya terus menatap tubuh nya yang tanpa kain sama sekali.
"Baik lah Honey,maaf" ucap Hery dengan wajah bersalah nya karena telah membuat istri nya kedingingan tanpa mengetahui kalau itu hanya trik istri nya untuk meruntuh kan pertahanan milik nya yang sedang berada di ujung tanduk itu.
Hery segera mengendong tubuh polos nya Ashley ke dalam Bathtub,sambil menahan diri untuk tidak menerkam istri nya saat ini juga,apa lagi saat melihat wajah pucat istri nya yang masih belum menghilang itu,membuat dirinya semakin tidak tega.
"Aku tinggal dulu ya Honey,nanti kalau sudah siap segera panggil aku" ucap Hery sambil ingin berdiri dari membungkuk nya tadi,ia ingin segera mendingin kan benda di bawah nya yang sudah bangun dari tadi di kamar mandi yang lain,apa lagi benda tersebut sudah mendesak ingin segera keluar saat ini.
"Honey,masa kamu tega sih tinggalin aku seperti ini.Aku masih pusing untuk membersih kan tubuh ku,apa lagi bagian punggung ku ,aku tidak bisa menggapai nya" ucap Ashley dengan nada manja nya sambil menahan tangan nya Hery yang ingin berdiri.
'Sedikit lagi' batin Ashley dengan tersenyum puas di dalam hati nya, sambil melirik sekilas ke arah benda yang ada di bawah suami nya yang sudah berdiri dengan sempurna.
Padahal pusing di kepala nya sudah tidak separah tadi,tapi demi ide nakal nya ia harus menguras tenaga nya sedikit lagi untuk melaku kan keahlian akting nya sebisa mungkin.
__ADS_1
"Baik lah" jawab Hery dengan nada pasrah,ia pun melangkah masuk ke dalam Bathtub dan duduk di belakang nya Ashley dengan kedua kaki yang berada di kiri kanan pinggul nya Ashley.
Ia sengaja tidak melepas kan handuk pendek yang ada di pinggang nya tadi,agar benda di bawah nya tidak bersentuhan dengan punggung istri nya tanpa penghalang.
'Ternyata pertahanan suami nya sangat kuat,padahal mereka berdua sekarang berdekatan sekali tanpa sekatan apa pun lagi tapi suami nya masih bisa bertahan.Pasti suami nya tidak akan mudah untuk tergoda sama wanita lain,sama istri nya saja begini apa lagi sama wanita lain yang bukan istri nya' pikir Ashley dengan wajah yang tersenyum bahagia saat memikir kan suami nya yang akan mampu menjaga milik nya dengan baik tanpa memikir kan wajah tersiksa suami nya yang sedang berada di belakang nya.
"Honey,bagaimana kalau ada wanita lain yang ingin menggoda mu?" tanya Ashley dengan suara pelan nya sambil meraba kedua kaki nya Hery dengan kedua tangan nya yang perlahan-lahan naik ke paha nya Hery.
"Ten tentu saja langsung aku usir,Honey" jawab Hery dengan gugup karena sedang menahan gejolak-gejolak yang semakin meningkat dengan cepat saat merasa kan kedua tangan istri nya yang sudah tidak mengenal tempat.
"Bagaimana kalau wanita itu memaksa?"tanya Ashley lagi dengan wajah malu nya saat sebelah tangan nya sudah hampir menggapai benda yang ia ingin kan dari tadi.
"Ten tentu saja akan aku singkir kan,Honey" jawab Hery dengan nafas yang sudah tidak beraturan karena gairah yang sudah tidak dapat ia tahan lagi.
"Suami ku memang yang terbaik" puji Ashley dengan wajah yang tersenyum senang bahagia saat mendengar jawaban dari suami nya tanpa menyadari kata 'singkir' dari suami nya barusan,karena dari tadi ia sangat mengingin kan suami nya jadi ia hanya mendengar jawaban inti dari suami nya saja.
"Honey..." panggil Hery dengan suara yang sangat berat tanpa menanggapi pujian dari istri nya itu, saat merasa kan genggaman tangan istri nya di benda nya yang sudah berdiri tegak dari tadi.
Tangan nya yang tadi sibuk membersih kan punggung nya Ashley pun,sudah beralih untuk memegang pergelangan nya Ashley.
"Hm" jawab Ashley dengan singkat,tapi wajah nya jadi sedikit kesal karena ternyata pertahanan suami nya memang sangat kokoh hingga ia harus berusaha sekeras ini.
"Apa kepala mu sudah tidak pusing lagi hm" tanya Hery dengan wajah khawatir nya sambil menahan hasrat yang dari tadi terus mendesak ingin keluar.
Suami nya masih bisa menahan nya tapi sisi tubuh nya yang lain sudah sangat mengingin kan suami nya,jadi ia segera gerak cepat agar pertahanan suami nya segera runtuh dan ternyata langsung berhasil.
Hery segera melepas kan handuk pendek nya tadi dan membalik kan tubuh istri nya dengan gerakan cepat,tubuh nya sudah tersiksa dari tadi,ia sudah tidak mampu menahan nya lagi.
"Honey..." panggil Hery dengan wajah memerah nya sambil menatap wajah istri nya yang sedang tersenyum malu.
"Kalau merasa tidak nyaman,bilang ya " pinta Hery dengan wajah yang di penuhi gairah bercampur sedikit khawatir.
Hery segera m*nc**m bibir nya Ashley dengan sedikit rakus saat melihat anggukan pelan dari Ashley karena efek gairah yang ia tahan dari tadi,Ashley segera menyambut nya dengan senang hati.
Akhir nya mereka berdua pun saling m*l*m*t dengan lembut dan saling bersentuhan dan membelai tubuh dengan kedua tangan mereka.
Beberapa saat kemudian,Hery segera mengendong Ashley setelah selesai membersih kan tubuh nya Ashely dengan air hangat yang bersih,lalu ia segera membawa Ashley ke atas kasur untuk melanjut kan aksi mesum mereka karena takut Ashley lelah jika melaku kan nya di kamar mandi.
Terdengar suara decapan lidah yang saling membelit dan juga suara-suara merdu yang saling bersahutan kembali terdengar di dalam kamar kedap udara milik sepasang suami istri tersebut.
Setelah 2 jam berlalu,setelah melewati 2 ronde pergumulan panas mereka,akhir nya tubuh nya Hery menimpa tubuh lelah nya Ashley dengan nafas lelah yang belum teratur dengan baik saat ia sudah mendapat kan pelepasan untuk kedua kali nya,begitu juga dengan nafas milik nya Ashley.
__ADS_1
"Apa ada yang tidak nyaman hm?" tanya Hery setelah melepas kan penyatuan mereka dan menyingkir kan tubuh nya ke samping nya Ashley.
Nafas lelah nya sudah teratur walau pun masih tersisa sedikit,ia berbicara sambil membelai pipi istri nya dengan pelan dan mencium kening istri nya yang berkeringat.
"Sangat nyaman,Honey" jawab Ashley sambil mengelap keringat di kening nya dengan tersenyum senang karena keinginan nya malam ini kembali terkabul walau pun dengan cara curang,ia juga ingin menjawab sangat n*km*t tapi ia malu untuk mengata kan nya.
"Kenapa kau seperti sangat senang,Honey?" tanya Hery sambil menelisik wajah senang istri nya yang berubah menjadi sedikit gugup,apa lagi saat ia merasa kan kalau istri nya sangat m*n*m*kt*i apa yanh mereka berdua laku kan tadi,kemana tubuh lemah istri nya tadi sore.
Ia jadi mengingat goda-godaan yang istri nya beri kan kepada nya tadi,hingga membuat ia tersenyum di dalam hati.
"Hanya senang saja ,Honey" jawab Ashley dengan asal,ia jadi bingung mau menjawab apa saat melihat wajah curiga suami nya.
"Apa tadi,Honey sengaja menggoda ku hm?" tanya Hery dengan wajah yang tersenyum tipis,ia segera mengeluar kan isi dugaan nya saat menangkap eskpresi wajah istri nya yang membenar kan dugaan nya barusan.
"Ternyata,istri ku memang semakin nakal sekarang ya..." ucap Hery dengan wajah yang tersenyum saat melihat istri nya yang sedang cenges-ngesan yang menanda kan kalau istri nya telah mengiya kan pertanyaan nya.
Karena terlalu sibuk menahan gairah nya tadi,ia jadi tidak menyadari kalau istri nya sedang menjebak dirinya.
"Apa,Honey tidak marah?" tanya Ashley untuk memasti kan saat melihat wajah suami nya yang tersenyum,mana tahu saja suami nya marah karena tidak mau menuruti perkataan suami nya tadi.
"Tidak Honey,aku hanya mengkhawatir kan kesehatan mu saja.Apa lagi tadi sore wajah mu sangat pucat dan tubuh mu juga sangat lemah" jawab Hery sambil menelisik wajah tersenyum nya Ashley karena mendengar kan jawaban dari dirinya.
"Lagi pula kenapa aku harus marah,kalau kau saja sangat m*n*km*t* nya.Tapi aku juga sangat menyukai nya " lanjut Hery lagi dengan wajah yang tersenyum lebar saat memikir kan hormon hamil istri nya ini memang luar biasa tapi ia memang benar-benar menyukai nya.
"Bukan hanya aku,Honey.Tapi kamu juga terlihat sangat m*n*km*t* nya juga" ucap Ashley dengan wajah yang tersenyum malu saat lagi-lagi suami nya mengingat kan dirinya pada pergumulan panas mereka tadi.
"Hanya tubuh mu saja yang mampu membuat ku seperti itu,Honey" ucap Hery sambil membuka selimut yang menutupi tubuh polos mereka tanpa malu dan bangun dari berbaring nya lalu ia segera mengendong tubuh istri nya kembali untuk membersih kan diri lagi karena terasa sangat lengket akibat pergumulan panas mereka tadi.
Ashley tidak menanggapi perkataan nya Hery lagi,ia hanya menelusup kan wajah nya ke dada kekar suami nya saat tubuh nya sudah di dalam gendongan suami nya,ia juga tersenyum bahagia saat mendengar perkataan akhir suami nya tadi.
Tapi wajah nya juga kembali memerah karena malu dengan tubuh nya nya yang tanpa kain itu,sedang kan suami nya lebih tidak tahu malu dari diri nya,jadi lah mereka berdua sama-sama tanpa kain.
Setelah mereka berdua selesai membersih kan diri dan memakai bathrobe,Hery segera membaring kan kembali istri nya yang sudah memakai bathrobe ke atas kasur.
Setelah selesai membaring kan istri nya,ia juga ikut menyusul istri nya ke dalam selimut yang sedang menutupi tubuh istri nya.
"Cup"
"Sudah,ayo kita tidur" ucap Hery dengan wajah yang tersenyum sambil mengecup sekilas kening nya Ashley dengan lembut dan memeluk istri yang sangat di cintai nya itu,ia juga menatap wajah Ashley yang terlihat sedikit lelah karena pergumulan panas tadi.
Ashley tersenyum bahagia sambil mengangguk kan kepala nya dengan pelan,ia memang merasa sangat bahagia sekarang karena mendapat kan suami nya yang sangat mencintai dirinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,akhir nya mereka berdua pun terlelap dengan saling berpelukan.