
"Apa kalian memang di ajarkan untuk berisik,di saat sedang makan?" tanya Hery dengan nada kesalnya,sambil menghentikan makannya dan menatap satu persatu ke 2 pasangan calon pengantin tersebut.
Ke 2 pasang pengantin tersebutpun langsung menghentikan suap-menyuap dan pembicaraan pelan mereka,lalu mereka segera menatap wajah kesalnya Hery dan Ashley yang sedang tertawa kecil.
Mereka ber 4 pun langsung mendengkus kesal,saat mereka melihat tawa kecilnya Ashley.
"Apa lagi yang kalian lihat,cepat habiskan makan siang kalian..." ucap Hery dengan wajah yang sedang menahan senyum,saat ia melihat wajah belepotannya Agatha dan juga Desi.Ia berbicara,sambil melanjutkan makannya dan juga sekalian menyuapi istrinya yang dengan senang hati menerima suapan darinya.
Ke 2 pasangan tersebutpun kembali melanjutkan makan mereka dengan wajah kesal mereka,saat mereka mendengar ucapannya Hery tadi.
Mereka ber 4 tidak habis pikir dengan tingkah konyolnya Ashley hari ini,padahal di sini yang hamil kan Ashley,kenapa malah mereka ber 4 yang harus menderita.Bukankah seharusnya,suaminya sendiri yang pantas menerima penderitaan demi istrinya itu.
Sedangkan Hery,ia sibuk menyuapi Ashley sambil tersenyum bahagia di dalam hati saat ia memikirkan kembali perkataan yang sempat ia dengar tadi dari ke 2 pasangan tersebut yang mengatakan kalau memungkinan bayi mereka adalah sepasang bayi kembar.
Hery sudah dari kemaren mengajak istrinya untuk melakukan USG,tapi istrinya malah tidak mau dan mengatakan kalau jenis kelamin bayinya untuk kejutan di saat ia melahirkan nanti saja.Akhirnya setelah melalui beberapa perdebatan kecil,Herypun mau tidak mau,harus menuruti permintaan istrinya itu karena Ashley tetap pada pendiriannya sampai akhir.
Kecuali Ashley yang dari tadi hanya sibuk menertawai wajah berantakannya Desi dan Agatha yang karena di suapi oleh Ars dan Jo dengan asal-asalan,makanya dari itu Ashley sama sekali tidak menajamkan pendengarannya untuk mendengar gumaman-gumaman pelan mereka ber 4 tadi.
"Jonathan,apa kamu tidak bisa kurangkan sedikit isi nasi di dalam sendoknya?" tanya Agatha dengan wajah kesalnya dan nada pelannya,sambil mengelap nasi yang ada di kedua sudut bibirnya menggunakan tisu,dan itu terjadi ntah sudah ke berapa kalinya.
Karena tadi mereka terlalu sibuk berbicara,jadi rasa kesal mereka tidak begitu terasa.Tapi kali ini,mereka sudah di larang sama Tuan Muda Kusuma,jadilah mereka terus merasakan kesal.
"Nih,sudah aku kurangkan" jawab Jo dengan nada kesalnya,sambil mengurangkan isi nasi dalam sendok yang ia pegang,lalu iapun kembali melanjutkan suap-suapan mereka.
'Untung saja,Desi tidak seperti nona muda Kusuma itu.Jika tidak,aku pasti akan kewalahan menghadapinya' batin Jo,sambil terus menyuapi Agatha dan menatap punggungnya Desi dari samping wajahnya Agatha.
Tapi memang benar saja,padahal usia kehamilannya Desi sudah 6 minggu tapi Desi sama sekali tidak pernah mengeluh mual ataupun kepala pusing,dan Desi tidak pernah meminta apa-apa selain manisan dan asam-asaman saja.
Bahkan Desi juga selalu masuk kuliah bersama Agatha,hingga baru hari ini mereka berdua meminta izin untuk 1 minggu karena ingin menikah.Kecuali Ashley yang memang dari hamil hari itu,Hery sudah melarangnya untuk kuliah.
Tapi untung saja Hery menyuruh guru yang mengajari Ashley tersebut,untuk mengajari Ashley melalui online,jadi Ashley tidak perlu khawatir dengan kuliahnya lagi karena tetap berjalan dengan baik walaupun ia tidak masuk kampus.
(Kembali ke makan siang tadi).
Sedangkan Agatha,hanya mampu menghela napas dengan berat saat ia melihat pengurangan yang Jo lakukan tadi hanya untuk beberapa butir nasi saja.Dan hasilnya tetap lebih kurang saja,karena masih terlihat penuh di sendok yang di ambilkan oleh Jo.
Tidak jauh beda dengan Jo dan Agatha,Ars dan Desi juga hampir sama seperti mereka berdua.
"Ars,apa kamu tidak bisa pelan-pelan sedikit?" tanya Desi dengan wajah kesalnya,sambil menyendok suapan nasi untuk Ars.Karena ntah sudah hitungan ke berapa kalinya,Ars menyuapinya dengan ujung sendok yang terus menabrak gigi rapi depannya terlebih dahulu karena Ars menyuapinya dengan tidak sabaran.
"Kamu saja yang lambat membuka mulutnya,coba saja kalau kamu lebih cepat membuka mulutmu,pasti gigimu tidak akan menabrak sendok yang aku pegang ini" jawab Ars dengan nada kesalnya,tanpa menghentikan suapannya pada Desi.
Ars dan yang lainnya sudah terlihat akrab,karena sudah beberapa hari ini mereka semua terus bersama.Jadi ia akan berbicara seperti sahabat pada mereka semua,kecuali pada Ashley karena di larang oleh Tuannya.
__ADS_1
Sedangkan Desi,ia hanya mampu menggerutu kesal di dalam hati,saat ia mendengarkan jawaban tidak masuk akal dari Ars barusan.
Dan apa tadi,Ars mengatakan kalau giginya yang menabrak sendok yang ia pegang itu,dan perkataannya Ars barusan mampu membuat dirinya terus menggerutu kesal sampai makan siang mereka habis.
Akhirnya makan siang merekapun di penuhi dengan gerutuan-gerutuan kecil dari 2 pasang calon pengantin tersebut dan juga tawa senyum dari suami istri keluarga Kusuma tersebut.
***
Hari ini sudah tiba waktunya,pelaksanaan resepsi pernikahan 3 pasangan tersebut akan segera di gelar.
Hery bersama Ashley,Ars bersama Agatha dan juga Jo bersama Desi,mereka semua sudah berada di ruangan make up mereka masing-masing secara berpasangan.
Dan semua keluarga ataupun kerabat dekat juga sudah bersiap-siap dari tadi pagi.
Willy yang sedang bertugas untuk menjaga keamanan para anak-anak Tuannya dari kejauhan itu,dari tadi ia terus saja menggerutu kesal sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding mobil miliknya dengan posisi berdiri dan menatap waspada ke arah Hotel termahal yang berada tidak jauh dari hadapannya.
Dari jam 4 subuh tadi,ia sudah bersiap-siap.Bahkan ia sudah lebih dulu pergi mengamati gereja,tempat akan berlangsungnya pernikahan Jo bersama Desi dan Ars bersama Agatha.Mark saja baru datang memeriksa,setelah ia sudah pergi dari gereja tersebut.
Setelah selesai mengawasi hingga proses pengucapan janji suci mereka semua sudah selesai,dan juga setelah ia merasa sudah aman,Willypun segera melajukan mobilnya ke arah Hotel yang akan menjadi tempat resepsi pernikahan 3 pemuda tersebut di gelar.
"Apa pria tua itu tidak bisa melihat, betapa bamyaknya anak buahnya.Kenapa juga dia masih membutuhkanku,apa dia benar-benar tidak bisa ikut merasa senang,jika aku bersenang-senang.Benar-benar menyebalkan" gumam Willy dengan nada keslanya,sambil menatap satu persatu anak buahnya Hery dan juga Tuan Kusuma termasuk Mark.
Terlihat begitu banyaknya anak buah keluarga Kusuma yang sedang berdiri rapi di setiap sudut dan sisi luar hotel dan juga di dalam Hotel.
Mereka langsung ke sini,setelah menyelesaikan pengucapan janji suci mereka tadi.Sedangkan yang lainnya,sudah berada di dalam Hotel karena tadi mereka semua mendahului ke 3 pasangan pengantin tersebut.
"Seharusnya,aku sedang berada di Club malam saat ini" gumam Willy lagi dengan nada malasnya,sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam,dan sudah dari 3 jam yang lalu ia mengamati Hotel tersebut,takut-takut kalau ada musuh yang datang menyerang secara tiba-tiba.
Kemudian ia segera mengambil laptopnya dan naik ke atas kap mobilnya supaya bisa duduk bersandar.Lalu ia segera membuka laptopnya yang sudah ia pangkukan di kedua pahanya dan melihat CCTV yang sudah ia pasangkan di setiap sudut Hotel tersebut sedari semalam.
"Siapa dia?" tanya Willy pada dirinya sendiri dengan wajah yang penasaran,sambil memperbesarkan layar laptopnya yang terdapat wajah salah satu dari para tamu undangan yang terlihat sangat mencurigakan
"Ternyata orang tuanya wanita pembuat onar itu" lanjut Willy lagi,saat ia sudah selesai menganalisis wajah tamu pria tersebut yang ternyata adalah Ayahnya wanita hamil yang telah Jo kurung pada hari itu dan sampai sekarang belum di bebaskan,hingga membuat Ayahnya wanita hamil tersebut datang ke sini mencari putrinya dengan cara menjadi tamu undangan karena takut di usir dan di ketahui oleh Tuan Muda Hery dan yang lainnya,yang ia tahu sangat kejam itu.
Lalu Willypun,segera memasang earphone ke salah satu telinganya,earphone yang memang sudah langsung terhubung langsung dengan Mark dan yang lainnya atas perintah dari Daddy.
"Awasi tamu pria yang berpakaian warna abu-abu itu,tamu pria yang berada tidak jauh dari arah samping kirimu" perintah Willy dengan nada malasnya pada Mark yang sedang sibuk menatap ke arah para tamu undangan yang sibuk antri untuk menyalami Tuannya dan yang lainnya.
Lagi-lagi Mark kurang waspada dan tidak memperhatikan gerak gerik tamu pria yang ia curigakan itu.
Mark yang mendengar nada malas dari Willypun,ia langsung menatap ke arah yang dikatakan oleh Willy tadi.
Benar saja,terlihat seorang tamu yang sedang berdiri di antara para tamu undangan yang lainnya dan terus memerhatikan Hery dan yang lainnya.
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Mark dengan nada pelannya dan wajah penasarannya,sambil terus mengamati gerak-gerik tamu pria tersebut.
Willypun langsung menjelaskan semuanya pada Mark,dan Markpun langsung mengerti bagaimana harus mengatasi tamu pria tersebut.
…………
(Di Aula Hotel).
"Dring dring dring" terdengar suara nada panggilan masuk di HP miliknya Hery yang sedang sibuk bersalaman dengan para tamu undangan.Herypun segera mengangkatnya,sambil menyalami para tamu undangan.
Sebenarnya ia malas melakukan tradisi salam menyalam seperti itu,tapi karena permintaan istrinya dengan alasan untuk menghormati antar sesama,iapun menuruti permintaan istrinya tanpa banyak bicara.Hanya saja,ia membatasi tamu-tamu undangan yang akan mereka salami supaya istrinya yang sedang hamil itu tidak akan sampai kelelahan.
"Ada apa?" tanya Hery,setelah ia sudah mengangkat teleponnya dan juga sudah melihat siapa nama peneleponnya.
"Tuan,ada salah satu dari para tamu undangan yang sedang terus memerhatikan Tuan dan yang lainnya.Tamu pria itu sudah kami tangkap.Dan dia adalah Ayahnya wanita hamil yang di kurung oleh Tuan Jonathan hari itu.Sepertinya Ayahnya wanita hamil itu sedang mencari putrinya,Tuan.Harus kami apakan pria tua itu,Tuan?" lapor Mark dari seberang sana secara detail dan singkat,sekalian bertanya pada Tuannya.
"Kau tanyakan saja pada pemilik masalahnya langsung" jawab Hery dengan nada malasnya,sambil memberi HP miliknya melalui punggung istrinya.
Mark yang sedang menunggu tanggapan yang selanjutnya itu,hanya mampu menghela napas dengan pelan sambil menatap pria tua yang sedang berdiri di hadapannya dengan di pegang oleh anak buahnya karena takut pria tua itu melarikan diri.
Pria tua itu adalah orang yang ia bicarakan tadi dan sudah langsung ia tangkap sebelum ia menelepon Tuannya.
Sedangkan Jo yang sibuk menyalami para tamu undangan,langsung mengambil HP yang sedang di sodorkan oleh Hery padanya tanpa banyak bicara lagi.
"Hallo,siapa? Ada apa?" tanya Jo dengan suara tingginya sambil terus menyalami para tamu undangan.
Hery dan Ars langsung mendengkus kesal,saat mereka berdua mendengar nada tingginya Jo barusan,padahal suara alunan musik berada agak jauh dari tempat mereka berdiri.
Begitu juga dengan Mark yang langsung tersentak kaget,untung saja tadi ia mengenggam HP miliknya dengan erat,jadi HP miliknya hanya ikut sedikit terlonjak saja.Ia sendiri jadi bingung,ntah telinganya Tuan Jo atau telinga miliknya yang sedang bermasalah,hingga mengharuskan Tuan Jo untuk bertanya dengan nada tinggi seperti itu.
Mark yang merasa kesal itupun,segera melaporkan apa saja yang ia katakan pada Tuannya tadi dan mengabaikan pertanyaannya Jo yang bertanya tentang siapa dirinya.
"Lepaskan saja wanita hamil itu dan berikan pada Ayahnya.Lalu peringatkan pada mereka berdua,supaya tidak mengangguku atau istriku lagi.Jika tidak,nyawa mereka tidak akan selamat lagi untuk kedua kalinya" jawab Jo dengan nada tegasnya setelah ia sudah selesai mendengar laporan detailnya Mark barusan.
"Baik Tuan" jawab Mark dengan cepat,lalu ia segera menutup telepon mereka dan langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Tuan Jo tadi.
"Dasar,kurang ajar" ucap Jo saat orang yang sudah ia tebak adalah anak buahnya Hery tadi langsung menutup telepon mereka secara sepihak.
"Sepertinya,dia kurang ajar karena menurun dari dirimu" lanjut Jo lagi,saat HP yang sedang ia pegang itu langsung di ambil oleh Hery secara tiba-tiba,sebelum ia sempat melihat jelas foto kebersamaannya Hery bersama istrinya di layar HP tersebut.
Hery yang malas berdebat di pernikahan mereka itu,hanya menatap malas ke arah Jo yang sedang tersenyum mengejek ke arah dirinya.
Dari jauh terlihat Daniel yang bersama seorang wanita cantik,langsing dan juga berambut pirang.bahkan mereka berdua sedang bergandengan tangan sambil berjalan ke arah 3 pasang pengantin baru tersebut,eitss kecuali Hery bersama Ashley ya...
__ADS_1