Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
153. Ashley yang ingin menemui Agatha


__ADS_3

Di luar ruangannya Ars.


"****" umpat hery,dengan wajah kesalnya sambil mendorong tubuh istrinya dengan pelan karena istrinya sibuk ingin masuk ke dalam ruangannya Ars.


"Apa pria bodoh itu,tidak bisa mengunci pintu terlebih dahulu sebelum melakukan adegan tidak terpuji itu" umpat Hery lagi,sambil terus mendorong tubuh istrinya.


Ia dan istrinya yang baru saja sampai,setelah Ars sampai beberapa menit tadi,langsung berjalan masuk ke dalam Perusahaan.Ia yang awalnya ingin langsung berjalan ke ruangannya,tapi Ashley malah ingin menemui Agatha karena sedang merindukan sahabatnya itu.Mau tidak mau,iapun terpaksa menemani Ashley untuk menemui Agatha.


Untung saja,ia duluan yang membuka pintu ruangannya Ars dan Ashley yang berada di belakangnya.Jadi,saat ia melihat adegan tidak terpuji tadi.Ia segera menutup pintu tersebut dengan memakai tenaga karena merasa kesal,lalu ia segera mendorong istrinya yang langsung menjadi bingung.


"Honey" panggil Ashley,dengan nada kesalnya dan wajah bingungnya,karena suaminya terus saja mendorong dirinya.Ia bahkan bisa mendengar dengan jelas,gerutuan kesal suaminya tadi.


"Memangnya,apa yang sedang terjadi di dalam? Apa Agatha tidak ada di dalam? Atau sedang terjadi sesuatu dengan Agatha?" tanya Ashley,dengan wajah penasarannya bercampur khawatir dan kedua mata yang menelisik ke arah wajah kesal suaminya.


Sedangkan Hery,hanya mampu menghela nafas dengan pelan,saat mendengar pertanyaan-pertanyaannya Ashley.Lalu tanpa bersuara sedikitpun,ia langsung mengendong istrinya yang masih sibuk menahan dorongan tangannya dari tadi.


"Ahckk....Honey,apa yang kamu lakukan?Kenapa kamu malah mengendongku? Aku hanya ingin bertemu dengan Agatha,sebentar saja" tanya Ashley lagi tanpa jeda,setelah ia selesai memekik.Ia segera merangkul leher suaminya,saat sudah berada dalam gendongan suaminya


"Honey,apa kamu ingin melihat sepasang kekasih yang sedang berc**m*n?" tanya Hery,dengan nada kesal yang sudah mengurang,sambil terus berjalan ke arah ruangannya.


Sedangkan Ashley,langsung terdiam dengan wajah kagetnya.Setelah beberapa detik berlalu,wajah kagetnya berubah menjadi tersenyum senang.


"Wah,begitu cepatkah? Apakah itu berarti,kalau mereka benar-benar sudah menjadi sepasang kekasih?" tanya Ashley,dengan nada semangatnya,sambil menatap wajah tampan suaminya.


"Sepertinya begitu" jawab hery,dengan singkat dan nada malasnya karena istrinya terlihat begitu semangat,saat membahas tentang Ars dan Agatha.Setelah mereka berdua sampai di depan ruangannya,ia segera memberi kode pada Ashley agar membuka pintu ruangan tersebut karena kedua tangannya yang agak sulit untuk membuka pintu.


Ashley segera membuka pintu ruangan suaminya,dengan wajah yang terus tersenyum senang.Setelah sudah membuka pintu,ia segera merangkul suaminya kembali dengan gaya manjanya.


Sedangkan di ujung sana,Sekretarisnya Hery berdiri dengan wajah pasrahnya,saat ia melihat kemesraan Tuannya bersama istrinya.


"Tidak Asistennya,tidak Tuannya,mereka berdua sama saja" gumam Sekretaris tersebut,dengan suara yang pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan juga.Jiwa jomblonya,jadi meronta-ronta tidak terima.Karena sedari pagi tadi,ia terus melihat kemesraan Tuannya dan Asisten Tuannya itu


Tapi apa daya,ia juga tidak bisa berbuat apa-apa,selain hanya menatap saja.Kemudian iapun kembali masuk ke ruangnnya,lalu kembali melanjutkan perkerjaannya yang tertunda karena ia yang tadi sedang pergi membuat kopi buatannya sendiri.


Di ruangannya Ars.


Ars dan Agatha saling berpandangan dengan wajah kaget mereka dan nafas yang sedikit tersendat-sendat karena kekurangan oksigen,karena tiba-tiba saja mendengar suara pintu yang tertutup dengan sangat keras.


"Si siapa yang melakukannya,Ars?" tanya Agatha setelah nafasnya kembali normal,dengan nada pelan dan wajah bingungnya yang bercampur malu.


"Cup...Bukan siapa-siapa.Ayo,kita mulai berkerja saja" jawab Ars setelah selesai mengecup bibirnya Agatha sekilas,dengan wajah yang tersenyum,sambil melirik sekilas jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 7 pagi lewat 10 menit.


Ternyata pelakunya adalah Tuannya sendiri,karena hanya Tuannya yang berani membuka pintu ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu,apa lagi sampai menutupnya dengan sangat keras.


"Baiklah" ucap Agatha,dengan wajah yang semakin malu sambil menatap wajah tersenyumnya Ars, yang membuat wajah Ars terlihat semakin tampan.


Walaupun ia masih merasa bingung dengan pintu yang tiba-tiba saja tertutup dengan keras,tapi ia tetap berdiri dari pangkuannya Ars.Lalu ia segera berjalan ke arah meja kerja yang ada di sampingnya Ars.


Mereka berduapun memulai perkerjaan mereka dengan saling melempar canda dan tawa.

__ADS_1


Di dalam ruangannya Hery.


Terlihat Hery yang sedang sibuk mengerjakan perkerjaannya,sedangkan Ashley ,sudah ia suruh untuk beristirahat di ruangan pribadinya.


Mungkin saja,setelah manggang istrinya selesai,ia akan menyuruh istrinya kuliah dari Mansion saja.Karena ia tidak mau ada sedikitpun yang terjadi pada istrinya,ia masih merasa trauma dengan ledakan waktu itu.


"Tok tok tok" terdengar ketukan pintu dari luar ruangan.


"Masuk" jawab Hery dengan wajah datarnya,tanpa menghentikan perkerjaannya.


"Tuan,ada yang ingin mencari Tuan Ars..." ucap Sekretaris tersebut,dengan sedikit menundukkan kepalanya,setelah sudah berada di dalam ruangan Tuannya.


"Siapa?" tanya Hery,dengan nada tegasnya bercampur kesal karena yang di cari oleh orang itu adalah Ars.Jadi,kenapa pula Sekretarisnya malah melapor padanya.


"Kedua orang tuanya pria yang telah di penjarakan oleh Tuan Ars,beberapa hari yang lalu,Tuan" jawab Sekretaris tersebut,dengan wajah yang mulai gugup karena mendengar nada kesal Tuannya.Ia segera melirik perubahan di wajah Tuannya,melalui ekor matanya.


"Baik Tuan,akan segera aku lakukan" lanjut Sekretaris tersebut,dengan cepat saat melihat alarm bahaya di wajah Tuannya,otak cerdasnya tiba-tiba saja langsung berfungsi.


Ia segera membungkukkan badannya ke arah Tuannya dan berjalan keluar dari ruangan Tuannya dengan langkah lebarnya,sebelum Tuannya sempat bersuara kembali.Ia juga tidak lupa untuk menutup pintu ruangan Tuannya,sebelum berjalan menjauh dari ruangan tersebut.


"Dasar Sekretaris kurang ajar" umpat Hery,dengan nada kesalnya,lalu ia menghela nafas dengan berat karena ulah Sekretaris tersebut.Apa lagi yang Sekretarisnya laporkan itu,sama sekali tidak ada kaitan dengan dirinya dan juga Perusahaan.


"Sepertinya,aku harus segera menyuruh Ars mengajar Sekretaris itu agar otak cerdasnya selalu berfungsi.Aku jadi heran,apa saja yang sudah daddy ajarkan pada Sekretaris itu,sampai otak cerdas Sekretaris itu berjalan dengan sangat lambat" gerutu Hery,dengan wajah kesalnya sambil memijit pangkal hidungnya dengan pelan.


Setelah ia sudah selesai menggerutu dan juga meredakan rasa kesalnya,ia melanjutkan perkerjaannya kembali dengan wajah datarnya.


Di dalam ruangannya Ars.


"Apa kamu tidak berniat,untuk memanggilku dengan panggilan yang kemaren?" tanya Ars dengan nada seriusnya,tapi wajahnya tetap fokus pada perkerjaannya.


"I itu....Kemaren itu,aku hanya memanggil dengan asal saja dan ingin membuat wanita penggoda itu menjauh darimu saja" jawab Agatha,dengan gugup dan wajah yang mulai memerah karena ia merasa malu,apa lagi saat ia mengingat tingkah-tingkah nakalnya kemaren.


"Kalau begitu,aku akan mengajak wanita itu untuk makan bersama lagi,agar kamu mau memanggilku dengan panggilan yang lebih bagus dari namaku sendiri" ucap Ars,dengan nada santainya dan wajah yang datar tapi di dalamnya seperti berisi dengan ancaman,ia berbicara sambil menatap wajah malunya Agatha yang sedang menatap dirinya juga.


"Baiklah,aku akan memanggilmu dengan panggilan yang bagus.Tapi tunggu beberapa hari lagi,karena aku tidak menyukai panggilan yang kemaren.Jadi,aku akan mencari yang lain saja.Bagaimana?" tanya Agatha,dengan wajah yang masih memerah.


"Baik,aku akan menunggunya dengan sabar" jawab Ars,dengan cepat dan nada senangnya.


Sedangkan Agatha,ikut tersenyum karena melihat senyum yang sangat menawan di wajah tampannya Ars,hingga membuat wajah tampan kekasihnya menjadi semakin tampan.


"Apa yang kamu lihat,di wajahku hm?" tanya Ars,dengan wajah yang tersenyum menggoda,saat ia melihat Agatha yang sedang menatap dirinya sampai tidak ingin berkedip.


"Tampan" jawab Agatha tanpa sadar,dengan wajah yang tersenyum senang.


"Bu bukan,maksudku wajahmu sudah terlihat tua" lanjut Agatha lagi dengan nada gugup dan salah tingkah,ia segera meralat jawabannya barusan karena baru menyadarinya.


"Benarkah?" tanya Ars,dengan kedua tangan yang mulai meraba-raba wajahnya.Ia pura-pura menampilkan wajah tidak percayanya,sambil menahan rasa senyum lucunya karena melihat Agatha yang sedang salah tingkah


"Tentu saja benar.Kalau kamu tidak percaya,coba saja kamu bercermin" jawab Agatha,dengan wajah yang tersenyum malu.

__ADS_1


Ars yang baru saja ingin kembali menggoda Agatha,langsung mengurungkan niatnya karena mendengar suara pintu yang di ketuk dari luar.


"Tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan yang menganggu obrolan sepasang kekasih tersebut.


"Masuk" jawab Ars,dengan wajah datarnya kembali,sambil terus menatap wajah tersenyumnya Agatha.


"Tuan,ada yang ingin bertemu denganmu" ucap Sekretaris tersebut,dengan kepala yang sedikit menunduk.


Belum sempat Ars bertanya siapa,sepasang suami istri paruh baya yang sedari tadi ikut di belakangnya Sekretaris tersebut, terlebih dahulu mendahuluinya,berjalan melewati Sekretaris tersebut dan bersujud di hadapannya.


Agatha yang tadi sedang duduk sambil tersenyum malupun,menjadi kaget dan langsung berdiri dari duduknya,saat melihat sepasang suami istri paruh baya yang ia kenal itu sedang bersujud di depannya Ars.


Sedangkan Ars,ia juga ikut kaget sama seperti Agatha,tapi hanya untuk beberapa detik saja.


Kemudian,ia menatap sepasang suami istri yang sedang bersujud di hadapannya itu dengan tatapan tajam.Karena sudah berani menerobos masuk ke dalam ruangannya tanpa izin darinya terlebih dahulu.Apa lagi, ia juga tidak mengenali suami istri tersebut.


"Tuan,kami mohon tolong maafkan kesalahan putra kami dan tolong bebaskan putra kami dari dalam penjara.Kami akan melakukan apapun,asalkan Tuan mau membebaskan putra kami" mohon pria paruh baya tersebut,dengan wajah yang pura-pura bersedih,sedangkan istrinya sudah berlinang air mata dari tadi.


"Mereka orang tuanya pria yang Tuan penjarakan 4 hari yang lalu,Tuan"jelas Sekretaris tersebut,saat ia melihat isyarat mata Tuan Ars yang mengatakan kalau dirinya harus menjelaskan tentang sepasang suami istri yang sedang bersujud di hadapan Tuan Ars saat ini.


Walaupun Ars langsung bisa menebak,saat mendengar permohonan suami istri tersebut,tapi ia hanya ingin memastikannya saja.


"Jadi,kalian yang sudah berani mengatain macam-macam pada calon mertuaku kemaren?" tanya Ars,dengan wajah marahnya.


Ia masih ingat dengan jelas,kemaren saat anak buahnya melaporkan padanya kalau rumah calon mertuanya di datangi oleh suami istri tersebut.


Bahkan calon mertuanya di maki dengan banyak kata-kata kasar karena calon mertuanya telah membatalkan pertunangan putranya dan putranya juga di penjara karena Agatha.


"Setelah sudah puas mengatain calon mertuaku,kalian masih punya muka untuk datang ke sini dan memohon padaku? Cih...Dengar baik-baik,aku tidak akan pernah membebaskan putra kalian" lanjut Ars,dengan tatapan tajamnya ke arah suami istri tersebut.Ia menjadi sangat marah dan juga geram,saat pria brengsek itu menarik paksa tangannya Agatha hingga membuat tangannya Agatha menjadi bengkak.


Ars sangat menyesali keterlambatannya kemaren karena tidak bisa memberi pelajaran pada suami istri tersebut pada saat itu.Karena kebetulan dirinya sedang mengadakan rapat,jadi ia tidak bisa langsung ke rumahnya Agatha dan hanya menyuruh anak buahnya untuk menjaga calon mertuanya.


Jadi baginya,tidak ada alasan lagi untuk membebaskan pria brengsek itu.Apa lagi dari awal suami istri tersebut tidak ada itikad baik sama sekali,saat inipun begitu karena terlihat jelas di wajah tidak tulusnya pria paruh baya tersebut,mungkin saja dia hanya di paksa oleh istrinya agar mau datang memohon.


Sedangkan kedua suami istri tersebut,langsung gemetar ketakutan karena mendengar nada tegasnya Ars bercampur marah,apa lagi saat mereka melihat tatapan tajamnya Ars yang semakin tajam.


Kemaren suami istri tersebut,langsung emosi dan marah-marah,ketika putra mereka sudah di putuskan akan berada di dalam penjara selama 15 tahun.


Suami istri tersebutpun,langsung mencari kedua orang tuanya Agatha,meluapkan semua kekesalan dan amarahnya pada kedua orang tuanya Agatha.Dan mereka juga,memaksa kedua orang tuanya Agatha agar mau membebaskan putranya dari dalam penjara.


Tapi setelah suami istri tersebut sudah mengetahui,kalau yang memenjarakan putra mereka adalah Tuan Ars yang di kenal kekejamannya dan ketegasannya.Mereka berduapun,mau tidak mau terpaksa datang untuk memohon pada Tuan Ars,berharap Tuan Ars mau membebaskan putra mereka.


"Ka kami tidak sengaja,Tuan.Maafkan ketidak sengajaan kami,Tuan" mohon Pria paruh baya tersebut,dengan nada gugup dan wajah takutnya.


"I iya Tuan,mohon belas kasihanmu Tuan.Masa depan putra kami akan hancur,jika harus berada di di dalam penjara selama itu" mohon wanita paruh baya tersebut dengan kedua mata yang terus berlinang air mata dan wajah takutnya.


Walaupun suami istri tersebut merasa takut pada Ars,tapi mereka tetap memberanikan diri agar putra mereka bisa segera terbebas.


"Jika aku sudah bilang tidak,tetap tidak.Jadi,kalian tidak perlu membuang tenaga lagi.Pergilah dari sini,sebelum aku memenjarakan kalian berdua juga" jawab Ars,dengan nada tegasnya,sambil menatap Sekretaris dan 2 satpam yang memang sudah bersiap siaga dari suami istri tersebut mulai memohon tadi.

__ADS_1


Kedua satpam tersebutpun segera berjalan ke arah suami istri tersebut saat melihat isyarat mata Tuannya yang menyuruh mereka untuk segera mengeluarkan suami istri tersebut,kedua satpam itupun segera menyeret mereka berdua secara paksa karena wanita paruh baya tersebut terus memberontak.


"Agatha,tante mohon,tolong bantu tante untuk membebaskan putra tante.Tante hanya mempunyai 1 putra saja,tante tidak sanggup kalau harus melihat masa depan putra tante hancur begitu saja" mohon wanita paruh baya tersebut,pada Agatha yang sedang berdiri dengan wajah bengongnya dan juga terlihat ikutan sedih.


__ADS_2