
Ryan langsung terdiam dengan wajah yang tercengang dan mulut yang ternganga lebar,karena saat ia mendengar jawabannya wanita tersebut,ia baru saja ingin kembali berbicara,hingga membuat dirinya merasa kaget dan ucapannya langsung tersangkut di tenggorokannya begitu saja.
"Bagaimana?" tanya wanita tersebut lagi,sambil menaik-turunkan alisnya,karena Sang Dokter hanya diam saja dari tadi.
"Co coba kamu ulangi lagi perkataanmu tadi..." jawab Ryan,dengan nada gugupnya,ia masih merasa kaget dengan apa yang ia dengarkan barusan.Ia ingin memastikan,apa pendengarannya yang salah atau wanita tersebut yang sedang bermasalah.
"Aku bilang,aku hanya menginginkan hatimu saja...Apakah kamu juga sanggup mengabulkannya untukku?" tanya wanita tersebut,dengan wajah yang terus tersenyum jahil.
Tapi walaupun ia tersenyum jahil dan berniat menggoda Sang Dokter,sejujurnya ia memang sedang mengatakan yang sebenarnya.Karena ia sudah mulai 0yakin dengan apa yang ia rasakan,saat tadi berdekatan dengan Sang Dokter,jantungnya kembali berdetak kencang.
"Apa kamu serius dengan perkataanmu barusan?" tanya Ryan,dengan wajah tidak percayanya,sambil terus menatap wajah wanita tersebut yang sedang tersenyum jahil,terlihat seperti sedang mengerjai dirinya.
Awalnya ia hanya mengira kalau wanita itu hanya pura-pura frustasi begitu atau gila,karena ia melihat wanita tersebut terus sengaja mengerjainya dalam beberapa hari ini.Tapi sekarang,ia merasa kalau wanita tersebut memang benar-benar sudah gila.
"Tentu saja,aku serius.Aku harus apa,agar kamu mau mempercayai kata-kataku?" wanita tersebut bertanya balik,dengan nada kesalnya karena Ryan yang tidak mempercayai perkataannya.
'Apa wajahku terlihat sedang bercanda?" batin wanita tersebut dengan hati yang kesal.
'Kamu tidak perlu ngapa-ngapain lagi,kamu hanya perlu menghilang dari pandanganku saja' batin Ryan,dengan wajah kesalnya.
"Apa otakmu sudah bergeser atau otakmu sedang bermasalah,atau mungkin juga kamu ini memang benar-benar sudah gi....?" hanya tinggal 2 huruf saja lagi,kalimatnya Ryan akan segera selesai.Tapi wanita tersebut langsung menyelanya,dengan nada yang semakin kesal.
"Aku tidak gila,kamu jangan sembarangan bicara" ucap wanita tersebut,sambil menatap ke arah Ryan dengan tatapan kesalnya.
"Iya,kamu memang tidak gila.Tapi kamu itu,hanya belum gila saja" ucap Ryan,mereka bertanya jawab dengan nada yang sama-sama kesal.
Sedangkan 2 perawat yang dari tadi masih berada di belakang mereka,hanya mampu menahan tawa dan tidak berniat untuk melewatkan sedetikpun pertengkaran antara sepasang manusia tersebut yang sudah bagaikan sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
"Kalau dengan perkataanku, kamu masih tidak bisa mempercayaiku.Bagaimana kalau kita berbicara dengan menggunakan hati saja?" tanya wanita tersebut,dengan wajah yang tersenyum kesal,sambil mengelus-elus lembut lengannya Ryan.
"Kamu jangan coba-coba.Apa kamu berasal dari planet lain? Dasar wanita ini.Apakah kamu sedang mencoba menjadi wanita penggoda sekarang?" tanya Ryan,dengan nada emosinya,sambil menepis kasar tangannya wanita tersebut yang telah berani menyentuh lengannya.
Ia juga segera berdiri dari duduknya,karena pikirannya jadi melayang ke hubungan badan,saat ia memikirkan tingkah gila barusan wanita tersebut.
Sedangkan wanita tersebut,wajah tersenyum kesalnya tadi langsung berubah menjadi kaget,saat ia melihat wajah emosi Sang dokter.Begitu juga dengan 2 perawat tersebut yang langsung sedikit menundukkan kepala mereka,sambil mengintip melalui ekor mata mereka dengan wajah takut mereka.
Padahal dirinya sendiri juga tidak tahu apa maksud dari perkataannya tadi,ia kan hanya sedang meluapkan rasa kesalnya saja karena mendengar apa yang telah di katakan oleh Sang Dokter tadi.
Hatinya menjadi merasa kesal,saat ia mendengar kata wanita penggoda di kalimatnya Sang Dokter tadi.Tapi ia juga bingung mau berbicara apa lagi,karena dirinya memang salah juga sih karena sudah berani menyentuh lengannya Sang Dokter.
__ADS_1
"Wanita ini benar-benar sudah gila,aku akan menyuruh kedua orang tuamu untuk segera datang menjemput putri mereka.Aku juga akan mengatakan pada mereka,kalau aku mau menyerah saja.Lama-lama aku bisa ikutan gila,kalau terus bersama wanita ini" ucap Ryan,masih dengan wajah emosinya tapi bercampur dengan sedikit rasa kesal.
Ia berbicara,sambil berjalan ke arah pintu keluar ruangan tersebut dan terus menggerutu kesal selama ia melangkah.
Tapi saat ia sudah memegang handle pintu,pendengarannya menangkap suara samar-samar wanita yang sudah 2 minggu ini telah mengambil cuti karena ada salah satu keluarganya yang sedang menikah.
Tapi bukan itu masalah utamanya yang membuat dirinya tidak jadi memutar handle pintu tersebut,karena yang jadi masalahnya adalah wanita itu terus mengejar dirinya tanpa henti,selama dirinya berkerja di sini.
Kemudian Ryan menatap pintu yang ada di depannya dan wanita yang masih terduduk dengan wajah kagetnya itu secara bergantian.Menurutnya,wanita yang sedang berada di luar ruangan itu lebih gila dari pada wanita yang ada di dalam ruangan ini.
Lalu Ryan segera berbalik badan dan berjalan ke arah wanita yang masih merasa kaget itu dengan langkah lebarnya.Ia langsung duduk di atas kasur,tepat di samping wanita tersebut,dengan wajah yang sedang berusaha untuk tetap tenang.
"Apa sekarang,gantian kamu yang sudah menjadi gila?" tanya wanita tersebut,setelah ia baru saja tersadar dari rasa kagetnya,saat ia merasakan tubuhnya sedikit terguncang akibat Ryan yang langsung duduk disampingnya dengan terburu-buru.Wajah kagetnya berubah menjadi bingung,begitu juga dengan 2 perawat tersebut.
"Iya,aku sudah menjadi gila.Dan penyebabnya adalah kamu" jawab Ryan,dengan wajah tenangnya,sambil merengkuh pelan pinggulnya wanita tersebut.
"A apa yang..." pertanyaannya wanita tersebut,langsung terhenti,saat ia mendengar suara pintu yang tiba-tiba saja terbuka dari luar tanpa ada ketukan pintu dari luar terlebih dahulu.
"Ceklek" terlihat wanita yang berpakaian perawat sedang berdiri di depan pintu,dengan wajah yang tersenyum senang.Bahkan perawat wanita yang bernama Lani itu langsung berbicara,saat pintu baru saja terbuka.
"Dokter,aku sudah mencarimu kemana-ma...." ucapan Lani,langsung terhenti,saat ia melihat Dokter tampan incarannya sedang berpelukan bersama seorang wanita di atas kasur dengan posisi duduk.
"Apa kamu tidak bisa melihat,kalau aku sedang duduk saat ini" jawab Ryan,sambil memperkuat rengkuhannya pada pinggul wanita tersebut,karena wanita tersebut sedang berusaha menjauhkan diri darinya.
Sedangkan 2 perawat yang melihat Lani langsung saja menjadi kesal,merekapun juga langsung mengerti dengan apa yang telah di lakukan oleh Sang Dokter barusan.
Karena Lanilah,perawat wanita yang sombong dan tidak tahu malu itu.Lani juga,tidak di sukai oleh banyak perawat,termasuk 2 perawat tersebut.
"Siapa wanita itu,Dok?" tanya Lani,masih dengan wajah marahnya.Ia sangat berharap kalau wanita yang sedang di peluk oleh Sang Dokter adalah adik perempuan Sang Dokter,karena ia pernah mencari tahu kalau Sang Dokter memiliki seorang adik perempuan.
"Wanita ini adalah kekasihku" jawab Ryan,dengan nada santainya,sambil mengontrol degupan jantungnya dan menatap wajah bingung wanita yang sedang ia peluk tersebut.
"A apa? Apa kamu sedang bercanda,Dokter?" tanya Lani,dengan wajah yang terkejut.
"Tidak.Jadi,aku harap kamu jangan mengangguku lagi.Karena aku sudah memilik kekasih yang harus aku jaga,supaya tidak salah paham dengan tingkah tidak tahu malumu itu" jawab Ryan,sambil menatap Lani dengan tatapan kesalnya.
Sedangkan wanita yang berada di pelukan Ryan itu,sudah menyerah untuk memberontak lagi,karena rengkuhan Ryan pada pinggulnya semakin kuat saja.Ia hanya bisa terus mendengar dan menatap wajah perawat wanita yang bernama Lani itu dan Ryan secara bergantian,dengan wajah bingungnya.
Bingung juga sekaligus merasa aneh,padahal Dokter tampan yang ia lihat tadi sedang marah dan terus menggerutu kesal.Bahkan Dokter tampan tersebut ingin segera keluar dari dalam ruangan tersebut,tapi kenapa malah menjadi memeluknya sekarang.
__ADS_1
"Dokter pasti hanya membohongiku saja.Iya,Dokter pasti sengaja kan,supaya aku tidak mengejar Dokter lagi..." ucap Lani,sambil berjalan beberapa langkah ke arah ranjang pasien.
"Asalkan Dokter tahu,kalau aku tidak akan pernah berhenti,sebelum Dokter menikah.Lagi pula,wanita itu tidak pantas untuk Dokter.Hanya aku seorang saja,yang pantas berada di sampingnya Dokter" lanjut Lani lagi,dengan wajah yang penuh percaya diri,sambil menatap ke arah wanita yang masih di peluk oleh pria incarannya itu dengan tatapan menghina.
2 perawat yang masih setia berada di dalam sana,lagi-lagi kembali mendengus kesal,saat mereka berdua melihat Lani yang masih saja sama,tetap tidak tahu malu dan terlalu percaya diri.
Sedangkan pasien wanita yang masih berada di pelukan Dokter Ryan,langsung tersenyum penuh arti,saat ia sudah tahu apa penyebab Dokter Ryan yang tiba-tiba saja berubah menjadi aneh.Ia langsung berpikir,mungkin saja ini satu-satunya cara supaya ia bisa mengenal Dokter Ryan lebih dalam.
"Dengar baik-baik...Kamu mau berhenti mengejarku atau tidak,itu bukan urusanku.Tapi aku ingatkan lagi,kalau kamu kelewatan batas dan tidak tahu malu lagi.Bukan hanya dirimu saja,keluargamu juga akan aku hilangkan dari muka bumi ini.Dan satu lagi,wanita ini adalah kekasihku dan yang pasti wanita ini lebih pantas dari kamu " peringat Ryan,dengan nada tegasnya,sambil menahan rasa kesalnya dan menatap pasien wanita tersebut.Sepertinya,gilanya pasien wanita tersebut sudah berhasil menular ke dirinya.
Dari beberapa bulan yang lalu,Daddy dan Hery sudah selalu menyuruh dirinya untuk tegas terhadap perawat wanita yang bernama Lani itu.Hanya saja,ia tidak terbiasa bersikap kejam,karena kedua orang tuanya selalu mengajarinya tentang kebaikan dan juga tidak boleh membalas kesalahan orang lain dengan kesalahan yang sama.Apa lagi,membalasnya dengan yang lebih kejam lagi.
Tapi sepertinya ,wanita tidak tahu malu ini,tidak bisa di hadapi dengan cara baik-baik saja.Sudah 2 tahun ini,ia kadang selalu melihat tingkah tidak senonoh wanita tersebut padanya.Hanya saja ia selalu bisa menghindarinya dengan di bantu oleh 5 perawat kemaren yang selalu setia berada di sampingnya ketika ia berada di rumah sakit.
Lagi pula ia tidak suka membuat keributan di rumah sakit,selagi ia masih bisa menangganinya.Dan saat ini,kebetulan ada pasien wanita yang bisa ia libatkan untuk menjadi penangkalnya,supaya perawat wanita yang bernama Lani itu mundur dengan sendirinya.Tanpa menyadari,kalau akan ada akibat yang tidak akan pernah ia sangka dari perbuatannya itu.
"A aku ti tidak percaya,kalau wanita jelek ini adalah kekasih Dokter.Aku juga tidak takut dengan peringatan Dokter tadi.Seperti perkataanku tadi,aku akan tetap mengejar Dokter,sebelum Dokter menikah" ucap Lani,dengan nada gugupnya karena merasa takut dengan peringatannya Dokter Ryan tadi,tapi ia tetap memaksa untuk memberanikan diri.
Apa lagi,ia sudah memutuskan kekasihnya beberapa minggu yang lalu karena ingin mengejar Sang Dokter,karena ia tahu kalau Sang Dokter lebih kaya dari mantan kekasihnya itu.
Ia juga tahu kalau Sang Dokter belum memiliki kekasih sama sekali.Tidak mungkin kan,baru 2 minggu ia tidak masuk kerja,pria incarannya ini tiba-tiba saja sudah memiliki kekasih
"Mau kamu percaya atau tidak,itu juga bukan urusanku.Kamu akan....." ucapan Ryan yang kembali ingin memperingati Lani,langsung terhenti karena langsung di sela oleh pasien wanita tersebut.
"Beberapa bulan lagi,kami akan segera menikah.Kamu tenang saja,kami akan mengirim undangan pernikahan kami ke rumahmu" sela pasien wanita tersebut,dengan wajah yang ia buat seyakin-yakinnya.Padahal ia juga tidak yakin dengan perkataannya sendiri,tapi karena merasa semakin kesal dengan kata jelek yang di lontarkan oleh Lani tadi,ia langsung berbicara tanpa banyak berpikir lagi.
Sedangkan Ryan,langsung menatap ke wajah pasien wanita tersebut,dengan wajah kagetnya.
"Apa kamu juga ikut tetlibat di dalam kebohongan Dokter pujaan hatiku itu? " tanya Lani,dengan senyuman mengejek di wajahnya.
"Kalau kamu masih tidak percaya.Kamu tunggu saja 3 bulan lagi,karena 3 bulan lagi kami pasti akan menikah" jawab pasien wanita tersebut,dengan wajah yang tersenyum manis,sambil menyandarkan kepalanya ke dada kekarnya Ryan dan mengelus-elus dada kekarnya Ryan.
Ryan yang di gituin,wajahnya langsung memerah karena merasa gugup dan juga muncul sedikit gairah di tubuhnya akibat elusan lembut dari pasien wanita tersebut.
Ia sudah kepalang basah,jadi ia lanjutkan saja aktingnya.Lagi pula ada untungnya juga untuk dirinya,untungnya adalah dirinya akan mendapatkan kesempatan untuk mendekati Dokter tampan yang sudah berhasil menarik perhatiannya beberapa hari ini.
"Kalau begitu,kalian harus membuktikannya dengan berc**m*n di depanku saat ini juga.Baru aku akan mempercayai,kalau kalian berdua akan segera menikah" ucap Lani,ia menantang wanita yang ia katain jelek tadi itu,dengan wajah yang tersenyum mengejek dan rasa keyakinan penuh kalau Dokter yang ia incar itu tidak akan mau menerima c**m*n dari pasien wanita tersebut.
Karena selama ini, ia belum pernah melihat ada wanita yang mampu menjerat Sang dokter,jadi ia sangat yakin.Kalau kali ini,wanita jelek itu juga pasti tidak akan mampu menjerat Sang Dokter,sama seperti wanita-wanita yang sebelum-sebelumnya.
__ADS_1