Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
128. Desi yang merasa khawatir


__ADS_3

Desi tersenyum bahagia sambil mengukir seluruh wajah nya Jo dengan mengguna kan jari-jari kecil nya dan juga dengan gerakan yang pelan.


Ia terus menatap wajah Jo yang ia kira sudah tertidur itu,dengan tatapan penuh cinta.


"Kenapa kamu tampan sekali?" gumam Desi,sambil menatap wajah tampan nya Jo yang terlihat sempurna di mata nya.


"Betapa bahagia nya,kalau kita bisa bersama untuk selama nya" gumam Desi lagi tanpa menyadari,kalau Jo sedang mendengar apa saja yang di gumam kan oleh nya.


"Apakah di sini,sudah tersimpan namaku?" gumam Desi lagi,dengan jari telunjuk yang menunjuk tepat di dada nya Jo yang berbalut jubah mandi itu.


"Bagaimana kalau belum,apa aku harus menyerah saja..." gumam Desi lagi,sambil membuat lingkaran di sekitar dada kekar nya Jo dengan menggunakan jari telunjuk nya tadi.


Setelah melingkar beberapa kali lingkaran,ia merebah kan kepala nya di atas dadanya Jo dengan pelan agar tidur nya Jo tidak terganggu oleh gerakan nya.


Padahal tanpa ia sadari,dari semenjak ia menunjuk dadanya Jo tadi,kedua matanya Jo sudah terbuka dan menatap wajah Desi yang sedang tersenyum bahagia.


Wajah nya Desi yang tersenyum senang tadi tiba-tiba berubah menjadi sendu,ia sangat mencintai Jo tapi bagaimana kalau Jo tidak mencintai nya,tidak mungkin ia terus memaksa Jo terus kan.


Tapi mereka berdua bahkan sudah melaku kan hubungan suami istri,bagaimana kalau Jo memang benar-benar tidak bisa mencintai nya juga.


Beda dengan isi pikiran Desi yang bercabang-cabang tidak tahu arah,Jo malah berpikir dengan wajah tenang nya karena ia tidak mengetahui kalau wajah Desi yang sudah berubah menjadi sendu.


Jo ingin sekali tertawa saat melihat tingkah lucunya Desi tadi,tapi karena ia ingin mendengar kan lebih lagi, ia pun menahan tawanya terlebih dahulu.


'Seperti nya aku harus segera menikahi nya dalam waktu dekat ini,aku tidak mau ia meninggal kan ku sebelum aku membalas cinta nya' ucap Jo di dalam hati,apa lagi ia sudah berhubungan badan sama Desi.


Ia tidak mungkin menjadi pria brengsek bukan,apa lagi sekarang ia sudah menyimpan nama nya Desi di hati nya,jadi tidak alasan untuk tidak menikahi Desi dalam waktu dekat ini.


'Ah,ternyata wanita aneh ini mampu meruntuh kan tembok kokoh yang ada di hati ku.Aku tidak menyangka wanita aneh yang selalu membuat ku risih dan kesal kemaren,bisa membuat aku ingin menikah dan juga jatuh cinta hanya dalam 10 hari saja' ucap Jo lagi di dalam hati,dengan wajah yang tersenyum bahagia.


Padahal dari dulu ia sudah bertekad kalau ia belum mau menikah,sampai kedua orang tuanya menjadi pusing dan khawatir karena melihat dirinya yang keras kepala,sedang kan kakak dan adik nya sudah menikah lebih dulu dari pada dirinya.


'Tapi bagaimana caranya aku mengata kan cinta kepada nya' batin Jo lagi dengan wajah bingungnya,lalu ia menghela nafas dengan pelan.


Soalnya ia belum pernah sekali pun,menyatakan cinta kepada wanita yang ia cintai.Karena memang selama ini,ia masih belum bertemu dengan wanita yang bisa membuat dirinya jatuh cinta.


Tapi kali ini ia sudah menemukan nya,ia malah jadi bingung bagaimana caranya.


'Biar lah,itu menjadi urusan nanti saja.Besok,aku akan menelepon Daddy dan Mommy terlebih dahulu' batin Jo lagi dengan wajah yang kembali tersenyum .


Lalu ia segera mengangkat sebelah tangan nya,lalu ia membelai dengan pelan,pucuk kepala nya Desi yang masih sibuk memikir kan tentang cinta nya bersama Jo.


Lamunan nya Desi yang sudah bercabang-cabang tadi pun langsung menghilang begitu saja,ia segera mendongak kan kepala nya ke arah wajah nya saat merasa kan belaian di pucuk kepala nya.


"Ka kamu sudah bangun?" tanya Desi dengan nada gugupnya, ia segera mengelap sudut kedua mata nya dengan gerakan cepat sebelum ia mendongak kan kepala nya tadi.


"Eh,,bukan,,salah.Kenapa kamu belum tidur ?" tanya Desi,ia mengulang kembali pertanyaan nya yang salah itu.

__ADS_1


"Aku baru saja terbangun karena merasa dada ku seperti di timpa barang yang berat" elak Jo dengan alasan yang ada di benak nya saja,tapi wajah nya jadi penasaran saat melihat matanya Desi yang terlihat sembab.


"Dasar" umpat Desi sambil berniat bangun dari dada kekar nya Jo,tapi Jo segera menahan punggung nya Desi.


"Di sini saja" pinta Jo dengan wajah yang tersenyum tipis sambil menepuk-nepuk pelan sebelah dada atasnya,ia mengabai kan wajah kesal nya Desi.


Desi pun dengan senang hati menuruti keinginan nya Jo,walau pun Jo belum mencintai dirinya,setidak nya Jo tidak memperlaku kan dirinya dengan kasar atau dengan tidak sewajar nya.


Jadi,ia harus menikmati momen-momen indah ini.Walau pun ia tidak tahu,momen-momen seperti ini kapan akan berakhir.


Jo segera memeluk tubuh nya Desi dengan pelan saat kepalanya Desi sudah berada di bawah dagu nya,Sedang kan Desi tersenyum senang di pelukan nya Jo karena merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan pria yang ia cintai.


Hening beberapa saat...


"Kenapa kamu menangis hm?" tanya Jo dengan suara pelan nya,seperti nya ia juga bisa menebak apa penyebab nya Desi tiba-tiba menangis.


"Ma mana ada,aku tidak menangis" jawab Desi dengan nada gugup nya,ia sama sekali tidak berani menatap ke arah wajahnya Jo.


"Tapi mata kamu sembab,jangan bohong sayang" ucap Jo yang tidak mau nyerah.


"Hah! ti tidak ada.Mata ku hanya kelilipan saja,makanya jadi terlihat seperti sembab" elak Desi dengan cepat,tidak mungkin kan, ia mengata kan pada Jo,kalau ia menangis karena takut Jo yang tidak bisa mencintai dirinya.


"Apa kamu benar-benar baru bangun tadi?" tanya Desi,ia sengaja bertanya untuk mengalih kan pembicaraan nya Jo dan sekalian ia juga ingin memasti kan kalau Jo tidak mendengar gumaman-gumaman nya tadi.


Jo pun nyerah,saat Desi tidak juga mau berbicara dengan jujur pada dirinya.


Kepala nya juga sebenar nya masih pusing,kedua mata nya juga sudah berat tapi ia menahan nya karena ada yang ingin ia bicara kan kepada Desi.


"Memang nya kenapa Hm?" tanya Jo,berpura-pura seperti orang yang benar-benar tidak mendengar apa pun.


"Tidak ada apa-apa,hanya ingin tahu saja" jawab Desi dengan asal,ia pun percaya saat mendengar kan nada nya Jo yang terdengar meyakin kan.


"Sayang" panggil Jo dengan suara pelan nya.


"Ada apa?" tanya Desi sambil sedikit mendongak kan kepala nya ke arah wajah nya Jo,ia jadi berdebar-debar saat melihat wajah serius nya Jo.


"Apa kau tahu?Kalau aku ini seorang pria playboy?" tanya Jo dengan nada pelannya tapi masih bisa di dengar oleh Desi.


"Tentu saja aku tahu" jawab Desi dengan cepat,sambil kembali merebah kan kepala nya ke bawah dagunya Jo.


"Darimana kamu bisa tahu?" tanya Jo dengan wajah bingung nya,soalnya ia tidak pernah mengatakan nya kepada Desi soal itu.Ia juga tidak pernah bergonta ganti wanita ketika berada di sini karena kesibukan nya,jadi dari mana pula Desi bisa tahu.


"Dokter Ryan" jawab Desi dengan cepat dan wajah yang tersenyum,ia jadi mengingat nasihat Dokter Ryan untuk dirinya kemaren tapi ia tetap mengabaikan nya.


Terlihat wajah kesal nya Jo,tapi tidak di lihat oleh Desi karena wajahnya yang berada di bawah wajah nya Jo.


Sahabat nya itu memang kadang-kadang mengesal kan juga,sahabat nya juga merusak nama baik nya walau pun itu memang benar adanya tapi setidak nya sahabat nya itu bisa sedikit menjaga nama baiknya.

__ADS_1


"Baik lah" ucap Jo akhirnya,ia juga tidak bisa menyalah kan siapa-siapa karena itu memang kenyataan tentang dirinya.Lagi pula jika bukan Ryan,ia sendiri pun pasti akan memberitahu Desi secara langsung.


Sedang kan Desi hanya diam dan menunggu apa yang ingin di bicara kan oleh Jo sebenar nya.


"Apa kamu tahu,kenapa aku bisa jadi playboy?" tanya Jo lagi dengan wajah tenang nya sambil terus membelai pucuk kepala nya Desi.


Desi segera menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan,Jo pun langsung kembali berbicara lagi saat melihat gelengan kepalanya Desi.


"Karena aku belum ingin menikah,jadi aku hanya berpacaran untuk menghilang kan rasa sepi ku saja.Wanita-wanita yang aku pacarin juga hanya mengingin kan uang ku saja,maka dari itu aku terus gonta ganti pacar karena mereka terus memintak uang atau kadang suka merengek jika tidak aku beri,hingga membuat aku bosan.Makanya aku ganti yang lain setelah merasa bosan,seterus nya pun begitu hingga aku di juluki sebagai pria playboy" ucap Jo dengan panjang lebar,tanpa menyadari kalau wajah nya Desi yang sudah berubah menjadi khawatir.


"Tapi karena malam ini kita sudah melaku kan itu,jadi kamu......" ucapan nya Jo langsung terhenti saat Desi menyela nya dengan cepat.


"Sudah ya,aku sudah sangat mengantuk.Kita tidur dulu ya sayang..." sela Desi dengan cepat dan juga dengan wajah khawatir nya karena takut Jo menyuruh dirinya untuk tidak usah menganggu Jo lagi,atau Jo akan mengatakan perkataan-perkataan yang membuat dirinya sedih.


Apa lagi saat ia mendengar Jo yang mengata kan kalau Jo menjadi playboy karena Jo belum ingin menikah,jujur saja ia belum siap untuk mendengar apa yang akan di katakan oleh Jo.


Maka dari itu ia berpikir lebih baik ia tidur saja,dari pada mendengar perkataan-perkataan Jo yang akan membuat dirinya sedih


"Tapi aku belum selesai berbicara, sayang" ucap Jo dengan wajah bingungnya saat mendengar suara Desi yang terdengar sedikit berbeda.


"Sayang,aku sudah sangat lelah dan juga mengantuk.Apa kamu tidak lelah,lagian ini sudah malam.Lebih baik kita tidur saja ya..." mohon Desi dengan nada yang pelan dan berusaha menahan rasa khawatir nya,ia juga menahan dadanya Jo yang ingin melihat wajah nya.


Jo yang merasa kan suara Desi yang berbeda,ia pun berniat melihat wajahnya Desi tapi Desi malah menahan dadanya,hingga membuat ia mengurung kan niatnya itu.


Lalu ia pun melirik sekilas jam yang berada di dinding,ternyata sudah jam 11 malam,ternyata memang sudah sangat malam.


"Baik lah" ucap Jo dengan nada pasrah,setelah ia menghela nafas dengan pelan.


Padahal ia hanya ingin mengata kan kalau mulai sekarang Desi sudah tidak boleh meninggalkan dirinya lagi walau apa pun yang terjadi.


Tapi ya sudah lah,Ia juga tidak tega melihat Desi yang sedang lelah dan mengantuk,lagi pula kedua matanya juga sudah merasa berat sekali saat ini karena ia yang terus menahannya dari tadi.


Untung saja dirinya peminum juga,jadi efek obat perangsang tadi masih bisa ia tahan hingga saat ini dan mungkin juga obat perangsang itu hanya di campur sedikit tadi.Jika tidak,mungkin saja Desi tidak akan bisa berjalan sama sekali sekarang.


Desi pun tersenyum lega bercampur khawatir saat mendengar Jo mengiyakan permintaan dari nya,lalu ia segera memeluk Jo dengan sedikit erat tapi tidak membuat Jo sampai merasa sesak.


"Ayo kita tidur,sayang" ucap Desi sambil memejam kan mata dan mencoba untuk tidur,walaupun sulit untuk bisa terlelap sejak ia mendengar penjelasan nya Jo tadi.


"Hm" jawab Jo dengan singkat,tapi kedua mata nya belum juga terpejam.


'Sayang,kamu harus bisa sabar sedikit lagi ya.Aku akan segera membawa kedua orang tuaku untuk menemui kedua orang tuamu' ucap Jo di dalam hati sambil mengelus-elus punggung nya Desi dengan pelan.


Ia berpikir,mungkin saja benih-benih cinta mereka sudah mulai tumbuh di dalam rahimnya Desi karena pergumulan-pergumulan panas mereka tadi karena 5 kali ia memasuki miliknya Desi tadi,5 kali pula ia melepas kan bibit unggul nya ke dalam miliknya Desi,makanya besok ia harus segera menelepon kedua orang tuanya.


Ia akan menyatakan cintanya jika kedua orang tuanya sudah berada di sini,tapi itu mungkin masih butuh waktu beberapa minggu lagi karena Daddy nya yang masih sibuk membantu dirinya untuk mengurus Perusahaan yang ada Di Paris,selama dirinya berada di sini.


Jo tersenyum saat mendengar suara nafas nya Desi yang sudah teratur,yang menanda kan kalau Desi sudah terlelap.

__ADS_1


Ia pun segera memejam kan kedua mata nya dan memeluk Desi dengan penuh perasaan.Karena dirinya memang sedang lelah dan kepala yang sedikit pusing,ia pun langsung saja ikut terlelap setelah kedua matanya terpejam untuk beberapa saat.


__ADS_2