Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
25. Memberi kesempatan untuk Aldy


__ADS_3

Di Perusahaan Kusuma Group.


Hari ini Hery dan Ars cuma berkerja setengah hari,tp mereka juga kadang lembur,tergantung pada perkerjaan yg datang di setiap hari nya dan tentu nya tanpa sepengetahuan Grandma nya.


Siang hari Hery dan Ars juga ada pertemuan dengan Perusahaan lain di salah satu Mall terbesar,pemilik Perusahaan itu ingin membahas sisa kerja sama kemaren sekalian makan siang bersama.


Hery sebenar nya tdk mau pergi tp karena keuntungan dari kerja sama tersebut lumayan besar dan juga pemilik Perusahaan tersebut terus memaksa, jadi mau tdk mau Hery terpaksa ikut makan bersama dengan mereka,untuk sekedar menghargai mereka.


Skrg Hery dan Ars masih berkutat dengan perkerjaan nya karena masih belum waktu nya jam makan siang.


" Masuk" ucap Hery tegas ,saat ia mendengar ada yg mengetuk pintu.


" Ada apa?" tanya Hery ketika pintu sudah terbuka.


" Tuan,ada sepasang suami istri yg ingin ketemu sama Tuan"jwb Sekretaris laki laki yg di ganti oleh Ars kemaren,karena Hery tdk menyukai ada wanita yg berada di sekitar nya terlalu lama.


" Suruh mereka masuk" perintah Hery sambil menghela nafas berat,karena ia sudah bs menebak apa alasan kedatangan suami istri tersebut.


"Baik Tuan" jwb Sekretaris itu sambil menunduk dan berlalu dari sana.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu lagi.


"Masuk" kali ini Ars yg menjawab karena Hery hanya diam saja,mungkin malas untuk menjawab.


Pintu pun terbuka,lalu masuk lah sepasang suami istri paruh baya.


"Ada apa kalian datang ke sini mencari saya?" tanya Hery tanpa menoleh,saat sudah mengetahui jika sepasang suami istri itu sudah ada di belakang nya.


" Tuan,mohon maaf kan kami jika lancang.Kami mohon kepada mu tuan,tolong maaf kan putra kami dan tolong bebas kan dia Tuan " ucap Ayah Aldy dengan nada sedih sambil bersimpuh tak jauh dari kursi tempat Hery duduk.


Sedang kan sang istri dari tadi mata nya sudah mengenang bersiap siap untuk keluar.


" Putra kalian sudah kelewatan,dia bukan hanya kelewatan tp juga ingin menculik wanita ku.Jadi tdk ada lagi kata maaf untuk putra kalian" ucap Hery tegas ,masih dengan posisi yg sama.


" Tuan,kami mohon belas kasihan mu,kasihan lah pada org tua seperti kami ini.Kami berjanji,setelah Tuan melepas kan nya kami akan mendidik nya dengan baik" kali ini gantian Ibu Aldy yg memohon dengan berlari menuju ke arah Hery dan bersimpuh di bawah kaki Hery.

__ADS_1


Hery reflek sedikit memundurkan kaki nya ketika melihat wanita paruh baya itu bersimpuh di bawah kaki nya.


Lalu ia menghela nafas dengan pelan,ia paling tdk suka jika melihat ada seorg Ibu bersimpuh di bawah kaki nya,itu salah satu kelemahan nya.Tp ia tdk pernah salah,jika dalam menilai baik buruk nya sesuatu jadi ia akan melaku kan kata hati nya saja.


"Silah kan Anda bangun dulu,jika ingin saya melepas kan putra kalian" ucap Hery akhir nya sambil menoleh melihat ke arah Ibu Aldy yg sedang menangis tersedu sedu.


" Anda serius Tuan?" tanya Ibu Aldi tak percaya,dengan masih posisi bersimpuh.


" Hm " jwb Hery singkat.


" Baik lah kalau begitu Tuan" ucap Ibu Aldy dengan nada bahagia dan cpt cpt bangkit dengan di bantu oleh suami nya.


" Apa kah Tuan benar benar akan membebas kan putra kami?"tanya Ibu Aldy untuk meyakin kan diri nya sendiri.


Sedang kan Ayah Aldy menatap Hery yg masih dengan posisi yg sama seperti tadi,ia menatap dengan rasa harap harap cemas akan jawaban nya Hery.


" Iya.Tp dengan 1 syarat" jwb Hery dengan tegas.


" Apa yg harus kami laku kan Tuan,selagi kami mampu,pasti akan kami laku kan" ucap Ayah Aldy dengan cepat.


" Pergi ke kota ××××× dan segera tinggal kan kota ini.Di kota ××××× tdk bs keluar masuk sembarangan tanpa izin ku jadi saya harap kalian bs mendidik putra kalian itu dengan baik"


" Baik Tuan,akan segera kami laku kan" jwb ke dua suami istri itu dengan senang hati.Mereka ber dua akan laku kan apa pun semampu mereka,supaya putra sulung nya bs bebas.


" Kami berjanji akan mendidik putra kami dengan baik Tuan" janji Ayah Aldy dengan wajah tegas nya.


" Saya pegang janji kalian" ucapa Hery dengan tegas.


" Jika putra kalian ketahuan,sedang mengatur rencana yg buruk atau ingin menganggu wanita ku lagi.Jangan salah kan saya,jika putra kalian akan mati tanpa jejak" lanjut Hery lagi,memperingati ke dua suami istri tersebut.


" Baik Tuan " ucap ke dua suami istri itu sambil meneguk ludah dengan susah payah karena takut akan ancaman nya Hery.


" Itu tdk akan terjadi lagi Tuan,karena kali ini kami akan benar benar mendidik nya" lanjut Ayah Aldy dengan yakin.


Kali ini mereka ber dua memang harus benar benar akan tegas dalam mendidik putra sulung nya dengan baik supaya nyawa putra nya tdk hilang mendadak.

__ADS_1


" Bagus ,jika memang benar begitu" ucap Hery.


" Terima kasih banyak Tuan,atas kemurahan hati Tuan hari ini" ucap Ayah nya Aldy dengan nada senang.


" Hm" jwb Hery singkat.


" Iya Tuan,terima kasih karena sudah mau membebas kan putra kami,kami akan selalu mengingat kebaikan Tuan" ucap Ibu nya Aldy.


" Tdk perlu mngingat nya,yg terpenting putra mu itu tdk akan pernah menganggu kami lagi" ucap Hery tegas.


" Baik Tuan" jwb sepasang suami istri itu dengan serentak.


" Jika sudah tdk ada keperluan lain lagi,silah kan kalian pergi" ucap Hery karena sudah lelah menanggapi suami istri tersebut.


" Baik Tuan ,sekali lagi terima kasih" ucap Ayah Aldy.


" Hm" Jwb Hery singkat lagi.


Kemudian sepasang suami istri itu pun keluar dari sana,meninggal kan Hery dan Ars yg sedang duduk dalam diam.Lalu Ars pun bersuara karena melihat Tuan nya yg masih saja diam.


" Apa Tuan benar benar akan melepas kan nya?" tanya Ars dengan nada santai.


" Iya,aku bs melihat ketulusan org tua nya.Jadi tdk masalah bukan,jika membebas kan brengsek itu.Aku merasa yakin jika ke dua org tua nya memang akan bisa mendidik nya dengan benar" jwb Hery dengan nada santai juga.


" Tp kau harus suruh yg lain nya tetap terus memantau mereka dari jauh"lanjut Hery lagi karena ingin jaga aman saja.


" Baik Tuan " jwb Ars sambil duduk kembali karena kembali berdiri ketika ingin bertanya td.


" Lagian ini masalah kecil,jika Aldy bertingkah lagi,cukup gampang untuk kita atasi" ucap Hery lagi sambil kembali berkutat dengan berkas berkas nya.


" Lain lagi jika dengan wanita tua itu,membuat aku pusing saja,tapi walau pun begitu,tetap saja aku akan bs mengatasi nya" lanjut Hery lagi dengan nada sombong nya.


" Tuan sangat benar" ucap Ars pura pura memuji,padahal ia mendengus pelan karena geli mendengar nada sombong Tuan nya.


"Terima kasih" ucap Hery dengan tertawa kecil.

__ADS_1


Mereka ber dua pun segera menyelesai kan perkerjaan yg tertunda tadi.


__ADS_2