Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
107. Mark yang sudah sadar


__ADS_3

 


Hery segera masuk ke dalam ruangan,di mana Mark berada.Ars dan Ryan masih tetap mengekor dari belakang nya Hery.


Mark segera menoleh,saat mendengar suara pintu yang terbuka dan masuk lah orang yang ia tunggu dari 20 menit yang lalu.


"Tuan " panggil Mark dengan suara pelan nya,ia masih lemah karena efek dari sisa racun yang ia dapat kan malam tadi.


"Tidak perlu bangun,cukup berbaring saja" perintah Hery dengan nada tegas nya saat melihat Mark yang ingin bangun untuk menyambut dirinya.


Mark yang mendengar nada tegas dari Tuan nya pun,langsung kembali ke posisi nya semula.


"Apa yang sebenar nya terjadi?" tanya Hery setelah mereka ber 3 sudah duduk di depan nya Mark.


"Tuan,ketika aku pergi ke arah pintu samping untuk mengecek keadaan.Aku malah menemu kan mayat tidak bernyawa nya para pengawal,semakin aku melangkah,aku lagi-lagi menemu kan mayat tidak bernyawa nya para MUA dan seorang wanita yang tidak aku kenal" Mark mulai mencerita kan apa yang telah ia alami malam tadi,sedang kan 3 pria itu mulai mendengar cerita nya Mark dengan seksama dalam diam.


"Lalu ketika aku ingin memeriksa lebih ke dalam lagi,ada sekitar 50 pria berseragam rapi yang ntah dari mana,tiba-tiba menyerang ku.Aku pun segera melawan mereka,saat aku sudah berhasil mengalah kan sekitar 20 pria,tembakan yang ntah dari mana asal nya,mengenai leher ku,hingga membuat badan ku langsung tidak bertenaga dan terjatuh begitu saja.Lalu beberapa detik kemudian ada sebuah tangan yang kembali memberi ku suntikan di samping nya leher ku lagi,setelah itu,aku mulai tidak sadar kan diri.Tapi sebelum itu,aku sempat melihat seorang pria yang tidak asing bagi ku sedang bertarung sama pria-pria yang telah menyerang ku tadi malam" lanjut Mark lagi,ia merasa sangat haus sekarang.


Sejak ia sadar,ia belum minum sama sekali.Sekarang Tuan nya bertanya tanpa memberi nya minum terlebih dahulu,tapi ia hanya mampu mengeluh di dalam hati saja.


"Siapa pria itu?" tanya Hery,Ars dan Ryan dengan serentak sambil menatap Mark dengan wajah serius mereka dan juga tidak sabaran untuk mendengar jawaban dari Mark.


Hingga membuat Mark menjadi kaget beberapa detik karena mendengar nada tinggi yang serentak dari 3 pria yang ada di depan nya itu,sedang kan 3 pria itu saling menatap sejenak,lalu kembali menatap Mark.


"Seperti,,,,, seperti,,,,Willy winston" jawab Mark sambil berpikir,tapi akhir nya ia bisa mengingat wajah pria yang menurut nya tidak asing itu,walau pun sedikit samar-samar tapi ia masih bisa melihat wajah pria itu,jadi ia tidak akan mungkin salah mengenali orang.


"Willy Winston "lagi-lagi 3 pria itu bergumam secara bersamaan,lalu mereka saling berpandangan lagi untuk beberapa detik dengan kening yang mengernyit.


"Apa kau yakin?" tanya Hery lagi untuk memasti kan,apa yang ia dengar barusan.


"Yakin Tuan" jawab Mark dengan cepat,karena ia memang merasa,kalau pria itu memang benar-benar adalah Willy winston.


Apa lagi sebelum kesadaran nya menghilang ia bahkan sempat mendengar suara milik Willy Winston yang sangat ia hafal itu, memberi nya 2 kata yaitu 'istirahatlah sebentar' ,dan suara itu membuat nya semakin yakin kalau pria itu memang benar-benar Willy Winston.


Hery hanya diam dengan wajah yang berubah menjadi sekesal-kesalnya,walau pun saat ini hati nya yang penuh kesesakan itu langsung menghilang sepenuh nya dari hati nya.


Pantasan saja Ars tidak sanggup melacak keberadaan istri nya,pasti pria itu sudah membuang alat pelacak yang ada di cincin pernikahan mereka.

__ADS_1


"****" umpat Hery dengan nada tinggi,ia semakin kesal saat memikir kan dugaan-dugaan yang ada di dalam kepala nya.Sedang kan Mark,Ryan dan Ars hanya diam saja,tidak berani bersuara sama sekali,karena mereka ber 3 juga sepemikiran dengan Hery.


Beberapa saat kemudian ia segera berdiri dari duduk nya,lalu berjalan keluar dari ruangan nya Mark dengan wajah kesal nya,ia ingin pergi ke sebuah tempat saat ini juga.


Ars yang melihat kepergian Hery yang tergesa-gesa pun segera mengejar dengan berlari karena Tuan nya sudah menjauh dari nya,tiba-tiba ia mengingat seseorang dan segera mengambil HP nya untuk mengirim beberapa kalimat ke orang tersebut sambil terus berlari mengejar Tuan nya.


Sedang kan Mark,menatap punggung Tuan nya dan Ars dengan tersenyum masam,lagi-lagi dirinya di kalah kan oleh Willy.Padahal bela diri nya sudah ia asah,sekarang sudah hampir mendekati milik Willy,tapi tetap saja kalah.


Itu lah yang membeda kan Willy dan Mark,Mark jika sudah dalam keadaan darurat,kewaspadaan nya pasti akan berkurang.


Tapi jika Willy, walau dalam keadaan apa pun,kewaspadaan nya jarang sekali berkurang,bahkan kewaspadaan nya semakin bertambah,di situ lah letak kekurangan nya Mark.


Ryan yang tinggal untuk menjaga Mark pun segera mengambil air minum untuk Mark,lagi pula ia juga masih ada jadwal,jadi ia juga tidak bisa mengikuti Hery,lalu ia pun mengobrol sebentar dengan Mark sebelum ia pergi melanjut kan perkerjaan nya kembali.


(Kembali ke Hery).


"Jika sampai kau mengata kan sesuatu kepada dia.Aku akan memasti kan,kalau mulai malam ini kau akan tidur di ruangan pengap dan tanpa udara untuk sebulan ke depan" tegur Hery saat memerhati kan gerak-gerik Asisten nya yang sibuk mengetik sesuatu di layar HP nya.


Setelah mengata kan ancaman terampuh nya,Hery segera masuk ke dalam mobil.


Ars langsung berkeringat dingin,jari jempol nya yang baru saja ingin menekan tombol terkirim langsung berhenti di udara saat mendengar ancaman dari Tuan nya.


"Ars" teriak Hery dari dalam mobil dengan nada kesal.


"I iya" jawab Ars gugup sambil menatap wajah kesal dan mata tajam Tuan nya dari balik kaca jendela mobil yang baru saja terbuka.


"Apa kau in......" ucapan Hery langsung terhenti saat Ars segera menyela nya.


"Baik Tuan,aku akan segera masuk" ucap Ars,lalu ia segera memati kan HP dan memasuk kan kembali ke saku celana nya tanpa mengirim apa yang sudah ia ketik tadi.


Kemudian ia segera berjalan masuk ke dalam mobil lalu melaju kan nya ke tempat tujuan yang Tuan nya ingin kan.


 


Tidak berapa lama,mobil milik Hery sampai di halaman Mansion nya Daddy,lagi-lagi Hery turun sebelum para pengawal sempat membuka kan pintu mobil nya.


Ars pun segera keluar dari dalam mobil dan berlari mengikuti langkah lebar nya Hery.

__ADS_1


Hery masuk dengan wajah kesal yang tidak mau hilang dari tadi,bahkan ia tidak menanggapi sapaan para pelayan sama sekali,biasa nya ada sedikit anggukan,kali ini tidak ada anggukan sama sekali hingga membuat para pelayan bertanya-tanya di dalam hati.


"Kelihatan nya,kalian sangat bahagia?" tanya Hery sambil mendekat ke arah Grandma,Grandpa dan Daddy yang sedang bercengkraman di ruang tamu dengan wajah tersenyum.


Wajah kesal nya semakin meningkat saja saat melihat wajah masing-masing keluarga nya yang tidak terlihat bersedih sama sekali.


"Apa tadi malam, kalian tidur dengan nyenyak hm? " tanya Hery lagi dengan nada geram sambil berdiri dan bersedekap di depan nya mereka ber 3.


Grandma,Grandpa dan Daddy yang mendengar suara kesal nya Hery langsung berdiri dari duduk mereka,wajah mereka kaget bukan main,karena Hery tiba-tiba saja sudah berada di depan mereka.


"A Apa maksud mu,nak?" tanya Grandma dengan nada gugup,seperti nya mereka ber 3 tahu sekarang,apa penyebab wajah kesal nya Hery.


"Kalian ber 3 tahu apa maksud ku..." jawab Hery dengan ketus,ia mendengus kesal saat mendengar pertanyaan Grandma nya,apa lagi melihat wajah tidak bersalah mereka ber 3.


"Kalian tidur dengan nyenyak dan makan teratur.Sementara aku,kalian biar kan menderita sepanjang malam" lanjut Hery lagi,ia ingin meluap kan rasa kesal nya sekarang.


'Aku juga ikut menderita,Tuan' batin Ars dengan wajah datar nya.


"Maaf nak,itu hanya untuk kebaikan cucu menantu kami nak,kami hanya takut wanita itu akan mencari cara lagi untuk membunuh cucu menantu kami.Maka dari itu kami tidak memberitahu mu,agar wanita itu mengira,jika cucu menantu kami sudah tiada" jawab Grandma dengan wajah pasrah nya,sambil cenges-ngesan,sedang kan 2 pria beda usia itu menggaruk-garuk kan belakang leher nya yang tidak gatal.


"Tapi tidak begitu juga cara nya.Kan,bisa memberitahu ku Grandma" ucap Hery dengan nada pastah nya juga,untung saja keluarga nya,jadi ia tidak berdaya untuk membalas nya.


Walau pun istri nya selamat,tapi apa mereka tidak tahu kalau malam tadi hampir saja ia berpikir ingin bunuh diri tapi saat mayat istri nya masih belum terindetifikasi,jadi ia pun segera menepis niat aneh nya itu terlebih dahulu.


"Apa kalian pikir,aku masih anak kecil yang tidak tahu cara menghadapi masalah?" tanya Hery lagi sambil mendesah pasrah dan duduk di di atas sofa dengan mengusap wajah kesal nya.


"Bukan,bukan begitu.Kami hanya ingin keamanan untuk Ashley saja" ucap Grandma dengan wajah bersalah nya sambil duduk di samping Hery dan memeluk cucu nya itu dan juga menepuk pelan pundak nya Hery.


"Memang nya aku tidak memikir kan itu..." ucap Hery dengan nada pelan,rasa nya ia ingin sekali menyiksa keluarga nya,tapi lagi-lagi ia tidak bisa.


"Sudah,apa kau tidak ingin mengetahui di mana istri mu berada sekarang?" tanya Grandma untuk mengurangi rasa kesal cucu nya.


"Ya Tuhan..." ucap Hery,ia baru teringat dengan tujuan utama nya ke sini tadi.Karena terlalu kesal sama keluarga nya hingga melupa kan hal terpenting itu.


"Dad,di mana?" tanya Hery dengan singkat,ia segera berdiri dari duduk nya dan menatap Sang Daddy dengan tatapan kesal nya.


"Di Villa nya Daddy" jawab Daddy dengan wajah datar nya.

__ADS_1


Hery segera berbalik badan lalu berjalan ke arah mobil dengan langkah lebar nya tanpa memperduli kan teriakan Grandma lagi,dan di ikuti oleh Ars dari belakang dengan sedikit berlari.


Hingga membuat Grandma,Grandpa dan Daddy menatap punggung Hery dan Ars yang mulai menjauh dengan wajah yang tersenyum lebar sambil menggeleng-geleng kan kepala mereka dengan pelan karena melihat wajah kesal nya Hery.


__ADS_2