Cinta Pertama Sang Presdir

Cinta Pertama Sang Presdir
52. Daniel yang tdk jadi berangkat


__ADS_3

"Auchk" pekik Ashley saat merasa kan ada yg menjitak dahi nya dengan keras,ia pun segera menoleh untuk melihat siapa pelaku nya sambil mengelus elus dahi yg kena jitakan.


Pekikan kuat dari Ashley pun mampu menganggu Ayah dan Ibu yg sedang asyik menonton TV,mereka ber dua pun lgsng menoleh ke arah Ashley dengan wajah yg bingung.


Ayah dan Ibu pun tersenyum saat mengetahui kalau ternyata dahi nya Ashley di jitak oleh kakak nya.


Kemudian Ayah dan Ibu pun menatap Ashley,Ayah dan Ibu hanya geleng geleng kepala melihat tingkah ke dua putra putri mereka itu,lalu mereka kembali melihat ke depan lg untuk menonton.


"Kakaakkkk...." teriak Ashley dengan kesal,masih dengan terus mengelus elus dahi nya yg sudah memerah karena jitakan dari kakak nya itu.


"Padahal kakak sudah lama di luar sana,tapi masih saja suka menjitak dahi ku,lama-lama dahi ku bisa tenggelam karena di jitak kakak terus"gerutu Ashley dengan kesal,apa lagi kakak nya itu menjitak dengan kuat,jadi sakit di dahi nya sangat terasa.


"Siapa yg suruh kau tersenyum senyum sendiri,membuat mata ku sakit saja"ucap Daniel dengan nada santai sambil menonton TV.


"Mana adaa"ucap Ashley dengan nada pelan dan wajah yg sedikit memerah,sambil memegang pipi nya dengan ke dua tangan nya,berusaha untuk menyangkal perkataan sang kakak.


"Pasti kau sedang memikir kan pria pujaan hati mu itu,dasar...masih saja tdk mau mengaku"ucap Daniel dengan nada ngeledek sambil memakan cemilan yg ia beli di supermarket tadi.


"Ah,Ibu baru teringat kemaren ketika ia pulang ke rumah,ia juga suka melamun keq gitu"timpal Ibu dengan wajah tersenyum geli saat mengingat wajah bodoh nya Ashley kemaren, sambil menatap Ashley.


"Ibuu"panggil Ashley dengan nada manja dan wajah merah nya,yg hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Ibu.


"Baru kakak tggal kan setahun lebih ,adik kecil ku ini sudah pandai maen cinta cintaan saja"sambung Daniel dengan tersenyum mengejek.


"Iya,Ayah juga tdk menyangka putri kecil Ayah ini tiba-tiba saja sudah mengerti tentang cinta,padahal dari dulu dia yg selalu bilang kalau dia tdk mau pacaran"lanjut Ayah yg ikut-ikutan mengejek Ashley sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ayah jangan ikut-ikutan"ucap Ashley dengan nada kesal sambil menatap sang pelaku utama,ia sudah mengenggam bantal yg ada di atas sofa itu dengan erat,bersiap-siap untuk menyerang.


"Ini semua gara-gara kakak"ucap Ashley yg sudah menyerang kakak nya mengguna kan bantal yg ia pegang tadi,sambil menggerutu kesal.


"Ampun ampun...Oke oke,kakak mintak maaf"teriak Daniel dengan tertawa kecil sambil berusaha menangkis pukulan-pukulan bantal dari Ashley.


Setelah ia puas,Ashley pun menghenti kan pukulan nya,lalu ia kembali duduk di tempat duduk nya tadi sambil mengatur nafas cepat nya tadi.


"Rasa kan "ucap Ashley saat melihat baju dan rambut acak-acakan kakak nya itu,sambil tersenyum puas.


Hingga membuat Ayah dan Ibu menjadi tertawa kecil,saat melihat putra nya yg berantakan.


"Dasar"ucap Daniel dengan wajah yg sedikit kesal karena baju dan rambut nya yg berantakan karena ulah adik nya itu.


'Untung adik ku,jika tdk akan aku tendang dari sini' batin Daniel sambil merapi kan baju dan rambut nya yg berantakan tadi.


Daniel hanya mendengus kesal lalu ia juga ikut Ashley memakan cemilan lagi.


"Kakak,kapan kau berangkat kerja lagi?,aku ingin mengajak kakak jalan-jalan ke mall akhir pekan depan" tanya Ashley yg sudah melepas kan kekesalan nya karena sudah puas memukuli kakak nya tadi.


Ashley berbicara sambil menatap kakak nya dengan penuh harap,karena kemaren ketika bicara di telepon,kakak nya itu bilang hanya sempat pulang seminggu saja.


Sedang kan ia libur nya hanya sabtu dan mnggu dan hanya hari libur baru ia bisa jalan-jalan.


Rencana nya kemaren,akhir pekan ini mau jalan-jalan tapi lantaran karena terjadi adegan cemburu-cemburuan kemaren itu,akhir pekan nya jadi terlewat kan.

__ADS_1


"Belum tahu,mungkin 2 minggu lagi"jawab Daniel dengan santai setelah terdiam sejenak,mungkin ia memang harus memikir kan pesan yg ia terima dari Hery sebelum makan malam tadi.


Daniel sebenar nya ingin segera berangkat karena perkerjaan nya juga mulai banyak di Paris,apa lagi Perusahaan nya masih baru jadi ia harus berusaha lebih keras lagi.


Tapi saat ia sudah memutus kan 4,5 hari lagi ia akan berangkat,calon adik ipar nya malah mengirimi dia pesan yg berisi kalau ia harus berada di sini lebih lama lagi,karena ia harus menghadiri pernikahan nya Ashley nanti.


'Percaya diri sekali calon adik ipar nya itu,ia menjadi penasaran,apa kah Hery benar-benar akan berhasil menikah adik nya nanti' pikir Daniel.


"Kakak serius?"tanya Ashley dengan nada sedikit tinggi dan juga nada senang nya,karena mendengar kalau kakak nya akan 2 mnggu lagi berada di sini.


Hingga membuat Ayah,Ibu dan sang kakak tersentak kaget karena mendengar suara terpekik nya Ashley.


"Apa kau tdk bisa pelan"tegur sang kakak dengan wajah kesal nya,sedang kan Ayah dan Ibu hanya menggeleng-geleng kan kepala nya dengan pelan saja.


"Hehe,maaf aku terlalu senang kak"ucap Ashley dengan cenges-ngesan dan suara pelan, sambil menggaruk-garuk kan belakang leher nya yg tdk gatal.


"Ayah juga senang mendengar nya,sudah lama kau tdk ada waktu untuk kami.Jadi jwb kau itu sangat bagus,Ayah menyukai nya"timpal Ayah dengan wajah yg tersenyum senang sambil meminum kopi yg telah di buat oleh Ibu tadi.


"Ibu juga senang mendengar nya,kalau perlu kau tdk usah berangkat lagi.Kalau bisa berkerja saja di sini"sambung Ibu dengan kata-kata konyol nya,sambil tersenyum senang juga.


"Ibu ini ada-ada saja"ucap Daniel dengan wajah santai nya,tapi di dalam hati nya ia merasa bersalah karena gara-gara ia memilih berkerja di Paris,waktu nya bersama keluarga nya menjadi berkurang.


Daniel sangat ingin menjadi pengusaha yg sukses,maka dari itu ia nekad ke Paris untuk menggapai impian nya itu.


'Semoga saja ia akan segera sukses,jadi mungkin ia bisa mengembang kan usaha nya di sini,lalu ia bisa membagi lebih banyak waktu untuk keluarga nya nanti' doa Daniel dlam hati nya.

__ADS_1


Kemudian mereka ber 4 pun mengobrol banyak hal sambil bercanda gurau hingga lelah,lalu mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2