
###
Di rumah kost nya Ashley,Ashley sibuk merebah kan tubuh nya di atas kasur kecil nya.Rasa nya sangat lelah dengan kejadian penculikan tadi siang tp terbayar dengan makan siang bersama pujaan hati nya.
Rasa nya ia sangat malu jika memikir kan pelukan nya yg di beri kan ke Hery td,untung saja Hery juga membalas nya dan tdk mempertanya kan nya lagi,jadi ia tdk begitu malu sangat dan tdk kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Hery.
Ia tadi memang benar benar reflek karena senang dan sekaligus bahagia melihat Hery datang menyelamat kan nya saat ia sedang memikir kan apa kah Hery akan datang menolong nya?....
Jadi tubuh nya otomatis lgsng berlari ke arah Hery dan lgsng saja memeluk nya.
" Apa kah aku boleh berharap lebih?" tanya Ashley pada diri nya sendiri sambil berpikir dan tersenyum.
"Bagaimana kalau dia tdk merasa kan apa yg aku rasa kan juga?" lanjut lagi,senyuman nya pun memudar.
" Ah sudah lah,lebih baik aku telepon kakak saja dari pada memikir kan pria itu,membuat aku tambah bingung saja" Ashley berbicara panjang lebar sendiri sambil bangkit dari atas kasur nya untuk mengambil HP nya yg tadi ia letak kan di atas meja.
" Ah iya,aku harus mengirim kan pesan ke Desi untuk mintak izin tdk berkerja hari ini" ucap Ashley sambil mengirim kan pesan ke Desi melalui WA.
Karena kejadian tadi,ia jadi malas mau berkerja,kepala nya juga lagi error karena sering memikir kan Hery.Untung Cafe tempat nya berkerja punya teman baik nya,lagian selama ia berkerja baru kali ini ia mintak izin.
Chat antara Ashley dan Desi.
" Des,hari ini aku mintak izin ya" Ashley mengirim chat pertama nya.
" Kenapa ? kau di bw ke mana sama pria itu?dia gak napa napain kau kan?" balas Desi dengan pertanyaan yg bertubi tubi.
" Aku gak kenapa kenapa kok,kau tenang saja.Aku hari merasa sangat lelah jadi aku mintak izin 1 hari ya? gak apa apa kan?" jwb Ashley dengan alasan nya.
" Iya,aku izin kan.Tapi sebagai pengganti nya,besok cerita kan pada ku ya,apa saja yg sudah kalian laku kan tadi ..."jwb Desi penasaran,seperti nya di sana Desi sedang tertawa senang karena telah mendapat kan penawaran yg bagus.
" Oke lah,dasar kau ini" balas Ashley dengan kesal.
__ADS_1
"Hahahaha" chat terakhir dari Desi,lalu Ashley tdk membalas nya lagi,ia hanya bs mendengus sebal yg tdk bs di lihat lgsng oleh Desi.
"Apa lagi yg mau aku perbuat ya..." gumam Ashley karena bingung harus berbuat apa.
"Apa aku coba telepon kakak saja ya,mana tau kakak lagi santai" ucap Ashley senang karena sudah mendapat kan ide, sambil mencari no kontak kakak nya dan lgsng menelepon nya.
Sudah beberapa hari ini ia tdk menelepon sang kakak karena sibuk berkerja dan mengerja kan tugas,jadi kebetulan sekarang ia lagi santai jadi sekarang adalah waktu yg pas untuk menelepon kakak nya.
Tak lama kemudian, terdengar suara kakak nya dari seberang sana yg menyapa Ashley dan juga wajah tampan kakak nya pun telah memenuhi layar HP nya Ashley.
"Hai,,,adik kesayangan kakak.Apa uang yg sudah kakak beri kan kepada kau kemaren sudah habis?" tanya sang kakak dengan nada bercanda.
" Apa uang kakak masih banyak,jika masih banyak,akan aku habis kan secepat nya" jwb Ashley sambil mendelik kan mata nya ke arah kakak nya dengan wajah kesal.
" Kakak masih mempunyai beberapa tp masih cukup untuk kau habis kan " jwb kakak nya sambil tertawa sombong.
" Iya iya,aku percaya.Kapan kakak pulang ?"tanya Ashley,karena sudah merindu kan kakak nya yg sudah lama tdk pulang.
"Masih belum tahu lagi,kenapa?apa kah kau begitu merindu kan kakak mu ini?" tanya kakak nya sambil mengejek.
" Haha" tertawa kakak nya keras karena melihat wajah pura pura nya Ashley.
" Kau ini,benar benar tdk pernah berubah.Sudah mau berumur 18 tp masih saja seperti anak anak" ucap kakak nya setelah mereda kan tawa nya.
" Ih kakak ini,tp aku kan serius tentang merindu kan kakak"ucap Ashley,masih dengan wajah kesal nya.
" Iya iya ,nanti jika kakak sudah tdk sibuk saja baru pulang ya..." ucap kakak nya supaya wajah kesal adik nya hilang.
" Baik baik lah,kakak janji ya?" jwb Ashley dan wajah kesal nya benar sudah mulai menghilang,walau pun hanya sedikit.
" Iya ,kakak janji" jwb kakak nya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Bagaimana kerja kakak di sana? apa baik baik saja?" tanya Ashley lagi sambil memakan cemilan yg memang sering ia beli dan meletak nya di dalam kamar untuk mengemil di saat seperti ini.
" Baik,malahan sepeti nya sekarang lebih baik" jwb kakak nya sambil tersenyum senang.
"Baru baru ini kakak berkerja sama dengan Perusahaan terbesar di sini,jadi itu sangat membantu kakak" lanjut kakak nya lagi,masih dengan wajah senang nya.
" Wah,kalau gitu bagus lah kak.Semoga usaha kakak semakin baik ya.."ucap Ashley,mendoa kan kakak nya.
" Oh iya,semoga kakak juga segera mendapat kan pacar ya.Ibu pasti akan senang jika doa ku terkabul" lanjut Ashley ,masih dengan doa nya.Sambil tersenyum senang dan membayang kan betapa senang nya dia,jika mempunyai kakak ipar yg cantik.
Kakak nya yg di sana hanya bs tersenyum masam saat mendengar kata kata sang adik,kalau sudah cerewet nya kambuh,pasti sama seperti sang Ibu.
Lalu mereka pun melanjut kan ngobrol nya selama 1 jam lebih lama nya.
Setelah itu,Ashley sibuk memasak sedikit makanan untuk ia makan nanti malam.Hari ini Ashley ingin beristirahat full karena tdk berkerja,jadi ia tdk ingin menyia nyia kan nya.
\=\=\=
Di depan penjara,2 paruh baya sedang duduk di kursi yg ada di sana dengan wajah sedih,mereka ber dua adalah ke dua org tua nya Aldy.
Mereka mempunyai 2 putra,tapi putra bungsu nya masih sekolah menengah dan sifat nya juga penurut dan juga baik dalam bertingkah tdk seperti Aldy yg nakal,itu membuat ke dua org tua nya sedikit lega.
Perusahaan Aldy bangkrut dalam semalam dan Aldy di penjara dengan bukti bukti kejahatan nya,membuat ke dua org tua nya syok bukan main dan menjenguk ke penjara.
" Bagaimana ini yah?"tanya Ibu nya Aldy,karena cemas dengan keadaan Aldy yg berada di dalam penjara.
" Ayah juga tdk tahu bu" jwb Ayah nya Aldy yg juga ikut bingung.Ia juga mempunyai sebuah Perusahaan kecil tp tdk sanggup untuk menolong putra sulung nya karena lawan nya sangat kuat.
"Apa besok kita mintak maaf kepada Tuan Hery dan memohon bantuan nya saja" lanjut Ayah nya Aldy karena sudah tdk mempunyai cara lain lagi.
" Apa dia mau memaaf kan dan membantu kita yah?" tanya Ibu Aldy dengan wajah layu nya karena dari tadi terus menangis.
__ADS_1
" Ayah juga ga tahu bu,tp kita harus mencoba nya dulu" jwb Ayah Aldy dengan pasrah.
Ibu Aldy hanya mengangguk,lalu mereka berdua pun pulang dari sana.