
Agatha dan Sang Ibu yang melihat wajah syok suaminya,mereka berdua pun segera ikut berdiri dan mengelus-elus dada suami atau Ayahnya itu,karena takut kalau penyakit jantung pria paruh baya itu kambuh kembali.
Elus-elusan 2 wanita beda usia itu pun mampu membuat syoknya Ayah perlahan-lahan mengurang,karena terus di elus-elus oleh 2 wanita yang sangat ia sayangi itu.
"Sudah sudah,jangan emosi Yah,nanti penyakit jantungmu bisa kambuh" ucap sang istri dengan wajah khawatirnya sambil terus mengelus-elus dada sang suami.
Sedang kan Agatha hanya berdiri dengan wajah bersalahnya tanpa suara,sambil membantu Ibu nya mengelus-elus dada sang Ayah.
"Memang nya siapa Tuan Ars yang kamu maksud itu nak,kenapa Ayah mu jadi syok seperti ini?" tanya sang Ibu kepada Agatha, dengan wajah penasarannya bercampur bingung karena melihat reaksi suami nya yang seperti melihat hantu saja.
"Pria yang menyelamat kan ku tadi,bu" jawab Àgatha dengan wajah bersalah bercampur malu,sambil menatap wajah kaget bercampur bingung Ayahnya yang sedang menatap mereka berdua secara bergantian.
"Owh pria tampan itu ya,memangnya apa salahnya kalau kita menjodoh kan anak kita sama pria tampan itu Yah?" tanya Ibu,sambil menatap suaminya yang sedang menatap nya juga.
Ia baru tahu kalau pria tampan itu bernama Ars,karena ketika ia bertanya tadi,suaminya hanya bilang hebat saja tanpa menyebut nama pria itu.
"Pria itu terlihat mapan,tampan,dan Ayah juga bilang dia pria yang hebat dan juga pria itu juga terlihat sangat menyayangi putri kita" lanjut Ibu lagi tanpa jeda sambil mengingat-ngingat perhatian dari pria tampan itu ke putri mereka tadi,hingga membuat wajah Ayah yang kaget bercampur bingung itu menjadi kesal karena melihat istri dan putrinya yang 1 sama saja.
"Apa kalian berdua sedang demam atau apa?" tanya Ayah dengan mata menelisik nya sambil menyentuh kening sang istri dengan punggung tangannya.
"Ayah " panggil Ibu dengan nada kesal.Memangnya,suami nya ini pikir dirinya sedang sakit apa.
"Terutama kamu nak,apa kamu baik-baik saja?" tanya Ayah dengan punggung tangan yang beralih menyentuh keningnya Agatha.
Agatha hanya bisa menatap wajah sang Ayah dengan wajah pasrahnya,ia sudah menebak pasti reaksi Ayahnya akan berlebihan seperti ini.
"Ayah,kamu ini apaan sih?" tanya Ibu dengan wajah yang semakin kesal, sambil menepis tangan suaminya yang sedang menyentuh kening putrinya.
"Kami baik-baik saja Ayah dan kami juga tidak sedang demam.Apa karena syok tadi,hingga membuat Ayah jadi ngelantur begini?" tanya Ibu sambil menatap suaminya dengan nada khawatir.
"Ngelantur apanya,kalian berdua yang sedang ngelantur.Enak saja bilang Ayah ngelantur..." gerutu Ayah dengan wajah kesalnya,sambil menekan kening sang istri dengan menggunakan jari telunjuknya hingga membuat kepala istrinya sedikit mundur ke belakang.
"Ayah,sudah aku bilang kalau kami baik-baik saja.Kenapa Ayah malam ini malah menjadi sedikit aneh..." ucap Ibu dengan menggerutu kesal sambil menepis tangan suaminya.
Sedang kan Agatha,wajahnya langsung tersenyum geli saat melihat Ayah dan Ibu yang sama-sama tidak mau mengalah,akhirnya Ayah dan Ibu menjadi kesal bersama.Tapi jika seperti ini,kedua orang tuanya terlihat mesra di matanya.
Ayah yang tidak mau berdebat lagi pun hanya bisa mendengus kesal sambil menoleh kan kepalanya untuk menatap putrinya.
"Nak,coba kamu ulangi lagi apa permintaan mu tadi ya? Mana tahu,tadi Ayah hanya salah dengar saja" pinta Ayah dengan wajah yang mencoba tersenyum,walau pun ada keraguan di setiap perkataannya barusan.
"Aku meminta, agar Ayah menjodoh kan ku dengan Tuan Ars" jawab Agatha dengan nada lambat sambil sedikit menunduk kepalanya,setelah ia terdiam untuk beberapa saat tadi.
Sedang kan Ayah yang merasa telinganya memang tidak bermasalah pun,segera mengendali kan rasa syoknya yang kembali ingin menguasai dirinya.
__ADS_1
"Apa kamu serius dengan Perkataan mu barusan hm?" tanya Ayah dengan suara lembutnya setelah rasa syoknya sudah menghilang.
"Memangnya apa yang salah dengan permintaan putri kita,Yah?" tanya Ibu dengan wajah herannya saat melihat reaksi suaminya yang berlebihan bagi dirinya,tapi lebih tepatnya bagi Sang Ibu dan juga Agatha.
"Ibu,apa kamu tidak tahu kalau pria tadi itu bisa menghancur kan kita dalam beberapa menit saja.Sekarang putri kita meminta ku untuk menjodoh kan pria itu dengan dirinya,bagaimana kalau pria itu menolak dan mungkin saja pria itu akan membuat kita ber 3 tidur di tepi jalan nanti0" jawab Ayah dengan panjang lebar dan wajah kesalnya sambil menatap istrinya yang dari tadi tidak mau diam dengan mulut cerewet nya.
"Be benar kah?" tanya Ibu dengan nada gugup dan di tanggapi dengan anggukan kepala suaminya,kenapa tubuhnya jadi merinding sekarang padahal baru mendengar dari mulut suaminya saja.
Sedang kan Agatha,tersenyum lucu ķarena melihat wajah Ibu yang sedang bergidik ngeri dan juga wajah Ayahnya yang sedang kesal.
"Ayah,masih ada yang ingin aku bicara kan lagi.Apa Ayah mau mendengarnya?" tanya Agatha dengan nada santainya sambil menatap wajah kesal Ayahnya yang masih belum hilang sepenuhnya.
"Baik lah,bicara lah..." jawab Ayah dengan nada pasrahnya,sambil menghela nafas dengan pelan.
"Ayah Ibu,sebenar nya Tuan Ars 5 minggu yang lalu dia melamar ku...." ucapannya Agatha langsung di potong oleh Ayah dan Ibu.
"Lalu?" tanya Ayah dan Ibu secara serentak,wajah kesal mereka tadi langsung berubah menjadi tersenyum senang saat mendengar perkataan nya Agatha yang belum selesai barusan.
"Lalu aku menolak nya....." jawab Agatha,tapi lagi-lagi perkataan yang ingin ia lanjut kan lagi kembali di sela oleh kedua orang tuanya.
"Dasar"
"Bodoh"
"Setelah menolaknya,sekarang kamu malah meminta Ayahmu untuk menjodoh kan mu dengan pria itu" ucap Ibu dengan wajah heran bercampur kesal.
"Iya,apa kamu sedang bercanda dengan Ayah nak?" tanya Ayah dengan wajah yang sama kesalnya dengan sang istrinya.
"Bisa kah,kalian berdua membiar kan aku selesai bicara dulu?" tanya Agatha dengan nada kesal dan juga wajah yang memberengut kesal.
"Baik lah baik lah,bicara lah" ucap Ayah dan Ibu secara serentak,wajah mereka kembali serius dan di sertai sedikit kesal.
" Aku menolak nya karena saat itu aku di jodoh kan oleh Ayah dengan pria brengsek itu,sejak hari itu Tuan Ars sudah mulai menjauhi ku.Tapi aku yakin Tuan Ars masih mencintai ku,jadi Ayah dan Ibu harus membantu ku ya..." mohon Agatha dengan wajah yang memelas,yang membuat siapa saja yang melihatnya tidak bisa menolaknya.
Walau sebenarnya ia sendiri juga ragu,setidaknya ia harus mencobanya.Jika tidak,ia akan benar-benar menyesal nanti,seperti perkataan 2 sahabatnya itu.
Ayah dan Ibu yang melihat wajah memelas putri mereka pun jadi tidak tega,akhirnya mau tidak mau mereka harus menuruti permintaan putri mereka itu.
Apa lagi mereka yakin kalau pria itu yang menjadi suami putrinya,pasti mereka tidak perlu mengkhawatir kan masa depan putri mereka lagi karena sudah bersama dengan pria yang tepat.
"Baik lah, Ayah dan Ibu akan mencoba nya" jawab Ayah sambil memeluk putri dan istrinya dengan wajah yang bingung dan juga ragu.
Ia bingung mau bagaimana cara ia mencoba nya ,bertemu saja sudah membuat dirinya gugup,lalu bagaimana caranya ia memulainya.Ia juga ragu kalau perjodohan nya nanti akan di terima atau tidak oleh Ars.
__ADS_1
Sedang kan Ibu,wajahnya juga tidak jauh berbeda dengan suaminya,hanya saja ia masih bisa tersenyum dan menatap putri mereka yang terlihat sangat senang karena Ayahnya ingin mengabul kan permintaannya.
Ia hanya bisa berdoa saja, agar semuanya baik-baik saja dan semuanya di mudah kan untuk mereka berdua nanti.
"Terima kasih Ayah,Ibu" ucap Agatha dengan wajah yang tersenyum senang di dalam pelukan kedua orang tuanya,tanpa tahu hati kedua orang tuanya yang sedang gundah gulana karena dirinya.
***
Di Perusahaan JS.
Jonathan yang sedang duduk bersandar di kursi kebesaran nya,baru saja selesai menelepon kedua orang tuanya.
Ia duduk dengan wajah yang tersenyum bahagia ketika mengingat nada bahagia Mommy nya dari seberang telepon tadi,saat mendengar dirinya mengatakan kalau ingin Mommy dan Daddy nya datang ke sini secepatnya untuk melamar calon istrinya.
Tentu saja sang Mommy berteriak senang di seberang sana,karena doanya untuk memiliki menantu akan segera terkabul.
Hanya saja,kedua orang tuanya masih belum bisa datang untuk sekarang,mereka harus menunggu sekitar 1 bulan lagi baru bisa datang karena masih banyak lagi perkerjaan yang masih belum di selesai kan oleh Daddynya.
Mau tidak mau,ia pun terpaksa harus menunggu hingga kedua orang tuanya sudah berada di sini baru ia bisa melamar Desi.Tidak apa lah pikirnya,hanya sebulan saja,ia akan menunggunya.
Jonathan pun menghela nafas dengan pelan,sepertinya ia memang harus bisa bersabar.
Kemudian ia pun berdiri dari duduknya tadi dan berjalan ke arah ruangan pribadi nya,berniat ingin melihat wanitanya,apa sudah bangun dari tidurnya atau belum,lalu ia membuka pintu ruangan pribadinya dengan perlahan-lahan.
"Sayang..." panggil Jo dengan suara pelannya saat tidak melihat Desi di atas kasur,setelah ia sudah berada di dalam.
Beberapa detik kemudian...
"Ceklek" terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan memuncul kan seorang wanita yang memakai kemejanya Jo di tubuhnya.
"Sayang..." panggil Jo dengan kedua mata tidak berkedipnya, yang terus menatap tubuhnya Desi yang terlihat lebih seksi saat memakai kemeja miliknya.
"Apa kamu ingin menggoda ku lagi hm?" tanya Jo dengan tersenyum menggodanya sambil menatap wajah Desi yang tersenyum malu.
"Sembarangan,baju kerja ku semalam basah jadi aku tidak memiliki pakaian lagi,makanya aku memakai kemeja mu terlebih dahulu" jawab Desi dengan wajah memerahnya karena terus di tatap oleh Jo.
"Dasar mesum" umpat Desi dengan wajah malu yang menjadi kesal karena Jo yang terus menatap tubuh nya yang hampir tembus pandang itu karena hanya memakai kemejanya Jo saja,apa lagi Jo juga terus memain kan kedua matanya untuk menggoda dirinya.
Desi segera berjalan ke arah kasur dan mengambil beberapa bantal,lalu ia segera melemparnya ke wajah mesum nya Jo dengan wajah kesalnya.
"Baik baik,aku tidak akan menggoda mu lagi" ucap Jo dengan wajah tersenyum lebarnya karena berhasil menggoda Desi, sambil menangkis lemparan-lemparan bantal dari Desi,ia juga segera berjalan keluar dari sana.
"Jangan lupa,pakaian ku" teriak Desi saat melihat Jo yang sudah di ambang pintu,sambil melempar bantal terakhir nya.
__ADS_1
"Ok" teriak Jo dengan cepat karena sudah mengerti apa maksudnya Desi, sambil menutup ruangan pribadinya dengan cepat saat melihat bantal terakhir yang di lempar oleh Desi sudah hampir meluncur di kepalanya.