
Akhirnya Fandi dan Laura menikah. Akad nikah dan resepsi di adakan di hotel bintang lima milik pak Irwan. Pak Irwan mengundang semua kerabat dan relasi bisnisnya. Sedangkan Fandi hanya mengundang beberapa teman dan tidak ada kerabat yang ia undang.
Fandi terlihat sangat tampan dengan setelan jas putih. Sementara itu Laura mengenakan gaun pengantin putih rancangan desainer ternama di kota itu.
Laura tampak tersenyum begitu lepas selama acara berlangsung. Fandi pun ikut tersenyum bersalaman dengan para tamu, meski senyumannya tampak berat. Fandi masih tak percaya akhirnya ia memutuskan untuk menikahi Laura wanita yang sama sekali tidak ia cintai.
Pak Irwan tampak sangat senang dan bahagia sekali dengan pernikahan putrinya itu. Laura adalah putri satu-satunya pak Irwan. Pak Irwan sangat menyayangi Laura, oleh karena itulah ia memilih Fandi untuk menjadi menantunya. Karena pak Irwan yakin Fandi mampu merubah laura sekaligus mengelola bisnisnya. Pak Irwan tidak mau putrinya jatuh ke tangan pria yang tidak baik. Meskipun Fandi dan Laura belum mengenal satu sama lain dan belum saling mencintai, pak Irwan yakin suatu hari cinta itu akan tumbuh di antara mereka.
“Hei bro, selamat! Akhirnya lu menikah juga. Heheheee..” Seru Riko merangkul Fandi. Riko datang bersama kekasihnya Novi. Novi merasa aneh melihat Fandi yang secara tiba-tiba memutuskan untuk menikah dengan wanita lain bukan dengan Jingga.
“Selamat ya Fandi. Aku kira kamu akan menikah dengan Jingga, ternyata dengan wanita lain.” Ucap Novi pelan sembari bersalaman dengan Fandi.
__ADS_1
‘Siapa Jingga? Apa dia kekasih Fandi?’ Laura mencibir dalam hatinya ketika melihat Fandi dan teman-temannya bersalaman.
Tak beberapa lama setelah itu teman-teman Fandi yang lain pun datang. Mereka menghampiri Fandi dan Laura untuk bersalaman mengucapkan selamat berbahagia. Fandi masih tersenyum berat menyambut teman-temannya. Sebagian mereka masih sama membahas hubungan Fandi dan Jingga yang akhirnya tidak berjodoh.
Pesta pernikahan Fandi dan Laura tergolong sangat mewah. Betapa tidak pak Irwan adalah salah satu pengusaha property ternama. Pak Irwan memiliki banyak perusahaan di kota-kota besar di Indonesia dan beberapa berada di luar negeri. Tentu saja pak Irwan tidak ingin mengadakan pesta yang biasa saja untuk putri sematawayangnya.
Tampak semua tamu yang datang berdacak kagum menyaksikan dekorasi dan hidangan yang di sajikan untuk para tamu.
“Itu teman-teman kamu?” Tanya Laura berbisik pada Fandi.
“Iya, sebagian teman-teman SMA, teman kuliah dan teman kerja juga.” Jawab Fandi tanpa menoleh.
__ADS_1
“Oowh.. Ternyata kamu banyak teman juga?” Laura tertawa kecil.
“Dan teman-temanmu? Kenapa tak ada satu pun yang datang?” Tanya Fandi mengernyitkan dahinya menatap sinis pada Laura.
“Untuk apa aku mengundang teman-temanku? Ini bukan pernikahan yang aku inginkan. Aku terpaksa menikah hanya untuk mendapatkan warisan dari papa.” Jawab Laura dengan bangganya.
“Aku sangat kasihan padamu!” Balas Fandi tersenyum meledek Laura.
“Kasihan?” Laura tampak kesal dengan ucapan Fandi. Ia menatap sinis ke arah Fandi, namun Fandi tak sedikit pun menoleh padanya. Fandi fokus pada tamu-tamu yang datang.
Di tengah acara, tiba-tiba masuklah sesosok wanita cantik mengenakan gaun silver. Wanita itu tampak sangat anggun. Semua mata tamu melihatnya. Sang wanita mulai melangkah kakinya berjalan maju untuk menghampiri Fandi. Fandi seketika terdiam, ia terkejut dengan kedatangan wanita cantik itu.
__ADS_1
*****