
Fandi dan Lona berjalan menuju cottage dengan tertawa lepas. Teman-temannya yang sedari tadi menunggu mereka di depan cottage menjadi heran melihat kedekatan Fandi dan Lona.
“Fandi, kamu kok bisa sama Lona?” Tanya Novi heran.
“Iya, tadi kami ketemu di pantai.” Jawab Fandi santai.
“Heheheee... Okee bro. Kita langsung ke kamar yuk bro?” Ujar Riko lalu merangkul Fandi menariknya masuk ke kamar mereka.
“Iya Novi, tadi Fandi mengajakku untuk makan jagung bakar di tepi pantai sana. Jagungnya enak sekali. Besok kamu harus cobain bareng Riko!” Celoteh Lona sembari berlalu meninggalkan Novi. Lona sengaja membalas Novi yang siang itu sempat membuatnya kesal.
Semua sudah mulai masuk ke kamar masing-masing. Tapi Novi dengan perasaan yang masih kesal tidak ingin masuk ke kamar yang sama dengan Lona. Novi sampai berpikir ingin tidur di kamar Eka dan Rani.
“Jingga, kamu dimana beb?” Bisik Novi. Sejujurnya Novi tidak ingin Lona berhasil merayu Fandi. Novi takut bila akhirnya Fandi akan jatuh ke pelukan Lona dan melupakan Jingga.
‘Tidak!!! Itu tidak boleh terjadi. Fandi itu cocoknya sama Jingga TITIK. Aku gak boleh membiarkan si Lona berhasil menggoda Fandi.’ Teriak Novi dalam hatinya.
__ADS_1
*****
Dengan berat hati Novi terpaksa harus masuk ke kamar dan tidur bersama Lona. Langkah kakinya terasa berat, tapi badannya sudah mulai lelah seharian berkeliling pulau. Mau tidak mau Novi harus menahan kekesalannya pada Lona malam itu.
“Novi, kamu kok baru sampai?” Tanya Lona.
“Aku tadi diluar dulu. Kenapa sih kepo terus? Nanya terus? Sifat kepomu di kurangi sedikit, aku gak suka!” Jawab Novi ketus. Wajahnya cemberut melihat Lona.
“Iih.. Novi, kamu kenapa jutek terus sih sama aku? Gak boleh begitu donk! Kalau marah terus nanti wajahmu cepat keriput loh! Heheheee.. Kan bentar lagi mau tunangan sama Riko? Kalau keriput nanti Riko cari yang lain. Hehehee...” Celetuk Lona bercanda menakut-nakuti Novi.
“Makanya jangan jutek terus sama aku!” Sambung Lona tersenyum melihat Novi yang ketakutan.
“Aku gak marah kok sama kamu. Cuma aku gak suka aja kalau kamu gangguin Fandi terus. Fandi itu sudah punya pacar, kamu tahu itu kan?” Jelas Novi sewot.
“Iya iya, aku tahu. Mereka kan cuma pacaran? Selama janur kuning belum melengkung itu artinya aku masih punya kesempatan kan?” Balas Lona tersenyum mengangkat alis matanya.
__ADS_1
“Terserah kamu! Tapi aku yakin Fandi tidak akan jatuh ke pelukan kamu. Sudah banyak wanita sebelum kamu ini yang jauh lebih waw malahan, tapi tetap di tolak Fandi. Fandi itu pria yang setia.” Ujar Novi mencibir.
“Baiklah Novi sayang. Mari kita lihat! Bukan Lona namanya kalau tidak bisa menaklukan hati kaum adam.” Ucap Lona dengan bangganya.
“Okee Lona. Ayo kita buktikan!” Balas Novi mulai tersenyum menantang Lona.
“Okee.” Lona menerima tantangan Novi dengan senyuman bangganya.
*****
Novi masuk ke kamar mandi dan membersihkan mukanya. Setelah keluar dari kamar mandi, Novi melihat Lona sudah terkapar di tempat tidur.
“Lona Lona. Ada-ada saja! Malah menantang ingin mendapatkan Fandi. Fandi memendam perasaannya pada Jingga saja sudah 3 tahun, meskipun saat itu Jingga masih pacaran dengan laki-laki lain. Dan akhirnya Fandi berhasil mendapatkan Jingga. Setelah itu mereka menjadi sepasang kekasih yang tak terpisahkan sampai sekarang. Mustahil banget Fandi akan melepaskan Jingga untuk seorang Lona. Jingga itu kan motivasi Fandi bisa berhasil di sekolah dan di kampusnya seperti sekarang. Hehehee..” Celoteh Novi sembari tertawa kecil. Novi sengaja berbicara seperti itu agar Lona mendengarnya. Novi tahu kalau Lona hanya berpura-pura tidur.
‘Segitu istimewanya Jingga bagi Fandi? Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja! Cepat atau lambat Fandi akan jadi milikku.’ Gumam Lona dalam hatinya.
__ADS_1
*****