Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 67


__ADS_3

Sebelum kembali ke dalam bus, Fandi menyempatkan diri untuk membeli beberapa cemilan untuk Jingga.


“Bro, bentar lagi kita lulus.” Seru Riko merangkul pundak Fandi saat sedang membeli cemilan untuk Jingga.


“Iya, gue tahu. Lantas kenapa?” Tanya Fandi yang masih sibuk memilih cemilan untuk Jingga.


“Berarti bentar lagi lu married bro? Lu melepas masa lajang lu secepat itu bro. Hehehehee...” Balas Riko sambil cengengesan.


“Iya Rik, memangnya kenapa Rik? Insya Allah gue sudah memikirkannya matang-matang. Apa bedanya sekarang atau nanti, intinya gue juga akan menikahi Jingga kan? Lagian dulu kan lu yang menyuruh gue cepat-cepat mendapatkan Jingga?” Ujar Fandi mengernyitkan dahinya pada Riko.


“Heheheee.. Iya sih. Gue pikir cuma pacaran dulu. Tahu-tahunya lu langsung mengajak Jingga menikah. Hahahaaaa..” Lanjut Riko tertawa meledek Fandi.


“Hahahaaa.. Pacaran banyak resikonya Rik. Kalau menikah, sudah pasti dia menjadi milik gue seutuhnya.” Balas Fandi ikut tertawa.


“Iya sih, lu bener. Kalau lu pacaran sama Jingga, yang menganggu pasti banyak. Sonya, belum lagi cowok-cowok yang mengincar Jingga kan bejibun banyaknya bro. Hahahahaaa...” Lagi-lagi Riko tertawa kocak sembari memegangi perutnya.


“Nah itu makanya, gue langsung melamar Jingga. Cari aman biar gak ada yang berani menganggu lagi.” Balas Fandi tersenyum.


“Gue paham. Gue paham sekarang. Heheheee..” Riko tertawa geli.


“Lu sendiri kapan menikah sama Novi?” Tanya Fandi menatap sinis Riko.

__ADS_1


“Hahahahaaa.. Kalau gue memang maunya menikah sama Novi. Tapi gue mau menyelesaikan pendidikan dulu bro habis itu kerja, baru deh melamar ayang bebeb Novi.” Jawab Riko senyum-senyum geli.


Dari kejauhan Jingga memperhatikan tingkah Fandi dan Riko yang tertawa tak jelas. Jingga sudah tidak sabar ingin segera makan cemilan yang di belikan Fandi.


“Jingga, maaf lama.” Ucap Fandi menyodorkan kantong berisi beberapa bungkus snack cemilan.


“Iya, gak apa-apa. Ayo kita ke bus! Nanti ketinggalan.” Balas Jingga segera menarik tangan Fandi. Fandi mengikuti Jingga.


Setelah sampai di dalam bus, Jingga membuka salah satu snack yang di beli Fandi dan memakannya.


“Fandi, kamu sama Riko tadi bicara apa? Ketawanya renyah amat?” Tanya Jingga menyelidik.


“Aa..aku sama Riko tadi membicarakan soal rencana kuliah sayang.” Jawab Fandi terbata-bata.


“Buat apa bohong? Tadi Riko tanya aku jadi kuliah atau gak, soalnya dia kan tahunya kita akan menikah.” Ujar Fandi meyakinkan Jingga yang sepertinya tidak percaya.


“Terus kamu bilang apa?” Tanya Jingga lagi.


“Aku bilang kalau aku tetap kuliah meskipun nanti kita sudah menikah.” Jawab Fandi tenang.


“Gak membicarakan Sonya kan?” Tanya Jingga menatap sinis.

__ADS_1


“Sonya? Kenapa aku harus membicarakan dia? Hahahaaa.. Kamu ada-ada saja sayang.” Jawab Fandi seraya mengelus-elus rambut Jingga.


“Soalnya tadi aku mendengar kamu sedang berbicara dengan Sonya pas aku lagi tidur.” Balas Jingga memanyunkan bibirnya.


“Ooh.. Lagi-lagi kamu pura-pura tidur?” Tanya Fandi sambil mencubit hidung Jingga.


“Auuwww.. Fandi.” Jingga sedikit berteriak sehingga teman-temannya yang berada di dalam bus melihat ke arah mereka.


“Ternyata kekasihku ini bisa cemburu juga?” Tanya Fandi tersenyum menatap Jingga.


“Tentu saja aku cemburu.” Ucap Jingga membuang muka.


“Itu artinya kamu sudah sangat mencintai aku?” Balas Fandi tersenyum.


“Memang. Aku kan sudah bilang sebelumnya kalau aku sudah mulai jatuh cinta sama kamu Fandi. Masih saja belum percaya.” Ujar Jingga memanyunkan bibirnya.


“Andai kita tidak di dalam bus, aku pasti sudah mengecup bibir manis ini.” Bisik Fandi mendekatkan wajahnya ke wajah Jingga sembari menyentuh bibir Jingga dengan jarinya.


“Aku sayang kamu Fandi.” Ucap Jingga tersipu malu lalu merebahkan kepalanya di pundak Fandi.


“Iya Jingga, aku juga sangat menyayangi kamu.” Balas Fandi seraya membelai puncak kepala Jingga.

__ADS_1


Mereka bercerita sepanjang perjalanan tanpa menghiraukan suara berisik dari teman-temannya yang bernyanyi gembira.


*****


__ADS_2