
Sonya yang melihat mereka dari kejauhan merasa jengkel. Sonya berniat ingin mengerjai Jingga.
‘Dasar busuk! Ular! Belagak lugu. Ternyata terbukti, dia juga suka sama Fandi.’ Gumam Sonya dalam hatinya.
Sonya berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri Jingga dan Fandi.
“Haii Jingga, Fandi. Aku dengar kalian udah jadian. Selamat ya.” Ucap Sonya.
“Terima kasih Sonya.” Jawab Fandi dan Jingga serentak.
Tiba-tiba Sonya melepaskan gelas dari tangannya. Seketika gelas jatuh ke meja dan airnya tumpah mengenai Jingga. Baju Jingga pun menjadi basah.
“Uppss.. Maaf? Gelasnya licin.” Ujar Sonya tersenyum sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
“Sonya kamu ini kenapa?” Tanya Fandi dengan suara sedikit keras. Fandi emosi dengan perlakuan Sonya terhadap Jingga kekasihnya.
“Sudah Fandi. Aku gak apa-apa.” Ucap Jingga meredam emosi Fandi.
__ADS_1
“Kamu beneran gak apa-apa?” Fandi memeriksa tangan Jingga memastikan kalau Jingga tidak terluka.
“Tolong sekarang kamu pergi dan jangan ganggu Jingga lagi!” Fandi mengusir Sonya dari hadapan mereka.
“Fandi, kamu kenapa sekarang seperti ini?” Tanya Sonya tak percaya Fandi membentaknya.
“Maaf Sonya. Tapi kamu akhir-akhir ini sudah sangat keterlaluan. Puncaknya hari ini. Aku menganggap kamu teman selama ini, tapi kalau kamu selalu jahat sama Jingga seperti ini. Maaf aku gak bisa tinggal diam.” Ujar Fandi. Ia meluapkan rasa kekesalannya kepada Sonya.
“Kenapa? Kamu cuma di manfaatin sama Jingga. Nanti saat dia lihat mangsa baru, kamu juga pasti di tinggal.” Balas Sonya tak mau kalah. Sonya tak terima dengan omongan Fandi.
Riko, Novi, Rani dan Eka ikut terkejut mendengar ucapan Fandi. Mereka tidak menyangka jika hubungan Jingga dan Fandi sedekat itu sampai ada niat ingin menikah.
“Bro, lu bener mau menikah sama Jingga?” Tanya Riko penasaran.
“Kan lu denger sendiri Rik.” Jawab Fandi ketus, karena masih emosi dengan tingkah Sonya.
“Beb, kamu kok gak cerita siih kalau seserius itu hubungannya sama Fandi.” Ujar Rani menuntut penjelasan dari Jingga.
__ADS_1
“Ran, aku belum sempat cerita.” Jawab Jingga seadanya.
“Jadi kamu beneran ya beb? Kirain tadi bisa-bisanya Fandi aja ngomong biar si Sonya sakit hati.” Timpal Eka senyum-senyum.
“Baru aja aku doain biar kalian awet kayak aku dan bebeb Riko. Sekarang jadi awet beneran. Heheheee..” Lanjut Novi tertawa kecil.
“Aku ke toilet dulu membersihkan ini ya?” Jingga lalu berjalan menuju toilet.
Jingga masuk ke toilet untuk membersihkan bajunya yang kena tumpahan minuman Sonya. Jujur Jingga juga sangat geram dengan tingkah Sonya. Jingga ingin sekali membalas perbuatan Sonya. Tapi ternyata Fandi sudah lebih dulu membelanya.
‘Akhirnya aku sudah menemukan laki-laki yang aku cari selama ini. Baik, pintar, mandiri, bertanggung jawab, sayang banget sama aku, melindungi aku dan perhatian. Komplit! Semuanya ada pada Fandi. Dia juga tampan dan manis. Sikapnya juga sangat dewasa. Apalagi yang aku cari? Meskipun saat ini dia cuma kerja di warung makan, dia tetap bertanggung jawab menanggung biaya kehidupan aku. Dengan kepintarannya Fandi pasti akan jadi orang yang sukses dan pasti memberikan kehidupan yang layak untuk aku kelak.’ Pikir Jingga dalam hatinya. Jingga merasa tidak ada keraguan lagi dalam hatinya. Jingga bahkan sangat mantap ingin memulai kehidupan yang baru dengan Fandi.
Jingga keluar dari toilet. Disana ada Fandi yang masih setia menunggunya.
“Ayo kita ke kelas!” Ajak Jingga seraya menarik tangan Fandi.
*****
__ADS_1