Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 164


__ADS_3

Flashback (Jingga)


Setelah malam itu, Jingga lebih menjaga jarak dengan Ferdinan. Selain takut di pukuli, Jingga juga sangat jijik pada Ferdinan.


Tak terasa sudah bertahun-tahun Jingga hidup menjadi istri seorang Ferdinan, namun tidak pernah sekalipun ia mau melayani Ferdinan di ranjang.


Seperti biasa Ferdinan jarang pulang ke rumah. Ia lebih banyak di luar rumah menjalani kebiasaannya yang berkencan dengan wanita malam. Kebiasaan Ferdinan yang sering di luar rumah menjadi sebuah keuntungan bagi Jingga untuk bernafas lega.


“Dirga ayo sini jalan ke mommy!” Seru Hastari mengajari Dirga untuk berjalan.


Dirga sudah berumur 15 bulan. Selain sudah mulai bisa berjalan sedikit-sedikit, Dirga juga sudah pintar berceloteh. Meski ocehannya belum dapat di mengerti orang.


“Dirga, kalau sudah besar harus jadi jagoan. Biar bisa jagain mama Dirga ya?” Willy mengajak Dirga berbicara. Dirga hanya tersenyum merespon ucapan Willy. Willy sangat menyayangi Dirga. Meski bukan saudara kandung, tapi Willy sudah menganggap Dirga seperti adiknya.


“Terima kasih mba Hastari dan Willy. Jingga sangat senang. Meskipun posisi Jingga di rumah ini sebagai istri kedua, tapi kalian tetap bersikap baik pada Jingga.” Jingga tersenyum menatap Hastari dan Willy.


“Iya Jingga. Kami tahu, kamu hanya korban disini.” Balas Hastari.

__ADS_1


“Saran aku lebih baik kakak segera tinggalkan daddy. Mommy juga segera tinggalkan daddy. Pria seperti daddy tidak pantas punya istri. Bukankah kebutuhannya sudah terpenuhi di luar sana.” Ujar Willy memberi saran kepada Jingga dan ibunya.


“Huusshh.. Willy! Walau bagaimana pun dia tetap daddy kamu. Kamu gak boleh bicara seperti itu.” Hastari mencoba menasehati Willy.


“Okee mom.. Terserah mommy. Tapi Willy membencinya, dari dulu kita menderita selalu karena dirinya. Willy tidak akan pernah melupakannya.” Balas Willy menyimpan dendam dalam hatinya.


“Mommy ngerti sayang.” Hastari merangkul bahu anaknya itu.


“Dan Willy gak mau Dirga mengalami nasib yang sama.” Lanjut Willy kembali menatap Dirga yang tengah asyik bermain.


*****


Namun sekuat apapun Jingga membela dirinya, tetap Ferdinan lebih kuat darinya. Ferdinan akhirnya berhasil memukuli Jingga. Jingga berusaha lari, namun lagi-lagi Ferdinan berhasil mendapati Jingga. Jingga sempat berteriak meminta tolong. Hastari tak kuasa menolong Jingga, karena pintu kamarnya di kunci oleh Ferdinan dari dalam.


Dalam waktu yang bersamaan, Willy kebetulan sampai ke rumah. Mendengar suara kedatangan Willy, Hastari berlari meminta pertolongan pada anaknya.


“Willy, tolong Jingga! Ayo cepat!” Ujar Hastari meminta pertolongan pada anaknya.

__ADS_1


“Kak Jingga kenapa mom?” Tanya Willy penasaran melihat ekspresi ibunya yang ketakutan.


“Jingga di kamar sama daddy, di kunciin. Cepat tolongin Willy!” Lanjut Hastari panik.


Tanpa pikir panjang, Willy segera berlari menuju kamar Jingga. Benar saja kamarnya di kunci dari dalam. Dengan sekuat tenaga Willy mendobrak pintu kamar tersebut.


Setelah beberapa kali dobrakan, akhirnya pintu kamar itu terbuka juga. Willy segera menarik Ferdinan yang sedang menindih Jingga di ranjang.


“Daddy, tolong berhenti!” Willy berhasil menarik Ferdinan dengan sekuat tenaganya.


“Lu apa-apaan? Dia ini istri gua. Gua berhak melakukan apapun sama dia.” Balas Ferdinan kembali mendekati Jingga. Jingga tampak sangat ketakutan. Jingga berlindung di belakang Willy.


“Stop daddy! Daddy tolong sadar. Daddy tidur di luar sana dengan banyak wanita, tentu saja kak Jingga ataupun mommy tidak akan sudi lagi melayani daddy. Mereka jijik! Siapa tahu daddy akan menularkan penyakit nantinya.” Ujar Willy dengan lantang.


“Anak sialan, lu pikir gua mengidap HIV? Lu benar-benar ya..” Ferdinan mendorong Willy hendak menepuk kepala Willy, namun Willy menangkisnya.


“Apa? Daddy mau apa?” Tantang Willy kembali mendorong Ferdinan. Sama seperti sebelumnya, Ferdinan masih tak berkutik ketika Willy sudah mulai emosi.

__ADS_1


“Benar-benar gila semuanya!” Balas Ferdinan sembari keluar dari rumahnya.


*****


__ADS_2