Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 166


__ADS_3

Flashback (Jingga)


Tiba-tiba ada seorang perempuan memanggil nama Jingga sembari menepuk pundaknya. Jingga seketika berbalik ke arah si perempuan.


“Jingga..” Sahut perempuan itu. Jingga seperti mengenali suara si perempuan. Jingga segera berbalik.


“Sonya..” Balas Jingga terkejut. Jingga tak menyangka akan bertemu dengan Sonya di acara itu.


“Kamu apa kabar?” Tanya Sonya berusaha untuk akrab.


“Aku baik.” Jawab Jingga seadanya.


‘Apa Sonya datang kesini bersama Fandi?’ Pikir Jingga dalam hatinya.


“Kamu disini sama siapa?” Jingga mulai penasaran dengan siapa Sonya menghadiri pesta.


“Aku disini bersama tunanganku.” Sonya tampak bahagia menjawab pertanyaan dari Jingga.


“Tunangan? Siapa tunanganmu?” Tanya Jingga semakin penasaran.


“Kamu kenal baik kok sama dia.” Jawab Sonya antusias.

__ADS_1


‘Aku kenal baik dengan tunangan Sonya? Apa itu Fandi? Fandi dan Sonya benar-benar bersama.’ Batin Jingga. Jingga terdiam, ia sulit tersenyum setelah mendengar jawaban Sonya.


“Jingga, aku mau minta maaf.” Tiba-tiba Sonya meminta maaf pada Jingga sembari memegang pundak Jingga.


“Mi..minta maaf untuk apa?” Tanya Jingga mulai gelagapan.


“Gara-gara aku, hubungan kamu dan Fandi jadi rusak.” Jawab Sonya merasa bersalah.


“Tidak masalah. Aku sudah merelakan semuanya. Aku dan Fandi memang tidak berjodoh. Dan ternyata kamulah jodohnya.” Jingga berusaha tegar mengatakannya pada Sonya.


“Kamu bicara apa? Antara aku dan Fandi tidak pernah terjadi apa-apa. Semua salahku. Karena aku terlalu mencintai Fandi, aku rela melakukan apa saja untuk merusak hubungan kalian. Tapi percayalah saat itu tidak terjadi apa-apa antara kami. Aku berniat menjebak Fandi, karena Fandi selalu menolakku dan lebih memilih bersama kamu. Aku minta maaf untuk semua kesalahanku dulu.” Sonya menjelaskan semua kenyataan yang tidak pernah di ketahuinya selama ini.


“Saat mengejarmu waktu itu, Fandi di tabrak mobil. Fandi koma beberapa hari. Dan kamu malah pergi meninggalkan Fandi. Yang aku dengar dari teman-teman yang lain, Fandi selalu mencarimu.” Jawab Sonya seadanya.


Jingga tercengang mendengar perkataan Sonya. Jingga selalu berprasangka buruk pada Fandi. Selama ini ia berpikir saat itu Fandi tidak menghubunginya, karena Fandi lebih memilih Sonya daripada dirinya. Ternyata Fandi mengalami kecelakaan dan sempat koma beberapa hari.


Jingga diam membisu, dadanya amat sesak mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Jingga berkali-kali menghela nafasnya berusaha untuk menenangkan perasaannya.


“Jingga, kenapa kamu tidak kembali pada Fandi?” Tanya Sonya menatap Jingga penuh rasa penasaran.


“Aku baru tahu kenyataan yang sebenarnya hari ini Sonya. Dan itu dari kamu.” Jawab Jingga menahan sesak di dadanya.

__ADS_1


“Sekarang kamu sudah mengetahui segalanya. Tolong kembalilah pada Fandi! Kasihan Fandi selalu menunggumu.” Ujar Sonya memberi saran pada Jingga.


“Semuanya sudah sangat terlambat Sonya.” Jingga menggelengkan kepalanya. Sonya nampak bingung.


“Maksudmu?” Tanya Sonya lagi.


“Sekarang aku sudah menikah. Dan Fandi berhak mendapatkan wanita yang lebih baik.” Jawab Jingga tak bersemangat.


“Maafkan aku Jingga. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak menyangka, karena kebodohanku saat itu membuat cinta kalian tidak bisa bersatu. Aku menyesal..” Sonya berkali-kali meminta maaf pada Jingga. Sonya mengenggam tangan Jingga sangat erat. Sonya tampak benar-benar menyesali perbuatannya.


“Sudahlah Sonya. Semua sudah terjadi dan sudah lewat juga. Setidaknya sekarang aku sudah tahu kebenarannya.” Jingga mencoba untuk tersenyum meski berat.


“Terima kasih Jingga. Kamu memang berhati malaikat.” Balas Sonya ikut tersenyum.


Dari kejauhan Ferdinan melirik Jingga. Jingga yang menyadari itu merasa risih.


“Kalau begitu, aku permisi dulu ya!” Sonya berpamitan pada Jingga, karena Sonya dan tunangannya akan meninggalkan pesta itu.


“Iya Sonya.” Balas Jingga.


*****

__ADS_1


__ADS_2