
Flashback (Jingga)
Jingga dan Dirga menaiki mobil travel. Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di kotanya. Jingga meminta supir travel untuk mengantarnya ke kosannya yang dulu. Karena Jingga yakin bisa menemukan Fandi disana.
Hari sudah sangat larut malam. Kamar kosannya dulu tampak gelap seperti tak ada penghuninya. Rumah mba Wati juga tampak gelap.
“Kenapa gelap sekali?” Jingga menoleh ke arah sekitarnya.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya Jingga memutuskan untuk pergi wisma penginapan yang berada tidak jauh dari situ. Jingga memutuskan untuk menginap satu malam disana, karena tidak memungkinkan jika ia membiarkan Dirga terkena angin malam terlalu lama.
“Mama, Dirga mau mamam.” Celoteh Dirga memberitahu Jingga kalau dirinya ingin makan.
“Iya Dirga sayang, kita ke bawah dulu ya! Kita beli makannya.” Jingga kembali menggendong Dirga turun ke bawah. Disana Jingga melihat penjaga wisma, Jingga memberanikan diri untuk meminta tolong agar di belikan makanan untuk anaknya. Untungnya penjaga wisma itu mau membantu Jingga.
Setelah mendapatkan makanan dari sang penjaga wisma, Jingga segera membawanya masuk ke dalam kamar. Jingga menyuapi Dirga dengan penuh kasih sayang. Dirga nampak tak banyak tanya tentang dimana mereka saat itu.
“Habis makan, Dirga bobok lagi ya?” Ujar Jingga sembari membelai puncak kepala anaknya.
__ADS_1
“Iya mama.” Balas Jingga dengan wajahnya yang polos.
Tidak berapa lama setelah selesai makan, Dirga tertidur. Jingga menyelimuti Dirga. Sementara itu Jingga masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, barulah setelah itu ia berbaring di samping Dirga anaknya.
“Dirga sayang, besok kita akan mencari papa. Dirga pasti senang ketemu sama papa.” Jingga menatap wajah Dirga dengan perasaan bahagia. Ia tidak menyangka akan mempertemukan Dirga dengan Fandi secepatnya.
“Fandi, maafkan aku! Semoga kamu tidak marah dan masih mau menerima aku dan juga Dirga anak kita.” Ucap Jingga ragu-ragu.
*****
Keesokkan harinya, Jingga dan Dirga bangun kesiangan. Jingga melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00 AM. Jingga bergegas bangkit dari tempat tidur. Ia khawatir tidak bisa bertemu lagi dengan Fandi.
“Mama, Dirga mau mimik.” Ujar Dirga dengan wajah polosnya. Karena setiap pagi biasanya Dirga selalu. minum susu.
“Iya, nanti Dirga minum susunya. Sekarang mandi dulu. Ayo cepat kesini!” Bujuk Jingga. Dirga langsung berjalan ke arah Jingga dengan semangatnya.
Jingga memandikan Jingga, setelah itu baru dirinya. Mereka tidak membawa pakaian ganti sehingga setelah mandi tetap mengenakan pakaian yang semalam.
__ADS_1
Setelah check out dari wisma, Jingga berjalan keluar. Jingga berjalan kembali menuju kosannya yang lama. Saat sedang di jalan, Jingga bertemu dengan seorang bapak-bapak yang sangat familiar wajahnya bagi Jingga. Bapak itu lalu menyapa Jingga.
“Jingga kan?” Sapa si bapak.
“Iya, bapak siapa ya? Saya lupa, tapi saya seperti pernah melihat bapak sebelumnya.” Balas Jingga tersenyum ramah.
“Bapak yang kerja di warung sana tempat Fandi bekerja. Jingga ini pacar Fandi dulu kan?” Tanya si bapak.
“Iya pak.” Jingga tampak malu-malu mengangguk.
“Ooh ya.. Hari ini Fandi kan menikah, Jingga di undang tidak?” Tanya si bapak lagi. Seketika raut wajah Jingga berubah.
“Fandi menikah hari ini? Saya tidak dapat kabar pak.” Jawab Jingga ragu-ragu.
“Baiklah kalau begitu bapak jalan dulu.” Setelah memberitahu Jingga, bapak itu kemudian berlalu meninggalkan Jingga yang terpaku tak percaya.
‘Fandi akan menikah? Ternyata kami memang benar-benar tidak berjodoh.' Jingga menghela nafasnya yang terasa berat. Ia mulai melangkahkan kakinya tanpa tahu arah tujuan.
__ADS_1
*****