
Fandi dan Jingga sangat bersemangat mengurus persiapan pernikahan mereka. Meski sudah mempercayakannya pada WO, tapi mereka tetap ingin ambil andil di dalamnya. Riko dan Novi pun ikut membantu. Fandi memilih lokasi pesta di pulau Angsa. Pulau dimana ia, Riko dan teman-temannya yang lain dulu pernah berlibur.
Hari itu Fandi dan Jingga melakukan foto prewed. Seperti keinginan Jingga, foto di ambil di atas kapal pesiar. Karena Jingga sangat suka dengan film Titanic, jadilah tema prewed mereka ala ala Titanic. Dari pakaian yang mereka kenakan hingga posenya di ujung kapal.
“Kamu cantik sekali Jingga.” Bisik Fandi di telinga Jingga saat mereka sedang melakukan sesi foto.
“Kamu juga tampan Fandi.” Balas Jingga tersenyum manis.
“Kamu tahu betapa sulitnya aku menahan hasrat ingin menciummu, apalagi dengan jarak sedekat ini.” Fandi menatap Jingga, sesekali memperhatikan bibir seksi Jingga.
“Fandi.. Kamu jangan macam-macam! Disini banyak orang.” Jingga kelihatan salah tingkah mendengar ucapan Fandi.
“Aku tidak akan macam-macam sampai tiba waktunya bagiku untuk memiliki kamu seutuhnya.” Fandi masih tak berkedip menatap wajah Jingga yang mulai memerah.
“Aku mencintai kamu Fandi.” Ucap Jingga mengangkat kepalanya kembali menatap Fandi.
__ADS_1
“Aku juga sangat mencintaimu.” Balas Fandi dengan penuh perasaan.
“Sekali lagi terima kasih Fandi untuk cinta yang begitu besar darimu.” Jingga meraih tangan Fandi ragu-ragu, karena masih sungkan dengan banyaknya orang di lokasi.
Fandi tersenyum sembari mengaitkan seluruh jemarinya ke sela jemari Jingga. Jingga ikut tersenyum.
“Setelah menikah, aku akan mengabdikan seluruh hidup dan cintaku untukmu. Aku akan berusaha jadi istri yang baik seperti yang kamu inginkan.” Lanjut Jingga dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“Jingga.. Kamu tidak perlu menjadi apa-apa. Aku cinta kamu apa adanya. Aku cinta kamu yang seperti ini. Kamu tidak perlu menjadi seperti istri yang aku inginkan, karena kenyataannya memang kamulah istri yang aku inginkan itu. Setelah menikah kita hanya boleh bahagia. Bersama-sama kita membesarkan Dirga dan anak-anak kita yang lainnya.” Fandi mengaitkan jari jemarinya lebih erat dan tangan yang satu lagi menyentuh pipi Jingga.
“Iya Fandi. Aku akan bahagia jika selalu bersama kamu.” Jingga merebahkan kepalanya di bahu Fandi.
*****
“Bro, gue sama Novi langsung balik ya.” Ujar Riko menepuk pundak Fandi saat sampai di dermaga.
__ADS_1
“Oke Rik.. Terima kasih banyak kalian sudah banyak sekali membantu gue dan Jingga.” Balas Fandi.
“Yaeelah.. Pakai terima kasih segala. Sudah.. Gue kan sohib lu bro!” Timpal Riko mengingatkan Fandi jika mereka adalah sahabat.
“Iya, Fandi ada-ada aja. Kita sangat senang akhirnya bisa jadi saksi bersatunya kalian. Semoga setelah ini tidak ada halangan lagi dan kalian bisa bahagia selamanya.” Imbuh Novi tak mau kalah.
“Kamu memang sahabat terbaik aku beb.” Jingga merangkul Novi.
“Iya beb, kamu jangan sedih-sedih lagi. Jangan meragukan Fandi lagi! Yakin aja Fandi dan kamu itu berjodoh. Buktinya bertahun-tahun terpisah akhirnya bertemu kembali. Artinya Tuhan memang ingin mempersatukan kalian.” Lanjut Novi. Jingga tertegun mendengar ucapan Novi.
“Aku gak tahu lagi harus bilang apa sama kamu beb. Aku sayang sama kamu.” Jingga memeluk Novi. Jingga merasa Novi benar-benar sangat perduli dengan hubungannya dan Fandi.
“Ya udah.. Kami balik dulu ya! Kalian hati-hati.” Riko mengakhiri pembicaraan mereka lalu melangkah masuk ke dalam mobilnya.
“Kalian juga hati-hati.” Ujar Fandi melambaikan tangannya pada Riko dan Novi.
__ADS_1
Setelah mobil Riko melaju meninggalkan mereka, Fandi kembali menggenggam tangan Jingga berjalan menuju mobilnya.
*****