
Pagi itu hujan turun sangat deras, Fandi dan Riko berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil mamanya Riko. Sementara Jingga mulai berangkat dengan kendaraan umum. Saat masuk gerbang sekolah, mereka melihat Jingga turun dari sebuah taksi.
“Jingga bro.” Riko menunjuk memberitahu Fandi.
“Iya, gue lihat kok Rik.” Fandi menoleh ke arah Jingga. Ia melihat gadis pujaan hatinya sudah tidak pucat lagi.
‘Syukurlah Jingga sudah sembuh.’ Ucapnya dalam hati. Ia mulai lega melihat Jingga sudah mulai masuk sekolah.
Mereka kemudian memarkirkan mobil dan turun sambil berlarian, karena hujan masih deras.
Sesampainya di kelas Fandi dan Riko merapikan pakaian mereka yang kena rintik hujan. Fandi melihat Jingga berjalan melewati kelas mereka.
‘Cantik.. Cantik sekali..’ Puji Fandi dalam hati. Beberapa minggu tak melihat Jingga, rasanya ia sudah rindu. Dan akhirnya rindunya terobati pagi itu ketika melihat Jingga berjalan di depan kelasnya.
Sonya ternyata sedang berada di dalam kelas Fandi dan kebetulan memperhatikan Fandi. Sonya melihat Fandi yang tengah asyik memandangi Jingga dari dalam kelasnya. Sonya mulai percaya dengan yang di katakan Fiki tentang Fandi yang memang menyukai Jingga.
__ADS_1
Sonya merasa cemburu dengan apa yang dirinya lihat. Sonya bergegas keluar dari kelas Fandi. Fandi dan Riko sama sekali tidak menyadari kehadiran Sonya. Mereka kemudian duduk di bangku mereka masing-masing dan bersiap-siap untuk belajar.
‘Kak Fiki benar. Fandi sepertinya memang menyukai Jingga. Apa yang di lihat Jingga dari Fandi? Bukankah dia sudah punya kak Fiki? Kenapa masih cari perhatian sama Fandi?’ Sonya mulai bertanya-bertanya dalam hatinya. Sonya merasa sangat kecewa. Sonya merasa Fandi dan Jingga telah mempermainkannya.
*****
“Jingga, aku mau bicara sama kamu.” Sonya menghampiri Jingga sesaat setelah bel istirahat berbunyi.
“Kenapa?” Jingga bingung melihat raut wajah Sonya yang terlihat kesal kepadanya. Jingga yakin pasti ada hubungannya dengan Fiki.
‘Fiki pasti sudah mengadukan kejadian kemarin kepada Sonya.’ Batin Jingga.
“Aku, Fiki dan Fandi? Maksud kamu Fandi siapa?” Jingga kebingungan, karena Jingga merasa tidak kenal sama sekali dengan seseorang bernama Fandi.
“Kamu gak usah pura-pura gak kenal." Sonya berpikir Jingga mulai bertele-tele.
__ADS_1
“Okee.. Aku akan jelasin ke kamu soal aku dan Fiki dulu. Kemarin aku dan Windy sepupuku pergi ke mall dan disitu kami bertemu Fiki yang sedang menggandeng mesra seorang perempuan.” Jingga mulai menjelaskan semua kejadian yang ia alami kemarin kepada Sonya tanpa ada yang di kurangi atau di lebihkan.
“Lalu?” Sonya mulai melunak, karena Sonya memang sudah tahu betul kakaknya seorang playboy.
“Aku dan sepupuku gak melabrak dia. Kami hanya say hello aja sama Fiki. Aku fikir buang-buang tenaga dan malu-maluin juga kalau harus melabrak Fiki dan perempuan itu.” Lanjut Jingga meyakinkan Sonya.
“Okee.. Masalah itu aku percaya. Bagaimana dengan Fandi?” Tanya Sonya, karena inti dari kekesalannya adalah hubungan Jingga dan Fandi.
“Fandi siapa? Aku sama sekali gak kenal sama yang namanya Fandi. Fandi yang mana?” Tanya Jingga mengernyitkan dahinya mencoba mengingat Fandi yang mana yang sedang di bicarakan oleh Sonya.
“Kamu gak usah belagak gak tahu soal Fandi.” Sonya bicara lantang sambil mengibas-ngibaskan telapak tangannya.
“Sumpah aku gak tahu Fandi yang mana? Sueerrr!!” Jingga meyakinkan Sonya.
“Fandi anak 10A. Yang datang bareng aku pas melayat ke rumah kamu. Yang gendong kamu ke UKS juga.” Jawab Sonya memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
“Aku gak tahu dia.” Balas Jingga singkat.
*****