Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 59


__ADS_3

“Fandi, Jingga mana?” Tanya Rani penasaran. Karena beberapa minggu terakhir Jingga sering tidak masuk sekolah.


“Jingga di kosannya Ran.” Jawab Fandi seadanya. Ia takut keceplosan lagi.


“Jingga sakit?” Tanya Rani lagi.


“Jingga sehat-sehat saja kok.” Jawab Fandi lagi.


“Ooh ya, kalian kapan nikahnya?” Fandi terkejut mendengar pertanyaan Rani yang tanpa basa basi langsung bertanya ke arah sana.


“Se..setelah lulus sekolah.” Jawab Fandi terbata-bata.


“Kok buru-buru? Bukannya kamu dapat beasiswa di Perguruan Tinggi?” Tanya Rani keheranan.


“Iya, aku memang dapat beasiswa. Tapi tidak masalah kan kalau kuliah meskipun menikah?” Balas Fandi.


“Memang gak ada salahnya sih. Terus nafkah untuk Jingga bagaimana? Hehehee..” Celetuk Rani sembari tertawa kecil.


“Kalau masalah itu kamu gak usah khawatir Ran. Dari dulu aku sudah terbiasa bekerja untuk diriku sendiri. Setelah menikah pastinya aku akan lebih giat lagi bekerja, karena aku harus bertanggung jawab untuk kehidupan Jingga juga.“ Ujar Fandi serius.


“Waaww.. Aku salut sama pemikiran kamu.” Rani menatap kagum.


“Ngomong-ngomong kenapa kalian memutuskan untuk cepat-cepat menikah? Padahal baru saja jadian kan? Maaf ya Fandi, aku sedikit kepo.” Rani kembali bertanya. Fandi mulai merasa sedang di interogasi oleh seorang detektif.


“Bukan kenapa-napa. Hanya saja kamu tahu sendiri kan bagaimana pesonanya teman kamu Jingga, aku gak mau saja kehilangan dia. Heheheee..” Kali ini Fandi berusaha menjawab dengan tenang. Sesekali ia pun ikut tertawa kecil.

__ADS_1


“Okee Okee.. Aku paham sekarang. Daripada lepas kalau kelamaan, iya kan? Hahahaaa... Kamu bisa aja Fandi!” Balas Rani ikut tertawa.


“Aduuhh.. Serius amat ngomongnya.” Timpal Eka yang mulai mendekat.


“Hahahaaa.. Iya ni Ka. Aku sama Fandi lagi ngomongin rencana Fandi dan Jingga yang mau menikah.” Balas Rani.


“Jadi beneran kalian bakalan nikah?” Tanya Eka tidak percaya.


“Doain saja. Semoga jadi dan lancar.” Jawab Fandi.


“Amiin..” Seru mereka serentak.


“Nanti setelah menikah lu tinggal dimana bro?” Tanya Riko kali ini.


“Kamu romantis banget Fandi. Jingga beruntung menikah sama kamu. Dewasa dan bertanggung jawab. Hampir sama dengan ayang bebeb aku Riko.” Tiba-tiba Novi ikut berbicara memuji Fandi dan Riko.


“Hahahaaa....” Fandi tertawa mendengar ucapan Novi.


“Ma’acih ayang beb.” Balas Riko mencolek pipi Novi.


“Wkwkwkwkwkwk..” Riko dan Novi kompak tertawa cekikikan.


“Hahahahaaaaa....” Fandi, Rani dan Eka ikut tertawa melihat tingkah konyol Riko dan Novi sebagai pasangan alay.


Fandi tiba-tiba teringat Jingga. Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan memencet nomor ponsel Jingga.

__ADS_1


“Lu telepon siapa bro?” Tanya Riko penasaran.


“Jingga.” Jawab Fandi singkat.


Tak beberapa lama Jingga mengangkat telepon Fandi.


“Hallo Fandi.” Sahut Jingga di ujung telepon.


“Jingga, kamu sudah makan ketopraknya?” Tanya Fandi. Fandi datang mengantar ketoprak disaat Jingga masih tertidur pulas.


“Aku baru saja selesai memakannya sayang. Sekarang baru mau mandi.” Jawab Jingga.


“Iya sudah, kamu lanjut.” Balas Fandi.


“Kenapa tadi gak membangunkan aku?” Tanya Jingga yang tidak menyadari kedatangan Fandi tadi.


“Aku lihat wajahmu kelelahan sekali. Makanya tidak tega membangunkan.” Jawan Fandi.


“Iya sayang. Kelelahan semalaman bergulat sama kamu.” Ucap Jingga nakal.


“Ya sudah, aku lagi sama teman-teman. Aku tutup teleponnya dulu.” Bisik Fandi.


“Daa sayang.” Balas Jingga seraya menutup panggilan dari Fandi.


*****

__ADS_1


__ADS_2