
Minggu yang di nantikan telah tiba. Selama satu minggu mereka akan menghadapi Ujian Nasional. Setiap hari Fandi datang ke kosan Jingga untuk belajar bersama Jingga. Ia tidak mau kekasihnya itu gagal dalam ujian.
“Fandi, Aku kurang mengerti yang bagian ini.” Ucap Jingga mengernyitkan dahinya.
“Ooh yang ini. Aku kasih trik cepat biar kamu mudah memahaminya.” Fandi menjelaskan kepada Jingga dengan sabar. Sedikit demi sedikit Jingga mulai paham.
“Untung pacar aku ini pintar banget.” Puji Jingga seraya mencubit hidung Fandi.
“Heheheee.. Pacar siapa dulu donk?” Fandi melirik Jingga dan tertawa kecil.
“Heheheee.. Iya pacar aku donk!” Jawab Jingga kemudian memeluk Fandi.
“Cup..” Fandi mengecup kening Jingga dengan lembut.
“Sayang, aku kangen.” Bisik Jingga di telinga Fandi dan membuat Fandi geli.
“Aku juga kangen.” Balas Fandi menatap mata Jingga.
“Kalau gitu ayo!” Ajak Jingga melirik nakal Fandi. Lalu menunjuk ke arah ranjang.
__ADS_1
“Ssssttt...” Fandi meletakkan jari telunjuknya di bibir Jingga.
“Aku benar-benar sudah mulai jatuh cinta sama kamu Fandi.” Ucap Jingga dengan tatapan matanya yang tajam.
“Benarkah?” Tanya Fandi memastikan.
“Aku bahkan sudah tergila-gila sama kamu.” Ucap Jingga lagi.
“Aku tahu sayang. Aku bisa merasakannya.” Balas Fandi.
“Dan aku sangat sangat bahagia akhirnya benar-benar bisa memiliki kamu seutuhnya.” Lanjut Fandi sambil menunjuk dada Jingga.
“Fandi, kamu tahu ini cinta pertama buatku? Berkali-kali pacaran tapi tidak pernah sekalipun jatuh cinta.” Ucap Jingga lembut seraya menatap Fandi dalam-dalam.
Fandi seketika memeluk Jingga lebih erat. Ia tak menyangka akan menjadi pemenang hati gadis pujaan hatinya selama ini.
“Jingga, kamu juga cinta pertama bagiku.” Ucap Fandi lagi.
“Aku tahu Fandi. Aku tahu. Bahkan cintamu begitu besar.” Balas Jingga kembali menatap ke dalam mata Fandi.
__ADS_1
“Ini adalah cinta pertama kita. Aku berharap ini juga akan menjadi cinta terakhir dalam hidup kita.” Ujar Fandi seraya menggenggam tangan kekasihnya itu.
“Berjanjilah kamu akan selalu disini bersamaku? Berjanjilah untuk tidak akan meninggalkan aku?” Pinta Fandi memohon.
“Mana mungkin aku bisa meninggalkan kamu Fandi? Kamu sudah memilikiku sekarang.” Balas Jingga meyakinkan Fandi agar tidak meragukannya lagi.
“Aku ingin kamu tahu Jingga. Aku serius ingin menikah denganmu. Aku ingin kita hidup bahagia bersama selamanya. Aku tidak bisa membayangkan apa jadinya aku kalau sampai kamu meninggalkan aku.” Ucap Fandi. Kali ini ia tampak sangat serius.
“Fandi.” Jingga tertegun mendengar ucapan Fandi.
“Aku serius. Aku bisa mati kalau pada akhirnya kita tidak bersama.” Fandi melanjutkan ucapannya.
“Jangan bicara seperti itu. Aku gak mau mendengar kamu bicara seperti itu. Berjanjilah sayang?” Pinta Jingga. Jingga menghentikan ucapan Fandi dengan mengecup bibirnya.
“Jingga, dulu aku selalu menahan perasaan ini. Tapi sekarang setelah kita sedekat ini, aku ingin kamu mengetahui semuanya. Aku sangat mencintai kamu Jingga.” Ucap Fandi lirih.
“Aku juga mencintai kamu. Tolong kamu jangan seperti ini! Aku ingin kita hanya bahagia, tidak ada yang lain lagi. Aku ingin selalu bahagia dalam pelukanmu.” Balas Jingga. Jingga mengalungkan kedua tangannya di leher Fandi.
“Ayo kita lanjut belajarnya!” Seru Jingga. Jingga ingin mencairkan suasana haru yang baru saja tercipta.
__ADS_1
Akhirnya mereka lanjut belajar dengan serius, karena Ujian Nasional sudah menunggu di depan mata.
*****