Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 176


__ADS_3

Jingga telah resmi bercerai dari Ferdinan. Seperti terbangun dari mimpi buruk dan mulai melupakannya, Jingga sudah bisa tertawa tanpa ada beban. Fandi dan Dirga menjadi penyemangat untuk Jingga bangkit dan melupakan masa lalunya bersama Ferdinan.


Hari itu Fandi mengajak Jingga ke hotelnya. Fandi membuat pesta kecil yang di hadiri beberapa orang tamu. Fandi berniat melamar Jingga di depan semua orang. Fandi sengaja mengundang teman-teman SMAnya dulu untuk menjadi saksi keseriusannya pada Jingga. Riko, Novi, Rani, Jery, Eka, Rio, Sonya dan Lona pun ikut hadir.


“Beb, sudah lama sekali kita gak ketemu. Kamu masih secentrong ini. Heheheee..” Celetuk Novi memeluk Jingga.


“Iih.. Kamu kemana aja sih beb? Gak ada kabarnya.” Rani ikut memeluk Jingga.


“Iya, kamu kayak hilang di telan awan gitu.” Timpal Eka tak mau kalah.


Jingga hanya tersenyum memperhatikan raut wajah teman-temannya itu.


“Maafin aku beb. Tapi sekarang kan aku udah disini sama kalian. Hehehee...” Balas Jingga cengengesan.


“Beb, kamu jangan pergi-pergi lagi ya? Kasihan Fandi galau terus. Heheheee..” Novi tertawa sambil melirik ke arah Fandi.


“Aahh.. Kamu bisa aja Nov.” Jingga memanyunkan bibirnya.


“Kamu gak tahu aja beb gimana galaunya Fandi saat kamu menghilang. Kami semua saksinya.” Jelas Rani.


“Masa’?” Balas Jingga pura-pura tidak percaya.

__ADS_1


“Ya iya emang beb. Banyak cewek yang nguber Fandi, tapi selalu di cuekin. Alhasil banyak yang patah hati.” Timpal Eka lagi-lagi dengan semangat 45nya.


Jingga lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan teman-temannya. Jingga melirik-lirik kecil Fandi yang tengah bersama Riko, Jery suami Rani dan Rio suami Eka. Fandi yang menyadari sedang di lirik Jingga hanya tersenyum manis ke arah wanita itu.


‘Aku mencintai kamu Fandi.’ Ucap Jingga dalam hatinya sembari menatap Fandi dari kejauhan.


‘Aku juga mencintai kamu Jingga.’ Balas Fandi seolah tahu apa yang di katakan Jingga dalam hatinya.


Tidak beberapa lama kemudian, Fandi naik ke atas panggung dan mengambil sebuah mic.


“Assalammualaikum.. Selamat malam teman-teman.. Aku senang kalian bisa hadir di pesta ini. Aku juga mengucapkan terima kasih untuk kalian semua yang hadir malam ini.” Ujar Fandi dengan pengeras suaranya. Semua teman-teman SMAnya dulu bersorak memberi tepuk tangan yang meriah.


Berapapun cinta datang padamu,


Tak akan ku takut.


Berapapun hati menghampirimu,


Tak akan ku takut.


Karena aku cinta terakhir yang telah kau nanti menanti jawabnya.

__ADS_1


Juga aku pelabuhan akhir tempat kau berlabuh sampai kau mati.


Seindah bintang hiasi malam layaknya itulah aku.


Oh layaknya itulah aku..


Karena aku cinta terakhir yang telah kau nanti menanti jawabnya.


Juga aku pelabuhan akhir tempat kau berlabuh sampai kau mati.


Fandi mendekati Jingga lalu menggenggam tangannya. Jingga terharu, ada air mata kebahagiaan yang menetes di pipinya. Fandi berusaha menyeka air mata itu. Semua teman-teman tertegun melihat pemandangan romantis yang tiba-tiba di ciptakan oleh Fandi. Beberapa dari tamu ikut terharu melihat mereka.


“Jingga, menikahlah denganku?” Ucap Fandi tak berkedip menatap Jingga. Tangannya terus menggenggam jemari Jingga dengan eratnya.


Jingga menghembuskan nafasnya menatap ke dalam mata Fandi.


“Aku mau..” Jawab Jingga dengan singkat sembari menganggukkan kepalanya. Ada senyum kebahagiaan yang terpancar di bibirnya.


Fandi mencium punggung tangan Jingga dengan lembut sebelum akhirnya ia menarik Jingga ke dalam pelukannya. Berkali-kali Fandi mengecup kening Jingga. Jingga memperhatikan sekelilingnya, tiba-tiba seorang wanita mendekati mereka.


*****

__ADS_1


__ADS_2