Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 15


__ADS_3

Di kamarnya Fandi merenung. Ia merasa hatinya sakit melihat Jingga bersama laki-laki lain. Ia tidak menyangka rasa suka itu berkembang menjadi cinta. Ia benar-benar memang sudah jatuh cinta. Bahkan rasa cintanya sangat besar.


Malam itu Fandi merasa sangat bingung harus bagaimana. Di satu sisi ia ingin sekali menyerah dan melupakan Jingga cinta pertamanya. Di sisi lain ia malah semakin termotivasi untuk lebih giat lagi belajar dan ingin secepatnya sukses.


*****


Beberapa bulan kemudian


“Fandi, selamat ya atas terpilihnya kamu mewakili sekolah kita.” Seorang perempuan cantik bernama Sonya menghampiri Fandi. Sonya adalah adik dari Fiki. Sonya baik dan berteman dengan siapa saja tanpa melihat status sosial.


“Terima kasih.” Fandi tersenyum. Fandi merasa ia sudah mulai di terima di sekolah itu, setelah beberapa kali terpilih menjadi perwakilan sekolah di lomba nasional.


“Ini aku beli beberapa buku. Siapa tahu bisa jadi referensi kamu dan menambah pengetahuan juga.” Sonya menyodorkan beberapa buku kepada Fandi. Fandi merasa sungkan menerima pemberian Sonya. Ia merasa perhatian Sonya terlalu berlebihan.


“Gak usah. Aku gak mau repotin.” Fandi membalas dengan terbata-bata. Ia merasa tidak enak jika harus menerima pemberian dari adik perempuan Fiki itu.

__ADS_1


“Please.. Kita kan teman?” Pinta Sonya sedikit memaksa.


“Terima aja bro. Kasihan lu tolak pasti doi kecewa!” Riko berbisik meenyarankan agar Fandi menerima pemberian Sonya. Ia merasa Sonya tulus pada Fandi. Fandi pun mulai mempertimbangkan untuk menerima kebaikan hati Sonya.


“Terima kasih. Maaf kalau aku repotin kamu.” Fandi mengambil buku yang sudah sedari dari di sodorkan oleh Sonya sambil tersenyum. Sonya gadis yang cantik dan sepertinya memiliki perasaan terhadap Fandi. Namun kenyataan hatinya telah lebih dulu di miliki gadis lain Jingga.


Setelah menyerahkan buku kepada Fandi. Sonya meninggalkan Fandi dan Riko. Ia berjalan menuju kelasnya yang kebetulan satu kelas dengan Jingga 10C.


“Bro, Sonya juga cantik bro! Sepertinya suka sama lu.” Ucap Riko hati-hati.


“Lu suka sama Sonya bro?” Tanya Riko mendadak kaget. Riko terkejut mendengar Fandi memuji gadis lain selain Jingga.


“Bukan Rik. Gue bilang Sonya itu cantik dan baik, bukan berarti gue suka dia.” Fandi menjelaskan maksud perkataannya kepada Riko.


“Kenapa lu gak coba move on aja bro? Lupain gadis itu dan coba buka hati untuk gadis ini. Lagian Jingga sudah punya kekasih bro!” Riko menatap sinis ke arah Fandi. Riko ingin melihat sahabatnya bahagia dan tidak patah hati lagi.

__ADS_1


“Lu gak akan mengerti bro." Fandi tersenyum kepada Riko sambil memegang dadanya.


*****


‘Hiks hiks hiks..’ (seorang perempuan menangis dalam mimpi Fandi)


Fandi terbangun, dadanya terasa sesak. Dalam mimpinya ia melihat Jingga sedang menangis tersedu-sedu. Ia tidak tega perlahan mendekat dan kemudian bertanya. Namun Jingga tetap menangis.


’Jingga, ada apa dengan Jingga? kenapa aku mimpi seperti ini?’ Fandi bertanya-tanya dalam hati. Perasaannya mulai tak enak. Ia khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada gadisnya.


Fandi bangkit dari tempat berbaringnya. Kakinya melangkah menuju kamar mandi. Ia berwudhu. Setiap kali perasaan gelisah takut akan terjadi sesuatu, ia memilih untuk shalat malam. Ia melakukan shalat tahajud malam itu.


“Ya allah, aku mohon jaga Jinggaku. Lindungi ia selalu dimanapun ia berada dan dari apapun. Amin Ya Rabbal Alamin..”


*****

__ADS_1


__ADS_2