Cinta Pertama Yang Terakhir

Cinta Pertama Yang Terakhir
BAB 72


__ADS_3

Hari yang di nanti-nanti telah tiba. Hari itu wisuda sekolah bertepatan dengan ulang tahun Fandi. Jingga berencana memberitahu Fandi kabar kehamilannya setelah acara selesai sebagai pengganti kado ulang tahun untuk Fandi.


Fandi yang memakai setelan tuxedo berwarna navy terlihat sangat tampan. Setelan itu di sewakan oleh bu Romlah sebagai hadiah kelulusan untuk Fandi. Sedangkan Jingga memakai gaun selutut berwarna senada dengan tuxedo Fandi. Mereka terlihat sangat serasi.


Hari itu Fandi dan Jingga sepakat datang bersama dengan Riko dan Novi menggunakan mobil Riko. Fandi dan Jingga yang sudah siap sedari tadi masih menunggu kedatangan Riko dan Novi.


Tidak lama kemudian Riko dan Novi datang. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil dan Riko bergegas melajukan mobilnya.


“Sorry bro, tadi gue isi bbm dulu. Hehehee..” Ujar Riko menggaruk kepalanya.


“Iya, tidak masalah Rik.” Balas Fandi santai.


“Aduuh.. Beb kamu cantik banget.” Timpal Novi memuji Jingga yang terlihat anggun dengan gaun berwarna navy. Rambutnya di kucir ke belakang dengan beberapa helai di biarkan terjuntai di depan. Di lehernya terlingkar kalung inisial F. Sungguh sangat anggun bak seorang model


“Aahh.. Kamu bisa saja! Kamu juga cantik Novi.” Balas Jingga ikut memuji Novi.

__ADS_1


“Heheheee.. Benarkah?” Tanya Novi penasaran mengambil cerminnya.


“Iyaa ayang bebeb. Ayang bebeb cantik sekali, makanya ayang Riko tergila-gila sama kamu.” Timpal Riko memuji Novi kekasihnya.


“Iihh.. Ayang bebeb gombalnya memang juara.” Balas Novi mencolek pinggang Riko dari kursi belakang.


Sementara itu Fandi dan Jingga saling bertatapan. Sedari tadi Fandi tidak berhenti melepas pandangannya ke arah Jingga. Ia merasa terpukau dengan kecantikan kekasihnya itu. Bak seorang bidadari. Kulit putih dan mulus, tinggi, langsing, rambut hitam panjang, cantik, mata yang indah, bibir yang merah, senyumannya yang manis, tidak ada lagi cela yang terlihat. Sempurna, idaman semua lelaki.


“Fandi, kenapa?” Tanya Jingga tersenyum melihat Fandi sedari tadi masih terus memandanginya.


“Lantas kenapa terus saja melihatku?” Tanya Jingga penasaran.


“Aku terpesona. Selama ini aku selalu terpesona melihat kamu begitu cantik. Dan hari ini aku hampir tidak percaya memiliki kekasih secantik ini.” Ujar Fandi memuji Jingga. Jingga terlihat malu, mukanya memerah.


“Kamu sudah ikut-ikutan Riko. Pintar gombal sekarang.” Balas Jingga mencibir.

__ADS_1


“Aku gak gombal. Itu kenyataan!” Seru Fandi meyakinkan Jingga.


“Heheheee... Ada juga untungnya lu jadi sohib gue bro. Bisa turun sedikit-sedikit ilmu gombal gue. Heheheee...” Celetuk Riko cengengesan.


“Iihh.. Ayang bebeb. Jadi itu cuma gombalan, gak beneran?” Tanya Novi sewot mendengar ucapan Riko.


“Bukan gitu ayang bebeb. Gombalan aku itu kenyataan, ayang bebeb memang cantik. Coba deh ayang bebeb lihat di cermin. Suer! Kalau gak cantik, gak mungkin ayang Riko tergila-gila sama ayang bebeb.” Ujar Riko meyakinkan Novi dengan rayuan mautnya.


Fandi dan Jingga yang melihat tingkah lucu Riko dan Novi jadi tertawa kecil. Fandi mengambil ponselnya lalu mengetik pesan dan mengirimkannya ke nomor ponsel Jingga. Tidak lama kemudian ponsel Jingga berbunyi. Jingga mengambil ponselnya lalu membuka pesan dari Fandi.


Kamu selalu cantik setiap hari & hari ini aku semakin menyadari kalau aku sangat beruntung memilikimu. Setelah menikah, kita akan bahagia dan memiliki 2 orang anak. Anak pertama laki-laki sangat mirip denganku & anak kedua perempuan sangat cantik sepertimu. Aku sangat mencintaimu Jingga ♡


Jingga tersenyum membaca pesan dari Fandi. Jingga berharap mimpi mereka berdua akan segera menjadi kenyataan.


*****

__ADS_1


__ADS_2