
Tahun telah berganti tahun, Fandi telah sampai di tahun terakhirnya berkuliah. Dan semester itu adalah semester terakhir. Fandi sangat sibuk dengan skripsinya. Ia menghabiskan banyak waktu di perpustakaan. Karena Fandi mengambil jurusan manajemen bisnis, jadi Fandi sempat magang di sebuah perusahaan properti. Selama magang, Fandi banyak belajar bagaimana mengelola bisnis. Ia bertekad ingin berbisnis dan memiliki perusahaan sendiri kelak.
Karena kepintaran dan kegigihan Fandi, ia sempat di tawarkan bekerja di perusahaan tempatnya magang. Secara tidak sengaja pak Irwan direktur utama melihat Fandi sedang ikut presentasi bersama karyawan lain. Beliau sangat takjub setelah tahu kalau Fandi hanya seorang mahasiswa magang di perusahaannya.
“Fandi. Selamat ya!” Ucap Rizki mengulurkan tangannya ingin bersalaman dengan Fandi.
“Terima kasih bang.” Fandi membalas uluran tangan Rizki dan mereka berjabat tangan.
“Kamu benar-benar keren Fandi. Belum lulus saja sudah dapat tawaran kerja.” Ujar Nita yang juga bekerja di perusahaan itu.
“Saya salut sama anak muda seperti kamu ini Fandi.” Sambung pak Harri HRD di perusahaan tempat Fandi magang.
“Aah.. Biasa saja pak.” Balas Fandi malu di puji rekan-rekannya.
“Ooh ya Fandi, kamu kapan lulusnya?” Tanya pak Harri pada Fandi.
“Kalau tidak ada halangan kemungkinan 2 bulan lagi saya ujian skripsi dan Insya Allah pertengahan tahun saya bisa wisuda pak.” Jawab Fandi.
“Saya suka optimisme kamu Fandi.” Ujar pak Harri menepuk pundak Fandi.
__ADS_1
“Setelah ini kamu langsung ke ruangan saya, saya tunggu.” Lanjut pak Harri berlalu dari Fandi dan rekan-rekannya yang lain.
“Fandi kamu udah terima gaji?” Tanya Rizki penasaran.
“Belum bang. Masa’ magang terima gaji bang?” Jawab Fandi tersenyum.
“Iya Fandi. Dulu juga pernah ada yang magang, dapat gaji juga pas hari terakhir selesai magangnya.” Ujar Nita menjelaskan.
“Padahal kinerjanya tidak memuaskan ya Nit, tapi masih di beri gaji kok. Apalagi kamu Fandi?” Sambung Rizki.
“Ya Alhamdulillah kalau aku juga dapat bang. Heheheee..” Fandi tertawa kecil.
“Jangan lupa nanti traktir yaa? Hahahahaaa..” Seru Rizki. Fandi hanya tersenyum.
*****
Tok tok tok...
“Silahkan masuk Fandi.” Sahut pak Harri dari dalam ruangannya.
__ADS_1
“Permisi pak.” Ucap Fandi menunduk.
“Ayo duduk!” Pak Harri mempersilahkan Fandi untuk duduk di sofa ruangannya.
“Ini Fandi gaji kamu selama magang disini.” Ujar pak Harri sembari mengeluarkan dua buah amplop berwarna cokelat.
“Gaji saya pak?” Tanya Fandi tak percaya.
“Iya Fandi, seperti biasa mahasiswa yang magang sebelumnya juga mendapatkan hak yang sama dengan karyawan lain, hanya saja jumlah dan waktu penerimaannya saja yang berbeda.” Ujar pak Harri menjelaskan kepada Fandi.
“Terima kasih pak.” Balas Fandi sembari menerima amplop yang di serahkan oleh pak Harri.
“Amplop yang kamu pegang itu berisi gaji kamu yang sudah saya akumulasikan selama 5 bulan ini. Dan amplop yang saya pegang ini bonus untuk kamu dari direktur utama.” Lanjut pak Harri kembali menyerahkan amplop lainnya.
“Alhamdulillah. Terima kasih banyak pak. Ini sangat berarti sekali untuk saya pak.” Balas Fandi tersenyum senang.
“Saya turut senang. Saya berharap kamu semakin bersemangat lagi Fandi. Perusahaan ini sudah menunggumu setelah lulus nanti.” Ujar pak Harri tersenyum pada Fandi.
“Sekali lagi terima kasih pak.” Balas Fandi.
__ADS_1
*****